Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar
Community Services Journal (CSJ), 5 (1) (2022), 1-7
Community Services Journal (CSJ)
Jurnal Homepage: https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/csj/index
Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten
Gianyar
Ni Luh Putu Indiani*1, I Made Sara2, Suparto Wijoyo3, Rosa Ristawati4, Putu Ayu Sita Laksmi5, Gede Sanjaya Adi Putra6, I Made
Aditya Pramartha7, Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi8, I Komang Putra9, I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra10
1,2,5,6,7,8,9,10
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Denpasar
3,4
Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya
*Eail koresponden:
How To Cite:
Indiani, N, L, P., Sara, I, M., Wijoyo, S., Ristawati, R., Laksmi, P, A, S., Putra, G, S, A., Paramartha, I, M, A., Dewi, A, A, I, K, G., Putra, I, K.,
Yogiswara, I, W, G., Putra, D. (2022). Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Community Service Journal (CSJ), 5 (1), 1-7. https://doi.org/10.22225/csj.5.1.2022.1-7
Abstrak
Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai
yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Dari hasil
observasi, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pengelolaan desa wisata belum optimal, pengurus desa wisata belum
mengetahui dasar hukum yang tepat dalam pengelolaan desa wisata, dan permasalahan yang tidak kalah penting adalah
kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro mengenai metode yang tepat dalam pengelolaan wisata alam
berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan pertama adalah melakukan kegiatan loka karya. Kemudian
untuk permasalahan kedua diberikan penyuluhan terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Solusi permasalahan ketiga
adalah benchmarking metode pengelolaan wisata alam berkelanjutan yang diterapkan di Swiss. Secara garis besar metode
pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas identifikasi masalah, observasi, analisis situasi, seminar/penyuluhan/benchmarking.
Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang telah
direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75%
sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Sebagai bentuk keberlangsungan proram, promosi Desa Wisata Taro
perlu terus dilakukan dan diperbaharui agar meningkatkan daya tariknya, masyarakat Desa Taro perlu
mengimplementasikan materi dari penyuluhan dasar hukum pengelolaan desa wisata, dan hasil benchmarking metode
pengelolaan sustainable tourism perlu dijadikan referensi oleh pengelola Desa Wisata Taro dalam mengelola dampak
pariwisata terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, baik bagi masyarakat
lokal maupun wisatawan.
Kata kunci: benchm ark ing sustainable tourism , dasar hukum pengelolaan desa wisata, pr omosi desa
wisata
CC-BY-SA 4.0 License, Community Services Journal (CSJ), ISSN 2654-9360, E-ISSN 2654-9379
Community Services Journal (CSJ), 5 (1) (2022), 2
Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar
1. PENDAHULUAN
Desa Taro terletak di kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, dengan jarak tempuh
perjalanan kurang lebih 40 kilometer dari Kota Denpasar. Desa Taro memiliki luas wilayah mencapai 99,6 Ha
yang sebagian besar merupakan wilayah perkebunan dan daerah pemukiman penduduk. Desa Taro memiliki
keadaan alam dengan suasana pedesaan, dikarenakan pemukiman penduduk berada di selatan dan utara
sedangkan di timur dan barat merupakan hutan - hutan kecil, dengan suhu yang sangat sejuk rata - rata 27
derajat Celcius. Desa Taro berada di pegunungan dengan ketinggian mencapai kurang lebih 650 M di atas
permukaan laut, dengan curah hujan berkisar 200-300 MM pertahun.
Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi
oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik
oleh warga desa. Potensi yang dimiliki Desa Wisata Taro jika dapat dikelola dengan baik, akan sangat potensial
sebagai objek wisata berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan perekonomian desa. Melalui konsep
sustainable tourism akan berdampak terhadap pengembangan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Adapun permasalahan yang dihadapi menurut pengelola Desa Wisata Taro, sampai dengan saat ini
pengelolaan lokasi wisata belum optimal. Hal ini tergambarkan dari realisasi kunjungan wisatawan yang belum
memenuhi target yang ingin dicapai oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dan pengelola Desa Wisata
Taro. Target yang belum tercapai diakibatkan promosi yang dilakukan oleh pengelola desa wisata belum
efektif, karena kurangnya kemampuan yang dimiliki pengelola dalam memasarkan potensi Dewa Wisata Taro
sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Selain permasalahan tersebut, pengurus Desa Wisata Taro juga belum mengetahui dasar hukum yang
tepat dalam mengembangkan dan menguatkan keberadaan serta pelestarian alam sebagai aset. Melalui
pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pemasaran Desa Wisata Taro sebagai wisata
berkelanjutan akan berdampak pada peningkatan kunjungan serta taraf ekonomi warga Desa Taro. Selain itu
melalui pemahaman dasar hukum yang tepat, maka pemerintah desa, adat dan penyelenggara kegiatan dapat
menjalankan pelestarian dan pengembangan potensi desa sesuai aturan yang berlaku.
Permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro tentang
metode yang tepat dalam pengelolaan desa wisata berkelanjutan. Munculnya konsep pariwisata berkelanjutan
ialah untuk mengatasi dan meminimalisir dampak negatif dari perkembangan pariwisata massal atau mass
tourism. Oleh sebab itu, isu-isu mengenai pengelolaan Desa Wisata Taro sangat menarik untuk dikaji lebih
dalam serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi tantangan menuju pariwisata berkelanjutan, sehingga
diharapkan berguna dalam memberikan solusi yang dapat direkomendasikan bagi pihak pengelola.
Dengan permasalahan promosi desa wisata yang dihadapi pihak desa, solusi yang kami berikan adalah
melalui kegiatan loka karya. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi SDM sehingga mampu
memaksimalkan pengelolaan desa wisata dalam bidang pemasaran. Kompetensi dalam bidang pemasaran
promosi pariwisata alam yang berkelanjutan sangat penting dalam upaya mendukung pengembangan potensi
agar menarik kunjungan wisatawan.
Kemudian untuk permasalahan ketidakpahaman mengenai dasar hukum pengelolaan desa wisata,
dilakukan penyuluhan yang diharapkan mampu menambah pengetahuan serta kompetensi POKDARWIS
terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Pengetahuan ini akan menjadi pondasi kuat untuk pengembangan
CC-BY-SA 4.0 License, Community Services Journal (CSJ), ISSN (...truncated)