PANCASILA DITEKAN, GEREJA TERTEKAN
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Volume 2 Nomor 1 (Desember 2020): 1-17
DOI: 10.55076/didache.v2i1.35
PANCASILA DITEKAN, GEREJA TERTEKAN
Marthin S. Lumingkewas,1* Youke L. Singal,2 Roce Marsaulina,3 Stenly R. Paparang4
1234
Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Tangerang
Email: *
Abstract
From time to time Pancasila has always been the main topic in national issues
in Indonesia. Since it was formulated and used as a state ideology that
embraces and protects all interests and groups in Indonesia by Bung Karno,
Pancasila has never been free from interests. Bung Karno and Suharto used
Pancasila as a tool to deomolished Indonesian extrems religious and marxism
groups. In the end, those groups gave antipasti against Pancasila and wanted
to replace the ideology which was the result of the compromise of the nation's
children to be replaced with sharia ideology which only represented certain
groups. Even though the Jakarta charter agreement has been finalized, it does
not become part of the five principles of Pancasila, but efforts to overthrow
Pancasila as the state ideology continue to this day. Pressure on Pancasila;
especially the undermining of the first precepts, it turns out to have an impact
on the church which has to experience intimidation, threats and violence as
the end result of intolerance of religious freedom. The purpose of this study is
to provide an overview through social studies how the pressure on Pancasila
affects the existence and operations of the church in Indonesia. It is hoped
that by using this methodology or social study, adequate results or
descriptions of how the church takes political, ethical and concrete steps in
addressing this situation are expected.
Keywords: pancasila, religious, intolerance
Abstrak
Dari waktu ke waktu Pancasila selalu menjadi topik utama dalam isu nasional
di Indonesia. Semenjak dirumuskan dan dipergunakan sebagai ideologi negara
yang merangkul dan mengayomi seluruh kepentingan dan golongan di
Indonesia oleh bung Karno, Pancasila ternyata tidak pernah bebas dari
kepentingan. Bung Karno dan Soeharto menggunakan Pancasila sebagai alat
pukul bagi kelompok kanan dan kiri Indonesia. Pada akhirnya kelompok
tertentu memberikan antipasti terhadap Pancasila dan ingin menggantikan
ideologi yang merupakan hasil kompromi anak bangsa digantikan dengan
ideologi syariah yang hanya mewakili golongan tertentu saja. Walaupun telah
final kesepakatan piagam Jakarta tidak menjadi bagian dari lima dasar
Pancasila, namun upaya-upaya mendongkel Pancasila sebagai ideologi negara
terus bergulir sampai saat ini. Tekanan terhadap Pancasila; khususnya
rongrongan terhadap sila pertama, ternyata berimbas terhadap gereja yang
harus mengalami intimidasi, ancaman dan kekerasan sebagai hasil akhir dari
intoleransi kebebasan beragama. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan
gambaran melalui kajian sosial bagaimana tekanan terhadap Pancasila
berimbas pada eksistensi dan operasional gereja di Indonesia. Diharapkan
dengan mempergunakan metodologi atau kajian sosial ini diperoleh hasil atau
1
Pancasila Ditekan…Marthin, Youke, Roce
deskripsi memadai bagaimana gereja melakukan langkah-langkah politis, etis
dan konkrit dalam menyikapi keadaan ini.
Kata kunci: pancasila, religius, intoleransi
negara, kita menemukan argumentasi dan
PENDAHULUAN
Indonesia
menyatakan
debat panjang antara kaum konservatif dan
kemerdekaannya tahun 1945 memiliki
religius, atau antara kaum sekuler dan
UUD 1945 sebagai dasar konstitusi dari
Islam yang dicatat sejarah.
keberagaman yang mempersatukan dengan
hasilnya, Pancasila yang kita kenal saat ini
Pancasila yang menjadi ideology bangsa.
merupakan hasil kompromi antara kedua
Lima
golongan yang berbeda di atas. Pancasila
dasar
Pancasila
yang
yang
terkandung
merupakan
dalam
pilar-pilr
yang
menjadi
instrument
Sebagai
penting
dalam
menyatakan azas kepercayaan kepada
memberikan ruang bagi agama untuk
Tuhan, kemanusiaaan, rasa nasionalisme,
berkembang, sekaligus sebagai alat untuk
kerukunan bersama dan keadilan. Sila
menciptakan kesatuan dan persatuan dari
pertama yang menyatakan “ketuhanan
beragam suku dan kultur yang telah hadir
yang maha esa” merupakan pengakuan
sejak Nusantara tercipta – dan menjadi
terhadap semua agama yang ada di
batu
Indonesia;
keadilan dalam masyarakat Indonesia.
pengakuan
terhadap
kepercayaan apapun yang dianut oleh
pengukur
bagi
segala
torehan
Dalam perjalanan sejarahnya, kita
setiap individu di bumi nusantara.
melihat
Pancasila yang menjadi aspirasi bagi
Pancasila
telah
mengalami
beragam ujian dan tantangan yang pada
kesatuan Indonesia merupakan tolak ukur
akhirnya
kesatuan atau keberadaan sosial seseorang
sekaligus implementasi berkabut dalam
dalam
masyarakat
kaitannya
dengan
orang lain;
menciptakaan
pemahaman
Indonesia
dikarenakan
khusunya bagaimana mereka hidup dan
penafsiran atas sila-sila yang terkandung
saling berinteraksi satu dengan lainnya.
didalamnya
Sebagai
masyarakat,
kepentingan pribadi dan golongan. Dalam
lepas
sejarah kepemimpinan Sukarno, Pancasila
pengikat
sosial
Pancasila
tidak
pernah
penolakan
dan
penerimaan
dari
sepanjang
digunakan
sejarah berdirinya bangsa Indonesia.
Dalam
pengesahan
sejarah
Pancasila
penyusunan
sebagai
dibalut
oleh
sebagai
alat
beragam
untuk
membungkam dan menekan segala bentuk
dan
aktivitas Islam yang dalam pemandangan
dasar
Sukarno
2
ekstrem
dan
berbahaya.
Sedangkan dalam era Orde Baru yang
disebut penelitian. Dalam konteks ilmiah,
dipimpin
Pancasila
penelitian haruslah memenuhi berbagai
dipergunakan sebagai alat untuk mencari
ketetentuan atau prosedur akedmik. Dalam
dukungan serta mengembangkan Islam –
penelitian ini penulis mempergunakan
sekaligus menjadi doktrin dalam menekan
metodologi
penelitian
kelompok
dipandang
pendekatan
utama
untuk
berbahaya. Sejarah juga mencatat ideologi
keterkaitan
antara
Pancasila
negara ini dipergunakan sebagai alat untuk
pluralism
beragama
membatasi; bahkan melarang aktifitas dan
khususnya
mempelajari
beroperasinya
fenomena sosial yang terjadi di dalam
Soeharto,
Islam
yang
bentuk
agama
lain
di
sosial
sebagai
membahas
di
dengan
Indonesa;
gejala
Indonesia. Dari gambaran ini kita melihat
masyarakat.
Analisis
ideologi bangsa Indonesia yang terekam
memberikan
penjabaran
dalam Pancasila – yang berfungsi sebagai
penelitian
alat pembentuk identitas dari kelompok
fenomena sosial tekanan yang dialami
atau bangsa; atau sebagai alat persatuan
Pancasila
dan kesatuan Manusia Indonesia dari
keberagaman atau pluralitas beragama di
beragam etnis dan agama; sekaligus
Indonesia.
ini
deskriptif
atau
detil
berupaya
dalam
kaitannya
yang
dalam
menjawab
dengan
sebagai tameng solidaritas; ternyata tidak
Metode yang dipakai dalam penelitian
terlihat dalam perkembangan sejarahnya di
ini adalah metode kualitatif; yaitu metode
Indonesia.
yang
Semua
pembatasan
dan
melakukan
(...truncated)