KARAKTERISTIK SERPIH MINYAK PADA FORMASI SINAMAR BERDASARKAN DATA PENGEBORAN BRP-02 DI DAERAH RANTAU PANDAN PROVINSI JAMBI: CHARACTERISTICS OF OIL SHALES IN SINAMAR FORMATION BASED ON BRP-02 DRILL HOLE DATA AT RANTAU PANDAN AREA JAMBI PROVINCE

Buletin Sumber Daya Geologi, May 2021

Oil shales is defined as fine sedimentary rock that contains organic material and can produce oil when extracted. The Sinamar Formation in the study area is thought to be a carrier for oil shales. This formation is located in the western and southeastern parts of the study area and is thought to have age of Oligocene. Based on BRP-02 well data, lithology of the study area consists of shales, siltstone, sandstone and carbonaceous clays. The purpose of this study was to determine the character of the oil shales in the Sinamar Formation, which is scattered in the Rantau Pandan area, Bungo Regency, Jambi Province. As many as 25 samples of rock obtained from drilling wells were analyzed for maceral, pyrolysis, total organic carbon (TOC) and extraction of rock. The results of the maceral analysis show that the rock samples are dominated by liptinite maceral. TOC analysis show that the organic material in the samples is about 3.40 to 17.60% which is potentially good to very good as hydrocarbon source rock. The level of organic maturity is immature to over maturity. Based on the rock extraction data from the samples, result of t he oil content is about 10 to 150 liters/tons of rock with average 56 liters/tons of rock.

KARAKTERISTIK SERPIH MINYAK PADA FORMASI SINAMAR BERDASARKAN DATA PENGEBORAN BRP-02 DI DAERAH RANTAU PANDAN PROVINSI JAMBI: CHARACTERISTICS OF OIL SHALES IN SINAMAR FORMATION BASED ON BRP-02 DRILL HOLE DATA AT RANTAU PANDAN AREA JAMBI PROVINCE

MAKALAH ILMIAH KARAKTERISTIK SERPIH MINYAK PADA FORMASI SINAMAR BERDASARKAN DATA PENGEBORAN BRP-02 DI DAERAH RANTAU PANDAN PROVINSI JAMBI CHARACTERISTICS OF OIL SHALES IN SINAMAR FORMATION BASED ON BRP-02 DRILL HOLE DATA AT RANTAU PANDAN AREA JAMBI PROVINCE Robet Lumban Tobing Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi ABSTRAK Serpih minyak merupakan batuan sedimen halus yang mengandung material organik dan dapat menghasilkan minyak ketika diekstraksi. Formasi Sinamar di daerah penelitian diduga merupakan formasi pembawa serpih minyak. Formasi ini terletak di bagian barat dan tenggara daerah penelitian dan diperkirakan berumur Oligosen. Berdasarkan data sumur BRP-02, litologi Formasi Sinamar di daerah penelitian tersusun oleh serpih, batulanau, batupasir dan batulempung karbonan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter serpih minyak pada Formasi Sinamar yang tersebar di daerah Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Sebanyak 25 sampel batuan serpih diambil dari sumur pengeboran untuk dilakukan analisisanalisis: maseral, reflektansi vitrinit, pirolisis, total organic carbon (TOC) dan ektraksi batuan. Hasil analisis maseral yang dilakukan diketahui bahwa sampel batuan didominasi oleh maseral liptinit. Hasil analisis TOC menunjukkan bahwa kandungan material organik sampel batuan berkisar 3,40-17,60% merupakan batuan sedimen yang berpotensi baik hingga sangat baik sebagai batuan sumber hidrokarbon. Tingkat kematangan material organik berada pada tahap belum matang hingga lewat matang. Berdasarkan data hasil ekstraksi batuan yang dilakukan terhadap sampel batuan diperoleh kandungan minyak berkisar 10 -150 liter/ton batuan atau dengan rata-rata 56 liter/ton batuan. Kata kunci: serpih minyak, material organik, analisis pirolisis, analisis TOC, ekstraksi batuan ABSTRACT Oil shales is defined as fine sedimentary rock that contains organic material and can produce oil when extracted. The Sinamar Formation in the study area is thought to be a carrier for oil shales. This formation is located in the western and southeastern parts of the study area and is thought to have age of Oligocene. Based on BRP-02 well data, lithology of the study area consists of shales, siltstone, sandstone and carbonaceous clays. The purpose of this study was to determine the character of the oil shales in the Sinamar Formation, which is scattered in the Rantau Pandan area, Bungo Regency, Jambi Province. As many as 25 samples of rock obtained from drilling wells were analyzed for maceral, pyrolysis, total organic carbon (TOC) and extraction of rock. The results of the maceral analysis show that the rock samples are dominated by liptinite maceral. TOC analysis show that the organic material in the samples is about 3.40 to 17.60% which is potentially good to very good as hydrocarbon source rock. The level of organic maturity is immature to over maturity. Based on the rock extraction data from the samples, result of t he oil content is about 10 to 150 liters/tons of rock with average 56 liters/tons of rock. Keywords: oil shales, organic material, pyrolysis analysis, TOC analysis, extraction of rocks Buletin Sumber Daya Geologi Volume 16 Nomor 1 - 2021 27 MAKALAH ILMIAH PENDAHULUAN Serpih minyak (oil shales) merupakan batuan sedimen halus yang mengandung material organik dan dapat menghasilkan minyak ketika diekstraksi (Yen & Chilingarian, 1976; Hutton, 1987; Dyni, 2006; Lee et al., 2007; Ruiz et al., 2012; Tobing, 2016). Komponen mineral yang terkandung pada serpih minyak umumnya terdiri dari mineral lempung, kuarsa, karbonat dan pirit (Crisp et al.,1987; Slatt & Rodriguez, 2012; Tobing, 2016). Serpih minyak terendapkan dalam suatu lingkungan yang tenang, baik lingkungan air asin maupun air tawar, seperti cekungan laut terisolasi, rawa-rawa, danau dan delta. Kandungan material organik serpih minyak umumnya berasal dari alga, tetapi dapat juga berasal dari sisa-sisa tetumbuhan (Yen & Chilingarian, 1976; Tobing, dkk., 2011). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter serpih minyak hasil pengeboran BRP-02 pada Formasi Sinamar yang tersebar di daerah Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. METODE Penelitian ini menggunakan data hasil pengeboran dangkal hingga kedalaman 100 meter dan pengambilan sampel batuan hasil pengeboran untuk analisis laboratorium. Analisis laboratorium yang dilakukan terdiri dari analisis maseral, analisis reflektansi vitrinit (Rv) dengan menggunakan mikroskop sinar pantul, analisis pirolisis, analisis total organic carbon (TOC) dan ekstraksi batuan. GEOLOGI Geologi daerah penelitian mengacu pada peta geologi bersistem lembar Painan dan bagian timurlaut lembar Muarasiberut yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (Rosidi dkk., 1996). Daerah penelitian (Gambar 1) berada pada cekungan busur belakang (Harahap dkk., 2003) yang terletak di 28 sebelah baratlaut Selatan. Cekungan Sumatra Morfologi di daerah penelitian secara umum dicirikan oleh satuan perbukitan bergelombang sedang dan pedataran. Morfologi perbukitan bergelombang sedang menempati bagian baratdaya dengan ketinggian 150-400 meter di atas permukaan laut (dpl). Satuan pedataran menempati hampir seluruh daerah penelitian dengan ketinggian berkisar 25150 meter dpl. Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh batuan pra-Tersier dan Tersier (Rosidi dkk., 1996). Kelompok batuan pra-Tersier berumur Perem hingga Jura, sementara kelompok batuan Tersier berumur Eosen hingga Pliosen. Kelompok batuan praTersier umumnya bertindak sebagai batuan alas berupa batuan granit, kemudian cekungan ini terisi oleh batuan sedimen Tersier. Statigrafi daerah penelitian dari yang tertua hingga muda dapat diuraikan sebagai berikut: Formasi Palepat (Pp) berumur Perem, tersusun oleh lava dan tuf. Formasi ini juga mengandung batulanau keras terkersikkan, batutanduk, serpih dan batugamping hablur berlapis baik. Diorit (Jd) berumur Jura, susunannya berkisar antara diorit, hornblenda sampai kuarsa dengan bintik-bintik mineral mafik, secara setempat terkena kloritisasi dan terubah sebagai stok. Batuan ini menerobos Formasi Palepat. Granit (Jgr) berumur Jura, tersusun oleh granit, biotit, hornblenda sampai granodiorit dengan bintik-bintik mineral mafik, plagioklas jenis oligoklas. Formasi Sinamar (Tos) berumur Oligosen, tersusun oleh konglomerat, batupasir konglomeratan, batupasir kuarsa mengandung mika, batupasir arkose, batulempung, napal, batubara dan serpih. Ketebalan formasi ini diperkirakan mencapai 750 meter. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 16 Nomor 1 - 2021 : 27 - 36 Gambar 1. Peta geologi daerah penelitian (modifikasi dari Rosidi dkk., 1996) Formasi Palepat MAKALAH ILMIAH Karakteristik Serpih Minyak pada Formasi Sinamar Berdasarkan Data Pengeboran BRP-02 ....., Robet Lumban Tobing 29 MAKALAH ILMIAH Formasi Rantauikil (Tmr) terendapkan di atas Formasi Sinamar, berumur Oligosen Akhir hingga Miosen, tersusun oleh batupasir lempungan, batupasir tufan, batupasir gampingan, batulem (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/download/BSDG_Vol_16_No_1_Tahun_2021_3/290
Article home page: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/view/BSDG_Vol_16_No_1_Tahun_2021_3/290

Tobing Robet Lumban. KARAKTERISTIK SERPIH MINYAK PADA FORMASI SINAMAR BERDASARKAN DATA PENGEBORAN BRP-02 DI DAERAH RANTAU PANDAN PROVINSI JAMBI: CHARACTERISTICS OF OIL SHALES IN SINAMAR FORMATION BASED ON BRP-02 DRILL HOLE DATA AT RANTAU PANDAN AREA JAMBI PROVINCE, Buletin Sumber Daya Geologi, 2021, pp. 27 - 36,