Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Usia 12-59 Bulan ke Posyandu Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung

Gorontalo Journal of Public Health, Oct 2022

Posyandu adalah salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang ditujukan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu di Kelurahan Sagerat Kecataman Matuari, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan sample ibu dari anak usia 12-59 bulan yang dipilih secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis akhir multivariat menunjukkan bahwa factor yang mempengaruhi kunjungan ibu ke posyandu yaitu umur anak (p value 0,000) dan program PMT (p value 0,000), sedangkan variable lain tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku kunjungan ibu ke posyandu. KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada ibu balita tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia 5 tahun perlu digalakkan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/download/2456/1083

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Usia 12-59 Bulan ke Posyandu Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung

Gorontalo Journal of Public Health Volume 5 – No. 2 – Oktober 2022 P-ISSN: 2614-5057, E-ISSN: 2614-5065 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Usia 12-59 Bulan ke Posyandu Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung Analysis of Factors Related to the Behavior of Mothers Have Children aged 12-59 Months to the Posyandu, Sagerat Village, Matuari District, Bitung City Mentari Irma Diafrilia*, Adrian Umboh, Herlina I.S. Wungouw Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Samratulangi, Manado, Indonesia Email: Abstract Posyandu is one of the community-based health program, aimed at monitoring the growth and development of toddlers. This study aimed to determine the factors related to the behavior of mothers of toddlers visiting the posyandu in Sagerat Village, Matuari District, Bitung City, North Sulawesi Province. This study used primary and secondary data with a total sampling of mothers of children aged 1259 months. Data analysis was performed using univariate, bivariate, and multivariate tests using SPSS software. The final multivariate analysis showed that the factors that influenced the mother's visit to the posyandu were the age of the child (p value 0,000) and the PMT program (p value 0,000), while other variables did not show a significant relationship with the behavior of the mother's visit to the posyandu. IEC (Communication of Information and Education) to mothers of toddlers regarding monitoring the growth and development of children up to the age of 5 years should be encouraged. Keywords; behaviour; children; visits to posyandu Abstrak Posyandu adalah salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang ditujukan untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu di Kelurahan Sagerat Kecataman Matuari, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan sample ibu dari anak usia 12-59 bulan yang dipilih secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis akhir multivariat menunjukkan bahwa factor yang mempengaruhi kunjungan ibu ke posyandu yaitu umur anak (p value 0,000) dan program PMT (p value 0,000), sedangkan variable lain tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku kunjungan ibu ke posyandu. KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada ibu balita tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia 5 tahun perlu digalakkan. Kata kunci; anak; kunjungan posyandu; perilaku 159 Gorontalo Journal of Public Health. Vol 5(2) Oktober 2022 P-ISSN : 2614-5057 E-ISSN: 2614-5065 PENDAHULUAN Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi (Kemenkes, 2011). Secara kuantitas, pada tahun 2019, jumlah Posyandu di Indonesia sebanyak 296.777 Posyandu. 63,6% diantaranya merupakan Posyandu aktif. Posyandu aktif adalah Posyandu yang mampu melaksanakan kegiatan utama secara rutin setiap bulannya, dengan cakupan dari masing-masing kegiatan minimal 50% dan melakukan kegiatan tambahan. Di Sulawesi Utara, persentase Posyandu aktif hanya sebanyak 8,35% (Kemenkes, 2020b). Salah satu program utama Posyandu adalah menyelenggarakan pemeriksaan bayi dan balita secara rutin yang mencakup kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala anak, evaluasi tumbuh kembang, serta penyuluhan dan konseling tumbuh kembang.. Hal ini penting dilakukan untuk memantau tumbuh kembang anak dan mendeteksi sejak dini bila anak mengalami gangguan tumbuh kembang (Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, 2021). Jika diketahui berat badan anak tidak naik atau jika ditemukan anak menderita suatu penyakit, dapat segera dilakukan upaya pemulihan dan pencegahan, agar tidak menjadi gizi kurang atau gizi buruk. Semakin cepat ditemukan, kasus gizi kurang atau gizi buruk akan semakin cepat ditangani. Penanganan yang cepat dan tepat sesuai tata laksana kasus anak gizi kurang atau gizi buruk akan mengurangi risiko kematian sehingga angka kematian akibat gizi buruk dapat ditekan (Kemenkes, 2020a). Indonesia pada tahun 2018, persentase gizi buruk pada balita 0-59 bulan adalah 3,90% dan gizi kurang ada sebanyak 13,80%. Sedangkan persentase gizi buruk di Sulawesi Utara sebanyak 4,20% dan gizi kurang sebanyak 11,20% (Balitbang, 2019a, 2019b). Menurut data Profil Puskesmas Sagerat Tahun 2020, terdapat 0,6% balita dengan gizi kurang dan 0,6% juga balita dengan gizi kurus di Kecamatan Matuari, sedangkan di Kelurahan Sagerat terdapat 1 kasus gizi kurang dan 1 kasus juga gizi kurus (Puskesmas Sagerat, 2021). Riskesdas 2018 di Provinsi Sulawesi Utara, proporsi dari pemantauan pertumbuhan dalam 12 bulan terakhir pada anak umur 0-59 bulan di Sulawesi Utara, untuk frekuensi penimbangan balita < 8 kali adalah 50,86%, sedangkan frekuensi penimbangan balita ≥ 8 kali hanya mencapai 41,72%. Definisi operasional balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang paling sedikit 8 kali dalam satu tahun. Berdasarkan hal tersebut, capaian balita yang ditimbang ≥ 8 kali di Provinsi Sulawesi Utara belum mencapai target kinerja dari Kementerian Kesehatan (Balitbang, 2019b). Hasil Riskesdas Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2018, capaian penimbangan balita ≥ 8 kali di Kota Bitung cukup rendah yaitu sebanyak 18,32% (Balitbang, 2019b). Puskesmas Sagerat merupakan salah satu wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bitung. Indikator balita ditimbang (D/S) tahun 2019 di Kecamatan Matuari sudah mencapai 80,2%, dan di Kelurahan Sagerat hanya sebesar 65,7%. Sedangkan pada tahun 2020, indikator D/S tidak mencapai target nasional. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Sagerat tahun 2020 adalah 2.476 anak, dengan capaian D/S di Kecamatan Matuari sebanyak 66% 160 Diafrilia, dkk, perilaku, kunjungan ibu, posyandu dan capaian D/S di Kelurahan Sagerat adalah 62,4% (Puskesmas Sagerat, 2020, 2021). Kurangnya perilaku kunjungan ibu ke Posyandu akan menyebabkan ibu tidak akan memperoleh informasi mengenai kesehatan anaknya sehingga tidak ada motivasi untuk memperbaiki status gizi anak dan pemeliharaan kesehatan anak. Untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu dalam peningkatan program kesehatan di Posyandu dapat dilakukan dengan meningkatkan fasilitas pelayanan di Posyandu, kader dan petugas kesehatan memberikan bimbingan dan pembinaan kepada ibu yang mempunyai balita, dan kerjasama antar petugas kesehatan dalam meningkatkan kegiatan di Posyandu secara terus menerus. Kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu dipengaruhi oleh faktor waktu luang (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/download/2456/1083
Article home page: https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/view/2456/1083

Diafrilia Mentari Irma, Umboh Adrian, Wungouw Herlina Ineke Surjane. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Usia 12-59 Bulan ke Posyandu Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung, Gorontalo Journal of Public Health, 2022, pp. 159 - 168,