Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Volume 4 Nomor 2 (June 2023): 136-163
DOI: 10.55076/didache.v4i2.168
DAMPAK PROGRAM SEKOLAH TERHADAP PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TUNAS BANGSA
GADING SERPONG TANGERANG
Farudin Burhan,1 Maya Malau,2 Youke L. Singal3
Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Tangerang, Indonesia123
Email:
[email protected]
Submitted: 15 June 2023 Revision: 26 October 2023 Accepted: 8 November 2023
Abstract
One of the aims of Christian schools in Indonesia is to educate and shape students to have
character and conduct in line with the teachings of Christ. However, the actual situation in
the field does not seem to reflect the "fruits" of Christian education. Therefore, Christian
school programs need further examination, including counseling programs, worship
strategies, and their impact on the quality of students. This research aims to investigate the
relationship between counseling, worship strategies, and student quality at SMP Kristen
Tunas Bangsa, Gading Serpong. The study employs a quantitative approach with a survey
method. Data collected are primary data gathered through questionnaire responses from
participants. The results indicate a significant correlation between counseling and student
quality, as well as between worship strategies and student quality. This emphasizes the
importance of the roles of counseling and worship strategies in shaping the character and
quality of students in line with Christian values. This research provides a significant
contribution to understanding the relationship between counseling, worship strategies, and
student quality at SMP Kristen Tunas Bangsa, Gading Serpong.
Keywords: counseling guidance, worship strategies, student quality, christian education,
middle school.
Abstrak
Salah satu tujuan dari adanya Sekolah kristen di Indonesia adalah untuk mendidik dan
membentuk peserta didik agar memiliki karakter dan perbuatan sesuai dengan ajaran Kristus.
Namun, yang terjadi di lapangan sama sekali tidak menunjukkan adanya “buah” dari
pembelajaran dan didikan Kristen tersebut. Dengan demikian, program sekolah Kristen
haruslah diteliti lebih lanjut baik dari program konseling, program ibadah, serta pengaruhnya
terhadap kualitas Peserta Didik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara
bimbingan konseling, strategi ibadah, dan kualitas peserta didik di Sekolah Menengah
Pertama Kristen Tunas Bangsa, Gading Serpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei. Data yang dikumpulkan berupa data primer melalui
pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara bimbingan konseling dan kualitas peserta didik, serta antara
strategi ibadah dan kualitas peserta didik. Dengan demikian, hal ini menunjukkan pentingnya
peran bimbingan konseling dan strategi ibadah dalam membentuk karakter dan kualitas
peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini memberikan kontribusi
penting dalam pemahaman mengenai hubungan antara bimbingan konseling, strategi ibadah,
136
dan kualitas peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Kristen Tunas Bangsa, Gading
Serpong.
Kata Kunci: bimbingan konseling, strategi ibadah, kualitas peserta didik, pendidikan kristen,
sekolah menengah pertama
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen by https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/ is licensed
under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
__________________________________________________________________________________
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah salah satu faktor
pembicara khotbah, banyak peserta didik
penting dalam pembentukan karakter dan
sebelahnya dan ada juga yang meminta izin
kepribadian seseorang. Di sekolah, selain
untuk keluar ruangan dengan alasan pergi
mendapatkan
ke kamar kecil kemudian ‘tidak’ kembali
pengetahuan
berbincang-bincang
akademik,
dengan
teman
peserta didik juga perlu dibekali dengan
sampai
keterampilan sosial dan emosional untuk
Begitupun juga dengan program konseling
menghadapi
dalam
yang selama ini dijalankan, peserta didik
kehidupan. Untuk itu, sekolah perlu
terlihat lebih cenderung terpaksa mengikuti
menerapkan
yang
sesi konseling individu. Peneliti juga
bertujuan untuk membantu peserta didik
menemukan bahwa peserta didik justru
dalam
memanfaatkan waktu konseling untuk
berbagai
program
situasi
konseling
mengembangkan
keterampilan
sosial dan emosional.
ibadah
sudah
mau
selesai.
bolos dari kegiatan belajar mengajar di
Namun pada kenyataannya, peneliti
dalam kelas. Peserta didik pun tidak begitu
menemukan bahwa kualitas peserta didik
terbuka saat sesi konseling dan hanya
tidak sesuai dengan harapan dari program
membicarakan hal yang lain seputar hobi,
konseling dan kerohanian yang dijalankan
minat, dan cita-cita tanpa membuka diri
selama ini. Peneliti menemukan bahwa
terhadap masalah dan persoalan yang
dalam kegiatan ibadah peserta didik yang
mereka hadapi. Bimbingan konseling yang
dilaksanakan seminggu sekali, peserta
seharusnya adalah ruang dan kesempatan
didik sama sekali tidak antusias dalam
peserta
kegiatan
dan
pengertian, arahan, dan nasehat hidup yang
penyembahan dinaikkan, mereka lebih
berguna dari pembimbing yang perhatian
cenderung menonton daripada mengikuti
justru dijadikan pemanfaatan bagi peserta
pujian dan penyembahan tersebut, saat
didik untuk melakukan hal yang tidak baik.
tersebut.
Saat
pujian
137
didik
untuk
mendapatkan
Walaupun program konseling dan
yang benar dan memiliki sikap yang baik.
strategi ibadah telah diterapkan di SMP
Menurut
Kristen Tunas Bangsa, namun belum ada
Association, “Counseling is a professional
penelitian
yang
untuk
relationship
mengetahui
seberapa
hubungan
individuals,
families,
kedua program tersebut terhadap kualitas
accomplish
mental
peserta didik sehingga penelitian ini
education, and career goals."2 Menurut
merupakan penelitian yang pertama bag
Carl Rogers, "Counseling is a process of
sekolah ini.
helping people to solve problems and make
dilakukan
besar
Tujuan penelitian ini adalah untuk
decisions
American
that
that
Counseling
empowers
and
wellness,
the
optimal
development
bagi dunia pendidikan Kristen, terutama
interpersonal potential."3 Carl Rogers
dalam konteks sekolah menengah pertama.
menjelaskan bahwa konseling sebenarnya
Kami berharap temuan penelitian ini dapat
adalah sebuah proses untuk menolong
digunakan
seseorang menyelesaikan masalah dan
pengembangan
landasan
program
untuk
bimbingan
membuat
their
to
memberikan kontribusi yang bermanfaat
sebagai
of
groups
health,
promote
diverse
keputusan
yang
memicu
perkembangan
relevan,
praktik
optimal. Sedangkan menurut Cognitive
pada
Behavioral Therapy (CBT): This theory
pendidikan
kebijakan
yang
dan
berorientasi
peningkatan kualitas peserta didik.
emphasizes
the
pribadi
and
konseling yang efektif, str (...truncated)