KARAKTERISTIK BATUBARA TERPENGARUH INTRUSI DI TAMBANG AIR LAYA, SUMATRA SELATAN DAN POTENSINYA SEBAGAI MATERIAL UNTUK PEMBUATAN GRAFIT SINTETIS: THE CHARACTERISTICS OF HEAT-AFFECTED COAL IN AIR LAYA MINE, SOUTH SUMATRA AND ITS POTENTIAL AS AN ALTERNATIVE SOURCE OF SYNTHETIC GRAPHITE
MAKALAH ILMIAH
KARAKTERISTIK BATUBARA TERPENGARUH INTRUSI DI TAMBANG AIR LAYA,
SUMATRA SELATAN DAN POTENSINYA SEBAGAI MATERIAL UNTUK PEMBUATAN
GRAFIT SINTETIS
THE CHARACTERISTICS OF HEAT-AFFECTED COAL IN AIR LAYA MINE,
SOUTH SUMATRA AND ITS POTENTIAL AS AN ALTERNATIVE SOURCE OF
SYNTHETIC GRAPHITE
Arsha Maulana1 dan Ferian Anggara2,3
Program Studi S1, Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, UGM
2
Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, UGM
3
Pusat Kajian Sumberdaya Bumi Non-konvensional, Fakultas Teknik, UGM
1
ABSTRAK
Grafit dapat diaplikasikan dalam berbagai macam kegunaan misal sebagai material tahan
panas, baterai, dan elektroda. Material grafit bisa didapat melalui grafit sintetis yang berasal
dari batubara antrasit yang terpanaskan pada suhu di atas 2000ºC. Kondisi batubara yang
terpanaskan secara alami dapat ditemui pada batubara yang terpengaruh intrusi batuan beku
di Tambang Air Laya (TAL), Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik batubara terpengaruh intrusi batuan beku dan potensinya sebagai
material untuk pembentukan grafit sintetis. Empat sampel batubara yang berasal dari 4 seam
dengan jarak bervariasi terhadap intrusi diambil dan dipreparasi untuk dilakukan analisis
sayatan poles, random vitrinite reflectance (Rvr), proksimat, X-Ray Diffractometry (XRD), Total
Carbon (TC), Total Organic Carbon (TOC), Total Inorganic Carbon (TIC), serta analisis microRaman spectroscopy. Batubara terpengaruh intrusi batuan beku di lokasi penelitian
mengalami kenaikan vitrinite reflectance dan kandungan fixed carbon (karbon tertambat) serta
penurunan nilai moisture (kadar lengas) dan volatile matter (zat terbang) seiring berkurangnya
jarak terhadap tubuh intrusi. Batubara seam A1 berperingkat low volatile bituminous coal
(%Ro= 2,01%) yang memiliki jarak terdekat dengan tubuh intrusi memiliki derajat
pembatubaraan dan kandungan presentase mineral tertinggi. Batubara seam A1 memiliki
banyak asosiasi mineral lempung yang dijumpai seperti ilit, smektit, dan rektorit sehingga
dapat meningkatkan derajat kristalinitas dalam proses pembatubaraan dan akan
mempermudah pada proses pembentukan grafit sintesis dalam proses selanjutnya.
Kata kunci: Batubara, Intrusi, Tambang Air Laya, Karakteristik Batubara, Grafit
ABSTRACT
Graphite can be applied in various uses for example as a heat resistant materials, batteries,
and electrodes. Graphite material can be obtained from synthetic graphite which produced
from anthracite coal that is heated at 2000ºC or above. Naturally heat affected coal can be
found in Tambang Air Laya (TAL), Tanjung Enim, South Sumatra where the coal is affected by
the presence of igneous intrusion. According to these conditions, it is important to conduct the
research to determine the characteristics of heat affected coal and its potential as an
alternative source of synthetic graphite. Four samples of heat affected coal obtained from four
seams with varying distances to the body of igneous intrusion are prepared for several
analyses, namely petrographic, random vitrinite reflectance (Rvr), proximate, X-Ray
Diffractometry (XRD), Total Carbon (TC), Total Organic Carbon (TOC), and Total Inorganic
Carbon (TIC), as well as micro-Raman spectroscopy. The heat affected coal shows the
tendency of increasing vitrinite reflectance and fixed carbon content and decreasing moisture
and volatile matter towards the igneous intrusion body. The heat affected coal (A1 Coal) with
Buletin Sumber Daya Geologi Volume 15 Nomor 3 - 2020
184
MAKALAH ILMIAH
the closest distance to the igneous intrusion body has the highest rank (low volatile bituminous
coal; %Ro= 2,01%) and mineral percentage. A1 Coal is associated with mineral lempung such
as illite, smectite, and rektorit that can increase the degree of crystalinity in the process of
coalification and that would catalyze the formation of synthetic graphite in the next process.
Keywords: Coal, Intrusion, Tambang Air Laya, Coal Characteristics, Graphite
PENDAHULUAN
Pemanfaatan grafit global sejak 2013
meningkat terus tiap tahunnya (Simandl et
al., 2015). Hal ini disebabkan oleh
meningkatnya kondisi ekonomi global serta
dampaknya terhadap industri yang
menggunakan grafit (Olson, 2015). Grafit
merupakan
material
yang
dapat
diaplikasikan dalam berbagai macam
kegunaan misal sebagai material tahan
panas, baterai, dan elektroda.
Grafit terbentuk sebagai hasil dari tahapan
metamorfisme kontak maupun regional dari
sedimen yang kaya akan material organik.
Grafit
memiliki
banyak
kegunaaan
terutama pada bidang industri (Chung,
2002). Untuk mencukupi kebutuhan grafit
dunia, petroleum coke merupakan material
karbon yang biasa digunakan sebagai
grafit sintetis. Berdasarkan penelitian
Franklin (1951) dan Oberlin & Terriere
(1975) diketahui bahwa antrasit dapat
tergrafitisasi dengan mudah apabila
terpanaskan pada temperatur di atas 2000
ºC. Oleh karena itu, batubara dapat
digunakan sebagai bahan baku pembuatan
grafit sintetis.
Batubara yang terpanaskan secara alami
akibat pengaruh intrusi batuan beku
sehingga peringkatnya naik dapat di jumpai
di lapangan Tambang Air Laya (TAL),
Sumatra Selatan (Gambar 1). Batubara di
lokasi penelitian termasuk dalam Formasi
Muara Enim (Gambar 2). Temperatur
kontak intrusi batuan beku yang hadir di
lapangan TAL berkisar antara 700-750ºC
(Amijaya dan Littke, 2005). Intrusi ini
memberikan panas dengan temperatur
tinggi sehingga dapat mempengaruhi
karakteristik awal dari batubara (Pujobroto,
185
1997).
Berdasarkan
Levine
(1993)
dikatakan bahwa intrusi batuan beku yang
hadir dapat memberikan efek panas yang
diberikan sehingga menyebabkan adanya
peningkatkan derajat pembatubaraan atau
peningkatkan peringkat batubara di lokasi
tertentu baik secara lokal ataupun secara
regional yang salah satu contohnya terjadi
pada batubara Cekungan Narragganset,
Rhode Island (Lyons and Chase, 1981).
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui karakteristik
batubara terpengaruh intrusi batuan beku
di TAL dan potensinya sebagai material
untuk pembuatan grafit sintesis.
Gambar 1. Peta indeks lokasi penelitian,
Lokasi penelitian berada pada Tambang
Air Laya (dimodifikasi dari Pujobroto, 1997)
Buletin Sumber Daya Geologi Volume 15 Nomor 3 - 2020 : 184 - 200
Gambar 2. Ringkasan stratigrafi Formasi Muara Enim dan kolom stratigrafi Tambang Air Laya (TAL)
(dimodifkasi dan disarikani dari Shell Mijnbouw, 1978)
MAKALAH ILMIAH
Karakteristik Batubara Terpengaruh Intrusi di Tambang Air Laya,....., Arsha Maulana dan Ferian Anggara
186
MAKALAH ILMIAH
GEOLOGI
Daerah penelitian berada di Cekungan
Sumatra
Selatan
yang
merupakan
cekungan busur belakang yang terbentuk
akibat ekstensi timur-barat pada Pre-Tersier
hingga Tersier Awal (de Coster, 1974; Daly
et al., 1987).
Berdasarkan Pujobroto and Hutton (2000)
terdapat tiga tubuh intrusi utama yang
bersifat andesitik yang berada di sekitar
TAL. Tiga intrusi tersebut adalah: 1) Intrusi
dike Bukit Asam; 2) Intrusi sill Suban; dan (...truncated)