Kajian Strategi Desain Terminal Bus Berkelanjutan Studi Kasus Terminal Induk di Kota Bekasi

Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, May 2024

Urban transportation is experiencing rapid growth in line with the increasing population, particularly in cities like Bekasi. Despite advancements in transportation modes in Bekasi, the Bekasi City Bus Terminal, classified as a Type A passenger terminal, still struggles to meet the mobility needs of its residents. The terminal faces various challenges, including traffic congestion, insufficient security and comfort in circulation, limited supporting facilities, poor services, and high environmental pollution levels. Therefore, this research aims to propose a redesign for the Bekasi City Bus Terminal, incorporating sustainable architectural principles. The research methodology involves a theoretical review using content analysis. The study results emphasize the necessity for design criteria that facilitate efficient circulation, transition spaces, and economic functionality in the bus terminal. Consideration of environmental conservation principles and building energy efficiency is crucial in this redesign process.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/81401/45202

Kajian Strategi Desain Terminal Bus Berkelanjutan Studi Kasus Terminal Induk di Kota Bekasi

ARSITEKTURA Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan ISSN 2580-2976 E-ISSN 1693-3680 https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/issue/archive Volume 22 Issue 1 April 2024, pages: 25-36 DOI https://doi.org/10.20961/arst.v22i1.81401 Kajian Strategi Desain Terminal Bus Berkelanjutan Studi Kasus Terminal Induk di Kota Bekasi Study on the Sustainable Bus Terminal Design Strategies A Case Study of the Main Bus Terminal in Bekasi City Affan Maulana Yasin1*, Sri Yuliani2 Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia 1 Research Group of Sustainable Architecture, Engineering Faculty, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia 2 *Corresponding author: Article history Received: 08 Dec 2023 Accepted: 14 Dec 2023 Published: 30 April 2024 Abstract Urban transportation is experiencing rapid growth in line with the increasing population, particularly in cities like Bekasi. Despite advancements in transportation modes in Bekasi, the Bekasi City Bus Terminal, classified as a Type A passenger terminal, still struggles to meet the mobility needs of its residents. The terminal faces various challenges, including traffic congestion, insufficient security and comfort in circulation, limited supporting facilities, poor services, and high environmental pollution levels. Therefore, this research aims to propose a redesign for the Bekasi City Bus Terminal, incorporating sustainable architectural principles. The research methodology involves a theoretical review using content analysis. The study results emphasize the necessity for design criteria that facilitate efficient circulation, transition spaces, and economic functionality in the bus terminal. Consideration of environmental conservation principles and building energy efficiency is crucial in this redesign process. Keywords: bus station; design strategy; sustainable architecture; theoretical review Abstrak Pertumbuhan transportasi di perkotaan sangat pesat sejalan dengan populasi yang meningkat, termasuk di Kota Bekasi. Namun, dari banyaknya kemajuan dan inovasi pada moda transportasi di Kota Bekasi, Terminal Bus Induk Kota Bekasi masih belum dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas penduduknya. Terminal penumpang tipe A tersebut saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemacetan, kurangnya keamanan dan kenyamanan sirkulasi, keterbatasan fasilitas penunjang, pelayanan rendah, dan tingkat pencemaran lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah rancangan ulang terminal bus induk di Kota Bekasi dengan penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian teori dengan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan perlunya kriteria desain bangunan terminal bus yang memfasilitasi ruang sirkulasi, transisi, dan ekonomi, dengan mempertimbangkan prinsip konservasi lingkungan dan efisiensi energi bangunan. Kata kunci: terminal bus; strategi desain; arsitektur berkelanjutan; kajian teori __________ Cite this as: Yasin. A. M., Yuliani. S. (2024). Kajian Strategi Desain Terminal Bus Berkelanjutan di Kota Bekasi. Article. Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 22(1), 25-36. doi: https://doi.org/10.20961/arst.v22i1.81401 25 Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, Vol. 22 (1) April 2024: 25-36 1. PENDAHULUAN Kota Bekasi, sebagai kota satelit Jakarta, mengalami pertumbuhan penduduk sekitar 4% setiap tahunnya karena aliran penduduk dari Jakarta. Konsekuensi dari peningkatan jumlah penduduk tersebut cukup beragam, di antaranya peningkatan aktivitas dalam sektor industri, perdagangan, jasa, dan permukiman (Syauqi dan Ardyanto 2019). Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Bekasi dan sekitarnya berpotensi meningkatkan mobilitas penduduk (Putri 2021). Kota Bekasi mengalami kenaikan penduduk yang pesat, dengan 60% dari penduduknya merupakan penduduk komuter dari Jakarta (Tazkiyah dan Libania 2014). Berdasarkan statistik Komuter Jabodetabek 2019, ada sebanyak 373.125 jiwa penduduk Kota Bekasi yang melakukan komuter menuju luar Kota Bekasi (Savitri dan Santo 2023). Pertumbuhan mobilitas penduduk harus didukung dengan peningkatan fasilitas transportasi kota. Hal ini yang terjadi di Kota Bekasi dengan hadirnya moda transportasi LRT Jabodetabek, Kereta Rel Listrik (KRL), hingga Kereta Cepat WHOOSH. kendaraan hanya 21,86 km/jam, lebih lambat daripada Tangerang, yakni 22 km/jam dan Medan, yakni 23,4 km/jam (Hartono & Arthaya 2016). Makin meningkatnya inovasi pada moda transportasi di Kota Bekasi dan sekitarnya tidak membuat salah satu fasilitas transportasi umum di Kota Bekasi, yakni terminal bus induk juga ikut berkembang. Menurut Keputusan Menteri Perhubungan RI dalam KM 31 tahun 1995, terminal dibagi menjadi dua, yaitu Terminal Penumpang dan Terminal Barang. Terminal penumpang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, serta perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi. Sementara itu, terminal barang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan membongkar dan memuat barang, serta perpindahan antar moda transportasi Terminal bus penumpang merupakan tempat penumpang dan barang melakukan proses naik dan turun dari transportasi, serta sering menjadi tempat untuk perubahan rute atau moda transportasi (Utama, Arifin, dan Wicaksono 2014). Meskipun infrastruktur transportasi darat di Kota Bekasi terus berkembang, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat sekitar. Perkembangan kota tanpa fasilitas transportasi umum yang memadai dapat mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum (Putri 2021). Kondisi terminal bus induk Kota Bekasi saat ini memiliki banyak permasalahan. Di antaranya adalah penataan area dalam terminal yang tidak tertata dan berantakan. Permasalahan tersebut menimbulkan dampak seperti tingkat kenyamanan dan keamanan yang berada di bawah standar, serta tingkat kebersihan yang rendah (Utama, Arifin, dan Wicaksono 2014). Mayoritas kendaraan yang digunakan oleh penduduk di Kota Bekasi adalah kendaraan pribadi (76%), terdiri dari 64% sepeda motor, 20% mobil, dan sisanya adalah kendaraan bak. Kendaraan umum hanya menyumbang 24% (Prayogo 2016). Selain itu, isu sirkulasi, aksesibilitas, dan fasilitas juga sangat terasa di terminal ini (Utama, Arifin, dan Wicaksono 2014). Isu aksesibilitas sangat memengaruhi keinginan masyarakat untuk berjalan kaki dari atau menuju Terminal Bus Bekasi dari tempattempat pemberhentian transportasi umum terdekat (Karlinda, Rulhendri, dan Murtejo 2022). Dengan kecenderungan penggunaan kendaraan pribadi yang tinggi dan sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dapat meningkatkan kemacetan di Kota Bekasi. Kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan pribadi disebabkan oleh daya tampung kendaraan yang rendah dan memakai ruas jalan yang cukup besar (Ananda, Armijaya, dan Prasetyo 2023). Kemacetan di Kota Bekasi saat ini mengakibatkan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/81401/45202
Article home page: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/view/81401/45202

Yasin Affan Maulana, Sri Yuliani. Kajian Strategi Desain Terminal Bus Berkelanjutan Studi Kasus Terminal Induk di Kota Bekasi, Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 2024, pp. 25-36,