Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto

Bina Tambang, Jun 2021

There are two kinds of underground mining systems which are natural ventilation systems and mechanical ventilation systems. The air quantity at the front of J6 and J7 does not meet the permitted standards in the Minister of Energy and Mineral Resources RI No. 1827 K / 30 / MEM / 2018. The air quantity at the front of J6 is 1,136m3 / second the air needed is 7,233 m3 / second and the amount of air in front of J7 is 1,528 m3 / second while the amount needed is at 7,167 m3 / second. At Front Junction 6, the available air demand is 1,136 m3 / sec while the air required is 7,233m3 / sec. A blower of 8.3 Kw ≈ 10.5 Kw is needed, and at the front of Junction 7 the available air demand is 1,528 m3 / s, the air needed is 7,167 m3 / s for the air demand when mining activities are needed, the blower power is 8.9 Kw ≈ 10,5 Kw. New air circulation modeling design using Kazemaru software.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/112909/105279

Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto

Jurnal Bina Tambang, Vol.6 , No. 3 ISSN: 2302-3333 Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto Noval Satria 1*, Bambang Heriyadi1** 1 Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang * ** Abstract. There are two kinds of underground mining systems which are natural ventilation systems and mechanical ventilation systems. The air quantity at the front of J6 and J7 does not meet the permitted standards in the Minister of Energy and Mineral Resources RI No. 1827 K / 30 / MEM / 2018. The air quantity at the front of J6 is 1,136m3 / second the air needed is 7,233 m3 / second and the amount of air in front of J7 is 1,528 m3 / second while the amount needed is at 7,167 m3 / second. At Front Junction 6, the available air demand is 1,136 m3 / sec while the air required is 7,233m3 / sec. A blower of 8.3 Kw ≈ 10.5 Kw is needed, and at the front of Junction 7 the available air demand is 1,528 m3 / s, the air needed is 7,167 m3 / s for the air demand when mining activities are needed, the blower power is 8.9 Kw ≈ 10,5 Kw. New air circulation modeling design using Kazemaru software. Keywords: Vetilation Lines, Ventilation Network Sistem,Underground Mining, Air Quality and Air Quantity 1 Pendahuluan PT. Allied Indo Coal (PT. AIC) merupakan perusahaan umum yang melakukan penambangan batubara dengan jenis perusahaan PKB2B (Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Tambang Batubara) sesuai kontrak No.J2/Ji.Du/25/1985 pada tanggal 21 Agustus 1985. Pada tahun 2001 kegiatan penambangan sempat mengalami gangguan dengan adanya permasalahan tambang rakyat, selain itu striping ratio penambangan semakin tinggi, PT. AICmelakukan pengembangan tambang terbuka ke tambang bawah tanah yang diresmikan pada bulan Oktober 2003, kegiatan operasional tambang bawah tanah dilaksanakan oleh kontraktor Telagabara Makmur Sejati (TMS). Namun pada tahun 2008 PT. Allied Indo Coal berubah nama menjadi PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan izin Walikota berupa Kuasa Penambangan dengan luas area 372,40 Ha, kemudian pada tanggal 4 april 2010 izin Kuasa Penambangan menjadiIzin Usaha Penambangan (IUP) dengan luas area 372,40 Ha. Pada tambang bawah tanah PT. AICJ terdapat dua lapisan batubara yaitu lapisan B dan lapisan C. Dimana pada lapisan B terdapat tunnel 1, tunnel 2, tunnel 5 dan tunnel 6. Ketebalan lapisan B berkisar 2,5 meter sampai 3 meter dan kalori yang dikandungnya berkisar 5500- 6200 kalori/kg. Sedangkan pada lapisan C terdapat tunnel 3, tunnel 4 dan tunnel mainshaft. Ketebalan lapisan C berkisar 3 meter sampai 7 meter dan kalori yang dikandungnya berkisar 6200-7000 kalori/kg. Bisa kita lihat pada gambar di bawah terdapat lapisan-lapisan batubara, dimana lapisan batubara paling atas disebut dengan lapisan B dan lapisan batubara paling bawah disebut dengan lapisan C. Gambar 1. Lapisan Batubara Tambang Bawah Tanah PT. AICJ 166 Pada kegiatan penambangan bawah tanah, perencanaan dan sistem ventilasi merupakan hal yang penting.Ini dikarenakan pada tambang bawah tanah aliran udara terbatas, sedangkan pada tambang terbuka keberadaan udaranya tidak terbatas[1] Jadi, perencanaan dan sistem ventilasi sangat diperlukan untuk menyuplay udara segar bagi para pekerja tambang, mengeluarkan gas-gas kotor, dan mengeluarkan debu hingga ambang batas yang diperkenankan, serta mengatur panas dan kelembaban udara di dalam tambang. Dengan adanya perencanaan dan sistem ventilasi yang baik dari segi kualitas dan kuantitas udara maka akan meningkatkan kenyamanan dan meningkatkan efisiensi kerja bagi para pekerja tambang bawah tanah [2]. Sistem jaringan ventilasi yang digunakan pada tunnelmainshaft dan auxiliaryshaft adalahsistem hembus (forcing system) menggunakan lokal fan dan dibantu dengan flexible duct menuju front penambangan, dengan jumlah lokal fan 4KW sebanyak 2 unit, lokal fan 1,7 KW sebanyak 2 unit, lokal fan 10,5 KW sebanyak 1 unit dan lokal fan 11 KW sebanyak 1 unit. Pada tunnel ini, tidak terdapatnya mainfan di penampang tunnel dan baru ditemukan lokal fan pada kedalaman 217 meter, seperti pada gambar berikut ini. di tunnelmainshaft dan auxiliaryshaft perlu diperbaharui karena suplay udara ke front penambangan tidak tercukupi, sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Mengevaluasi ventilasi menggunakan software kazemaru. Selain itu, dilakukan juga pengkajian terhadap beberapa parameter yang meliputi kualitas dan kuantitas udara, jumlah lokal fan dan, jumlah pekerja, jumlah emisi gas sehingga perencanaan dan sistem ventilasi dapat dirancang secara maksimal. 2 Lokasi Penelitian Secara administrasi wilayah IUP OP Batubara PT. Allied Indo Coal Jaya berada di Parambahan Desa Batu Tanjung Kec. Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat yang secara geografis berada pada koordinat 000o 35’34,00” - 000o 36’ 48,30” LS dan 100o 47’ 24,00” - 100o 48’ 44,80” BT. Jarak antara daerah penambangan dengan Kota Padang ± 90 km disebelah timur Kota Padang, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua pada jalan lintas Sumatera selama ± 2-3 jam. Gambar 2. Lokal Fan pada Kedalaman 217 meter Aturan perhitungan penyediaan kebutuhan udara bersih minimum didasarkan kepada Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No 1827 K/30/MEM/2018 pada halaman 109 tentang ventilasi]. Kecepatan aliran udara yang dihasilkan pada front J6 adalah 5,8 m/s dan pada front J7 adalah 7,8 m/s. Namun semakin majunya kegiatan penambangan yang dilakukan pada front menyebabkan tekanan angin yang sampai di front berkurang, akibatnya sirkulasi udara pada front penambangan kurang baik sehingga berdasarkan pengukuran yang dilakukan temperatur efektifnya 29°C yang seharusnya 18°C-24°C. Masalah tersebut dapat mengurangi efisiensi kerja dan kenyamanan para pekerja tambang dalam melaksanakan pekerjaan[3]. Untuk itu, perencanaan dan sistem ventilasi Gambar 3. Lokasi PT. Allied Indo Coal Jaya Wilayah IUP OP Batubara PT. AIC Jaya, bagian Utara berbatasan dengan wilayah IUP OP Batubara PT. Miyor dan CV. Air Mata Emas. Bagian Timur berbatasan dengan wilayah IUP OP PT. Kurnia Cahaya Prima (Kabupaten Sijunjung). Bagian Selatan berbatasan dengan wilayah IUP OP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati. Bagian Barat berbatasan dengan Desa Salak dan Desa Sijantang Koto,Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. 167 Gambar 4. Wilayah Operasi dan Penambangan PT. AICJ Izin Usaha 2.1 Keadaan Geologi Umum Secara umum morfologi atau bentang alam wilayah IUP OP Batubara PT. AICJ pada bagian merupakan perbukitan yang memanjang relative Barat lautTenggara dengan kemiringan lereng berkisar antara 250600. Kenampakan morfologi telah mengalami perubahan dari morfologi sebelumnya sebagai akibat aktifitas penggalian atau penambangan, dengan kemiringan lereng berubah menjadi lebih terjal pada front tambang terbuka. Ketinggian bukit berkisar antara 250 – 530 mdpl, dengan puncak tertinggi berada pada lereng Utara berupa perbuki (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/112909/105279
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/view/112909/105279

Noval Satria, Bambang Heriyadi. Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto, Bina Tambang, 2021, pp. 166-180,