PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MITOS AIR MATAKIDI: (Studi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa)

ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, Feb 2018

This study aims to reveal the perception of the public about the myth of Matakidi water in Matakidi Village, Lawa District, Muna Regency. In addition, it also aims to find out the influence of the myth on the community. This study uses Herbert Blummer's symbolic interactionism theory. Data collection is done through observation techniques, and interviews. The data collection is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that there are several perceptions of the Matakidi Village community towards Matakidi water sources, including (1) matakidi water as a place to take drinking water; (2) natural water as a tourist place, because it is supported by its natural beauty; (3) matakidi water as a sacred or sacred place; (4) matakidi water as a means of mutual acquaintance-to recognize or intensify social solidarity. Keywords: community perceptions, myth, matakidi water.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/etnoreflika/article/download/538/433

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MITOS AIR MATAKIDI: (Studi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa)

La Ode Muhadjirin Sahida, Wa Ode Sifatu, La Janu: Persepsi Masyarakat terhadap Air Matakidi (Studi di Desa Mata Kidi Kecamatan Lawa) A. PENDAHULUAN Salah satu unsur kebudayaan yang masih dipertahankan masyarakat Indonesia dalam perubahan budaya adalah sistem kepercayaan. Sistem kepercayaan dijadikan pedoman dan pandangan hidup bagi masyarakat karena warisan leluhur yang harus tetap dilestarikan walaupun dizaman yang modern seperti sekarang ini. Asal usul kepercayaan itu adalah adanya kepercayaan manusia terhadap kekuatan yang lebih tinggi dari padanya. Oleh karena manusia melakukan berbagai hal untuk mencapai ketenangan hidup (Sujarwa 2001:139). Kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan yang lebih tinggi mendorong masyarakat untuk mempercayai hal-hal yang gaib. Tradisi memuja tempat-tempat keramat sampai kini masih dilakukan, tindakan tersebut tidak lepas dari adanya mitos. Menurut Bascom (dalam Danandjaja 2002: 51): Mitos pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya maut, bentuk khas binatang, bentuk topografi, gejala alam, dan sebagainya. Mitos biasanya berkaitan erat dengan kejadiankejadian fenomena keanehan alam nyata dan alam ghaib dalam hubungannya dengan manusia. Mitos yang berkembang diturunkan dalam lingkungan masyarakat yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini menitik beratkan pada mitos, karena mitos itu diturunkan secara lisan selama bertahun-tahun lamanya, namun mitos tersebut tidak hilang dan masih dipercaya pada zaman modern seperti ini. Sekarang era modern masih seringkali ditemukan mitos-mitos yang masih hidup dan berkembang di masyarakat. Mitos tersebut sering dijumpai pada suatu daerah tertentu. Karena banyaknya unsur lapisan masyarakat yang masih mempercayai adanya suatu mitos, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi suatu perbedaan pandangan dan kepercayaan terhadap mitos yang mereka percayai. Perbedaan itu mungkin terletak pada jalan cerita mitos ataupun kekuatan mistik yang ada pada mitos tersebut. Terkait dengan mitos, bahwa masih banyak yang hidup dan berkembang di Kabupaten Muna, antara lain mitos tentang Air Matakidi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna. Menurut Undang-Undang No 7 tahun 2004 tentang Sumberdaya air, air adalah semua air yang terdapat diatas, ataupun dibawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat diatas, ataupun dibawah permukaan tanah. Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan oleh semua mahluk hidup. Kebutuhan akan air untuk keberlangsungan hidup manusia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari pemanfaatan air untuk pemenuhan kebutuhan belum dapat digantikan dengan barang lainnya. Air digunakan untuk keperluan domestik rumah tangga (mandi, minum, dan masak) juga dapat digunakan untuk irigasi (pertanian padi sawah), pembangkit listrik, dan perikanan. Ketersediaan air mempengaruhi banyak sektor dalam kehidupan manusia, dalam hal ini tidak hanya jumlah air yang tersedia (kuantitas) namun kualitas serta distribusi air yang ada pada suatu wilayah tertentu menjadi faktor penentu dalam kesejahteraan hidup manusia. Air Matakidi digunakan untuk berbagai pemanfaatan seperti: keperluan domestik rumah tangga (mandi, minum, dan masak) juga dapat digunakan untuk tempat wisata. Keberadaan air tidak terlepas dari kondisi alam sekitar air khususnya hutan yang terdapat di wilayah tersebut. Pendekatan nilai ekonomi air yang sesuai dengan fungsinya untuk berbagai pemanfaatan, serta menjaga kontinuitas keberadaan air dengan kegiatan yang bersifat mengembalikan fungsi lingkungan sekitar air. 42 Etnoreflika, Vol. 7, No. 1, Februari 2018 Mitos Air Matakidi di Desa Matakidi ini perlu mendapat perhatian. Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin modern, ternyata tidak menghilangkan mitos yang berkembang pada masyarakat Desa Matakidi dan sekitarnya. Masyarakat masih percaya akan keberadaan mitos tersebut, hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung Air Matakidi untuk mengambil air tersebut hingga sekarang. Masyarakat Desa Matakidi mempercayai adanya mitos yang berkembang bahwa Air Matakidi memberikan banyak khasiat bagi orang yang meminum air tersebut. Saat ini bukan hanya masyarakat Desa Matakidi saja yang datang ke Air Matakidi untuk mengambil air, namun juga banyak masyarakat dari daerah lain yang datang mengunjungi tempat tersebut. Masyarakat tersebut datang dan mengambil Air Matakidi karena mereka percaya akan mitos tersebut atau hanya sekedar coba-coba akan kebenaran mitos yang ada. Masyarakat yang datang ke sumber Air Matakidi memiliki pandangan yang berbeda tentang keberadaan mitos Air Matakidi, sehingga mendorong peniliti untuk melakukan pencarian informasi mengapa mitos Air Matakidi di Desa Matakidi tersebut masih dipercaya oleh masyarakat sampai sekarang. Masyarakat yang mengunjungi Air Matakidi sangat beragam baik dilihat dari segi usia, jenis kelamin, pekerjaan maupun pendidikan. Masyarakat yang beragam tersebut mempunyai pola pikir yang tidak sama sehingga menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap mitos Air Matakidi. Hal ini yang mendorong peneliti untuk mencari tahu bagaimana persepsi masyarakat terhadap mitos Air Matakidi di Desa Matakidi. Setelah mengetahui pandangan-pandangan masyarakat terhadap mitos Air Matakidi tersebut, maka peneliti juga ingin mengetahui secara lebih mendalam persepsi masyarakat tentang potensi wisata Air Matakidi di Desa Matakidi bagi masyarakat sekitarnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) untuk mengetahui dan mendeskripsikan presepsi masyarakat terhadap mitos Air Matakidi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna; (b) untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh mitos air Matakidi terhadap masyarakat Desa Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna. B. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei sampai Juni Tahun 2016 bertempat di Desa Matakidi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Sumber air Matakidi terletak dilingkungan Desa Matakidi. Data primer penelitian diperoleh dari informan. Informan dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat Desa Matakidi antara lain; La Ode Sadhili, La Ode Rahimu, La Ode Pulu, La Ode Ngkumate masyarakat pengunjung antara lain; Wa Seli, Nurmiati, Rahman, dan La Ndima. Data sekunder diperoleh dari dokumen atau arsip yang berkaitan dengan penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan Dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan metode kualitatif model interaktif. Langkah-langkah analisis data adalah: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Persepsi Masyarakat Desa Matakidi terhadap Air Matakidi a. Sejarah Awal Mula Air Matakidi Air Matakidi awal mula ditemukan oleh seorang petani bernama La Ode Fariki ketika tersesat di Hutan Matakidi. La Ode Fariki ini tidak pernah lepas melaksana (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/etnoreflika/article/download/538/433
Article home page: http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/etnoreflika/article/view/538/433

Sahida La Ode Muhajirin, La. Janu. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MITOS AIR MATAKIDI: (Studi di Desa Matakidi Kecamatan Lawa), ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 2018, pp. 41 - 48,