ANALISIS PENURUNAN SUHU UDARA DI AREA PRODUKSI TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, UNIT PENAMBANGAN OMBILIN, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT

Bina Tambang, Sep 2015

PT. Bukit Asam – UPO is one of coal underground mining which conduct mine activity in Ombilin I (Sawahluwung), Ombilin II (Waringin-Sugar) and Ombilin III ( Sigalut). At underground mining, ventilation system is really important for human’s breathing need (worker), to netralize toxic gases, reduce ash concentration and control temperature . Ventilation system in Sawah Luwung underground mining used suction system with 32,76 m3/second air out quantity, while for air in is 32,33 m3/s through three in pit such as Adit Sawahluwung amount of 23,32 m3/s, Lurah Sapan I 6,81 m3/s and 2,28 m3/s in Lurah Sapan II. The difference of quantity of air in with air out is 0,43 m3/s which possible caused by adding air in in Mine Vein. The actual air temperature at work/production J14C front area is 26oC and 27oC for front J15C. Air Temperature decreasing is been done with two method such as putting ice in and out of thermos bottle. For thermos bottle trial it is conducted the number of air temperature decreasing in Front J15C is about 2,5oC – 3oC, while for front J14C is conducted 2oC – 2,5oC. Meanwhile without thermos bottle trial (putting ice in open section), temperature decreasing is 3oC – 3,5oC, and also 3oC in front J14. The result of air temperature decreasing between front J15C and J14C are different, which caused by the difference of duct length and the duct length in J15C is 15 meters and for J14C is 71 meters length. Based on this research, the tenacity of ice is 3 – 3,5 hours.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/5285/4170

ANALISIS PENURUNAN SUHU UDARA DI AREA PRODUKSI TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, UNIT PENAMBANGAN OMBILIN, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT

ANALISIS PENURUNAN SUHU UDARA DI AREA PRODUKSI TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH PT. BUKIT ASAM (Persero) Tbk, UNIT PENAMBANGAN OMBILIN, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT FEDI PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG SEPTEMBER 2015 ANALISIS PENURUNAN SUHU UDARA DI AREA PRODUKSI TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, UNIT PENAMBANGAN OMBILIN, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT Fedi1, Bambang Heriyadi2, Yoszi Mingsi Anaperta2 S1 Teknik Pertambangan FT Universitas Negeri Padang Email : ABSTRACT PT. Bukit Asam – UPO is one of coal underground mining which conduct mine activity in Ombilin I (Sawahluwung), Ombilin II (Waringin-Sugar) and Ombilin III ( Sigalut). At underground mining, ventilation system is really important for human’s breathing need (worker), to netralize toxic gases, reduce ash concentration and control temperature . Ventilation system in Sawah Luwung underground mining used suction system with 32,76 m3/second air out quantity, while for air in is 32,33 m3/s through three in pit such as Adit Sawahluwung amount of 23,32 m3/s, Lurah Sapan I 6,81 m3/s and 2,28 m3/s in Lurah Sapan II. The difference of quantity of air in with air out is 0,43 m3/s which possible caused by adding air in in Mine Vein. The actual air temperature at work/production J14C front area is 26oC and 27oC for front J15C. Air Temperature decreasing is been done with two method such as putting ice in and out of thermos bottle. For thermos bottle trial it is conducted the number of air temperature decreasing in Front J15C is about 2,5oC – 3oC, while for front J14C is conducted 2oC – 2,5oC. Meanwhile without thermos bottle trial (putting ice in open section), temperature decreasing is 3oC – 3,5oC, and also 3oC in front J14. The result of air temperature decreasing between front J15C and J14C are different, which caused by the difference of duct length and the duct length in J15C is 15 meters and for J14C is 71 meters length. Based on this research, the tenacity of ice is 3 – 3,5 hours. Keywords : Ice, Quantity, Quality, Temperature, Front Of Mining A. Pendahuluan Pada kegiatan penambangan bawah tanah, sistem ventilasi merupakan hal yang penambangan yang meneyebabkan debu sehingga sangat penting adanya ventilasi dalam tambang bawah tanah. penting, karena tambang bawah tanah Apabila tidak ada ventilasi dalam berbeda dengan tambang terbuka yang tambang bawah tanah maka para pekerja keberadaan udaranya terbatas. Di dalam akan susah bernafas dan yang terburuk bisa tambang bawah tanah udara yang ada menyebabkan kematian. Dengan adanya sangat terbatas serta didukung aktifitas ventilasi dalam tambang bawah tanah maka para pekerja akan nyaman serta menerima sistem ventilasi sehingga peningkatan suhu udara yang baik ketika bekerja. udara di area kerja pada tambang batubara Pada tambang bawah tanah sistem ventilasi sangat berperan penting guna memenuhi kebutuhan pernapasan manusia (pekerja) dan juga untuk menetralkan gasgas beracun, mengurangi konsentrasi debu yang berada di dalam udara tambang dan untuk mengatur temperatur udara tambang sehingga akan tercipta kondisi kerja yang aman dan nyaman. Jika temperatur udara di area produksi berada di atas ambang ratarata yang diperbolehkan oleh KEPMEN555K yaitu berkisar antara 18°C-24°C maka kondisi kerja para penambang akan bawah tanah tidak dapat dihindarkan. Pada tambang batubara bawah tanah yang paling penting ditinjau dari segi kondisi keadaan kerja yang nyaman bagi para pekerja yaitu dengan cara berupaya menurukan suhu udara di area produksi yang saat ini masih diatas rata-rata yaitu sebesar 26°C-27°C menjadi suhu 24°C sehingga para pekerja yang bekerja di area produksi dapat lebih nyaman dalam bekerja dan hasil produksi yang dicapai juga lebih maksimal, hal ini juga didukung dengan sistem ventilasi yang baik. mengalami penurunan efisiensi. Pada suatu tambang batubara bawah tanah (underground mine), dapat diasumsikan terjadi berbagai jenis sumber panas yang dapat meningkatkan suhu udara di area tambang bawah tanah. Diantaranya panas dari batuan, panas dari peralatan yang kita gunakan, dan panas dari badan para pekerja yang bekerja itu sendiri. Ditambah dengan minimnya pengontrolan Pada prinsipnya dalam sistem ventilasi tambang, udara akan mengalir dari kondisi bertemperatur rendah ke temperatur panas. Jadi udara yang bertemperatur rendah akan berusaha pergi ke tempat/area yang bertemperatur panas seperti di daerah produksi. Pada tambang bawah tanah Sawahluwung PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Penambangan Ombilin dari segi suhu area kerja/produksi masih tinggi. Dari data situasi suhu udara tambang bawah Luasan penampang luasnya tidak terowongan tanah Sawahluwung bulan Maret 2015 yang diketahui suhu di area J11C sebesar 26°C- penampang yang ada, hal ini dikarenakan 27°C, area J12C 26°C-28°C, area J14C adanya sebesar 26°C-27°C, dan area J15C sebesar bellconveyor 26°C-27°C. Untuk itu diperlukan usaha seharusnya lancar masuk kedalam tambang untuk menurunkan suhu udara di area menjadi terhambat. kerja/produksi tambang batubara bawah tanah PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Penambangan Ombilin. tumpukan sesuai material sehingga dengan dan jalur udara yang Untuk menciptakan kondisi kerja yang nyaman bagi pekerja perlu dilakukan pengkajian terhadap beberapa parameter Kemudian agar udara yang masuk yang meliputi jumlah pekerja, jumlah gas ke dalam tambang bawah tanah dapat methan, jumlah peralatan mesin yang sesuai dengan kebutuhan udara yang beroperasi dibutuhkan maka kelembaban oleh para pekerja, serta udara kondisi suhu sehingga dan dengan diperlukan perhitungan jumlah karyawan dilakukan pengkajian terhadap parameter yang bekerja di dalam tambang bawah ini dapat ditentukan berapa kuantitas udara tanah, yang menghitung luas penampang terowongan, menghitung kecepatan angin, diperlukan untuk kelangsungan operasional. jumlah angin masuk dan yang keluar dari dalam tambang bawah tanah tersebut. penelitian dengan memperoleh data yang B. Metode Penelitian Dalam menggunakan penelitian metodologi ini penulis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif, adalah berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (Sugiono, 2012:8) Dalam pelaksanakan penelitian ini terdapat data primer yang didapat langsung Bagian Kestam = 1 orang Jumlah = 8 orang dari lapangan, seperti data kecepatan angin, Maka kebutuhan udara untuk pernafasan adalah penampang terowongan dan penampang Q = 8 orang/gilir x 0,1 m3/detik/orang = 0,8 m3/detik jalur udara, suhu dan lain lain. Data sekunder juga dimasukkan dalam penelitian Pada front J13C kuantitas udara di ini yang didapat dari perusahaan. front J13C yaitu 3,29 m3/detik. Jika Dari data tersebut dapat dihitung kebutuhan udara untuk pernafasan 0,1 operasional m3/detik/orang, maka jumlah pekerja penambangan, perhitungan kuantitas udara maksimum yang diperbolehkan berada pada tambang bawah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/download/5285/4170
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/mining/article/view/5285/4170

Fedi Fedi, Bambang Heriyadi, Anaperta Yoszi Mingsi. ANALISIS PENURUNAN SUHU UDARA DI AREA PRODUKSI TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, UNIT PENAMBANGAN OMBILIN, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT, Bina Tambang, 2015, pp. 232-246,