Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar

Community Services Journal (CSJ), Nov 2022

Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pengelolaan desa wisata belum optimal, pengurus desa wisata belum mengetahui dasar hukum yang tepat dalam pengelolaan desa wisata, dan permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro mengenai metode yang tepat dalam pengelolaan wisata alam berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan pertama adalah melakukan kegiatan loka karya. Kemudian untuk permasalahan kedua diberikan penyuluhan terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Solusi permasalahan ketiga adalah benchmarking metode pengelolaan wisata alam berkelanjutan yang diterapkan di Swiss. Secara garis besar metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas identifikasi masalah, observasi, analisis situasi, seminar/penyuluhan/benchmarking. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Sebagai bentuk keberlangsungan proram, promosi Desa Wisata Taro perlu terus dilakukan dan diperbaharui agar meningkatkan daya tariknya, masyarakat Desa Taro perlu mengimplementasikan materi dari penyuluhan dasar hukum pengelolaan desa wisata, dan hasil benchmarking metode pengelolaan sustainable tourism perlu dijadikan referensi oleh pengelola Desa Wisata Taro dalam mengelola dampak pariwisata terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/csj/article/download/5945/4032

Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar

Community Services Journal (CSJ), 5 (1) (2022), 1-7 Community Services Journal (CSJ) Jurnal Homepage: https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/csj/index Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Ni Luh Putu Indiani*1, I Made Sara2, Suparto Wijoyo3, Rosa Ristawati4, Putu Ayu Sita Laksmi5, Gede Sanjaya Adi Putra6, I Made Aditya Pramartha7, Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi8, I Komang Putra9, I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra10 1,2,5,6,7,8,9,10 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Denpasar 3,4 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya *Eail koresponden: How To Cite: Indiani, N, L, P., Sara, I, M., Wijoyo, S., Ristawati, R., Laksmi, P, A, S., Putra, G, S, A., Paramartha, I, M, A., Dewi, A, A, I, K, G., Putra, I, K., Yogiswara, I, W, G., Putra, D. (2022). Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Community Service Journal (CSJ), 5 (1), 1-7. https://doi.org/10.22225/csj.5.1.2022.1-7 Abstrak Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pengelolaan desa wisata belum optimal, pengurus desa wisata belum mengetahui dasar hukum yang tepat dalam pengelolaan desa wisata, dan permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro mengenai metode yang tepat dalam pengelolaan wisata alam berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan pertama adalah melakukan kegiatan loka karya. Kemudian untuk permasalahan kedua diberikan penyuluhan terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Solusi permasalahan ketiga adalah benchmarking metode pengelolaan wisata alam berkelanjutan yang diterapkan di Swiss. Secara garis besar metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas identifikasi masalah, observasi, analisis situasi, seminar/penyuluhan/benchmarking. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Sebagai bentuk keberlangsungan proram, promosi Desa Wisata Taro perlu terus dilakukan dan diperbaharui agar meningkatkan daya tariknya, masyarakat Desa Taro perlu mengimplementasikan materi dari penyuluhan dasar hukum pengelolaan desa wisata, dan hasil benchmarking metode pengelolaan sustainable tourism perlu dijadikan referensi oleh pengelola Desa Wisata Taro dalam mengelola dampak pariwisata terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Kata kunci: benchm ark ing sustainable tourism , dasar hukum pengelolaan desa wisata, pr omosi desa wisata CC-BY-SA 4.0 License, Community Services Journal (CSJ), ISSN 2654-9360, E-ISSN 2654-9379 Community Services Journal (CSJ), 5 (1) (2022), 2 Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar 1. PENDAHULUAN Desa Taro terletak di kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, dengan jarak tempuh perjalanan kurang lebih 40 kilometer dari Kota Denpasar. Desa Taro memiliki luas wilayah mencapai 99,6 Ha yang sebagian besar merupakan wilayah perkebunan dan daerah pemukiman penduduk. Desa Taro memiliki keadaan alam dengan suasana pedesaan, dikarenakan pemukiman penduduk berada di selatan dan utara sedangkan di timur dan barat merupakan hutan - hutan kecil, dengan suhu yang sangat sejuk rata - rata 27 derajat Celcius. Desa Taro berada di pegunungan dengan ketinggian mencapai kurang lebih 650 M di atas permukaan laut, dengan curah hujan berkisar 200-300 MM pertahun. Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Potensi yang dimiliki Desa Wisata Taro jika dapat dikelola dengan baik, akan sangat potensial sebagai objek wisata berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan perekonomian desa. Melalui konsep sustainable tourism akan berdampak terhadap pengembangan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Adapun permasalahan yang dihadapi menurut pengelola Desa Wisata Taro, sampai dengan saat ini pengelolaan lokasi wisata belum optimal. Hal ini tergambarkan dari realisasi kunjungan wisatawan yang belum memenuhi target yang ingin dicapai oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dan pengelola Desa Wisata Taro. Target yang belum tercapai diakibatkan promosi yang dilakukan oleh pengelola desa wisata belum efektif, karena kurangnya kemampuan yang dimiliki pengelola dalam memasarkan potensi Dewa Wisata Taro sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Selain permasalahan tersebut, pengurus Desa Wisata Taro juga belum mengetahui dasar hukum yang tepat dalam mengembangkan dan menguatkan keberadaan serta pelestarian alam sebagai aset. Melalui pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pemasaran Desa Wisata Taro sebagai wisata berkelanjutan akan berdampak pada peningkatan kunjungan serta taraf ekonomi warga Desa Taro. Selain itu melalui pemahaman dasar hukum yang tepat, maka pemerintah desa, adat dan penyelenggara kegiatan dapat menjalankan pelestarian dan pengembangan potensi desa sesuai aturan yang berlaku. Permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro tentang metode yang tepat dalam pengelolaan desa wisata berkelanjutan. Munculnya konsep pariwisata berkelanjutan ialah untuk mengatasi dan meminimalisir dampak negatif dari perkembangan pariwisata massal atau mass tourism. Oleh sebab itu, isu-isu mengenai pengelolaan Desa Wisata Taro sangat menarik untuk dikaji lebih dalam serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi tantangan menuju pariwisata berkelanjutan, sehingga diharapkan berguna dalam memberikan solusi yang dapat direkomendasikan bagi pihak pengelola. Dengan permasalahan promosi desa wisata yang dihadapi pihak desa, solusi yang kami berikan adalah melalui kegiatan loka karya. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi SDM sehingga mampu memaksimalkan pengelolaan desa wisata dalam bidang pemasaran. Kompetensi dalam bidang pemasaran promosi pariwisata alam yang berkelanjutan sangat penting dalam upaya mendukung pengembangan potensi agar menarik kunjungan wisatawan. Kemudian untuk permasalahan ketidakpahaman mengenai dasar hukum pengelolaan desa wisata, dilakukan penyuluhan yang diharapkan mampu menambah pengetahuan serta kompetensi POKDARWIS terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Pengetahuan ini akan menjadi pondasi kuat untuk pengembangan CC-BY-SA 4.0 License, Community Services Journal (CSJ), ISSN (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/csj/article/download/5945/4032
Article home page: https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/csj/article/view/5945/4032

Indiani Ni Luh Putu, Sara I Made, Wijoyo Suparto, Rosa Ristawati, Laksmi Putu Ayu Sita, Putra Gede Sanjaya Adi, Pramartha I Made Aditya, Dewi Anak Agung Istri Krisna Gangga, Putra I Komang, Putra I Wayan Gde Yogiswara Darma. Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Community Services Journal (CSJ), 2022, pp. 1-7,