Evaluasi & Analisis Rencana Perubahan Jalur Ventilasi Untuk Kebutuhan Lubang Pendididikan Tambang Bawah Tanah Ombilin 1 (Sawahluwung) PT. Bukit Asam Tbk - UPO

Bina Tambang, Mar 2019

Abstract. PT Bukit Asam Tbk Ombilin Mining Unit (UPO-PTBA) is the oldest underground coal mine in Indonesia, due to the activity of the penambangannya has been performed since the colonial Netherlands.Ventilation system in underground mine Sawahluwung using suction system (exhaust) air out the quantity of 35.10 m3/s, while the quantity of incoming air of 34.50 m3/s through the three holes of entry i.e. Adit Sawahluwung + 214 of 23.00 m3/s, Adit Sawahluwung + 223 of 6.50 m3/s and head of Sapan II of 5.00 m3/s. The amount of air entering the air out there is a difference of 0.60 m3/s caused by air leaks in the duct wall Mine Fan.Hand in hand towards post-war mines, PTBA UPO plans make preparing hole and education as a means of education for the world of education and society, then closing and pengedaman done on the area J6-J8, J7-J9, J1-Bak Pumps LS II. The pattern of air flow enters starts from the Adit Sa.Keywords: The Need Of Air, Ventilation System, Tunnel Education,Kepmen.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/103467/101340

Evaluasi & Analisis Rencana Perubahan Jalur Ventilasi Untuk Kebutuhan Lubang Pendididikan Tambang Bawah Tanah Ombilin 1 (Sawahluwung) PT. Bukit Asam Tbk - UPO

ISSN: 2302-3333 Jurnal Bina Tambang, Vol. 4, No. 1 Evaluasi & Analisis Rencana Perubahan Jalur Ventilasi Untuk Kebutuhan Lubang Pendididikan Tambang Bawah Tanah Ombilin 1 (Sawahluwung) PT. Bukit Asam Tbk - UPO Alman syarif1*, and Bambang Heriyadi1** 1 Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Indonesia * **bambang Abstract. PT Bukit Asam Tbk Ombilin Mining Unit (UPO-PTBA) is the oldest underground coal mine in Indonesia, due to the activity of the penambangannya has been performed since the colonial Netherlands. Ventilation system in underground mine Sawahluwung using suction system (exhaust) air out the quantity of 35.10 m3/s, while the quantity of incoming air of 34.50 m3/s through the three holes of entry i.e. Adit Sawahluwung + 214 of 23.00 m3/s, Adit Sawahluwung + 223 of 6.50 m3/s and head of Sapan II of 5.00 m3/s. The amount of air entering the air out there is a difference of 0.60 m3/s caused by air leaks in the duct wall Mine Fan. Hand in hand towards post-war mines, PTBA UPO plans make preparing hole and education as a means of education for the world of education and society, then closing and pengedaman done on the area-J8 J6, J7J9, J1Bak Pumps LS II. The pattern of air flow enters starts from the Adit Sawahluwung. Keywords: Underground Mining, The Need Of Air, Ventilation System, Tunnel Education, Kepmen. 1. Pendahuluan PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin (PTBA-UPO) merupakan perusahaan pertambangan batubara bawah tanah yang tertua di Indonesia karena aktivitas penambangannya telah dilakukan semenjak jaman kolonial Belanda. PTBA-UPO melakukan penambangan dengan metode long wall manual, long wall semi mekanis, long wall mekanis dan room and pillar. Seiring berjalannya waktu, tambang bawah tanah PTBA-UPO saat ini sedang menuju kegiatan pasca tambang dan berencana meninggalkan sebahagian lokasi tambangnya akan dijadikan lubang pendidikan, yang direncanakan sebagai tempat pendidikan dan latihan cara melakukan pemboran, peledakan, penyanggaan, kegiatan ventilasi dan lain sebagainya. Penutupan sebagian besar lokasi tambang bawah tanah PTBA-UPO akan dilakukan dengan pembuatan dam pada lokasi J6, J7, J1 dan Lurah Sapan II[1]. Untuk posisi mesin angin induk pada saat ini berada pada lubang Lurah Sapan II dan direncanakan penempatannya dekat lubang Adit Sawahluwung +223. Kondisi udara ventilasi saat ini pada tambang bawah tanah Sawahluwung melalui 3 jalur yaitu dari Adit Sawahluwung +214 , Adit Sawahluwung +223 dan pintu Lurah Sapan II +214,5. Pola aliran udara masuk dimulai dari Adit Sawahluwung – J.4 – J.3 – J.2 – J.6 – J.8 - .52 – J.53 – J.51 – J .2C – J.4C – J.3C . Sedangkan aliran udara keluar dari J.3C – J.64 – J.1C – J.57 – J.56 – J.65 – J.46 – J.9 – J.7 – J.1 – keluar. Panjang Jalur ventilasi saat ini ± 6 km dan bila dijadikan untuk lubang pendidikan akan menjadi ± 1,8 km. Dengan ditutupnya front penambangan batubara di tambang bawah tanah Ombilin I (Sawahluwung) maka mesin angin yang biasa dipergunakan untuk kebutuhan mensuplai udara ke front jadi stand by, dan untuk kebutuhan udara lubang pendidikan maka mesin angin tersebut akan dimanfaatkan sebagai exhaut fan. Untuk memenuhi kebutuhan udara pada tambang bawah tanah PTBA-UPO perlu dilakukan pengkajian terhadap beberapa parameter yang meliputi kapasitas mesin angin induk, jumlah pekerja, jumlah orang/tamu yang masuk, jumlah emisi gas methan, jumlah peralatan mesin yang beroperasi serta kondisi suhu dan kelembaban. 252 Peraturan yang mengatur mengenai sistem ventilasi tambang bawah tanah terdapat dalam Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995[2]. Peraturan tersebut mengatur jumlah udara yang harus dipenuhi dan kualitas udara yang harus dicapai agar memenuhi prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Peraturan tersebut menjadi parameter kelayakan dari sebuah sistem ventilasi tambang bawah tanah di Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji hasil pemetaan di lapangan dengan tujuan utama sebagai berikut: Mendapatkan data kualitas dan kuantitas udara pada lubang tambang bawah tanah PT. Bukit Asam UPO Sawahluwung, Memperoleh kuantitas udara yang harus dialirkan untuk keperluan lubang pendidikan & operasional penambangan pada tambang bawah tanah PT. Bukit Asam UPO Sawahluwung,Menghasilkan rancangan sistem ventilasi yang baik pada lubang tambang PT. Bukit Asam UPO Sawahluwung. 2. Lokasi Penelitian Secara geografis PT. Batubara Bukit Asam Tbk, Unit Pertambangan Ombilin terletak pada Koordinat 100 ⁰ 44 ’ – 100⁰ 50 ’ Bujur timur dan 0 ⁰ 35 ’ – 0 ⁰ 43 ’ Lintang Selatan. Tambang ini berada di Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat yang berjarak 90 km dari kota padang melalui jalan raya Indarung. Lokasi daerah penambangan meliputi Sawahluwung, Sawah Rasau V, Sigalut, Langkok, Waringin dan Sugar dengan luas IUP 2.935 Ha. Untuk kesampaian daerah sawahlunto dapat dilihat pada gambar berikut : 3. Kajian Teori Sistem ventilasi adalah salah satu yang di pergunakan dalam tambang bawah tanah[3], Oleh karena itu sangatlah perlu di perhatikan kondisi maupun perawatan. Untuk memperoleh informasi yang terinci mengenai kuantitas dan kualitas udara tambang bawah tanah pada sistem jaringan ventilasi, maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sistem ventilasi yang ada, yaitu mengadakan pengukuran dan pengamatan terhadap ventilasi, sehingga dapat diketahui arah aliran atau sirkulasi udara, kuantitas udara yang memenuhi persyaratan yang berlaku. 3.1. Pengendalian Kualitas Udara Tambang 3.1.1 Perhitungan Keperluan Udara Segar Jenis kegiatan manusia dapat dibedakan, yaitu : a. Dalam keadaan istirahat b. Dalam kegiatan kerja moderat, misalnya kerja kantor c. Dalam kegiatan kerja keras, misalnya olahraga atau kerja tambang. Laju pernafasan per menit didefinisikan sebagai banyaknya udara dihirup dan dihembuskan per satuan waktu satu menit. Pada manusia yang bekerja keras, angka bagi pernafasan ini (respiratori quotient) sama dengan satu, yang berati bahwa jumlah CO2 yang dihembuskan sama dengan jumlah O2 yang dihirup pada pernafasannya. Gambaran mengenai keperluan oksigen pada pernafasan pada tiga jenis kegiatan manusia secara umum dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Keperluan Oksigen untuk Pernafasan Manusia Berdasarkan Jenis Kegiatan 3.1.2 Kelembaban Relatif Udara Kelembaban relatif udara merupakan bilangan yang dinyatakan dalam persen (%) yang menunjukkan perbandingan antara jumlah uap yang dikandung udara pada temperatur tertentu terhadap jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung pada temperatur yang sama. Pada dasarnya kandungan uap air dalam udara akan memiliki temperature yang lebih hangat dibandingkan dengan uap air yang tercampur dalam udara dingin. Untuk menentukan kelembaban relatif (RH) dapat dilihat menggunakan tabel berikut : Gambar 1. Peta Area Penambangan PT Pamapersada Nusantara Jobsite TOPB 253 Tabel 2. Tabel Kelembaban Relatif Gambar 3. Hubungan Antara Efisiensi Kerja dan Temperatur Efektif 3.1.4 Standar Kualitas Udara Tambang (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/103467/101340
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/view/103467/101340

Akman Syarif, Bambang Heriyadi. Evaluasi & Analisis Rencana Perubahan Jalur Ventilasi Untuk Kebutuhan Lubang Pendididikan Tambang Bawah Tanah Ombilin 1 (Sawahluwung) PT. Bukit Asam Tbk - UPO, Bina Tambang, 2019, pp. 252-265,