Evaluasi Kebutuhan Udara Front Kerja di Blok Cikoneng, PT Cibaliung Sumberdaya Menggunakan Perangkat Lunak Ventsim 5.2
Indonesian Mining and Energy Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2020 : 23 - 27
Evaluasi Kebutuhan Udara Front Kerja di Blok Cikoneng,
PT Cibaliung Sumberdaya Menggunakan Perangkat Lunak Ventsim 5.2
Evaluation of Air Needs at Block Cikoneng Front,
PT Cibaliung Sumberdaya Using Software Ventsim 5.2
Bestari Larasati1*, Ririn Yulianti2
1,2
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti,
Jalan Kyai Tapa No.1, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta 11440, Indonesia
*Penulis untuk korespondensi (corresponding author):
ABSTRAK β Untuk melakukan kegiatan penambangan di tambang bawah tanah seperti mucking, drilling
menggunakan jumbo drill, support menggunakan jumbo drill dan charging membutuhkan udara yang cukup. Saat
ini ketersediaan udara pada front kerja tidak memenuhi untuk melakukan kegiatan penambangan. Tujuan dari
penelitian ini untuk memenuhi kebutuhan udara pada front kerja agar pekerja dapat bekerja secara optimal
menggunakan perangkat lunak Ventsim 5.2. Penelitian ini dilakukan dengan perhitungan dan data-data yang
diperoleh menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aktual pada front
kerja XC 12 VT STH,adalah 5,57 m3/s, pada XC 13 C debit kondisi aktual adalah 8,98 m3/s, dan pada XC 13 B debit
kondisi aktual adalah 4,47 m3/s dan XC 13 north debit kondisi aktual adalah 2,97 m 3/s. Menurut KEPDIRJEN
MINERBA No.185.K/37.04/DJB/2019 ketentuan untuk setiap orang tidak kurang dari 0,03 m3/s dan ditambah
sebanyak 0,05 m3/s untuk setiap tenaga-tenaga kuda apabila mesin diesel dioperasikan. Berdasarkan debit
aktual, ketersediaan udara pada front kerja tidak memenuhi standar KEPDIRJEN MINERBA
No.185.K/37.04/DJB/2019. Maka dari itu dibutuhkan penambahan booster fan 2x37 kW pada CX 9 dan
penggantian booster fan menjadi 1x55 kW pada decline lama untuk memenuhi kebutuhan udara untuk pekerja
dan alat.
Kata kunci: debit, kebutuhan udara, booster fan
ABSTRACT β To do mining activities in underground mines such as mucking, drilling using jumbo drill, support
using jumbo drill and charging requires sufficient air. Now on the availability of air on heading does not require
for mining activities. The purpose of this study is to fulfill the air requirements on the heading so that workers can
work optimally, using Ventsim 5.2 software. This research was conducted with calculations and data obtained
using a quantitative approach. The results showed that the actual discharge on the XC 12 VT STH heading was
5,57 m3/s, at XC 13 C the actual air volume was 8,98 m3/s, and at XC 13 B the actual air volume was 4,47 m3/s
and XC 13 north the actual air volume was 2,97 m3/s. According to KEPDIRJEN MINERBA
No.185.K/37.04/DJB/2019 the certain air volume for each person are not less than 0,03 m3/s and an additional
0,05 m3/s for each horsepower when a diesel engine is operated. Based on the actual air volume, the availability
of air on the work front does not meet the KEPDIRJEN MINERBA No. 185.K/37.04/DJB/2019. Therefore, it is
necessary to add 2 x 37 kW booster fan to CX 9 and replace booster fan to 1 x 55 kW at the old decline to meet
the air requirements for workers and tools.
Keywords: Air volume, air needs, booster fan
PENDAHULUAN
PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) merupakan perusahaan tambang emas yang menggunakan metode
tambang bawah tanah cut and fill underhand. Pada tambang bawah tanah ventilasi merupakan hal
yang sangat penting. Salah satu faktor yang mempengaruhi baik atau tidaknya ventilasi dilihat dari
kuantitas dan kualitas udaranya. Parameter kuantitas udara dapat dilihat dari kecepatan dan debit
23
Indonesian Mining and Energy Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2020 : 23 - 27
udara. Parameter kualitas udara dapat dilihat dari suhu udara, kelembaban relatif dan kandungan gas
dalam tambang.
Ventilasi dibutuhkan untuk menyediakan udara bersih pada tambang bawah tanah, selain itu juga
untuk menghilangkan kontaminan seperti gas dan debu. Ventilasi sangat penting untuk
berlangsungnya kegiatan penambangan maka dari itu terdapat kebutuhan udara untuk pekerja dan
alat yang bekerja. Sesuai dengan KEPDIRJEN MINERBA No.185.K/37.04/DJB/2019 ketentuan untuk
setiap orang tidak kurang dari 0,03 m3/s dan ditambah sebanyak 0,05 m3/s untuk setiap tenaga-tenaga
kuda apabila mesin diesel dioperasikan.
Peraturan tersebut menjadi parameter kelayakan ventilasi untuk tambang bawah tanah di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan udara untuk pekerja dan alat yang bekerja sesuai
dengan KEPDIRJEN MINERBA No.185.K/37.04/DJB/2019 dengan menggunakan perangkat lunak
ventsim 5.2. Perangkat lunak ini memiliki kelebihan untuk memodelkan jaringan tiga dimensi,
mensimulasikan suhu, mensimulasikan jaringan menggunakan booster fan dan ducting, dan lain-lain.
METODE
Prinsip Ventilasi Tambang
Pada pengaturan aliran udara dalam tambang bawah tanah,berlaku hukum bahwa, udara akan
mengalir dari kondisi temperatur rendah ke temperatur tinggi dan udara akan mengalir melalui jalurjalur ventilasi yang memiliki tahanan kecil dibandingkan dengan jalur yang memiliki tahanan besar.
Terdapat beberapa fungsi dari ventilasi tambang yaitu untuk quality control yaitu untuk mengatur
suhu, kelembaban dan juga gas-gas yang terdapat dalam tambang bawah tanah akibat kegiatan
produksi. Lalu untuk quantity control yaitu untuk mengatur jumlah debit udara yang masuk ke dalam
tambang.
Sistem Ventilasi Tambang Bawah Tanah
Sistem ventilasi tambang bawah tanah dibagi dua, yang pertama adalah sistem ventilasi alami, sistem
ini terbentuk secara alami seiring dengan pembuatan terowongan. Dengan adanya lubang bukaan,
udara akan mengalir melalui bukaan. Ventilasi alami tergantung kepada perbedaan elevasi antara
permukaan dan front kerja dan perbedaan temperatur udara didalam dan diluar tambang. Yang kedua
adalah sistem ventilasi buatan, sistem ini menggunakan bantuan listrik dengan alat suplai udaranya.
Fan adalah hal yang paling penting dan alat suplai udara yang paling banyak dipakai, tetapi kompresor
dan injector dapat juga di aplikasikan untuk ventilasi. Terdapat tiga sistem ventilasi berdasarkan
penggunaan fan-nya, yaitu sistem forcing, sistem exhaust dan sistem overlap. Dan untuk mengalirkan
udara ke front kerja menggunakan sistem auxiliary, sistem auxiliary dibagi tiga tipe, line brattice, fan
dan vent duct dan sistem yang tidak menggunakan ducting. Sistem ventilasi pada PT CSD menggunakan
sistem exhaust yang dihisap melalui portal dengan main fan 132 kW yang berada di permukaan, lalu
dibantu dengan sistem auxiliary dengan menggunakan booster fan dan flexible ducting untuk
mengalirkan udara ke front kerja. Untuk menghitung debit udara digunakan persamaan berikut:
Q=VxA
Keterangan:
V = Kecepatan (m/s)
A = Luas Penampang (m2)
24
(1)
Indonesian Mining and Energy Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2020 : 23 - 27
Untuk menghitung persen kesalahan (error) pada perangkat lunak Ventsim 5.2 digunakan persamaan
sebagai berikut :
% error =
πππππ‘ πππ‘π’ππβπππππ‘ π πππ’πππ π
π₯
ππππ (...truncated)