RANCANG BANGUN ALAT BANTU PERNAPASAN VENTILATOR BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK
Jurnal ICTEE, Vol. 1, No. 1, 2020, 11-14
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PERNAPASAN VENTILATOR
BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK
Aryanto1), Adhyaksa Dwi Oktavian2)
1
JurusanTeknik Elektro, Universitas Lampung
JurusanTeknik Elektro, Universitas Lampung
1
Srikresna, Bandar Lampung
2
TanjungKarang, Bandar Lampung
Email: ,
2
Abstract
This research is about real-time ventilator automation monitoring systems based on Wireless Sensor Network.
Ventilators have an important and crucial role in the world of critical health, where their role is as a substitute for
respiratory function for patients who are experiencing respiratory dysfunction. A ventilator is a device that can help
breathing use negative or positive pressure so that it produces controlled air in the respiratory tract so that the patient
is able to maintain air circulation and oxygen delivery for a longer period of time. The research method is by adding a
per minute breathing sensor to measure the pressure of the air entering the ventilator, the ESP8266 Module as the
controller. This study aims to combine a simple ventilator system, as well as monitoring using a smartphone in a single
device (standalone) wirelessly connected without cable channels.
Keywords: Ventilator, Monitoring, Wireless Sensor Network, ESP8266 Module
Abstrak
Penelitian ini mengenai sistem pemantau otomasi ventilator secara real time berbasis Wireless Sensor Network.
Ventilator memiliki peranan penting dan krusial bagi dunia kesehatan kritis, dimana perannya sebagai pengganti bagi
fungsi pernapasan bagi pasien yang sedang mengalami gangguan fungsi respiratorik. Ventilator ialah sebuah alat yang
dapat membantu pernafasan menggunakan tekanan negatif atau positif sehingga menghasilkan udara yang terkontrol
pada jalur pernapasan agar pasien mampu mempertahankan sirkulasi udara dan pemberian oksigen dalam kurun waktu
yang lebih lama. Metode penelitiannya dengan menambahkan sensor pernapasan permenit untuk mengukur tekanan
udara yang masuk ke alat ventilator, Modul ESP8266 sebagai kontrolernya. Penelitian ini bertujuan untuk
menggabungkan sistem ventilator sederhana, sekaligus pemantau dengan menggunakan smartphone dalam satu device
(standalone) secara nirkabel yang terhubung tanpa saluran kabel.
Katakunci: Ventilator, Pemantau, Wireless Sensor Network, Modul ESP8266
beda yang telah terkontaminasi kemudian menyentuh
area wajah, oleh karena itu penyebarannya sangat cepat.
Di tengah pandemi Covid-19, ketersediaan alat kesehatan
menjadi hal yang sangat penting. Salah satu alat
kesehatan yang amat dibutuhkan bagi pasien Covid-19
dengan masalah pernapasan, yaitu ventilator. Sayangnya,
kebutuhan ventilator di berbagai fasilitas rumah sakit
Indonesia belum terpenuhi karena harganya relatif mahal
dan sulit untuk digunakan[1].
Ventilator memiliki peranan penting dan krusial bagi
dunia kesehatan kritis khususnya pasien Covid-19,
dimana perannya sebagai pengganti bagi fungsi
pernapasan/ventilasi bagi pasien dengan gangguan fungsi
respiratorik. Ventilator merupakan alat bantu pernafasan
bertekanan negatif atau positif yang menghasilkan udara
terkontrol pada jalan nafas sehingga pasien mampu
mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam
1. Pendahuluan
Corona Virus Disease atau Covid-19 adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh virus corona yang belum
lama ini ditemukan. Sebagian besar orang yang
terindikasi Covid-19 akan mengalami gejala yang
cenderung ringan hingga sedang serta dapat pulih tanpa
penanganan khusus. Virus ini dapat ditransmisikan
melalui droplet (tetesan kecil) yang dihasilkan saat orang
yang sedang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan
mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat sehingga
tidak bisa bertahan di udara. Droplet dengan cepat jatuh
dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
Seseorang dapat tertular saat menghirup udara yang
mengandung virus ketika seseorang berada terlalu dekat
dengan orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Seseorang
juga dapat dengan mudah tertular saat menyentuh benda1
Jurnal ICTEE, Vol. 1, No. 1, 2020, 11-14
jangka waktu lama. Tujuan dari pemasangan ventilator
ialah untuk mempertahankan ventilasi alveolar secara
optimal guna memenuhi kebutuhan metabolik pasien,
memperbaiki hipoksemia, dan memaksimalkan aliran
oksigen.
Terdapat dua cara dalam menggunakan
ventilasi mekanik yaitu secara invasif dan non invasif.
Pemakaian secara invasif dengan menggunakan pipa
Endo Tracheal Tube (ETT) yang pemasangannya melalui
intubasi, dimana pemasangan pada pipa ETT akan
menekan sistem pertahanan host, menyebabkan trauma
dan
inflamasi
lokal,
sehingga
meningkatkan
kemungkinan aspirasi patogen nasokomial dari
oropharing disekitar cuff [2]. Oleh karena itu, pada
terapan teknologi yang akan diimplementasikan adalah
menggunakan teknologi Node MCU dengan bahasa
pemrograman yang mudah untuk diimplementasikan dan
digunakan. Rancang bangun alat bantu ventilator tersebut
diharapkan dapat membantu mengurangi kontak fisik
antara pasien Covid19 dengan tenaga medis dengan
bantuan wireless sensor network yang terhubung dengan
alat ventilator tersebut.
ketidaklancaran ventilasi atau oksigenasi. Prosesnya
dapat berupa kerusakan paru (pada pneumonia) maupun
kelemahan otot pernapasan dada (kegagalan memompa
udara karena distrofi otot). Menurut Pontopidan(2003),
seseorang perlu mendapat bantuan ventilasi mekanik
(ventilator) apabila:
a. Frekuensi napas melebihi 35 kali per menit.
b. Kandungan gas darah dengan O2 masker PaO2
dibawah 64 mm/g.
c. PaCO2 melebihi 74 mm/g
d. Vital capacity dibawah 15 ml/kg BB.
Pada prinsipnya ventilator adalah suatu alat yang
bisa menghembuskan gas (dalam hal ini oksigen) ke
dalam paru-paru pasien. Ventilator bersifat membantu
otot pernapasan sehingga kerja otot pernapasan
diperkuat[6-10].
2. Node MCU
Versi dari perangkat yang digunakan merupakan
pengembangan dari versi 0.9. Dan pada versi 1.0 ini
ESP8266 yang digunakan yaitu tipe ESP-32E yang
dianggap lebih stabil dari ESP-12. Selain itu dengan
ukuran board modul yang diperkecil sehingga lebih
compatible ketika digunakan untuk membuat prototipe
projek di breadboard. Kemudian terdapat pula pin yang
dikhusukan
untuk
komunikasi
secara
SPI
(Serial Peripheral Interface) dan PWM (Pulse Width
Modulation) yang tidak tersedia di versi 0.9 [3].
Gambar 2. Ventilator Konvensional
4. Algoritma Pemograman dan Hasil
Algoritma pemograman dari alat bantu napas
ventilator berbasis wireless sensor network dapat
dijelaskan dari diagram komunikasi dan pengaturan
berikut :
Node MCU
terhubung wireless
Handphone
Gambar 1. Node MCU/ ESP8266
Node MCU
3. Alat Bantu Napas Ventilator
Sensor BPM dan
Suhu Badan
Ventilator (mechanical ventilation) adalah alat yang
digunakan untuk membantu pasien yang mengalami
gagal napas. Pasien yang mengalami distres pernafasan,
gagal napas, henti napas (apnu) maupun hipoksemia
yang tidak teratasi menggunakan pemberian oksigen
termasuk indikasi ventilasi mekanik. Idealnya pasien
telah ditangani dengan menggnakan intubasi dan
pemasangan ventilasi (...truncated)