Penguatan Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan melalui Pembelajaran dengan Memanfaatkan Media Loose Parts pada Anak Usia Dini
Edukasi: The Journal of Educational Research
Vol. 2 No. 1 (April 2022)
Strengthening Environmental Love Character Education through Learning
with Loose Parts Media Characters in Early Childhood
Penguatan Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan melalui Pembelajaran
dengan Memanfaatkan Media Loose Parts pada Anak Usia Dini
Lia Yulia Hamidah1, Didin Wahidin2, Sri Handayani3
*1
Universitas Islam Nusantara Bandung; e-mail:
2
Universitas Islam Nusantara Bandung; e-mail:
3
Universitas Islam Nusantara Bandung; e-mail:
Received: 12-01-2022; Accepted: : 21-02-2022; Published: : 21-03-2022
Abstract: The research "strengthening environmental love character education through learning by
utilizing loose parts media in early childhood", is motivated by the weak character values of early
childhood love for the natural environment as a place to play and lack of creativity in using Loose
parts media in the environment as a source of play , due to the fact that early childhood learning
(AUD) prioritizes the cognitive domain over character and creativity, gadgets become playmates
rather than playing with the environment, an environment where exploration of environmental love
characters changes its function. The purpose of the study in general is to obtain an overview and
describe the strengthening of environmental love character education in early childhood which is
directly proportional to Lickona's character theory (1991:23), specifically analyzing planning,
organizing, implementing and evaluating, according to the management theory of Gorge R Terry (
Athoillah 2010:16). The research procedure uses a qualitative approach with case study methods at
PAUD Alam Pelopor and PAUD Ceria Bandung Regency. The results of the study (1) Planning for
strengthening the character of love for the environment is prepared for curriculum programs,
objectives, processes and learning materials referring to the 2013 PAUD curriculum which was
developed into the education unit level curriculum (KTSP) but the planning, infrastructure and
budget have not been adjusted to the Covid-19 Pandemic period. 19.(2) Organizing the
strengthening of character education for the love environment of school principals, structuring the
parties involved according to their duties and responsibilities, and aligning core competencies (KI),
basic competencies (KD), and STTPA with six aspects of early childhood development in learning
according to characteristics, principles, methods , and the type of learning, has been implemented
well. (3) Implementation of planning for organizing and implementing learning to strengthen
character education for environmental love based on PROMES, RPPM, and RPPH with themes and
sub-themes carried out through planting, growing, developing, and strengthening the opening, core,
and closing activities, but implementing learning during the pandemic Covid-19 lacks parental
support and networks, so it is not carried out properly. (4) Evaluation of strengthening character
education for the love of the environment is seen from the constraints and solutions of teacher
competence and the learning process, internal and external evaluations of character achievement
assessments for students and assessments from peers, supervisors and the government. The purpose
of the evaluation is to measure programs that have been achieved and have not been achieved, which
are reflected in the next character planning. The researcher concludes that strengthening
environmental love character education by utilizing loose parts media in early childhood during the
Covid-19 pandemic is not all carried out well but needs improvement and adjustment.
Keywords: character education, love for the environment, loose parts media for early childhood
Abstrak: Penelitian “penguatan pendidikan karakter cinta lingkungan melalui pembelajaran dengan
memanfaatkan media loose parts pada anak usia dini”, dilatar belakangi oleh Lemahnya nilai
karakter kecintaan anak usia dini pada lingkungan alam sebagai tempat bermain dan kurang
kreativitnya memanfaatkan media Loose parts yang ada di lingkungan sebagai sumber bermain,
disebabkan fakta pembelajaran Anak usia dini (AUD) mendahulukan ranah kognitif dari pada
Edukasi: The Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (April 2022)
121 dari 137
karakter dan kreativitasnya, gadget menjadi teman bermain dari pada bermain dengan dilingkungan,
lingkungan tempat eksplorasi karakter cinta lingkungan beralih fungsinya. Tujuan penelitian secara
umum memperoleh gambaran dan mendeskripsikan tentang penguatan pendidikan karakter cinta
lingkungan pada anak usia dini yang berbanding lurus dengan teori Karakter Lickona (1991:23),
secara khusus menganalisis perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan evaluasi, sesuai teori
manjemen dari Gorge R Terry (Athoillah 2010:16). Prosedur penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus di PAUD Alam Pelopor dan PAUD Ceria Kabupaten Bandung.
Hasil penelitian (1) Perencanaan penguatan karakter cinta lingkungan disusun program kurikulum,
tujuan, proses dan materi pembelajaran mengacu pada kurikulum 2013 PAUD yang dikembangkan
kedalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) namun perencanaan, sarana parasarana dan
anggaran belum di sesuaikan dengan masa Pandemik Covid-19.(2) Pengorganisasian penguatan
pendidikan karakter cinta lingkugan kepala sekolah menstrukturkan pihak yang terlibat sesuai
tupoksinya, dan menyelaraskan kompetensi inti (KI) kompetensi dasar (KD), dan STTPA dengan
enam aspek perkembangan anak usia dini pada pembelajaran sesuai karakteristik, prinsip, metode,
dan tife pembelajaran, sudah terlaksana dengan baik. (3) Implementasi perencanaan
pengorganisasian dan pelaksanaan pembelajaran penguatan pendidikan karakter cinta lingkugan
berdasarkan PROMES, RPPM, dan RPPH dengan tema dan sub tema dilaksanakan melalui
penanaman, penumbuhan, pengembangan, dan pemantapan pada kegiatan pembukaan, inti, dan
penutup akan tetapi implementasi pembelajaran masa pandemik Covid-19 kurang dukungan orang
tua dan jaringan maka tidak terlaksana dengan baik. (4) Evaluasi penguatan pendidikan karakter
cinta lingkugan dilihat dari kendala dan solusi kompetensi guru dan proses pembelajaran, evaluasi
interen dan ekteren penilaian ketercapaiannya karakter pada peserta didik dan penilaian dari rekan
sejawat, pengawas dan pemerintah. Tujuan evaluasi mengukur program yang tercapai dan belum
tercapai direpleksikan pada perencanaan karakter selanjutnya. Peneliti menyimpulkan penguatan
pendidikan karakter cinta lingkungan dengan memanfaatkan media loose parts pada anak usia dini
masa pandemik Covid-19 tidak semua terlaksana dengan baik namun perlu pembenahan dan
penyesuaian.
Kata kunci: pendidikan karakter, cinta lingkungan, media loose parts anak usia dini
A. Pendahuluan
Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam mewujudkan pembangunan mental dan juga
spiritual manusia. Abad 21 merupakan perkembangan pesat dalam kehidupan era global berada
pada revolusi industri (4.0 (...truncated)