Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto
ISSN: 2302-3333
Jurnal Bina Tambang, Vol.5 , No. 4
Perencanaan Jalur Ventilasi dan Sistem Jaringan Ventilasi
Udara Pada Tunnel Mainshaft Auxiliaryshaft Tambang Bawah
Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Sawah Lunto
Noval Satria 1*, Bambang Heriyadi1**
1
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
*
**
Abstract. There are two kinds of underground mining systems which are natural ventilation systems and
mechanical ventilation systems. The air quantity at the front of J6 and J7 does not meet the permitted
standards in the Minister of Energy and Mineral Resources RI No. 1827 K / 30 / MEM / 2018. The air
quantity at the front of J6 is 1,136m3 / second the air needed is 7,233 m3 / second and the amount of air
in front of J7 is 1,528 m3 / second while the amount needed is at 7,167 m3 / second. At Front Junction 6,
the available air demand is 1,136 m3 / sec while the air required is 7,233m3 / sec. A blower of 8.3 Kw ≈
10.5 Kw is needed, and at the front of Junction 7 the available air demand is 1,528 m3 / s, the air needed
is 7,167 m3 / s for the air demand when mining activities are needed, the blower power is 8.9 Kw ≈ 10,5
Kw. New air circulation modeling design using Kazemaru software.
Keywords: Vetilation Lines, Ventilation Network Sistem,Underground Mining, Air Quality and Air Quantity
6200 kalori/kg. Sedangkan pada lapisan C terdapat
tunnel 3, tunnel 4 dan tunnel mainshaft. Ketebalan
lapisan C berkisar 3 meter sampai 7 meter dan kalori
yang dikandungnya berkisar 6200-7000 kalori/kg. Bisa
kita lihat pada gambar di bawah terdapat lapisan-lapisan
batubara, dimana lapisan batubara paling atas disebut
dengan lapisan B dan lapisan batubara paling bawah
disebut dengan lapisan C.
1 Pendahuluan
PT. Allied Indo Coal (PT. AIC) merupakan perusahaan
umum yang melakukan penambangan batubara dengan
jenis perusahaan PKB2B (Perjanjian Kerjasama
Pengusahaan Tambang Batubara) sesuai kontrak
No.J2/Ji.Du/25/1985 pada tanggal 21 Agustus 1985.
Pada tahun 2001 kegiatan penambangan sempat
mengalami gangguan dengan adanya permasalahan
tambang rakyat, selain itu striping ratio penambangan
semakin tinggi, PT. AICmelakukan pengembangan
tambang terbuka ke tambang bawah tanah yang
diresmikan pada bulan Oktober 2003, kegiatan
operasional tambang bawah tanah dilaksanakan oleh
kontraktor Telagabara Makmur Sejati (TMS). Namun
pada tahun 2008 PT. Allied Indo Coal berubah nama
menjadi PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ)
merupakan izin Walikota berupa Kuasa Penambangan
dengan luas area 372,40 Ha, kemudian pada tanggal 4
april 2010 izin Kuasa Penambangan menjadiIzin Usaha
Penambangan (IUP) dengan luas area 372,40 Ha.
Pada tambang bawah tanah PT. AICJ terdapat dua
lapisan batubara yaitu lapisan B dan lapisan C. Dimana
pada lapisan B terdapat tunnel 1, tunnel 2, tunnel 5 dan
tunnel 6. Ketebalan lapisan B berkisar 2,5 meter sampai
3 meter dan kalori yang dikandungnya berkisar 5500-
Gambar 1. Lapisan Batubara Tambang Bawah Tanah
PT. AICJ
31
Pada kegiatan penambangan bawah tanah,
perencanaan dan sistem ventilasi merupakan hal yang
penting.Ini dikarenakan pada tambang bawah tanah
aliran udara terbatas, sedangkan pada tambang terbuka
keberadaan udaranya tidak terbatas[1] Jadi, perencanaan
dan sistem ventilasi sangat diperlukan untuk menyuplay
udara segar bagi para pekerja tambang, mengeluarkan
gas-gas kotor, dan mengeluarkan debu hingga ambang
batas yang diperkenankan, serta mengatur panas dan
kelembaban udara di dalam tambang. Dengan adanya
perencanaan dan sistem ventilasi yang baik dari segi
kualitas dan kuantitas udara maka akan meningkatkan
kenyamanan dan meningkatkan efisiensi kerja bagi para
pekerja tambang bawah tanah [2].
Sistem jaringan ventilasi yang digunakan pada
tunnelmainshaft dan auxiliaryshaft adalahsistem hembus
(forcing system) menggunakan lokal fan dan dibantu
dengan flexible duct menuju front penambangan, dengan
jumlah lokal fan 4KW sebanyak 2 unit, lokal fan 1,7 KW
sebanyak 2 unit, lokal fan 10,5 KW sebanyak 1 unit dan
lokal fan 11 KW sebanyak 1 unit. Pada tunnel ini, tidak
terdapatnya mainfan di penampang tunnel dan baru
ditemukan lokal fan pada kedalaman 217 meter, seperti
pada gambar berikut ini.
di tunnelmainshaft dan auxiliaryshaft perlu diperbaharui
karena suplay udara ke front penambangan tidak
tercukupi, sehingga sirkulasi udara dapat berjalan
dengan baik.
Mengevaluasi ventilasi menggunakan software
kazemaru. Selain itu, dilakukan juga pengkajian terhadap
beberapa parameter yang meliputi kualitas dan kuantitas
udara, jumlah lokal fan dan, jumlah pekerja, jumlah
emisi gas sehingga perencanaan dan sistem ventilasi
dapat dirancang secara maksimal.
2 Lokasi Penelitian
Secara administrasi wilayah IUP OP Batubara PT.
Allied Indo Coal Jaya berada di Parambahan Desa Batu
Tanjung Kec. Talawi Kota Sawahlunto Provinsi
Sumatera Barat yang secara geografis berada pada
koordinat 000o 35’34,00” - 000o 36’ 48,30” LS dan
100o 47’ 24,00” - 100o 48’ 44,80” BT. Jarak antara
daerah penambangan dengan Kota Padang ± 90 km
disebelah timur Kota Padang, dapat ditempuh dengan
kendaraan roda dua pada jalan lintas Sumatera selama ±
2-3 jam.
Gambar 2. Lokal Fan pada Kedalaman 217 meter
Aturan perhitungan penyediaan kebutuhan udara
bersih minimum didasarkan kepada Surat Keputusan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik
Indonesia No 1827 K/30/MEM/2018 pada halaman 109
tentang ventilasi]. Kecepatan aliran udara yang
dihasilkan pada front J6 adalah 5,8 m/s dan pada front J7
adalah 7,8 m/s. Namun semakin majunya kegiatan
penambangan yang dilakukan pada front menyebabkan
tekanan angin yang sampai di front berkurang, akibatnya
sirkulasi udara pada front penambangan kurang baik
sehingga berdasarkan pengukuran yang dilakukan
temperatur efektifnya 29°C yang seharusnya 18°C-24°C.
Masalah tersebut dapat mengurangi efisiensi kerja dan
kenyamanan para pekerja tambang dalam melaksanakan
pekerjaan[3]. Untuk itu, perencanaan dan sistem ventilasi
Gambar 3. Lokasi PT. Allied Indo Coal Jaya
Wilayah IUP OP Batubara PT. AIC Jaya, bagian
Utara berbatasan dengan wilayah IUP OP Batubara PT.
Miyor dan CV. Air Mata Emas. Bagian Timur
berbatasan dengan wilayah IUP OP PT. Kurnia Cahaya
Prima (Kabupaten Sijunjung). Bagian Selatan berbatasan
dengan wilayah IUP OP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati.
Bagian Barat berbatasan dengan Desa Salak dan Desa
Sijantang Koto,Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.
32
Gambar
4.
Wilayah Operasi dan
Penambangan PT. AICJ
Izin
Usaha
2.1 Keadaan Geologi Umum
Secara umum morfologi atau bentang alam wilayah IUP
OP Batubara PT. AICJ pada bagian merupakan
perbukitan yang memanjang relative Barat lautTenggara dengan kemiringan lereng berkisar antara 250600. Kenampakan morfologi telah mengalami perubahan
dari morfologi sebelumnya sebagai akibat aktifitas
penggalian atau penambangan, dengan kemiringan
lereng berubah menjadi lebih terjal pada front tambang
terbuka.
Ketinggian bukit berkisar antara 250 – 530 mdpl,
dengan puncak tertinggi berada pada lereng Utara
berupa perbukita (...truncated)