Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Volume 4 Nomor 2 (June 2023): 164-176
DOI: 10.55076/didache.v4i2.59
PROVIDENSIA ALLAH:
Eksposisi Dari Katekismus Heidelberg P/J 27
Chandra Wahyuni Irawati,1 Johanes Lilik Susanto,2 Tarisih3
Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Tangerang, Indonesia123
Email:
[email protected]
Submitted: 8 July 2022 Revision: 28 September 2023 Accepted: 21 November 2023
Abstract
The doctrine of God's providence is a doctrine that continues to be relevant throughout
human life, including for believers. Believers are not only allowed by God to enjoy all the
good things but also various bad events. In the midst of various rejections of the doctrine of
God's providence and various bad events, doubts about the doctrine of God's providence
become an unavoidable reality. Through an expository study, this paper will elaborate on
God's providence through the teaching in the Heidelberg Catechism on question 27. This
paper shows that the teaching of Christianity through the Heidelberg Catechism provides indepth teaching on the doctrine of God's providence. The work of divine providence consists
of at least three kinds, namely preservation, government, and cooperation.
Keywords: heidelberg catechism, providence of god, christian doctrine, expository, ursinus
Abstrak
Doktrin pemeliharaan Allah menjadi doktrin yang terus relevan dalam sepanjang kehidupan
manusia, termasuk orang-orang percaya. Orang percaya bukan hanya diizinkan Allah
menikmati segala yang baik, namun juga berbagai peristiwa yang buruk. Di tengah berbagai
penolakan terhadap doktrin pemeliharan Allah dan berbagai peristiwa yang buruk, keraguan
terhadap doktrin pemeliharaan Allah menjadi realita yang tidak terhindarkan. Melalui studi
eksposisi, tulisan ini akan menguraikan mengenai pemeliharaan Allah melalui pengajaran
dalam Katekismus Heidelberg pada pertanyaan 27. Tulisan ini menunjukkan bahwa
pengajaran Agama Kristen melalui Katekismus Heidelberg memberikan pengajaran yang
mendalam mengenai doktrin pemeliharaan Allah. Pekerjaan providensi Ilahi setidaknya
terdiri dari tiga macam, yakni preservation, government, dan cooperation.
Kata kunci: katekismus heidelberg, pemeliharaan allah, doktrin kristen, eksposisi, ursinus
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen by https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/didache/ is licensed
under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
___________________________________________________________________________
164
PENDAHULUAN
peluang dan kesempatan secara acak dalam
Doktrin tentang pemeliharaan Allah
adalah
doktrin
yang
bahwa semua peristiwa alam adalah tanpa
menyangkali doktrin pemeliharaan Allah,
tujuan. Sikap ini menempatkan manusia di
dengan sendirinya menyangkali sifat-sifat-
bawah nasib dan takdir, bahwa manusia
Nya, bahkan sama dengan menyangkali
tidak dapat berbuat apa-apa karena sudah
Allah.1
Doktrin
bertujuan
agar
iman.
Mereka
kehidupan. Kelompok Epikurean melihat
pemeliharaan
Allah
nasib dan takdirnya.4
manusia
dapat
Kedua,
Stoa
yang
menolak
mempersembahkan kepada Allah pujian
pemeliharaan Allah dan menggantikan
kemuliaan dari kuasa-Nya, hikmat dan
pemeliharaan tersebut dengan keniscayaan
kebaikan-Nya yang sudah menciptakan,
absolut dari segala sesuatu dan segala
memelihara, dan mengatur ciptaan-Nya.
sesuatu adalah subyek dari perubahan
Itulah
Allah
termasuk Allah. Kebutuhan mutlak segala
memberikan orang percaya kesabaran,
sesuatu dan perubahan setiap hal yang ada
ucapan syukur dan penyerahan.2 Salah satu
di dunia ini, disebut nasib atau takdir.5
sebabnya
pemeliharaan
bukti pemeliharaan Allah tersebut adalah
Ketiga, Peripatetics. Peripatetics
anugerah dan kasih terbesar yang telah Ia
adalah
kelompok
yang
mengikuti
berikan di dalam Kristus Yesus.3
pemikiran Aristotelian. Pandangan ini
Keraguan atau penolakan terhadap
menganggap bahwa Allah mengetahui dan
doktrin pemeliharaan Allah sebenarnya
melihat segala sesuatu, namun tidak
sudah ada sejak lampau. Zacharias Ursinus
memimpin dan mengatur segala sesuatu.
menyebutkan beberapa pandangan filosofis
Allah hanya membangkitkan gerakan-
yang
pemeliharaan
gerakan langit dan melaluinya mengirim,
Allah, di antaranya: Pertama, Epikurean
dengan cara mempengaruhi, kuasa ke
yang menolak pemeliharaan Allah dan
dalam dunia, sementara gerakan yang
menentang
ajaran
bahwa Allah tidak terlibat dalam persoalanpersoalan manusia. Allah meninggalkan
segala sesuatu untuk diperintahkan oleh
1
3
Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias
Ursinus On the Heidelberg Catechism, 163;
Benjamin Wirth Farley, The Providence of God
(Grand Rapids: Baker Book House, 1988), 18.
2
Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias
Ursinus On the Heidelberg Catechism, 163.
E. Frank Tupper, A Scandalous Providence:
The Jesus Story of the Compassion of God
(Georgia: Mercer University Press, 1995), 213.
4
Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias
Ursinus On the Heidelberg Catechism, 147.
5
Ursinus, Commentary of Dr. Zacharias
Ursinus On the Heidelberg Catechism, 147.
165
dibangkitkan itu bergantung sepenuhnya
METODE PENELITIAN
kepada materi dan kehendak manusia.6
Dalam artikel ini, para penulis
Hingga dewasa ini, dalam konteks
menggunakan metode penelitian pustaka
kehidupan manusia yang masih mungkin
dengan melakukan studi eksposisi dari
mengalami
pengajaran
penderitaan,
berbagai
Katekismus
Heidelberg
pertanyaan mengenai pemeliharaan Allah
pertanyaan 27. Dalam studi eksposisi
juga terus menjadi realita yang tidak
tersebut, selain interaksi dengan tafsiran
terhindarkan. Di manakah Allah ketika
Zacharias Ursinus, para penulis juga akan
peristiwa buruk terjadi? Mengapa Allah
berinteraksi
tidak mencegah? Bukankah Allah itu baik?
lainnya, baik buku-buku, jurnal-jurnal, dan
Bagaimana mungkin Allah yang hidup dan
literatur tertentu yang berkaitan dengan
maha hadir membiarkan bencana alam dan
topik untuk kemudian mengumpulkan
kecelakaan terjadi, bahkan mungkin turut
berbagai macam informasi dan data-data
membiarkan orang-orang baik dan beriman
yang dibutuhkan.7 Dalam tulisan ini,
di dalamnya juga turut meninggal dengan
penulis akan terlebih dahulu memaparkan
mengenaskan? Di manakah pemeliharaan
argumen-argumen
Allah saat itu? atau tidak sanggupkan Allah
Ursinus mengenai pemeliharaan Allah.
memelihara? Bagi mereka yang telah
Selanjutnya, penulis akan memaparkan
mengalami sendiri penderitaan yang hebat,
hasil eksposisi Katekismus Heidelberg
hal ini tentu bukan sekedar pertanyaan
pertanyaan dan jawaban 27.
dengan
sumber-sumber
yang
dikemukakan
belaka, namun menjadi sesuatu yang
bersifat sangat pribadi dan emosional.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bahkan tidak tertutup kemungkinan, jika
Pemeliharaan adalah tindakan yang
peristiwa tertentu membuat seseorang
terus menerus berlangsung dari kekuatan
meragukan pemeliharaan Allah. Karena itu,
ilahi di mana Pencipta melindungi semua
tulisan ini akan menguraikan kembali
m (...truncated)