PENGARUH KEDEKATAN ORANG TUA, SIKAP PERCAYA DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
PENGARUH KEDEKATAN ORANG TUA,
SIKAP PERCAYA DIRI DAN KEMANDIRIAN
BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
ELSE (Elementary
School Education
Journal)
Latifa Putri Ridhaningtyas1*, Ali Sunarso1, Suratno1
Universitas Negeri Semarang, Semarang1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari Kedekatan Orang Tua, Sikap Percaya Diri, dan
Kemandirian Belajar terhadap hasil belajar IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah survei
dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 137 siswa Sekolah Dasar, dengan
sampel sebanyak 102 siswa yang berasal dari 3 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Mijen,
Semarang. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut: Pertama, terdapat pengaruh yang
signifikan antara Kedekatan Orang Tua dan hasil belajar, yang dapat dikonfirmasi melalui uji t
dengan hasil (0,817 > 0,195). Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan antara Sikap Percaya Diri
dan hasil belajar, yang dapat dikonfirmasi melalui uji t dengan hasil (0,719 > 0,195). Ketiga, terdapat
pengaruh yang signifikan antara Kemandirian Belajar dan hasil belajar, yang dapat dikonfirmasi
melalui uji t dengan hasil (0,719 > 0,195). Keempat, terdapat pengaruh yang signifikan antara
Kedekatan Orang Tua (X1), Sikap Percaya Diri (X2), dan Kemandirian Belajar (X3) secara bersamasama terhadap hasil belajar IPS (Y), yang dapat dikonfirmasi melalui uji t dengan hasil (0,548 >
0,195).
Kata Kunci: Kedekatan Orang Tua; Sikap Percaya Diri; Kemandirian Belajar
This is an open access article
under the Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0
International license.
e-ISSN 2597-4122
(Online)
p-ISSN 2581-1800
(Print)
Abstract
This study aims to examine the impact of parental closeness, self-confidence, and learning
independence on social studies learning outcomes. The research method used was a survey with
a correlational approach. The study population consisted of 137 elementary school students, with
a sample of 102 students from 3 public elementary schools in Mijen Subdistrict, Semarang. The
results showed the following: First, there is a significant influence between parental closeness and
learning outcomes, which can be confirmed through t-test with the result (0.817 > 0.195). Second,
there is a significant influence between Confident Attitude and learning outcomes, which can be
confirmed through the t test with the results (0.719 > 0.195). Third, there is a significant influence
between Learning Independence and learning outcomes, which can be confirmed through the t
test with the results (0.719 > 0.195). Fourth, there is a significant influence between Parental
Closeness (X1), Confident Attitude (X2), and Learning Independence (X3) together on social studies
learning outcomes (Y), which can be confirmed through the t test with the results (0.548 > 0.195).
Keywords: Parental Attachment; Self-Confidence; Learning Independence
*Correspondence:
Latifa Putri
Ridhaningtyas
latifaputri120@gm
ail.com
Received: 06-05-2023
Accepted: 18-02-2024
Published: 18-03-2024
DOI
http://dx.doi.org/10.30
651/else.v8i1.18627
https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd
96
Vol. 8 | No. 1 | Februari 2024
Rindhaningtyas, dkk.
PENGARUH KEDEKATAN ORANG TUA, SIKAP PERCAYA DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
PENDAHULUAN
Menurut ketentuan Depdikbud, siswa
dikatakan tuntas belajar jika memperoleh skor
minimal 75 dari skor ideal dan tuntas secara
klasikal apabila minimal 85% dari jumlah siswa
yang telah tuntas belajar (Munjiati, 2021). Namun,
hasil persentasi ketuntasan siswa di SDN Gugus
Dwija Krida masih rendah, hanya mencapai 49%,
jauh dari persentase ketuntasan yang harus
dicapai
yaitu
85%.
Hasil
pengamatan
menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar
tersebut karena peran guru dalam melaksanakan
proses
pembelajaran
di
kelas.
Namun,
keberhasilan pendidikan tidak hanya tergantung
pada kualitas guru, tetapi juga dipengaruhi oleh
faktor internal dan eksternal yang saling
memengaruhi, seperti karakteristik siswa,
motivasi belajar, lingkungan, kurikulum, serta
sarana dan prasarana. Salah satu dari dua faktor
utama yang memengaruhi hasil belajar siswa
yaitu faktor internal (faktor dalam diri siswa) dan
faktor eksternal (faktor dalam diri yang berkaitan
dengan hasil belajar siswa). Faktor internal yang
terkandung dalam diri siswa terbagi menjadi
karakteristik siswa, sikap dalam belajar, motivasi
dan konsentrasi belajar, prestasi akademik,
kepercayaan diri dan perilaku belajar. Sedangkan
faktor eksternal adalah segala faktor yang ada
diluar diri siswa yang memberikan pengaruh
terhadap aktivitas dan hasil belajar yang dicapai
siswa, seperti guru, lingkungan, kurikulum, serta
sarana dan prasarana (Aunurrahman, 2011). Salah
satu faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa
yaitu keluarga. Perilaku orang tua akan sangat
memengaruhi kelangsungan tumbuh kembang
anak, baik secara fisik maupun psikis (Hukma et
al., 2021). Orang tua pasti menginginkan
perkembangan anak dapat mencapai harapan
orang tua. Hubungan yang terjalin baik antara
anak dan orang tua akan membentuk ikatan yang
kuat berupa kedekatan atau attachment. Orang
tua memberikan dasar pembentukan pada anak
baik dari segi tingkah laku, watak, moral maupun
pendidikan. Sebagaimana dijelaskan oleh
(Pangesti, 2021) bahwa didalam keluarga, orang
tua dan lingkungan sosial masyarakat merupakan
tempat belajar seorang anak pertama kalinya.
https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd
Sehingga didalam pencapaian pembelajaran anak
kedekatan orang tua begitu sangat penting.
Melalui kedekatan orang tua, anak yang belajar di
rumah merasa mendapatkan kasih sayang dari
orang tuanya seperti memiliki pengawasan dari
orang tua, mendapatkan fasilitas selama belajar,
memiliki jadwal bersama orang tua yang
berpeluang dalam mencapai tujuan pembelajaran
pada anak.
Berdasarkan observasi dan wawancara
diperoleh informasi dari guru kelas V bahwa
orang tua siswa terlalu sibuk dengan pekerjaan
dan kurang memperhatikan peranannya dalam
pendidikan anak, serta kurang memberikan
dukungan sosial. Banyak anak yang berasal dari
broken home atau orang tua yang bercerai dan
menikah lagi sehingga anaknya tinggal dengan
nenek sehingga anak menjadi kurang percaya diri
disebabkan tidak mendapat dukungan dari orang
tua. Orang tua yang bekerja juga menjadi faktor
yang mempengaruhi kedekatan orang tua karena
semakin banyak lapangan kerja yang terbuka
sehingga semakin banyak pula orang yang
bekerja. Hal ini menjadikan orang tua tidak
memiliki
waktu
untuk
memperhatikan
perkembangan anaknya dan tidak memberikan
dukungan terhadap anaknya, terutama dukungan
sosial. Siswa merasa percaya diri ketika berada di
luar kelas, tetapi ketika berada di dalam kelas,
sebagian besar dari mereka bersikap diam dan
kurang berpartisipasi saat mengikuti pelajaran.
Ketika guru meminta siswa untuk maju ke depan
dan menyampaikan pendapat, sebagian besar
siswa masih merasa malu atau ragu untuk
melakukannya. Penelitian terdahulu penelitian
yang dilakukan oleh (Hadi & Muhlisin, 2013)
menunjukkan bahwa perh (...truncated)