IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE POLARISASI TERINDUKSI DI DAERAH ULUSULITI DAN TANJUNG LIMA KAPAS, SOLOK SELATAN, SUMATRA BARAT: IDENTIFICATION OF IRON ORE MINERALIZATION ZONE USING INDUCED POLARIZATION METHOD AT ULUSULITI AND TANJUNG LIMA KAPAS AREA, SOUTHERN SOLOK, WEST SUMATRA

Buletin Sumber Daya Geologi, Nov 2020

The Ulusuliti and Tanjung Lima Kapas area, Koto Parik Gadang Diateh District, South Solok Regency, West Sumatra Province has a potential of iron ore form mineralization zone which is formed from the limestone formation intruded by granodiorite. Induced polarization method measurement was carried out in time domain using a dipole-dipole configuration with a space between the electrodes of 50 m. Induced polarization data was measured as many as 11 lines with a length of each line of 1.200 m and a distance between the line of 100 m to 300 m. 2D modeling was carried out to produce resistivity and chargeability sections of each line. 3D modeling was carried out to identify the distribution of the iron ore mineralization zone in the study area, both vertical and horizontal. In the 2D resistivity and chargeability model, the zone of iron ore mineralization is estimated to have a resistivity value > 500 ohm.m and a chargeability > 150 miliseconds. These values are might be iron ore minerals as a result of hydrothermal alteration formed due to the interaction between magmatic and meteoric fluids originating from granodiorite rock interacts with limestone. The result of the 3D modeling shows the continuity of the mineralized zone in a relatively southwest-northeast direction with a volume of 864.000 m3.

IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE POLARISASI TERINDUKSI DI DAERAH ULUSULITI DAN TANJUNG LIMA KAPAS, SOLOK SELATAN, SUMATRA BARAT: IDENTIFICATION OF IRON ORE MINERALIZATION ZONE USING INDUCED POLARIZATION METHOD AT ULUSULITI AND TANJUNG LIMA KAPAS AREA, SOUTHERN SOLOK, WEST SUMATRA

MAKALAH ILMIAH IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE POLARISASI TERINDUKSI DI DAERAH ULUSULITI DAN TANJUNG LIMA KAPAS, SOLOK SELATAN, SUMATRA BARAT IDENTIFICATION OF IRON ORE MINERALIZATION ZONE USING INDUCED POLARIZATION METHOD AT ULUSULITI AND TANJUNG LIMA KAPAS AREA, SOUTHERN SOLOK, WEST SUMATRA 1 Maharani Sarastika Bodjawati1, Dzil Mulki Heditama2, dan Yudi Aziz Muttaqin2 Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, 2 Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi ABSTRAK Daerah Ulusuliti dan Tanjung Lima Kapas, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat memiliki potensi bijih besi berupa zona mineralisasi yang terbentuk dari adanya batugamping yang diterobos batuan granodiorit. Pengukuran menggunakan metode polarisasi terinduksi dengan konfigurasi dipole-dipole dengan spasi antar elektroda 50 m. Data polarisasi terinduksi yang diukur sebanyak 11 lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 1.200 m dan jarak antar lintasan 100 m hingga 300 m. Pemodelan 2D dilakukan untuk menghasilkan penampang resistivitas dan chargeabilitas dari setiap lintasan. Pemodelan 3D dilakukan untuk melihat persebaran zona mineralisasi bijih besi di daerah penelitian baik vertikal maupun horizontal. Pada model resistivitas dan chargeabilitas 2-dimensi, zona mineralisasi bijih besi diperkirakan memiliki nilai resistivitas >500 Ωm dan chargeabilitas >150 milisekon. Nilai-nilai tersebut diasosiasikan sebagai mineral-mineral bijih besi hasil dari alterasi hidrotermal yang terbentuk akibat adanya interaksi antara fluida magmatik dan meteorik yang berasal dari batuan granodiorit, kemudian fluida tersebut berinteraksi dengan batugamping. Hasil dari pemodelan 3-dimensi memperlihatkan kemenerusan zona mineralisasi relatif berarah baratdaya-timurlaut dengan volume sebesar 864.000 m3. Kata kunci: bijih besi, chargeabilitas, mineralisasi, polarisasi terinduksi, resistivitas, zona alterasi ABSTRACT The Ulusuliti and Tanjung Lima Kapas area, Koto Parik Gadang Diateh District, South Solok Regency, West Sumatra Province has a potential of iron ore form mineralization zone which is formed from the limestone formation intruded by granodiorite. Induced polarization method measurement was carried out in time domain using a dipole-dipole configuration with a space between the electrodes of 50 m. Induced polarization data was measured as many as 11 lines with a length of each line of 1.200 m and a distance between the line of 100 m to 300 m. 2D modeling was carried out to produce resistivity and chargeability sections of each line. 3D modeling was carried out to identify the distribution of the iron ore mineralization zone in the study area, both vertical and horizontal. In the 2D resistivity and chargeability model, the zone of iron ore mineralization is estimated to have a resistivity value > 500 ohm.m and a chargeability > 150 miliseconds. These values are might be iron ore minerals as a result of hydrothermal alteration formed due to the interaction between magmatic and meteoric fluids originating from granodiorite rock interacts with limestone. The result of the 3D modeling shows Buletin Sumber Daya Geologi Volume 15 Nomor 3 - 2020 140 MAKALAH ILMIAH the continuity of the mineralized zone in a relatively southwest-northeast direction with a volume of 864.000 m3. Keywords: iron ore, chargeability, mineralization, induced polarization, resistivity, alteration zone PENDAHULUAN Indonesia berada pada pertemuan antara tiga lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Indo Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Kondisi geografis yang cukup kompleks tersebut mengakibatkan terbentuknya berbagai sumber daya mineral yang potensial (Bemmelen, 1949), salah satunya adalah bijih besi. Berdasarkan data neraca sumber daya mineral logam (Heditama dkk., 2019) diketahui bahwa potensi besi di Indonesia dijumpai dalam empat jenis cebakan/endapan, yaitu besi primer, besi laterit, besi sedimen dan pasir besi. Lokasi penelitian berada di daerah Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Gambar 1). Kabupaten Solok Selatan memiliki potensi sumber daya mineral logam, khususnya logam besi, yang cukup potensial untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan karena daerah Solok Selatan dikontrol oleh struktur geologi berupa sesar dan aktivitas magmatik, sehingga menghasilkan tubuh-tubuh intrusi batuan beku berupa terobosan batuan granitgranodiorit berumur Kapur Akhir yang menerobos batugamping berumur Perem Awal (Rosidi dkk., 1996). Kondisi geologi tersebut menjadi faktor penunjang proses pembentukan cebakan bijih besi. Metode polarisasi terinduksi merupakan salah satu metode dalam geofisika, yang tidak jarang menjadi pilihan utama dalam eksplorasi sumber daya mineral. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode geofisika lainnya adalah kemampuan untuk mendeteksi adanya mineral yang letaknya tersebar (disseminated) dan tak teratur karena mineral yang tersebar lebih mudah terpolarisasi akibat arus yang melaluinya. Efek polarisasi tersebut terjadi karena adanya media batuan yang mengandung mineral logam. Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Daerah Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas, Solok Selatan, Sumatra Barat (modifikasi dari Muttaqin, 2014) 141 Buletin Sumber Daya Geologi Volume 15 Nomor 3 - 2020 : 140 - 154 MAKALAH ILMIAH Dalam penelitian ini, metode polarisasi terinduksi digunakan untuk membuat model berdasarkan parameter resistivitas dan chargeabilitas sehingga dapat memberikan gambaran kondisi bawah permukaan dan informasi zona sebaran mineralisasi bijih besi pada daerah penelitian. GEOLOGI Secara fisiografis, Pulau Sumatra merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang berarah baratlaut. Menurut Van Bemmelen (1949), Pulau Sumatra terdiri dari 6 zona fisiografis meliputi:  Zona Jajaran Barisan  Zona Semangko  Zona Pegunungan Tigapuluh  Zona Kepulauan Busur Luar  Zona Paparan Sunda  Zona Dataran Rendah dan Bukit Secara umum, daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Jajaran Barisan pada zona yang berkaitan dengan peristiwa tumbukan dua lempeng besar yaitu Lempeng IndoAustralia di bagian selatan dan Lempeng Eurasia di bagian utara yang diperkirakan terjadi pada masa 15 juta tahun yang lalu sehingga menyebabkan terjadinya arah gaya relatif utara–selatan yang menghasilkan rangkaian struktur sesar geser berarah baratlaut–tenggara. Rangkaian struktur sesar geser tersebut pada akhirnya membentuk sesar besar Sumatra yang dikenal dengan nama Sesar Mendatar Semangko. Proses pergeseran tersebut kemudian menghasilkan zona lemah yang memungkinkan menjadi jalan keluarnya magma pada aktivitas vulkanisme dan menghasilkan Zona Jajaran Barisan. Menurut Franklin (2014), di daerah penelitian terdapat sesar geser menganan berarah baratlaut–tenggara yang diketahui dari kontak antara gabro dengan granodiorit dan breksiasi pada tuf (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/download/BSDG_VOL_15_NO_3_2020_1/280
Article home page: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/view/BSDG_VOL_15_NO_3_2020_1/280

Bodjawati Maharani Sarastika, Heditama Dzil Mulki, Muttaqin Yudi Aziz. IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE POLARISASI TERINDUKSI DI DAERAH ULUSULITI DAN TANJUNG LIMA KAPAS, SOLOK SELATAN, SUMATRA BARAT: IDENTIFICATION OF IRON ORE MINERALIZATION ZONE USING INDUCED POLARIZATION METHOD AT ULUSULITI AND TANJUNG LIMA KAPAS AREA, SOUTHERN SOLOK, WEST SUMATRA, Buletin Sumber Daya Geologi, 2020, pp. 140 - 154,