PROVIDENSIA ALLAH: Eksposisi Dari Katekismus Heidelberg P/J 27

Didache : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, Dec 2023

The doctrine of God's providence is a doctrine that continues to be relevant throughout human life, including for believers. Believers are not only allowed by God to enjoy all the good things but also various bad events. In the midst of various rejections of the doctrine of God's providence and various bad events, doubts about the doctrine of God's providence become an unavoidable reality. Through an expository study, this paper will elaborate on God's providence through the teaching in the Heidelberg Catechism on question 27. This paper shows that the teaching of Christianity through the Heidelberg Catechism provides in-depth teaching on the doctrine of God's providence. The work of divine providence consists of at least three kinds, namely preservation, government, and cooperation. Doktrin pemeliharaan Allah menjadi doktrin yang terus relevan dalam sepanjang kehidupan manusia, termasuk orang-orang percaya. Orang percaya bukan hanya diizinkan Allah menikmati segala yang baik, namun juga berbagai peristiwa yang buruk. Di tengah berbagai penolakan terhadap doktrin pemeliharan Allah dan berbagai peristiwa yang buruk, keraguan terhadap doktrin pemeliharaan Allah menjadi realita yang tidak terhindarkan. Melalui studi eksposisi, tulisan ini akan menguraikan mengenai pemeliharaan Allah melalui pengajaran dalam Katekismus Heidelberg pada pertanyaan 27. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengajaran Agama Kristen melalui Katekismus Heidelberg memberikan pengajaran yang mendalam mengenai doktrin pemeliharaan Allah. Pekerjaan providensi Ilahi setidaknya terdiri dari tiga macam, yakni preservation, government, dan cooperation.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/article/download/59/70

PROVIDENSIA ALLAH: Eksposisi Dari Katekismus Heidelberg P/J 27

Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Volume 4 Nomor 2 (June 2023): 164-176 DOI: 10.55076/didache.v4i2.59 PROVIDENSIA ALLAH: Eksposisi Dari Katekismus Heidelberg P/J 27 Chandra Wahyuni Irawati,1 Johanes Lilik Susanto,2 Tarisih3 Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Tangerang, Indonesia123 Email: [email protected] Submitted: 8 July 2022 Revision: 28 September 2023 Accepted: 21 November 2023 Abstract The doctrine of God's providence is a doctrine that continues to be relevant throughout human life, including for believers. Believers are not only allowed by God to enjoy all the good things but also various bad events. In the midst of various rejections of the doctrine of God's providence and various bad events, doubts about the doctrine of God's providence become an unavoidable reality. Through an expository study, this paper will elaborate on God's providence through the teaching in the Heidelberg Catechism on question 27. This paper shows that the teaching of Christianity through the Heidelberg Catechism provides indepth teaching on the doctrine of God's providence. The work of divine providence consists of at least three kinds, namely preservation, government, and cooperation. Keywords: heidelberg catechism, providence of god, christian doctrine, expository, ursinus Abstrak Doktrin pemeliharaan Allah menjadi doktrin yang terus relevan dalam sepanjang kehidupan manusia, termasuk orang-orang percaya. Orang percaya bukan hanya diizinkan Allah menikmati segala yang baik, namun juga berbagai peristiwa yang buruk. Di tengah berbagai penolakan terhadap doktrin pemeliharan Allah dan berbagai peristiwa yang buruk, keraguan terhadap doktrin pemeliharaan Allah menjadi realita yang tidak terhindarkan. Melalui studi eksposisi, tulisan ini akan menguraikan mengenai pemeliharaan Allah melalui pengajaran dalam Katekismus Heidelberg pada pertanyaan 27. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengajaran Agama Kristen melalui Katekismus Heidelberg memberikan pengajaran yang mendalam mengenai doktrin pemeliharaan Allah. Pekerjaan providensi Ilahi setidaknya terdiri dari tiga macam, yakni preservation, government, dan cooperation. Kata kunci: katekismus heidelberg, pemeliharaan allah, doktrin kristen, eksposisi, ursinus Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen by https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/ is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional ___________________________________________________________________________ 164 PENDAHULUAN peluang dan kesempatan secara acak dalam Doktrin tentang pemeliharaan Allah adalah doktrin yang bahwa semua peristiwa alam adalah tanpa menyangkali doktrin pemeliharaan Allah, tujuan. Sikap ini menempatkan manusia di dengan sendirinya menyangkali sifat-sifat- bawah nasib dan takdir, bahwa manusia Nya, bahkan sama dengan menyangkali tidak dapat berbuat apa-apa karena sudah Allah.1 Doktrin bertujuan agar iman. Mereka kehidupan. Kelompok Epikurean melihat pemeliharaan Allah nasib dan takdirnya.4 manusia dapat Kedua, Stoa yang menolak mempersembahkan kepada Allah pujian pemeliharaan Allah dan menggantikan kemuliaan dari kuasa-Nya, hikmat dan pemeliharaan tersebut dengan keniscayaan kebaikan-Nya yang sudah menciptakan, absolut dari segala sesuatu dan segala memelihara, dan mengatur ciptaan-Nya. sesuatu adalah subyek dari perubahan Itulah Allah termasuk Allah. Kebutuhan mutlak segala memberikan orang percaya kesabaran, sesuatu dan perubahan setiap hal yang ada ucapan syukur dan penyerahan.2 Salah satu di dunia ini, disebut nasib atau takdir.5 sebabnya pemeliharaan bukti pemeliharaan Allah tersebut adalah Ketiga, Peripatetics. Peripatetics anugerah dan kasih terbesar yang telah Ia adalah kelompok yang mengikuti berikan di dalam Kristus Yesus.3 pemikiran Aristotelian. Pandangan ini Keraguan atau penolakan terhadap menganggap bahwa Allah mengetahui dan doktrin pemeliharaan Allah sebenarnya melihat segala sesuatu, namun tidak sudah ada sejak lampau. Zacharias Ursinus memimpin dan mengatur segala sesuatu. menyebutkan beberapa pandangan filosofis Allah hanya membangkitkan gerakan- yang pemeliharaan gerakan langit dan melaluinya mengirim, Allah, di antaranya: Pertama, Epikurean dengan cara mempengaruhi, kuasa ke yang menolak pemeliharaan Allah dan dalam dunia, sementara gerakan yang menentang ajaran bahwa Allah tidak terlibat dalam persoalanpersoalan manusia. Allah meninggalkan segala sesuatu untuk diperintahkan oleh 1 3 Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias Ursinus On the Heidelberg Catechism, 163; Benjamin Wirth Farley, The Providence of God (Grand Rapids: Baker Book House, 1988), 18. 2 Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias Ursinus On the Heidelberg Catechism, 163. E. Frank Tupper, A Scandalous Providence: The Jesus Story of the Compassion of God (Georgia: Mercer University Press, 1995), 213. 4 Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias Ursinus On the Heidelberg Catechism, 147. 5 Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias Ursinus On the Heidelberg Catechism, 147. 165 dibangkitkan itu bergantung sepenuhnya METODE PENELITIAN kepada materi dan kehendak manusia.6 Dalam artikel ini, para penulis Hingga dewasa ini, dalam konteks menggunakan metode penelitian pustaka kehidupan manusia yang masih mungkin dengan melakukan studi eksposisi dari mengalami pengajaran penderitaan, berbagai Katekismus Heidelberg pertanyaan mengenai pemeliharaan Allah pertanyaan 27. Dalam studi eksposisi juga terus menjadi realita yang tidak tersebut, selain interaksi dengan tafsiran terhindarkan. Di manakah Allah ketika Zacharias Ursinus, para penulis juga akan peristiwa buruk terjadi? Mengapa Allah berinteraksi tidak mencegah? Bukankah Allah itu baik? lainnya, baik buku-buku, jurnal-jurnal, dan Bagaimana mungkin Allah yang hidup dan literatur tertentu yang berkaitan dengan maha hadir membiarkan bencana alam dan topik untuk kemudian mengumpulkan kecelakaan terjadi, bahkan mungkin turut berbagai macam informasi dan data-data membiarkan orang-orang baik dan beriman yang dibutuhkan.7 Dalam tulisan ini, di dalamnya juga turut meninggal dengan penulis akan terlebih dahulu memaparkan mengenaskan? Di manakah pemeliharaan argumen-argumen Allah saat itu? atau tidak sanggupkan Allah Ursinus mengenai pemeliharaan Allah. memelihara? Bagi mereka yang telah Selanjutnya, penulis akan memaparkan mengalami sendiri penderitaan yang hebat, hasil eksposisi Katekismus Heidelberg hal ini tentu bukan sekedar pertanyaan pertanyaan dan jawaban 27. dengan sumber-sumber yang dikemukakan belaka, namun menjadi sesuatu yang bersifat sangat pribadi dan emosional. HASIL DAN PEMBAHASAN Bahkan tidak tertutup kemungkinan, jika Pemeliharaan adalah tindakan yang peristiwa tertentu membuat seseorang terus menerus berlangsung dari kekuatan meragukan pemeliharaan Allah. Karena itu, ilahi di mana Pencipta melindungi semua tulisan ini akan menguraikan kembali m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/article/download/59/70
Article home page: https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/article/view/59/70

Irawati Chandra Wahyuni, Susanto Johanes Lilik, Tarisih Tarisih. PROVIDENSIA ALLAH: Eksposisi Dari Katekismus Heidelberg P/J 27, Didache : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 2023, pp. 164-176,