PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MITOS AIR MATAKIDI: (Studi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa)
La Ode Muhadjirin Sahida, Wa Ode Sifatu, La Janu: Persepsi Masyarakat terhadap Air Matakidi
(Studi di Desa Mata Kidi Kecamatan Lawa)
A. PENDAHULUAN
Salah satu unsur kebudayaan yang
masih dipertahankan masyarakat Indonesia
dalam perubahan budaya adalah sistem
kepercayaan. Sistem kepercayaan dijadikan
pedoman dan pandangan hidup bagi
masyarakat karena warisan leluhur yang
harus tetap dilestarikan walaupun dizaman
yang modern seperti sekarang ini. Asal usul
kepercayaan itu adalah adanya kepercayaan
manusia terhadap kekuatan yang lebih
tinggi dari padanya. Oleh karena manusia
melakukan berbagai hal untuk mencapai
ketenangan hidup (Sujarwa 2001:139).
Kepercayaan masyarakat terhadap
kekuatan yang lebih tinggi mendorong
masyarakat untuk mempercayai hal-hal
yang gaib. Tradisi memuja tempat-tempat
keramat sampai kini masih dilakukan,
tindakan tersebut tidak lepas dari adanya
mitos. Menurut Bascom (dalam Danandjaja
2002: 51): Mitos pada umumnya
mengisahkan terjadinya alam semesta,
dunia, manusia pertama, terjadinya maut,
bentuk khas binatang, bentuk topografi,
gejala alam, dan sebagainya. Mitos
biasanya berkaitan erat dengan kejadiankejadian fenomena keanehan alam nyata
dan alam ghaib dalam hubungannya dengan
manusia.
Mitos
yang
berkembang
diturunkan dalam lingkungan masyarakat
yang diwariskan secara turun temurun.
Penelitian ini menitik beratkan pada mitos,
karena mitos itu diturunkan secara lisan
selama bertahun-tahun lamanya, namun
mitos tersebut tidak hilang dan masih
dipercaya pada zaman modern seperti ini.
Sekarang era modern masih
seringkali ditemukan mitos-mitos yang
masih hidup dan berkembang di
masyarakat. Mitos tersebut sering dijumpai
pada suatu daerah tertentu. Karena
banyaknya unsur lapisan masyarakat yang
masih mempercayai adanya suatu mitos,
maka tidak menutup kemungkinan akan
terjadi suatu perbedaan pandangan dan
kepercayaan terhadap mitos yang mereka
percayai. Perbedaan itu mungkin terletak
pada jalan cerita mitos ataupun kekuatan
mistik yang ada pada mitos tersebut.
Terkait dengan mitos, bahwa masih banyak
yang hidup dan berkembang di Kabupaten
Muna, antara lain mitos tentang Air
Matakidi di Desa Matakidi Kecamatan
Lawa Kabupaten Muna.
Menurut Undang-Undang No 7
tahun 2004 tentang Sumberdaya air, air
adalah semua air yang terdapat diatas,
ataupun dibawah permukaan tanah,
termasuk dalam pengertian ini air
permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut
yang berada di darat. Sumber air adalah
tempat atau wadah air alami dan/atau
buatan yang terdapat diatas, ataupun
dibawah permukaan tanah.
Air merupakan salah satu kebutuhan
dasar yang diperlukan oleh semua mahluk
hidup. Kebutuhan akan air untuk
keberlangsungan hidup manusia sangat
tinggi. Hal ini terlihat dari pemanfaatan air
untuk pemenuhan kebutuhan belum dapat
digantikan dengan barang lainnya. Air
digunakan untuk keperluan domestik rumah
tangga (mandi, minum, dan masak) juga
dapat digunakan untuk irigasi (pertanian
padi sawah), pembangkit listrik, dan
perikanan. Ketersediaan air mempengaruhi
banyak sektor dalam kehidupan manusia,
dalam hal ini tidak hanya jumlah air yang
tersedia (kuantitas) namun kualitas serta
distribusi air yang ada pada suatu wilayah
tertentu menjadi faktor penentu dalam
kesejahteraan hidup manusia.
Air Matakidi digunakan untuk
berbagai pemanfaatan seperti: keperluan
domestik rumah tangga (mandi, minum,
dan masak) juga dapat digunakan untuk
tempat wisata. Keberadaan air tidak
terlepas dari kondisi alam sekitar air
khususnya hutan yang terdapat di wilayah
tersebut. Pendekatan nilai ekonomi air yang
sesuai dengan fungsinya untuk berbagai
pemanfaatan, serta menjaga kontinuitas
keberadaan air dengan kegiatan yang
bersifat mengembalikan fungsi lingkungan
sekitar air.
42
Etnoreflika, Vol. 7, No. 1, Februari 2018
Mitos Air Matakidi di Desa
Matakidi ini perlu mendapat perhatian.
Dengan adanya perkembangan zaman yang
semakin
modern,
ternyata
tidak
menghilangkan mitos yang berkembang
pada masyarakat Desa Matakidi dan
sekitarnya. Masyarakat masih percaya akan
keberadaan mitos tersebut, hal ini terbukti
dengan banyaknya pengunjung Air
Matakidi untuk mengambil air tersebut
hingga sekarang.
Masyarakat
Desa
Matakidi
mempercayai
adanya
mitos
yang
berkembang
bahwa
Air
Matakidi
memberikan banyak khasiat bagi orang
yang meminum air tersebut. Saat ini bukan
hanya masyarakat Desa Matakidi saja yang
datang ke Air Matakidi untuk mengambil
air, namun juga banyak masyarakat dari
daerah lain yang datang mengunjungi
tempat tersebut. Masyarakat tersebut datang
dan mengambil Air Matakidi karena
mereka percaya akan mitos tersebut atau
hanya sekedar coba-coba akan kebenaran
mitos yang ada. Masyarakat yang datang ke
sumber Air Matakidi memiliki pandangan
yang berbeda tentang keberadaan mitos Air
Matakidi, sehingga mendorong peniliti
untuk melakukan pencarian informasi
mengapa mitos Air Matakidi di Desa
Matakidi tersebut masih dipercaya oleh
masyarakat sampai sekarang.
Masyarakat yang mengunjungi Air
Matakidi sangat beragam baik dilihat dari
segi usia, jenis kelamin, pekerjaan maupun
pendidikan. Masyarakat yang beragam
tersebut mempunyai pola pikir yang tidak
sama sehingga menimbulkan pandangan
yang berbeda-beda terhadap mitos Air
Matakidi. Hal ini yang mendorong peneliti
untuk mencari tahu bagaimana persepsi
masyarakat terhadap mitos Air Matakidi di
Desa Matakidi. Setelah mengetahui
pandangan-pandangan masyarakat terhadap
mitos Air Matakidi tersebut, maka peneliti
juga ingin mengetahui secara lebih
mendalam persepsi masyarakat tentang
potensi wisata Air Matakidi di Desa
Matakidi bagi masyarakat sekitarnya.
Adapun tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut: (a) untuk mengetahui dan
mendeskripsikan
presepsi
masyarakat
terhadap mitos Air Matakidi di Desa
Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten
Muna; (b) untuk mengetahui dan
mendeskripsikan pengaruh mitos air
Matakidi terhadap masyarakat Desa
Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten
Muna.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada
Bulan Mei sampai Juni Tahun 2016
bertempat di Desa Matakidi Kecamatan
Lawa Kabupaten Muna Barat. Sumber air
Matakidi terletak dilingkungan Desa
Matakidi. Data primer penelitian diperoleh
dari informan. Informan dalam penelitian
ini adalah Tokoh Adat Desa Matakidi
antara lain; La Ode Sadhili, La Ode
Rahimu, La Ode Pulu, La Ode Ngkumate
masyarakat pengunjung antara lain; Wa
Seli, Nurmiati, Rahman, dan La Ndima.
Data sekunder diperoleh dari dokumen atau
arsip yang berkaitan dengan penelitian.
Metode pengumpulan data penelitian ini
adalah
wawancara,
observasi
dan
Dokumentasi. Analisis data penelitian ini
menggunakan metode kualitatif model
interaktif. Langkah-langkah analisis data
adalah: (1) pengumpulan data, (2) reduksi
data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan
kesimpulan.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Persepsi Masyarakat Desa Matakidi
terhadap Air Matakidi
a. Sejarah Awal Mula Air Matakidi
Air Matakidi awal mula ditemukan
oleh seorang petani bernama La Ode Fariki
ketika tersesat di Hutan Matakidi. La Ode
Fariki ini tidak pernah lepas melaksana (...truncated)