VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT

Buletin Sumber Daya Geologi, Nov 2016

Garut Selatan menyimpan potensi sumber daya mineral berupa emas, krisopras, dan kalsedon. Di beberapa lokasi di Bungbulang ditemukan adanya batuan terubah dan tambang kalsedon tradisional yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu di Sungai Citanggeuleuk. Batuan terubah ini memiliki ciri fisik litologi yang berbeda dengan batuan di sekitarnya seperti berwarna hitam, mengandung mineral muskovit, klorit, dan mineral lempung. Lokasi singkapan batuan terubah diperkirakan berada pada jalur rekahan sesar minor di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya rekahan yang diperkuat dengan adanya batuan terubah sebagai jalur fluida hidrotermal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelurusan dan petrografi. Metode kelurusan yang digunakan berupa analisis kelurusan segmen sungai sebagai analisis dasar kelurusan yang mengindikasikan adanya anomali kelurusan pada lokasi penelitian. Metode petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi mineral pada batuan yang menunjukkan adanya pengaruh ubahan karena rekahan. Dari kegiatan pemetaan geologi di daerah penelitian terdapat indikasi batuan terubah di beberapa tempat pada litologi batupasir dan tuf yang mengandung mineral mika putih yang melimpah, klorit, dan mineral lempung. Dari hasil analisis morfometri sungai di daerah ini, diinterpetasikan rekahan yang mempengaruhi pembentukan batuan terubah ini berarah barat-timur yang memanjang dari Sungai Citanggeuleuk sampai Sungai Cianda. Maka rekahan merupakan indikator adanya batuan terubah pada daerah Bungbulang, Garut.

VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT

MAKALAH ILMIAH VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT FRACTURES VALIDATION AS ALTERED ROCKS INDICATOR BY LINEAMENT AND PETROGRAPHY METHOD IN BUNGBULANG, GARUT REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Puspa Khaerani1, Andra Taufiq1, Dicky Muslim2, Faisal Helmi1, Yunitha R. I. Putri2 1 Program Sarjana Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, Indonesia 2 Program Pascasarjana Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, Indonesia ABSTRAK Garut Selatan menyimpan potensi sumber daya mineral berupa emas, krisopras, dan kalsedon. Di beberapa lokasi di Bungbulang ditemukan adanya batuan terubah dan tambang kalsedon tradisional yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu di Sungai Citanggeuleuk. Batuan terubah ini memiliki ciri fisik litologi yang berbeda dengan batuan di sekitarnya seperti berwarna hitam, mengandung mineral muskovit, klorit, dan mineral lempung. Lokasi singkapan batuan terubah diperkirakan berada pada jalur rekahan sesar minor di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya rekahan yang diperkuat dengan adanya batuan terubah sebagai jalur fluida hidrotermal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelurusan dan petrografi. Metode kelurusan yang digunakan berupa analisis kelurusan segmen sungai sebagai analisis dasar kelurusan yang mengindikasikan adanya anomali kelurusan pada lokasi penelitian. Metode petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi mineral pada batuan yang menunjukkan adanya pengaruh ubahan karena rekahan. Dari kegiatan pemetaan geologi di daerah penelitian terdapat indikasi batuan terubah di beberapa tempat pada litologi batupasir dan tuf yang mengandung mineral mika putih yang melimpah, klorit, dan mineral lempung. Dari hasil analisis morfometri sungai di daerah ini, diinterpetasikan rekahan yang mempengaruhi pembentukan batuan terubah ini berarah barattimur yang memanjang dari Sungai Citanggeuleuk sampai Sungai Cianda. Maka rekahan merupakan indikator adanya batuan terubah pada daerah Bungbulang, Garut. Kata kunci: batuan terubah, Bungbulang, Garut, petrografi, rekahan, kelurusan ABSTRACT Southern Garut deposits mineral resources in the form of gold, chrysophrase, and chalcedony. In some places, can be discovered some outcrops that has been altered by hydrothermal fluid. There is also a traditional chalcedony mining than has already been closed near the Citanggeuleuk River. This altered rock has different physical characteristic, compared with other rock around. The altered rock has black color and contained several minerals, such as muscovite, chlorite, and clay mineral. It is estimated that the alteration is caused by the minor fault and fracture path in the outcrop area. The aim is to reveal the fracture in the study area validated by altered rock as a path of hydrothermal fluid. This research used lineament method and petrography method. Lineament method that used in this study is river segment lineament as basic analysis to indicate lineament anomaly. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 11 Nomor 3- 2016 186 MAKALAH ILMIAH Petrography method is used to identify mineral in rock sample that indicate an alteration by fracture. Based on the geological mapping in the outcrop area, there are indications of altered mineral in several places that have sandstones and tuff lithology. These rocks contained big amounts of white mica, chlorite, and clay mineral. From the lineament analysis, it is interpreted that the fracture affected the formation of these altered rocks to drift into a west-east trend that extend from Citanggeuleuk River to Cianda River. The conclusion of this research is that the fracture proven by altered rocks in Citanggeuleuk River, Bungbulang, Garut. Keywords: altered rocks, Bungbulang, Garut, petrography, fracture, lineament PENDAHULUAN Garut Selatan menyimpan sumber daya mineral berupa emas, kalsedon, krisopras, dan lain sebagainya. Bungbulang merupakan daerah penghasil batu akik terbesar di Jawa Barat, salah satunya adalah kalsedon. Kalsedon merupakan salah satu jenis batuan terubah yang berasal dari kriptokristalin kuarsa (Efendi, dkk., 2015). Batuan terubah disebabkan oleh perubahan mineralogi sebagai hasil interaksi dari batuan dengan fluida hidrotermal. Fluida hidrotermal dapat bersirkulasi sepanjang jalur rekahan atau sesar (Lagat, 2009). Analisis kelurusan citra landsat merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melihat tingginya anomali kerapatan struktur geologi suatu daerah yang berhubungan dengan adanya patahan dan/atau rekahan (Hermawan dan Rezky, 2011). Namun pada penelitian ini penulis menggunakan interpretasi kelurusan segmen sungai pada daerah penelitian. Interpretasi kelurusan segmen sungai ini dipakai karena aliran sungai cenderung mengikuti zona lemah berupa sesar atau kekar yang muncul sebagai kelurusan (Liu dan Mason, 2016). Suatu kelurusan dapat mengindikasi adanya struktur retas (dyke) yang berkembang, kekar, foliasi, bidang perlapisan, dan lain sebagainya. Kelurusan ini merupakan suatu indikator tapi belum terbukti (Hunt, 2007). Suatu kelurusan segmen sungai dapat mempresentasikan rekahan atau kekar pada suatu daerah (van der Pluijm, 2004 dalam Utomo, dkk., 2016). Suatu fenomena tektonik dapat diwakilkan dari suatu kelurusan segmen 187 sungai dan azimuth (Hirnawan, dkk., 2010). kelurusannya GEOLOGI REGIONAL Daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan dari tua ke muda yaitu Diorit Kuarsa, Formasi Bentang, Breksi Tufaan, dan Batuan Gunungapi Tua Tak Teruraikan (Alzwar, dkk., 1992). Diorit Kuarsa (Tmi(d)) berupa intrusi diorit bertekstur porfiritik, terubah menjadi serisit dan piroksen, serta diorit. Satuan ini berumur Miosen Tengah. Formasi Bentang (Tmbp) tersusun atas batupasir tufan, tuf batuapung, batulempung, konglomerat, dan lignit berumur Miosen Tengah – Pliosen. Breksi Tufaan (Tpv) yang tersusun atas breksi, tuf, dan batupasir berumur Pliosen. Batuan Gunungapi Tua Tak Teruraikan (QTv) tersusun atas tuf, breksi tuf, dan lava. Lava bersusunan andesit dan basalt. Sumber asli batuan gunungapi ini tidak dapat dijelaskan. Satuan ini berumur Pliosen – Pleistosen. Struktur geologi regional yang mempengaruhi keadaan geologi regional daerah Garut dan sekitarnya menurut Alzwar, dkk. (1992) yaitu sesar normal dan sesar geser. Sesar geser umumnya berorientasi baratdaya-timurlaut yang melibatkan satuan batuan berumur Tersier dan Kuarter sehingga dapat ditafsirkan sebagai sesar yang muda. Kelurusan merupakan gambaran atau pola dalam suatu bukti faktual seperti peta atau citra permukaan bumi maupun bawah permukaan bumi dengan pola yang lurus dan berkelanjutan sehingga dapat Buletin Sumber Daya Geologi Volume 11 Nomor 3 - 2016 : 186 - 198 MAKALAH ILMIAH ditentukan titiknya, lebarnya, dan azimutnya dan berhubungan dengan kenampakan pada permukaan bumi (Caran, dkk., 1982). Beberapa anak sungai, vegetasi, tanah, dan pecahan relief yang lurus berhubungan dengan pola pada ilmu geolog (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/download/BSDG_VOL_11_NO_3_2016_4/pdf
Article home page: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/view/BSDG_VOL_11_NO_3_2016_4/pdf

Puspa Khaerani, Andra Taufiq, Dicky Muslim, Helmi Faisal, Putri Yunitha R.I.. VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT, Buletin Sumber Daya Geologi, 2016, pp. 186-198,