Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat
ISSN: 2302-3333
Jurnal Bina Tambang, Vol. 8, No. 2
Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan
Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah
PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan,
Sumatera Barat
Febri Yanda Praja Saddika1,*, Bambang Heriyadi 2
1
Departemen Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Padang
*
Abstract. Mine engineers can use simulation software such as VentSim and Kazemaru to optimize airflow
within the mine and create effective ventilation systems. Comparative analysis between the two software
can provide important information about the strengths and weaknesses of each software when optimizing
their underground mine ventilation systems. Reliability, computing speed, ease of use, modeling
capabilities, accuracy of simulation results, and technical support are some of the factors one might look at
in a comparison between VentSim and Kazemaru. In addition, this analysis may include comparison of
features, user interface, ease of use, accuracy of simulation results, and time required to perform
simulations. Analysis of the data used is quantitative, based on the theory of calculation. The result is
quantitative. The focus of the research is the ventilation system used in the PT Dempo Maju Cemerlang
mine pit. Mine pit PT. Dempo Maju Cemerlang requires 28.99 m3/s of total air, but based on the conditions
at the time the measurements were made, the required amount of air has not been met. The results of
calculating the air quantity of the ventilation system used in PT. Dempo Maju Cemerlang is only 24.97
m3/s. Every mining pit of PT. Dempo Maju Cemerlang has a temperature of 22.5–24.1 °C. Air humidity
ranges between 88% and 93%. In the simulations performed with ventsim and kazemaru software, Ventsim
excels in several features, including dust distribution, visualization and graphing, ventilation efficiency
analysis, financial simulations, and an attractive user interface.
Keywords: Air Demand, Software, Ventilation System
1. Pendahuluan
Sistem ventilasi sangat penting untuk kegiatan
penambangan bawah tanah karena, berbeda dengan
tambang terbuka, tambang bawah tanah memiliki
ketersediaan udara yang sangat terbatas. Selain itu, ada
debu yang dihasilkan oleh aktivitas penambangan,
sehingga sistem ventilasi sangat penting untuk kegiatan
penambangan bawah tanah.
Sistem ventilasi yang efektif dalam tambang bawah
tanah sangat penting untuk menjaga keamanan dan
kesehatan para pekerja. Perangkat lunak simulasi seperti
VentSim dan Kazemaru dapat membantu insinyur
tambang dalam merancang sistem ventilasi yang efisien
dan mengoptimalkan aliran udara di dalam tambang.
VentSim adalah perangkat lunak simulasi ventilasi
tambang yang telah terbukti digunakan secara luas di
industri pertambangan. Dengan VentSim, pengguna
dapat memodelkan sistem ventilasi tambang secara rinci,
termasuk perancangan jaringan jalur udara, perhitungan
tekanan dan kecepatan aliran udara, serta analisis
distribusi gas dan debu dalam tambang. Perangkat lunak
ini juga dilengkapi dengan fitur visualisasi yang
membantu pengguna memahami dan menganalisis hasil
simulasi.
Sementara itu, Kazemaru adalah perangkat lunak
simulasi aliran udara yang juga digunakan dalam industri
pertambangan. Kazemaru memiliki kemampuan untuk
memodelkan sistem ventilasi tambang dengan berbagai
parameter, seperti kecepatan udara, tekanan, suhu, dan
kelembaban. Perangkat lunak ini juga dapat melakukan
analisis kualitas udara dalam tambang, termasuk
penyebaran partikel debu dan gas.
Dalam konteks PT. Dempo Maju Cemerlang, analisis
perbandingan antara VentSim dan Kazemaru dapat
memberikan informasi penting tentang keunggulan dan
163
ISSN: 2302-3333
keterbatasan masing-masing perangkat lunak dalam
mengoptimalkan sistem ventilasi tambang bawah tanah
mereka. Analisis ini dapat melibatkan pembandingan
fitur, antarmuka pengguna, kemudahan penggunaan,
keakuratan hasil simulasi, dan waktu yang dibutuhkan
untuk melakukan simulasi. Hasil analisis ini dapat
membantu PT. Dempo Maju Cemerlang dalam memilih
perangkat lunak yang paling sesuai dengan kebutuhan
mereka dalam merancang dan memantau sistem ventilasi
tambang bawah tanah mereka.
Salah satu perusahaan tambang emas bawah tanah
yang menerapkan teknologi shrinkage stoping adalah
PT. Dempo Maju Cemerlang. Shrinkage stoping
merupakan penambangan dengan cara membuat levellevel. Di dalam level-level tersebut dibuat stope
(lumbung), (Anggara, 2017). Dalam proses pengambilan
bijih, bijih tersebut dihancurkan secara langsung dan
dibiarkan berkumpul di lombong. Penambangan
dilakukan dengan potongan horizontal dimulai dari
bawah menuju ke atas melalui manway. Manways dibuat
di dekat pilar vertikal yang memisahkan stope yang
berdekatan.
Tambang Salido yang ditemukan oleh orang-orang
Belanda pada tahun 1669 merupakan tambang tua yang
disebut PT. Dempo Maju Cemerlang. Pada tambang
bawah tanah PT. Dempo Maju Cemerlang terdapat 8
lubang, dengan penamaan lubang dimulai dari lubang
Level 1 sampai lubang Level 8. Sedangkan untuk lubang
yang aktif beroperasi yaitu pada lubang Level 6 dan
Level 7.
Untuk melanjutkan analisis perbandingan antara
VentSim dan Kazemaru, Faktor-faktor yang mungkin
diperhatikan dalam perbandingan meliputi keandalan,
kecepatan
komputasi,
kemudahan
penggunaan,
kemampuan pemodelan, keakuratan hasil simulasi, dan
dukungan teknis. Dengan melakukan penelitian ini,
diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih
baik tentang perbedaan dan keunggulan masing-masing
perangkat lunak dalam konteks tambang bawah tanah.
Hasil penelitian ini dapat membantu manajemen
tambang dalam pengambilan keputusan terkait sistem
ventilasi yang optimal dan meningkatkan keselamatan
serta kesehatan pekerja tambang. Sehingga berdasarkan
pada kondisi yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara
Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada
Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang,
Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.”
Jurnal Bina Tambang, Vol. 8, No. 2
Gambar 1. Peta Wilayah IUP PT. Dempo Maju
Cemerlang
2.2 Keadaan Geologi
Secara umum geologi wilayah tersebut merupakan
daerah perbukitan dengan ketinggian antara 10 hingga
800 meter di atas permukaan laut yang memanjang dari
arah timur laut hingga barat daya.
Berdasarkan kerangka tektonik dari cekungancekungan sedimen Tersier Indonesia. Cekungan ini
terbentuk di sepanjang batas lempeng tumbukan dekat
zona subduksi, biasanya antara pulau-pulau di busur
nonvulkanik bagian luar dan busur vulkanik bagian
dalam, tempat terbentuknya batuan sedimen
dan
bercirikan serpih, napal, dan batugamping dengan
sisipan batuan vulkanik. . Satuan batuan pada daerah
penelitian meliputi lava andesit, kuarsit, dan batupasir
kuarsa.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Lokasi IUP Perusahaan
Secara administratif, PT. Operasi produksi emas
Dempo Maju Cemerlang terletak di Nagari Minang,
Kecamatan IV Kecamatan Jurai Pesisir Selatan.
Kegiatan operasiona (...truncated)