PETROGRAFI DAN GEOKIMIA BATUBARA DI DAERAH PAHIRANGAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Buletin Sumber Daya Geologi, May 2019

Komposisi maseral dan mineral serta peringkat batubara merupakan beberapa parameter yang digunakan untuk penentuan karakteristik batubara. Penelitian di daerah Pahirangan dan sekitarnya bertujuan mengetahui karakteristik batubara Formasi Dahor berupa komposisi maseral dan mineral serta peringkat batubara. Komposisi maseral dan mineral dilakukan dengan analisis petrografi untuk mengetahui material organik pembentuk batubara, sementara identifikasi peringkat batubara dilakukan dengan analisis geokimia dan pengukuran reflektansi vitrinit. Analisis dilakukan tehadap 42 conto di Formasi Dahor. Komposisi kelompok maseral utama didominasi oleh huminit yang berkisar antara 64,40% s.d. 93,60% dan sebagian kecil inertinit (2,00% s.d. 20,40%) serta liptinit (0,00% s.d. 10,00%). Berdasarkan parameter hasil perhitungan, nilai reflektansi vitrinit, kandungan air, Hardgrove Grindability Index, unsur hidrogen, oksigen, dan karbon mengindikasikan batubara di daerah penelitian termasuk dalam peringkat lignit-subbituminus, sedangkan material organik pembentuk batubara berasal dari tumbuhan berkayu.

PETROGRAFI DAN GEOKIMIA BATUBARA DI DAERAH PAHIRANGAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

MAKALAH ILMIAH PETROGRAFI DAN GEOKIMIA BATUBARA DI DAERAH PAHIRANGAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PETROGRAPHY AND GEOCHEMISTRY PROPERTIES OF PAHIRANGAN COAL, EAST KOTAWARINGIN REGENCY, CENTRAL KALIMANTAN PROVINCE Sigit A. Wibisono, Eska P. Dwitama, dan Iudhi O. Prahesthi Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi ABSTRAK Komposisi maseral dan mineral serta peringkat batubara merupakan beberapa parameter yang digunakan untuk penentuan karakteristik batubara. Penelitian di daerah Pahirangan dan sekitarnya bertujuan mengetahui karakteristik batubara Formasi Dahor berupa komposisi maseral dan mineral serta peringkat batubara. Komposisi maseral dan mineral dilakukan dengan analisis petrografi untuk mengetahui material organik pembentuk batubara, sementara identifikasi peringkat batubara dilakukan dengan analisis geokimia dan pengukuran reflektansi vitrinit. Analisis dilakukan tehadap 42 conto di Formasi Dahor. Komposisi kelompok maseral utama didominasi oleh huminit yang berkisar antara 64,40% s.d. 93,60% dan sebagian kecil inertinit (2,00% s.d. 20,40%) serta liptinit (0,00% s.d. 10,00%). Berdasarkan parameter hasil perhitungan, nilai reflektansi vitrinit, kandungan air, Hardgrove Grindability Index, unsur hidrogen, oksigen, dan karbon mengindikasikan batubara di daerah penelitian termasuk dalam peringkat lignit-subbituminus, sedangkan material organik pembentuk batubara berasal dari tumbuhan berkayu. Kata kunci: geokimia, petrografi, reflektansi vitrinit, batubara, huminit ABSTRACT Maceral and mineral composition as well as coal rank are used to identify coal characteristics. The objective of coal research in Pahirangan area and its vicinity is to identify coal characteristics in Dahor Formation based on maceral and mineral composition as well as coal rank. Maceral and minerals compositions were determined by organic petrography analysis to identify organic material in coal, while the identification of coal rank was carried out by geochemical analysis and vitrinite reflectance measurement. 42 coal samples were subjected to these analyses. Laboratory analyses results indicate that main maceral group composition is dominated by huminite (64.40% to 93.60%), followed by inertinite (1.40% to 20.00%) and liptinite (0.00% to 7.40%). Assesment on the value of vitrinite reflectance, moisture content, hardgrove grindability index, hydrogen, oxygen, and carbon elements indicates that Pahirangan coals is lignite-subbituminous in which formed from woody plants. Keywords: petrographic, geochemistry, vitrinite reflectance, coal, huminite PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara produsen batubara di dunia dengan sumber daya dan cadangan batubara masing-masing sebesar 151,399 miliar ton dan 39,890 miliar ton (Anonim, 2018) yang sebagian besar terdistribusi di Sumatera dan Kalimantan. Kalimantan Tengah memiliki jumlah sumber daya dan cadangan batubara masing-masing sebesar 10,100 miliar ton dan 2,698 miliar ton atau sekitar 6% dari total sumber daya dan cadangan batubara Indonesia. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 14 Nomor 1 - 2019 65 MAKALAH ILMIAH Batubara di provinsi ini umumnya didominasi oleh peringkat batubara kalori sedang - sangat tinggi (Anonim, 2018). Maseral merupakan komponen organik dalam batubara yang dapat terlihat di bawah mikroskop Pengelompokan maseral berdasarkan bentuk morfologi, warna pantul, ukuran, relief, komposisi kimia, struktur dalam, tingkat pembatubaraan, dan intensitas refleksi dibagi menjadi 3 kelompok utama, yaitu vitrinit, inertinit, dan liptinit (Stach dkk.,1982). Perubahan peringkat batubara dapat terjadi pada saat proses diagenesis yang menyebabkan perubahan maseral dalam batubara oleh suhu, tekanan, dan waktu geologi. Proses ini secara tidak langsung menggambarkan, baik kedalaman dan gradien geotermal, maupun pengaruh panas dari intrusi batuan beku dan fluida hidrotermal yang terjadi pada saat proses pembatubaraan (O’keefe dkk., 2013). Peringkat batubara berkaitan dengan tingkat kematangan batubara dan dipengaruhi oleh salah satu atau gabungan dari faktor tekanan, suhu, dan waktu geologi selama proses pembatubaraan. Secara umum, peringkat batubara dapat diidentifikasi melalui kandungan zat terbang, air, karbon tertambat, abu, nilai kalori, karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur, dan oksigen. Selain itu, peringkat batubara dapat diidentifikasi berdasarkan nilai reflektansi vitrinit yang terkandung di dalamnya. Analisis geokimia merupakan salah satu analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi peringkat batubara, terdiri atas analisis proksimat dan ultimat. Analisis proksimat merupakan salah satu metode dasar dalam penentuan peringkat batubara meliputi; penentuan kandungan zat terbang (volatile matter), kadar air (moisture), karbon tertambat (fixed carbon), dan abu (ash), sedangkan analisis ultimat bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur kimia 66 yang terdapat dalam batubara meliputi karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur, dan oksigen (Belkin dkk., 2010; Baihaqi dkk., 2017; Rautenbach dkk., 2018). Selain analisis geokimia, penentuan peringkat batubara dapat dilakukan dengan menggunakan analisis petrografi organik. Analisis ini merupakan salah satu analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan (peringkat) dan komposisi maseral dalam batubara (Cook, 1982; Teichmuller, 1989; Diessel, 1992; Taylor dkk., 1998; Scott, 2002; Amijaya dan Littke, 2005; Baihaqi dkk., 2017). Analisis geokimia dan petrografi dilakukan terhadap conto inti bor batubara untuk mengetahui karakteristik batubara Formasi Dahor berupa komposisi maseral dan mineral serta peringkat batubara di daerah tersebut. Conto batubara diambil dari daerah Pahirangan dan sekitarnya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. (Gambar 1). GEOLOGI DAERAH PENELITIAN Daerah Pahirangan dan sekitarnya terletak di bagian barat dari Cekungan Barito yang merupakan salah satu cekungan sedimen yang memiliki potensi hidrokarbon dan batubara di Indonesia. Cekungan Barito dibatasi oleh Pegunungan Schwaner di bagian barat, Cekungan Kutai di bagian utara, dan Pegunungan Meratus di bagian timur (Gambar 2). Proses sedimentasi di Cekungan Barito terdiri atas fase transgresif dan regresif (Siregar dan Sunaryo, 1980). Fase transgresif terjadi pada umur Eosen Miosen Awal, bersamaan dengan pengendapan Formasi Tanjung dan Formasi Berai, sedangkan fase regresif berlangsung pada umur Miosen Tengah Pliosen, bersamaan dengan pengendapan Formasi Warukin dan Formasi Dahor (Kusuma dan Nafi, 1986). Buletin Sumber Daya Geologi Volume 14 Nomor 1 - 2019 : 65 - 78 MAKALAH ILMIAH Gambar 1. Peta lokasi pengambilan percontoh batubara. Cekungan Barito Gambar 2. Tatanan tektonik Pulau Kalimantan (modifikasi dari Kusnama, 2008) Petrografi dan Geokimia Batubara di Daerah Pahirangan dan Sekitarnya, ....., Sigit A. Wibisono, dkk. 67 MAKALAH ILMIAH sedimen silang-siur. Batulempung warna kelabu, agak lunak, karbonan setempat mengandung lignit, (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/download/BSDG_VOL_14_NO_1_2019_5/pdf
Article home page: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/view/BSDG_VOL_14_NO_1_2019_5/pdf

Wibisono Sigit Arso, Eska P Dwitama, Iudhi O Prahesti. PETROGRAFI DAN GEOKIMIA BATUBARA DI DAERAH PAHIRANGAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, Buletin Sumber Daya Geologi, 2019, pp. 65-78,