Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Bina Tambang, Aug 2023

Mine engineers can use simulation software such as VentSim and Kazemaru to optimize airflow within the mine and create effective ventilation systems. Comparative analysis between the two software can provide important information about the strengths and weaknesses of each software when optimizing their underground mine ventilation systems. Reliability, computing speed, ease of use, modeling capabilities, accuracy of simulation results, and technical support are some of the factors one might look at in a comparison between VentSim and Kazemaru. In addition, this analysis may include comparison of features, user interface, ease of use, accuracy of simulation results, and time required to perform simulations. Analysis of the data used is quantitative, based on the theory of calculation. The result is quantitative. The focus of the research is the ventilation system used in the PT Dempo Maju Cemerlang mine pit. Mine pit PT. Dempo Maju Cemerlang requires 28.99 m3/s of total air, but based on the conditions at the time the measurements were made, the required amount of air has not been met. The results of calculating the air quantity of the ventilation system used in PT. Dempo Maju Cemerlang is only 24.97 m3/s. Every mining pit of PT. Dempo Maju Cemerlang has a temperature of 22.5–24.1 °C. Air humidity ranges between 88% and 93%. In the simulations performed with ventsim and kazemaru software, Ventsim excels in several features, including dust distribution, visualization and graphing, ventilation efficiency analysis, financial simulations, and an attractive user interface. Keywords: Air Demand, Software, Ventilation System

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/125170/108249

Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

ISSN: 2302-3333 Jurnal Bina Tambang, Vol. 8, No. 2 Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Febri Yanda Praja Saddika1,*, Bambang Heriyadi 2 1 Departemen Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Padang * Abstract. Mine engineers can use simulation software such as VentSim and Kazemaru to optimize airflow within the mine and create effective ventilation systems. Comparative analysis between the two software can provide important information about the strengths and weaknesses of each software when optimizing their underground mine ventilation systems. Reliability, computing speed, ease of use, modeling capabilities, accuracy of simulation results, and technical support are some of the factors one might look at in a comparison between VentSim and Kazemaru. In addition, this analysis may include comparison of features, user interface, ease of use, accuracy of simulation results, and time required to perform simulations. Analysis of the data used is quantitative, based on the theory of calculation. The result is quantitative. The focus of the research is the ventilation system used in the PT Dempo Maju Cemerlang mine pit. Mine pit PT. Dempo Maju Cemerlang requires 28.99 m3/s of total air, but based on the conditions at the time the measurements were made, the required amount of air has not been met. The results of calculating the air quantity of the ventilation system used in PT. Dempo Maju Cemerlang is only 24.97 m3/s. Every mining pit of PT. Dempo Maju Cemerlang has a temperature of 22.5–24.1 °C. Air humidity ranges between 88% and 93%. In the simulations performed with ventsim and kazemaru software, Ventsim excels in several features, including dust distribution, visualization and graphing, ventilation efficiency analysis, financial simulations, and an attractive user interface. Keywords: Air Demand, Software, Ventilation System 1. Pendahuluan Sistem ventilasi sangat penting untuk kegiatan penambangan bawah tanah karena, berbeda dengan tambang terbuka, tambang bawah tanah memiliki ketersediaan udara yang sangat terbatas. Selain itu, ada debu yang dihasilkan oleh aktivitas penambangan, sehingga sistem ventilasi sangat penting untuk kegiatan penambangan bawah tanah. Sistem ventilasi yang efektif dalam tambang bawah tanah sangat penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan para pekerja. Perangkat lunak simulasi seperti VentSim dan Kazemaru dapat membantu insinyur tambang dalam merancang sistem ventilasi yang efisien dan mengoptimalkan aliran udara di dalam tambang. VentSim adalah perangkat lunak simulasi ventilasi tambang yang telah terbukti digunakan secara luas di industri pertambangan. Dengan VentSim, pengguna dapat memodelkan sistem ventilasi tambang secara rinci, termasuk perancangan jaringan jalur udara, perhitungan tekanan dan kecepatan aliran udara, serta analisis distribusi gas dan debu dalam tambang. Perangkat lunak ini juga dilengkapi dengan fitur visualisasi yang membantu pengguna memahami dan menganalisis hasil simulasi. Sementara itu, Kazemaru adalah perangkat lunak simulasi aliran udara yang juga digunakan dalam industri pertambangan. Kazemaru memiliki kemampuan untuk memodelkan sistem ventilasi tambang dengan berbagai parameter, seperti kecepatan udara, tekanan, suhu, dan kelembaban. Perangkat lunak ini juga dapat melakukan analisis kualitas udara dalam tambang, termasuk penyebaran partikel debu dan gas. Dalam konteks PT. Dempo Maju Cemerlang, analisis perbandingan antara VentSim dan Kazemaru dapat memberikan informasi penting tentang keunggulan dan 163 ISSN: 2302-3333 keterbatasan masing-masing perangkat lunak dalam mengoptimalkan sistem ventilasi tambang bawah tanah mereka. Analisis ini dapat melibatkan pembandingan fitur, antarmuka pengguna, kemudahan penggunaan, keakuratan hasil simulasi, dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi. Hasil analisis ini dapat membantu PT. Dempo Maju Cemerlang dalam memilih perangkat lunak yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dalam merancang dan memantau sistem ventilasi tambang bawah tanah mereka. Salah satu perusahaan tambang emas bawah tanah yang menerapkan teknologi shrinkage stoping adalah PT. Dempo Maju Cemerlang. Shrinkage stoping merupakan penambangan dengan cara membuat levellevel. Di dalam level-level tersebut dibuat stope (lumbung), (Anggara, 2017). Dalam proses pengambilan bijih, bijih tersebut dihancurkan secara langsung dan dibiarkan berkumpul di lombong. Penambangan dilakukan dengan potongan horizontal dimulai dari bawah menuju ke atas melalui manway. Manways dibuat di dekat pilar vertikal yang memisahkan stope yang berdekatan. Tambang Salido yang ditemukan oleh orang-orang Belanda pada tahun 1669 merupakan tambang tua yang disebut PT. Dempo Maju Cemerlang. Pada tambang bawah tanah PT. Dempo Maju Cemerlang terdapat 8 lubang, dengan penamaan lubang dimulai dari lubang Level 1 sampai lubang Level 8. Sedangkan untuk lubang yang aktif beroperasi yaitu pada lubang Level 6 dan Level 7. Untuk melanjutkan analisis perbandingan antara VentSim dan Kazemaru, Faktor-faktor yang mungkin diperhatikan dalam perbandingan meliputi keandalan, kecepatan komputasi, kemudahan penggunaan, kemampuan pemodelan, keakuratan hasil simulasi, dan dukungan teknis. Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan dan keunggulan masing-masing perangkat lunak dalam konteks tambang bawah tanah. Hasil penelitian ini dapat membantu manajemen tambang dalam pengambilan keputusan terkait sistem ventilasi yang optimal dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan pekerja tambang. Sehingga berdasarkan pada kondisi yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.” Jurnal Bina Tambang, Vol. 8, No. 2 Gambar 1. Peta Wilayah IUP PT. Dempo Maju Cemerlang 2.2 Keadaan Geologi Secara umum geologi wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 10 hingga 800 meter di atas permukaan laut yang memanjang dari arah timur laut hingga barat daya. Berdasarkan kerangka tektonik dari cekungancekungan sedimen Tersier Indonesia. Cekungan ini terbentuk di sepanjang batas lempeng tumbukan dekat zona subduksi, biasanya antara pulau-pulau di busur nonvulkanik bagian luar dan busur vulkanik bagian dalam, tempat terbentuknya batuan sedimen dan bercirikan serpih, napal, dan batugamping dengan sisipan batuan vulkanik. . Satuan batuan pada daerah penelitian meliputi lava andesit, kuarsit, dan batupasir kuarsa. 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Lokasi IUP Perusahaan Secara administratif, PT. Operasi produksi emas Dempo Maju Cemerlang terletak di Nagari Minang, Kecamatan IV Kecamatan Jurai Pesisir Selatan. Kegiatan operasiona (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/125170/108249
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/view/125170/108249

praja febri yanda, bambang heriyadi. Analisis Kebutuhan Kualitas dan Kuantitas Udara Menggunakan Software Ventsim dan Kazemaru pada Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Bina Tambang, 2023, pp. 163-171,