Identification of Alteration-Mineralization in Skarn Deposit System based on Time-Domain Induced Polarization Method Approach in Kasihan Area, Pacitan, East Java: Identifikasi Alterasi-Mineralisasi pada Sistem Endapan Skarn Berbasis Pendekatan Metode Time Domain Induced Polarization di Daerah Kasihan, Pacitan, Jawa Timur

Jurnal Geocelebes, Apr 2022

This research was conducted in Kasihan, Pacitan, East Java with the aim of knowing the alteration zone and ore mineralization from mineral sediment systems based on the conductivity and resistivity of subsurface rocks in the study area. A geophysical method is needed to map area area area of the prospect of mineral deposits as well as mathematical models in the area research. One of the geophysical methods used in studies of mineral sediment cases is Time Domain Induced Polarization (TDIP). Measurement of Time Domain Induced Polarization method done with configuration dipole-dipole which is arranged relatively straight northeast-southwest as much 2 tracks, with each track having the length of 260 m with an initial space of 20 m electrodes. Targets of the TDIP Method can describe subsurface conditions as far as 48 m. The position of mineralization in skarn deposits in the Time Domain Induced Polarization method at a depth of 25 m below the surface topography shown by high resistivity values >2000 Ωm and >500 msec chargeability in dacite and limestone

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/download/17558/8110

Identification of Alteration-Mineralization in Skarn Deposit System based on Time-Domain Induced Polarization Method Approach in Kasihan Area, Pacitan, East Java: Identifikasi Alterasi-Mineralisasi pada Sistem Endapan Skarn Berbasis Pendekatan Metode Time Domain Induced Polarization di Daerah Kasihan, Pacitan, Jawa Timur

ISSN: 2579-5821 (Print) ISSN: 2579-5546 (Online) URL address: http://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes DOI: 10.20956/geocelebes.v6i1.17558 Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 1, April 2022, 56 – 63 IDENTIFIKASI ALTERASI-MINERALISASI PADA SISTEM ENDAPAN SKARN BERBASIS PENDEKATAN METODE TIME DOMAIN INDUCED POLARIZATION DI DAERAH KASIHAN, PACITAN, JAWA TIMUR Taufik Seizarsyah1, Ajimas Pascaning Setiahadiwibowo1*, Firdaus Maskuri1,2, Sutarto2 1 Teknik Geofisika, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia 2 *Corresponding author. Email: Manuscript received: 22 August 2021; Received in revised form: 22 March 2022; Accepted: 20 April 2022 Abstrak Penelitian ini dilakukan di Kasihan, Pacitan, Jawa Timur dengan tujuan untuk mengetahui zona alterasi dan mineralisasi bijih dari sistem endapan mineral berdasarkan konduktivitas dan resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian. Bedasarkan hal tersebut metode geofisika diperlukan untuk memetakan luasan area prospek endapan mineral serta model matematis pada daerah penelitian. Salah satu metode geofisika yang digunakan dalam studi kasus endapan mineral adalah Time Domain Induced Polarization (TDIP). Pengukuran Metode Time Domain Induced Polarization dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole yang disusun relatif menjurus timurlaut – baratdaya sebanyak 2 lintasan, dengan masing-masing lintasan memiliki panjang sejauh 260 m dengan spasi awal elektroda 20 m. Target dari Metode TDIP dapat menggambarkan kondisi bawah permukaan sejauh 48 m. Kedudukan mineralisasi pada endapan skarn pada Metode Time Domain Induced Polarization berada pada kedalaman 25 m dibawah permukaan topografi yang ditunjukkan oleh nilai resistivitas tinggi >2000 Ωm dan chargeabilitas >500 msec pada batuan induk dasit dan batugamping. Kata Kunci: chargeabilitas; dipole-dipole; resistivitas; Time Domain Induced Polarization. Abstract This research was conducted in Kasihan, Pacitan, East Java with the aim of knowing the alteration zone and ore mineralization from mineral sediment systems based on the conductivity and resistivity of subsurface rocks in the study area. A geophysical method is needed to map area area area of the prospect of mineral deposits as well as mathematical models in the area research. One of the geophysical methods used in studies of mineral sediment cases is Time Domain Induced Polarization (TDIP). Measurement of Time Domain Induced Polarization method done with configuration dipole-dipole which is arranged relatively straight northeast-southwest as much 2 tracks, with each track having the length of 260 m with an initial space of 20 m electrodes. Targets of the TDIP Method can describe subsurface conditions as far as 48 m. The position of mineralization in skarn deposits in the Time Domain Induced Polarization method at a depth of 25 m below the surface topography shown by high resistivity values >2000 Ωm and >500 msec chargeability in dacite and limestone. Keywords: chargeability; dipole-dipole; resistivity; Time Domain Induced Polarization. Di Indonesia secara tatanan geologi merupakan negara yang berada di batas Pendahuluan © 2022 Dept. of Geophysics Hasanuddin University 56 Seizarsyah dkk./ Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 1, April 2022, 56 – 63 lempeng tektonik paling aktif di dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Filipina. Dikarenakan hal tersebut, interaksi antar margin lempeng ini membentuk fenomena geologi antara lain produk magmatisme berupa gunung api. Serangkaian gunung api di Indonesia yang termasuk dalam jalur “Ring of Fire” ini tentunya menyebabkan adanya potensi sumber daya mineral berupa akumulasi mineral yang berkiatan dengan endapan mineral sistem vulkanik ataupun orogenik. Daerah Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, Jawa Timur diperkirakan merupakan Endapan Porfiri-Skarn melihat dari kronostratigrafi daerah penelitian berdasarkan Tun (2007). Daerah Kasihan tersusun atas satuan litologi batuan dasit porfiri, breksi vulkanik, andesit, marmer, batugamping, dan riolit. Selain itu, prospek keterdapatan mineralisasi di Daerah Kasihan ditandai dengan kehadiran urat kuarsa dan sejumlah bijih sulfida (pirit, kalkopirit, sfalerit dan galena). Merujuk pada genetika gunung api, umumnya diiringi oleh kompleksitas proses dari material magma atau disebut juga proses magmatisme yang kemudian menjadi faktor penting dalam pembentukan mineral logam. Pada bagian awal hingga akhir proses magmatisme (Early – Post Magmatism) yang melibatkan elemen vital seperti gas volatile (H2S, SO4, CO2), fluida panas (hidrotermal) bersuhu antara 50 oC500 oC. Kemudian berinteraksi dengan batuan di sekitarnya melalui zona lemah berupa rekahan-rekahan yang terbentuk baik akibat intrusi maupun struktur yang sudah terbentuk sebelumnya (Lindgren, 1928). Hal ini mengakibatkan adanya proses asimilasi antar keduanya dan terbentuklah konsentrasi pengkayaan mineral sekunder dari replacement unsur kimia ataupun presispitasi mineral baru yaitu, mineral logam dasar berharga (base precious metals). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui zona alterasi dan mineralisasi bijih dari sistem endapan mineral berdasarkan konduktivitas dan resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian. Salah satu metode geofisika yang digunakan dalam studi kasus alterasi-mineralisasi pada sistem endapan skarn adalah Time Domain Induced Polarization (TDIP). Data TDIP untuk menentukan suatu karakter mineralisasi yang hadir pada suatu sistem endapan Porfiri-Skarn. Metode TDIP ini didasarkan pada pengukuran resistivitas dan chargeabilitas yang dimiliki oleh batuan ataupun material dimana kemampuan kedua besaran tersebut merupakan kemampuan mengalirkan arus listrik dalam metode elektromagnetik (Reynold, 2011). Endapan mineral dapat didefinisikan sebagai tubuh batuan yang mengandung konsentrasi satu atau lebih elemen (atau mineral) dengan kelimpahan di atas ratarata kerak pada umumnya dan memiliki nilai ekonomis (Ridley, 2013; Misra, 2000). Endapan mineral diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar, yaitu endapan mineral logam (misalnya, endapan tembaga, timbal, seng, besi, emas), dan endapan mineral bukan logam (atau industri) (misalnya, endapan tanah liat, mika, fluorit, asbes, garnet), yang mengandung mineral yang berguna karena sifat fisik atau kimianya yang spesifik. Mineral-mineral yang memiliki ukuran yang cukup, grade dan aksesibilitas yang memungkinkan untuk Tipe endapan yang hadir di Indonesia cukup beragam diantaranya Volcanogenic Massive Sulfide, Porphyry Cu-Au-Mo, Skarn Intrusion Related CuAu-Zn-Pb, Epithermal Au-Ag, Granitic Sn-W-Mo, Post-Metamorphic Q-Au Shear Zones, dan Mississipi Valey Base Metals (Prihatmoko et al., 2002). Endapan yang terbentuk memiliki tipe berbeda-beda tergantung oleh kandungan larutan magma, kondisi host rocks, struktur geologi, dan hadirnya pengaruh luar seperti penurunan suhu yang cepat oleh air meteorik (White and He (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/download/17558/8110
Article home page: https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/17558/8110

Taufik Seizarsyah, Setiahadiwibowo Ajimas Pascaning, Maskuri Firdaus, Sutarto Sutarto. Identification of Alteration-Mineralization in Skarn Deposit System based on Time-Domain Induced Polarization Method Approach in Kasihan Area, Pacitan, East Java: Identifikasi Alterasi-Mineralisasi pada Sistem Endapan Skarn Berbasis Pendekatan Metode Time Domain Induced Polarization di Daerah Kasihan, Pacitan, Jawa Timur, Jurnal Geocelebes, 2022, pp. 56-63,