PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN BATUBARA D, FORMASI MUARA ENIM, BLOK SUBAN BURUNG, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, Jan 2018

Lapisan batubara D termasuk ke dalam Blok Suban Burung, Formasi Muara Enim, Subcekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan, berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batubara dan lingkungan terhadap percontoh Lapisan Batubara D dari kegiatan pengeboran penelitian gasifikasi bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah analisis petrografi batubara, nilai reflektansi vitrinit, dan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel dan diagram Calder. Lapisan batubara ini didominasi oleh vitrinit, rata-rata sekitar 71,1%, diikuti inertinit 17,6%, liptinit 5,9%, dan mineral 6,4%. Nilai reflektansi vitrinit berkisar antara 0,25-38%, termasuk ke dalam peringkat lignit-subbituminus. Berdasarkan hasil rekonstruksi lingkungan pengendapan menggunakan empat parameter TPI (Tissue Preservation Index), GI (Gelification Index), GWI (Ground Water Index) dan VI (Vegetation Index) dan diplot dalam diagram Diessel dan diagram Calder diketahui bahwa Lapisan Batubara D diendapkan dalam lingkungan pengendapan limnik.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.tekmira.esdm.go.id/index.php/minerba/article/download/182/533

PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN BATUBARA D, FORMASI MUARA ENIM, BLOK SUBAN BURUNG, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Volume 14, Nomor 1, Januari 2018 : 1 - 18 PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN BATUBARA D, FORMASI MUARA ENIM, BLOK SUBAN BURUNG, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Interpretation of Depositional Environment of Coal Seam D, Muara Enim Formation, Suban Burung Block, South Sumatera Basin ASEP B. PURNAMA1,2, SILTI SALINITA1, SUDIRMAN1, YOGA A. SENDJAJA3 dan BUDI MULJANA3 1 2 3 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Jl. Jend. Sudirman 623 Bandung 40211 Telp. (022) 6030483, Fax. (022) 6003373 e-mail : Mahasiswa Program Doktor Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 Telp. (022) 7796545, Fax. (022) 7796545 Teknik Geologi Universitas Padjajaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 Telp. (022) 7796545, Fax. (022) 7796545 ABSTRAK Lapisan batubara D termasuk ke dalam Blok Suban Burung, Formasi Muara Enim, Subcekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan, berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batubara dan lingkungan terhadap percontoh Lapisan Batubara D dari kegiatan pengeboran penelitian gasifikasi bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah analisis petrografi batubara, nilai reflektansi vitrinit, dan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel dan diagram Calder. Lapisan batubara ini didominasi oleh vitrinit, rata-rata sekitar 71,1%, diikuti inertinit 17,6%, liptinit 5,9%, dan mineral 6,4%. Nilai reflektansi vitrinit berkisar antara 0,25-38%, termasuk ke dalam peringkat lignit-subbituminus. Berdasarkan hasil rekonstruksi lingkungan pengendapan menggunakan empat parameter TPI (Tissue Preservation Index), GI (Gelification Index), GWI (Ground Water Index) dan VI (Vegetation Index) dan diplot dalam diagram Diessel dan diagram Calder diketahui bahwa Lapisan Batubara D diendapkan dalam lingkungan pengendapan limnik. Kata kunci: lapisan batubara D, lingkungan pengendapan, blok Suban Burung, cekungan Sumatera Selatan. ABSTRACT Coal seam D of the Suban Burung Block, Muara Enim Formation, Central Palembang Sub-Basin, South Sumatera Basin has ages of Middle Miocene to Late Miocene. The purpose of this study is to investigate the characteristics of the coal and its depositional environment. Observations were carried out on coal samples from an exploration drilling for underground coal gasification project. The research method used was petrographic analysis, which was supported by the results of coal vitrinite reflectance. The interpretation of depositional environment uses Diessel and Calder diagrams. Petrographic characteristics indicate that the coal is dominated by vitrinite about 71.1%, inertinite 17.6%, liptinite 5.9%, and 6.4% mineral matter. Vitrinite reflectance (Rvmax %) values show Naskah masuk : 06 Maret 2017, revisi pertama : 07 September 2017, revisi kedua : 11 Desember 2017, revisi terakhir : 15 Januari 2018. DOI: 10.30556/jtmb.Vol14.No1.2018.182 Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC (http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) 1 Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Volume 14, Nomor 1, Januari 2018 : 1 - 18 0.25 to 0.38%, which correspond to the rank of lignite-subbituminous. Based on the results of coal depositional environment reconstruction using four parameters, namely TPI (Tissue Preservation Index), GI (Gelification Index), GWI (Ground Water Index) and VI (Vegetation Index), it is interpreted that the coal was deposited in a limnic depositional environment. Keywords: coal seam D, depositional environment, Suban Burung block, South Sumatera basin. PENDAHULUAN Batubara adalah batuan yang mudah terbakar, terbentuk dari sisa tumbuhan purba, berwarna coklat sampai hitam, yang sejak pengendapannya mengalami proses fisika dan kimia, sehingga terjadi pengayaan pada komposisi karbonnya. Potensi batubara Indonesia cukup banyak, dengan sumber daya sekitar 128 miliar ton dan cadangannya sekitar 40 miliar ton (Badan Geologi, 2016). Batubara di Indonesia pada umumnya berperingkat rendah, yakni antara lignit sampai subbituminus. Namun, ada di beberapa lokasi yang mempunyai peringkat tinggi (antrasit) yang diakibatkan oleh adanya pengaruh intrusi batuan beku, seperti batubara di Air Laya, Sumatera Selatan. Santoso (2015) dan Daulay, Ningrum dan Cook (2000) membagi peringkat batubara di Cekungan Sumatera Selatan berkisar antara subbituminus dengan nilai reflektansi vitrinit (Rvmax%) 0,40-0,50% dan antrasit 0,60 2,60%. Hal tersebut serupa dengan hasil penelitian Amijaya dan Littke (2006), Susilawati dan Ward (2006), Purnama dan Ningrum (2012), Salinita dan Purnama (2014) yang dilakukan pada batubara di daerah Tanjung Enim. Hasil penelitian di daerah Subcekungan Jambi mendapatkan batubara dengan nilai reflektansi vitrinit (Rvmax%) 0,19-0,25%, termasuk dalam peringkat lignit (Sumaatmadja dan Iskandar, 2001). Subcekungan Palembang Tengah berisi batubara dengan nilai reflektansi vitrinit Rvmax% = 0,23-0,3%, termasuk dalam peringkat batubara lignit. Untuk mengetahui karakteristik batubara, biasanya dilakukan dengan studi petrografi batubara, yaitu pendekatan melihat komponen organik dan anorganik secara mikroskopis, yang menekankan pada cara pemerian dan klasifikasi batubara secara sistematis (Stach dkk., 1982; Suárez-Ruiz dan Crelling, 2008). Hasil studi ini dapat dipakai untuk menafsirkan lingkungan pengendapan batubara, sejarah geotermal, prediksi potensi pemanfaatan batubara, serta eksplorasi minyak dan gas bumi (Santoso, 2015). Studi ini bertujuan untuk 2 mengetahui lingkungan pengendapan batubara dan peringkat batubara untuk pengembangan underground coal gasification (UCG) pada Formasi Muara Enim, di daerah Blok Suban Burung, Subcekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan. Batubara yang cocok untuk pengembangan underground coal gasification (UCG) adalah lignit sampai bituminus (Khadse dkk., 2007; Friedmann, Upadhye dan Kong, 2009; Kreynin, 2012; Bhutto, Bazmi dan Zahedi, 2013; Imran dkk., 2014). Selain karakteristik batubara, perlu juga dikaji karakteristik kedalaman, ketebalan, kualitas, kondisi struktur dan lapisan penutup batubara (Santoso, 2015). Daerah penelitian berada di Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin. Lokasi ini dapat dicapai dengan menempuh perjalanan 5 jam dari Palembang dengan menggunakan roda empat ke arah Musi Banyuasin (Gambar 1). GEOLOGI REGIONAL Secara regional, daerah penelitian terletak dalam Blok Suban Burung di peta geologi lembar Sarolangun (Suwarna dkk., 1992). Daerah ini mempunyai morfologi yang cukup bergelombang dengan elevasi sekitar 74-81m di atas permukaan laut. Berdasarkan peta geologi regional, daerah penelitian berada pada Cekungan Sumatera Selatan yang dipengaruhi oleh aktivitas tektonik pergerakan lempeng kerak bumi, yakni Lempeng Eurasia dan Lempeng Samudra Hindia (Darman, 2000). Interaksi kedua lempeng ini mengakibatkan deformasi yang sangat kuat pada (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.tekmira.esdm.go.id/index.php/minerba/article/download/182/533
Article home page: https://jurnal.tekmira.esdm.go.id/index.php/minerba/article/view/182/533

Purnama Asep Bahtiar, Silti Salinita, Sudirman Sudirman, Sendjaja Yoga Andriana, Budi Muljana. PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN BATUBARA D, FORMASI MUARA ENIM, BLOK SUBAN BURUNG, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 2018, pp. 1 - 18,