Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di PT Pos Indonesia (PERSERO) Cabang Fatmawati
Ilmu dan Budaya
pISSN : 0126-2602
eISSN : 2798-6160
Volume 44, Nomor 2, Tahun 2023
PENGARUH BEBAN KERJA, STRES KERJA DAN GAYA
KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI PT
POS INDONESIA (PERSERO) CABANG FATMAWATI
Wiria Dinata Hadi Mulya1, Tine Yuliantini1*
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana
Email : ,
1
*Corresponding author:
(Submission 11-07-2023, Revissions 08-08-2023, Accepted 22-08-2023).
Abstract
This research aims to identify and analyze the influence of workload, job stress, and leadership style on job
satisfaction at PT. Pos Indonesia, Fatmawati branch. The research method used is causal research. The subjects
in this study are 73 employees of PT. Pos Indonesia, Fatmawati branch. Data analysis was conducted using
Partial Least Square (PLS). The research results indicate that workload has a positive and significant effect on
the job satisfaction of PT. Pos Indonesia, Fatmawati branch employees, with an original sample value of 0.475
and T-Statistic 3.225 > 1.96. Job stress does not significantly affect the job satisfaction of PT. Pos Indonesia,
Fatmawati branch employees, with an original sample value of 0.206 and T-Statistic 0.604 > 1.96. Leadership
style does not significantly affect the job satisfaction of PT. Pos Indonesia, Fatmawati branch, with an original
sample value of 0.100 and T-Statistic 0.167 > 1.96.
Keywords: workload; job stress; leadership style; job satisfaction.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh beban kerja, stres kerja dan gaya
kepemimpinan terhadap kepuasan kerja di PT. Pos Indonesia cabang Fatmawati. Metode penelitian yang
digunakan adalah penelitian kausal. Objek dalam penelitian ini adalah karyawan PT Pos Indonesia cabang
Fatmawati sebanyak 73 responden. Metode analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
karyawan PT. Pos Indonesia cabang Fatmawati dengan nilai original sample 0,475 dan T-Statistic 3,225 > 1,96.
Stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Pos Indonesia cabang Fatmawati dengan
nilai original sample 0,206 dan T-Statistic 0,604 > 1,96. Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap
kepuasan kerja PT. Pos Indonesia cabang Fatmawati dengan nilai original sample 0,100 dan T-Statistic 0,167 >
1,96.
Kata Kunci: beban kerja; stres kerja; gaya kepemimpinan; kepuasan kerja.
PENDAHULUAN
Perkembangan dunia saat ini semakin kompetitif. Begitu juga perkembangan dunia bisnis,
semakin kompetitif dan mengalami perubahan yang cepat dalam hal persaingan, produksi, pemasaran,
pengelolaan sumber daya manusia, serta penanganan transaksi antara perusahaan dengan pelanggan
dan perusahaan dengan perusahaan lain. Persaingan pasar bebas saat ini mengharuskan perusahaan
untuk dapat mengelola sumber daya manusia dengan baik dan efisien (Marlapa dan Yuliantini, 2019).
Kemampuan perusahaan harus diarahkan agar dapat terus berkembang dan selalu inovatif
mengembangkan kecakapan para karyawan serta mampu mengelola setiap perubahan yang terjadi
dalam team work dan koordinasi. Keberhasilan tersebut tergantung pada keinginan dan kemampuan
sumber daya manusia dalam organisasi (Ajimat et al., 2020). Sumber daya manusia merupakan salah
satu faktor penting dan besar sebagai penggerak utama dalam suatu perusahaan (Sitinjak, 2018).
Perusahaan harus memiliki manajemen yang baik serta mampu untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusianya. Salah satu bentuk penguatan kualitas SDM adalah bagaimana kepuasan
bekerja bagi karyawan bisa tercipta (Syafaatun dan Yuliantini, 2023). Sumber daya manusia memiliki
ILMU DAN BUDAYA | 82
Ilmu dan Budaya
pISSN : 0126-2602
eISSN : 2798-6160
Volume 44, Nomor 2, Tahun 2023
posisi strategis yang berkontribusi bagi terwujudnya tujuan organisasi untuk memiliki daya saing yang
menguntungkan. Karyawan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas akan
berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya
manusia memainkan peran yang penting dalam sebuah perusahaan (Tentama, F. et al., 2019). Menurut
Budiarti dan Suryalena (2018), segala aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia pada
akhirnya turut mempengaruhi output perusahaan yang bersangkutan.
Bagi suatu organisasi, pengelolaan sumber daya manusia menyangkut keseluruhan urusan
organisasi dan tujuan yang telah ditetapkan. Seluruh komponen atau unsur yang ada di dalamnya,
yaitu para pengelola dengan berbagai akitivitasnya, harus fokus pada perencanaan yang menyangkut
penyusunan staf, penetapan program latihan, jabatan dan lain sebagainya. Semua potensi sumber daya
manusia berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuan. Betapapun majunya
teknologi, perkembangan informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, tanpa sumber daya
manusia, maka akan sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya (Makutika, et al, 2018). Dalam
suatu perusahaan, tingkat kepuasan kerja karyawan merupakan kunci semangat yang mendukung
terwujudnya tujuan perusahaan.
PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang
bergerak di bidang layanan pos. PT Pos Indonesia (Persero) memiliki berbagai bisnis utama berupa
layanan surat, paket, jasa keuangan dan logistik. Sejarah Pos Indonesia cukup panjang. Dimulai
dengan kantor pos pertama yang didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W
Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan
surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi
mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak saat itu pelayanan pos lahir dengan
mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik. Setelah kantor pos Batavia, empat tahun
kemudian didirikan kantor pos di Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara
kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui
Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Pos Indonesia beberapa kali mengalami perubahan status. Mulanya adalah Jawatan PTT (Post,
Telegraph dan Telephone). Badan usaha ini dipimpin seorang Kepala Jawatan. Operasinya tidak
bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Kemudian
berkembang, statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Tahun 1965,
seiring berkembangnya sektor pos dan telekomunikasi namanya diganti menjadi Perusahaan Negara
Pos dan Giro (PN Pos dan Giro). Tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro, dan sejak saat itu
ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk
hubungan dalam maupun luar negeri. Setelah 17 tahun berstatus Perum, pada Juni 1995 berubah
menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT. Pos Indonesia (Persero).
Seiring berjalannya waktu, Pos Indonesia berhasil mengembangkan kreativitasnya dalam
bidang perposan di I (...truncated)