Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat Dengan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa SMP Negeri 14 Medan
INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research
Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023 Page 480-490
E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Website: https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Hubungan Penguasaan Struktur Kalimat Dengan Kemampuan Menulis Teks
Eksposisi Siswa SMP Negeri 14 Medan
Harlen Simanjuntak1 , Asnita Fridawati Saragih2, Sarma Panggabean3
Universitas HKBP Nommensen, Medan, Indonesia
Email: .id1
Abstrak
Kemampuan menulis teks eksposisi merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai
oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Medan. Namun berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa
kemampuan menulis
yang dimiliki siswa masih rendah. Diperkirakan salah satu faktor yang
mempengaruhi yaitu rendahnya penguasaan struktur kalimat siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui hubungan penguasaan struktur kalimat dengan kemampuan menulis teks eksposisi
siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Medan tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif melalui desain korelasional. Teknik pengumpulan
data yang dilakukan berupa tes pilihan ganda dan penugasan. Sumber data dalam penelitian ini
adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Medan tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil dari
penelitian diperoleh nilai rata-rata untuk penguasaan struktur kalimat yaitu 2085 dengan standar
deviasi 12,77 dan untuk nilai rata-rata dari kemampuan menulis teks eksposisi yaitu 2047 dengan
standar deviasi 24,90. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi dapat disimpulkan terdapat hubungan
dengan hasil 0,961 yang termasuk kategori sangat kuat.
Kata Kunci: Menulis, Struktur Kalimat, Teks Eksposisi
Copyright @Harlen Simanjuntak, Asnita Fridawati Saragih, Sarma Panggabean
Abstract
The ability to write telescopic statements is one of the basic competencies that must be at home by
class VIII students of SMP Negen 14 Medan. However, based on Chiketanu’s observations, dimalla
sawa’s writing ability is still low. One of the influencing factors is the low mastery of sawa’s sentence
structure. The purpose of this study was to find out the relationship between mastery of sentence
structure and the ability to write self-help texts for class VIII SMP Negen 14 Medan, in the year
2022/2023. The research method used in this study was descriptive quantitative melaka,
correlational design. The source of the data in this study was the rent for class VIII SMP Negen 14
Medan for the 2022/2023 academic year. Based on the matter and research, the average mila for
mastering sentence structure was 2085 with a standard deviation of 12.77 and for the average score
and the ability to write expository text namely 2047 with a standard devast of 24.90. Based on the
results of the kozelan calculation, it can be concluded that there is a relationship with the results of
0.961 which are very broad categories.
Keyword: Writing, Sentence Structure, Exposition Text
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Sehingga
penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah. Proses pembelajaran
yang baik dilakukan di luar dan di dalam kelas dengan karakteristik siswa yang mampu
bersosialisasi dan berinteraksi secara baik dan bijak (Simanjuntak et al., 2022). Pembelajaran
di sekolah khususnya Pembelajaran Bahasa Indonesia terbagi atas empat keterampilan
berbahasa. Keempat keterampilan tersebut yaitu keterampilan menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis.
Keterampilan menulis adalah kemampuan untuk menyatakan ide, pikiran atau
perasaan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis. Menulis adalah kegiatan
menuangkan ide melalui bahasa tulis dengan kalimat-kalimat yang dirangkai dengan
lengkap, utuh dan jelas, sehingga ide tersebut terkomunikasi dengan baik. Pembelajaran
menulis, siswa memerlukan kecermatan untuk membuat suatu karangan yang mampu
menarik perhatian supaya karangan tertarik untuk dibaca (Indriani & Amalia, 2020). Oleh
karena itu siswa tentu terlebih dahulu mampu menyusun dan menghubungkan antar
kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca. Salah satu karangan yang dapat
mengungkapkan pesan kepada orang lain atau pembaca yaitu teks eksposisi (Harningrum
et al., 2022).
Copyright @Harlen Simanjuntak, Asnita Fridawati Saragih, Sarma Panggabean
Teks eksposisi merupakan teks yang berfungsi untuk menyampaikan gagasan berupa
pemikiran tentang objek atau topik yang dibahas. Karangan eksposisi merupakan karangan
yang bersifat ilmiah atau non-fiksi (Puspitasati, 2021). Pada dasarnya menulis karangan
eksposisi berarti menulis dengan menguraikan, memaparkan serta menjelaskan suatu topik
secara jelas sehingga pembaca dapat memperluas pandangan dan pengetahuannya
(Rusmiati, 2022). Adapun tujuan pengarang dalam menulis teks eksposisi ialah dengan
tujuan membagi informasi (Rosmaya, 2018) dan informasi tersebut dilakukan dengan cara
membujuk atau merayu agar pembaca tertarik untuk membaca dan bukan tujuan yang lain
yaitu memengaruhi pembaca (Hikmah, 2021). Sehingga teks eksposisi mampu menjawab
rasa ingin tahu pembaca mengenai suatu topik. Sejalan dengan itu (Siburian, R., 2022) juga
mengungkapkan bahwa teks eksposisi berusaha menjawab sebuah pertanyaan “apa yang
sedang terjadi”.
Di dalam silabus, yang menjadi salah satu kompetensi inti wajib dikuasai siswa Sekolah
Menengah Pertama khususnya kelas VIII yaitu teks eksposisi. Hal itu tercantum di dalam
kurikulum 2013 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kompetensi yang dimaksud yaitu
KI. 4 dan KD 3.5 serta KD 3.6. Di dalam KI. 4 yakni mencoba, mengolah dan menyaji dalam
ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Teks eksposisi menempati 2 kompetensi dasar pengetahuan dan dua kompetensi dasar
keterampilan. Sehingga kompetensi dasar keterampilan 4.6 adalah fokus dari penelitian ini,
yaitu menyajikan gagasan, pendapat ke dalam bentuk teks eksposisi berupa artikel ilmiah
populer (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau) secara lisan dan tertulis dengan
memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, aspek lisan) (Siburian, 2022).
Berdasarkan observasi penulis di SMP Negeri 14 Medan, diketahui bahwa kemampuan
menulis yang dimiliki siswa masih rendah dan belum memuaskan khususnya dalam menulis
teks eksposisi. Diperkirakan masih banyak siswa kurang mampu menulis teks eksposisi
dengan baik yang dapat memberikan informasi serta gagasan pendukung (Debora et al.,
2022). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya siswa kurang mampu
menguasai struktur kalimat. Menurut Munirah & Hardian (dalam Rusmiati, 2022)
Penguasaan struktur kalimat merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia
pendidikan bahasa karena penguasaan struktur kalimat merupakan syarat untuk terampil
berbahasa khususnya menulis. Maka dari itu penguasaan struktur kalimat perlu sebagai
dasar menulis kalimat yang benar. Menurut Irsan & Akhir (2022) “Struktur kalimat dalam
Copyright @Harlen Simanjunt (...truncated)