Overview of the Runners at the 2022 Pocari Sweat Run
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Volume 4 Nomor 1, Januari 2024
https://doi.org/10.26740/ijok.v4n1.p1-7
E-ISSN : 2775-2178
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK)
Open Access
Gambaran Pelari Pada Event Pocari Sweat Run Tahun 2022
Bagus Tri Budi Antoro1, Andika Bayu Putro1
1 Institut
Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No 10, Coblong, Bandung 40132, Indonesia
Korespondensi:
(Dikirim: 11 Oktober 2023 | Direvisi: 24 November 2023 | Disetujui: 31 Januari 2024)
ABSTRACT
Background: One of the sporting events that is currently popular is running. Running events are increasingly mushrooming in
various cities in Indonesia, both on a local, national and even international scale. Pocari sweat run Indonesia 2022 is entering
its ninth year, this time being held in Bandung City, the capital of West Java Province, on the week of July 24 2022.
Methods: This research uses a quantitative descriptive approach. The number of running participants was 4355 people, divided
into 3 categories, full marathon, half marathon and 10 km run. All data are presented as mean ± SD, minimum value and
maximum value..
Results: The results of the study were that most half marathon and 10km runners were aged ≤40 years. More women take
part in running competitions in the 10km category. Participants running the full marathon, with the fastest finishing time at 14.36
WIB, for half marathoners aged ≤40 years, with the fastest time at 13.10 WIB. At age >40 years, the fastest time for the half
marathon was 13.27 WIB, the 10 km category was based on age group, where age ≤40 years, the participant with the fastest
finish time finished the race at 12.32 WIB. At the age of >40 years, the participant with the fastest time was 12.40 WIB.
Conclusions: Running participants are dominated by men, most aged <40 years. The 10km and half marathon categories are
the categories with the highest number of enthusiasts compared to the full marathon. One of the findings in this research is the
need for special attention to women's participation, especially in running events.
.
Keywords: runners, sporting events, finish time overview
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu event olahraga yang tengah banyak digemari ialah lari. Event lari semakin menjamur di berbagai
kota yang ada di Indonesia, baik itu berskala lokal,nasional bahkan internasional. Pocari sweat run Indondesia 2022 memasuki
tahun kesembilan yang kali ini digelar di Kota Bandung, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, pada minggu 24 Juli 2022..
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah peserta lari sebanyak 4355 orang peserta lari
terbagi menjadi 3 kategori full marathon, half marathon dan Lari 10 Km. Semua data disajikan sebagai rata-rata ± SD, nilai
minimum dan nilai maksimum.
Hasil: Hasil penelitian pelari half marathon dan 10km paling banyak berusia ≤40 tahun. Perempuan lebih banyak mengikuti
lomba lari pada kategori 10km. Peserta lari full marathon, dengan waktu selesainya yang paling cepat pukul 14.36 WIB, untuk
half marathon usia ≤40 tahun, dengan waktu tercepat pukul 13.10 WIB. Pada usia >40 tahun, waktu tercepat untuk half
marathon pada pukul 13.27 WIB, kategori 10 km berdasarkan kelompok usia, dimana usia ≤40 tahun, peserta dengan waktu
finish tercepat menyelesaikan lomba pukul 12.32 WIB. Pada usia >40 tahun, peserta dengan waktu tercepat pukul 12.40 WIB.
Kesimpulan: Peserta lari didominasii oleh laki-laki dengan usia kebanyakan <40 tahun. Kategori 10km dan half marathon
menjadi kategori dengan jumlah peminat tertinggi dibandingkan dengan full marathon. Salah satu temuan dalam penelitian ini
adalah perlunya perhatian khusus terhadap partisipasi perempuan terutama untuk event lari.
Kata kunci: pelari, event olahraga, gambaran waktu finish
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) | Volume 4 | Nomor 1 | 2024 | 1-7
1
Bagus Tri Budi Antoro, Andika Bayu Putro
Gambaran Pelari Pada Event Pocari Sweat Run Tahun 2022
1.
Latar belakang
Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berolahraga telah mengalami perkembangan yang signifikan.
Pandangan bahwa olahraga hanya relevan bagi para atlet profesional sedang bergeser, dan masyarakat
semakin mengenali bahwa berpartisipasi secara fisik dan mengadopsi gaya hidup sehat merupakan investasi
untuk masa depan (Aguiar, Meira, & Raquel, 2015),(Larassary, 2020). Menurut (Nazik et al., 2015), perlombaan
lari dapat diartikan sebagai kesempatan untuk rekreasi dan pencapaian pribadi, gaya hidup sehat
mencerminkan pencapaian pribadi, tanggung jawab terhadap kesehatan, dan dukungan antarpribadi dalam
mengelola stres (Nazik et al., 2015). Meningkatnya minat masyarakat terhadap kesadaran akan gaya hidup
sehat dan berolahraga telah menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan dalam industri pariwisata olahraga.
Fenomena ini telah dimanfaatkan oleh para pemasar acara olahraga untuk mempromosikan gaya hidup sehat
melalui berbagai acara olahraga (M.Mandy, 2016). Dalam konteks ini, perkembangan penyelenggaraan
perlombaan lari dan acara serupa telah berkontribusi pada pertumbuhan industri pariwisata olahraga. Seiring
beberapa dekade terakhir, hubungan antara olahraga dan pariwisata telah menjadi fokus utama di kalangan
akademisi, terutama dalam aspek pemasaran dan manajemen (Huggins, 2013).
Pariwisata olahraga merujuk pada perjalanan yang berbasis pada aktivitas olahraga di luar wilayah tempat
tinggal, dengan tujuan berpartisipasi dalam rekreasi dan kompetisi olahraga, baik sebagai peserta maupun
penonton (Hinch, T., & Ito, 2018). Konsep wisata olahraga juga mencakup berbagai aktivitas seperti menonton
acara olahraga, berpartisipasi dalam permainan atau kompetisi, serta atraksi yang terkait dengan olahraga
(Palrão & Filipe, 2017),(Hadi & Yulianto, 2021). Secara khusus, produk pariwisata olahraga merujuk pada
kunjungan para wisatawan dengan tujuan tertentu, yang melibatkan setidaknya satu jenis aktivitas olahraga
atau aktivitas fisik (Bouchet, Lebrun, & Auvergne, 2004). Acara olahraga itu sendiri mampu menarik perhatian
massa besar, baik dari kalangan penonton maupun peserta yang aktif berpartisipasi (Funk, 2008). Salah satu
event olahraga yang tengah banyak digemari ialah lari. Lari telah menjadi aktivitas yang populer dalam beberapa
tahun terakhir, dan banyak orang di wilayah metropolitan membentuk komunitas penggemar lari (Hafizh,
Asriwandari, & Hidir, 2022). Event lari semakin menjamur di berbagai kota yang ada di Indonesia, baik itu
berskala lokal,nasional bahkan internasional. Di Indonesia sering kali diadakan acara olahraga seperti Jakarta
Marathon, Bali Marathon, Toraja Marathon, dan Bromo Marathon (Mulya, 2022). Bahkan event lari tersebut
sering digunakan sebagai media strategi pemasaran dan promosi seperti pada event maybank marathon yang
berskala internasional (Permatasari, 2022). Beberapa di antaranya bahkan berhasil menarik lebih dari 40.000
peserta dalam satu acara tunggal (Trappe et al., 2013). Peningkatan yang signifikan dalam jumlah peserta ini,
secara keseluruhan, dapat disusul oleh (...truncated)