Identification of Alteration-Mineralization in Skarn Deposit System based on Time-Domain Induced Polarization Method Approach in Kasihan Area, Pacitan, East Java: Identifikasi Alterasi-Mineralisasi pada Sistem Endapan Skarn Berbasis Pendekatan Metode Time Domain Induced Polarization di Daerah Kasihan, Pacitan, Jawa Timur
ISSN: 2579-5821 (Print)
ISSN: 2579-5546 (Online)
URL address: http://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes
DOI: 10.20956/geocelebes.v6i1.17558
Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 1, April 2022, 56 – 63
IDENTIFIKASI ALTERASI-MINERALISASI PADA SISTEM
ENDAPAN SKARN BERBASIS PENDEKATAN METODE
TIME DOMAIN INDUCED POLARIZATION DI DAERAH
KASIHAN, PACITAN, JAWA TIMUR
Taufik Seizarsyah1, Ajimas Pascaning Setiahadiwibowo1*, Firdaus Maskuri1,2, Sutarto2
1
Teknik Geofisika, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia
Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia
2
*Corresponding author. Email:
Manuscript received: 22 August 2021; Received in revised form: 22 March 2022; Accepted: 20 April 2022
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di Kasihan, Pacitan, Jawa Timur dengan tujuan untuk mengetahui zona alterasi
dan mineralisasi bijih dari sistem endapan mineral berdasarkan konduktivitas dan resistivitas batuan
bawah permukaan di daerah penelitian. Bedasarkan hal tersebut metode geofisika diperlukan untuk
memetakan luasan area prospek endapan mineral serta model matematis pada daerah penelitian. Salah
satu metode geofisika yang digunakan dalam studi kasus endapan mineral adalah Time Domain Induced
Polarization (TDIP). Pengukuran Metode Time Domain Induced Polarization dilakukan dengan
konfigurasi dipole-dipole yang disusun relatif menjurus timurlaut – baratdaya sebanyak 2 lintasan,
dengan masing-masing lintasan memiliki panjang sejauh 260 m dengan spasi awal elektroda 20 m.
Target dari Metode TDIP dapat menggambarkan kondisi bawah permukaan sejauh 48 m. Kedudukan
mineralisasi pada endapan skarn pada Metode Time Domain Induced Polarization berada pada
kedalaman 25 m dibawah permukaan topografi yang ditunjukkan oleh nilai resistivitas tinggi >2000
Ωm dan chargeabilitas >500 msec pada batuan induk dasit dan batugamping.
Kata Kunci: chargeabilitas; dipole-dipole; resistivitas; Time Domain Induced Polarization.
Abstract
This research was conducted in Kasihan, Pacitan, East Java with the aim of knowing the alteration zone
and ore mineralization from mineral sediment systems based on the conductivity and resistivity of
subsurface rocks in the study area. A geophysical method is needed to map area area area of the prospect
of mineral deposits as well as mathematical models in the area research. One of the geophysical methods
used in studies of mineral sediment cases is Time Domain Induced Polarization (TDIP). Measurement
of Time Domain Induced Polarization method done with configuration dipole-dipole which is arranged
relatively straight northeast-southwest as much 2 tracks, with each track having the length of 260 m
with an initial space of 20 m electrodes. Targets of the TDIP Method can describe subsurface conditions
as far as 48 m. The position of mineralization in skarn deposits in the Time Domain Induced Polarization
method at a depth of 25 m below the surface topography shown by high resistivity values >2000 Ωm
and >500 msec chargeability in dacite and limestone.
Keywords: chargeability; dipole-dipole; resistivity; Time Domain Induced Polarization.
Di Indonesia secara tatanan geologi
merupakan negara yang berada di batas
Pendahuluan
© 2022 Dept. of Geophysics Hasanuddin University
56
Seizarsyah dkk./ Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 1, April 2022, 56 – 63
lempeng tektonik paling aktif di dunia,
yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan
Filipina. Dikarenakan hal tersebut, interaksi
antar margin lempeng ini membentuk
fenomena geologi antara lain produk
magmatisme
berupa
gunung
api.
Serangkaian gunung api di Indonesia yang
termasuk dalam jalur “Ring of Fire” ini
tentunya menyebabkan adanya potensi
sumber daya mineral berupa akumulasi
mineral yang berkiatan dengan endapan
mineral sistem vulkanik ataupun orogenik.
Daerah Kasihan, Kecamatan Tegalombo,
Pacitan,
Jawa
Timur
diperkirakan
merupakan Endapan Porfiri-Skarn melihat
dari kronostratigrafi daerah penelitian
berdasarkan Tun (2007). Daerah Kasihan
tersusun atas satuan litologi batuan dasit
porfiri, breksi vulkanik, andesit, marmer,
batugamping, dan riolit. Selain itu, prospek
keterdapatan mineralisasi di Daerah
Kasihan ditandai dengan kehadiran urat
kuarsa dan sejumlah bijih sulfida (pirit,
kalkopirit, sfalerit dan galena).
Merujuk pada genetika gunung api,
umumnya diiringi oleh kompleksitas proses
dari material magma atau disebut juga
proses magmatisme yang kemudian
menjadi faktor penting dalam pembentukan
mineral logam. Pada bagian awal hingga
akhir proses magmatisme (Early – Post
Magmatism) yang melibatkan elemen vital
seperti gas volatile (H2S, SO4, CO2), fluida
panas (hidrotermal) bersuhu antara 50 oC500 oC. Kemudian berinteraksi dengan
batuan di sekitarnya melalui zona lemah
berupa rekahan-rekahan yang terbentuk
baik akibat intrusi maupun struktur yang
sudah terbentuk sebelumnya (Lindgren,
1928). Hal ini mengakibatkan adanya
proses asimilasi antar keduanya dan
terbentuklah konsentrasi pengkayaan
mineral sekunder dari replacement unsur
kimia ataupun presispitasi mineral baru
yaitu, mineral logam dasar berharga (base
precious metals).
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui
zona alterasi dan mineralisasi bijih dari
sistem endapan mineral berdasarkan
konduktivitas dan resistivitas batuan bawah
permukaan di daerah penelitian. Salah satu
metode geofisika yang digunakan dalam
studi kasus alterasi-mineralisasi pada
sistem endapan skarn adalah Time Domain
Induced Polarization (TDIP). Data TDIP
untuk
menentukan
suatu
karakter
mineralisasi yang hadir pada suatu sistem
endapan Porfiri-Skarn. Metode TDIP ini
didasarkan pada pengukuran resistivitas
dan chargeabilitas yang dimiliki oleh
batuan
ataupun
material
dimana
kemampuan kedua besaran tersebut
merupakan kemampuan mengalirkan arus
listrik dalam metode elektromagnetik
(Reynold, 2011).
Endapan mineral dapat didefinisikan
sebagai tubuh batuan yang mengandung
konsentrasi satu atau lebih elemen (atau
mineral) dengan kelimpahan di atas ratarata kerak pada umumnya dan memiliki
nilai ekonomis (Ridley, 2013; Misra, 2000).
Endapan mineral diklasifikasikan ke dalam
dua kategori besar, yaitu endapan mineral
logam (misalnya, endapan tembaga, timbal,
seng, besi, emas), dan endapan mineral
bukan logam (atau industri) (misalnya,
endapan tanah liat, mika, fluorit, asbes,
garnet), yang mengandung mineral yang
berguna karena sifat fisik atau kimianya
yang spesifik. Mineral-mineral yang
memiliki ukuran yang cukup, grade dan
aksesibilitas yang memungkinkan untuk
Tipe endapan yang hadir di Indonesia
cukup beragam diantaranya Volcanogenic
Massive Sulfide, Porphyry Cu-Au-Mo,
Skarn Intrusion Related CuAu-Zn-Pb,
Epithermal Au-Ag, Granitic Sn-W-Mo,
Post-Metamorphic Q-Au Shear Zones, dan
Mississipi Valey Base Metals (Prihatmoko
et al., 2002). Endapan yang terbentuk
memiliki tipe berbeda-beda tergantung oleh
kandungan larutan magma, kondisi host
rocks, struktur geologi, dan hadirnya
pengaruh luar seperti penurunan suhu yang
cepat oleh air meteorik (White and
He (...truncated)