Malaria Disease Clustering Analysis Using the K-Means Method in Indonesia
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia
Vol.18, No.1, Tahun 2024
ISSN: 2580-8397 (O); 0852-730X (P)
Analisis Klasterisasi Penyakit Malaria Menggunakan Metode
K-Means di Indonesia
Luthfi Ramdhan Faqih1, Suastika Yulia Riska2*
Program Studi Teknik Informatika – Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang
1
,
1,2*
ABSTRAK. Malaria merupakan penyakit berbahaya dan berpotensi fatal di Indonesia. Penyebaran dan penularan penyakit
malaria terjadi dengan sangat cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cluster di negara bagian
berdasarkan intensitas kasus malaria. Pada penelitian ini diterapkan metode K-Means pada proses clustering dengan
menggunakan nilai K=2, K=3, dan K=5. Artinya, mengikuti K=2 dengan nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,033, K=3
memiliki nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,034, dan K=5 memiliki nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,262. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan K-Means dengan K=2 menghasilkan cluster terbaik dengan nilai indeks
Davies-Bouldin terendah (0,033). Hal ini dapat membantu pemerintah merencanakan tindakan pencegahan yang lebih
efektif di berbagai provinsi di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan
kontribusi penting terhadap upaya pengendalian malaria untuk mengurangi kejadian malaria dan dampak kesehatan
masyarakat di Indonesia.
Kata Kunci: Clustering, Penyakit Malaria, K-Means, Davies-Bouldin Indexs
ABSTRACT. Malaria is a dangerous and potentially deadly disease in Indonesia. The spread and transmission of malaria
occurs very rapidly. The aim of this study was to identify clusters within the state based on the intensity of malaria cases.
In this study, K-means was applied to the clustering process using the values of K=2, K=3, and K=5. This means that the
Davis-Boldan index value for K=2 is 0.033, the Davis-Boldan index value for K=3 is 0.034, and the Davis-Boldan index
value for K=5 is 0.262. The research results show that using K-Means with K=2 yields the best cluster with the lowest
Davies-Bouldin index value (0.033). This will help the government plan more effective preventive measures in different
provinces of Indonesia in the coming years. Therefore, this study makes an important contribution to malaria control efforts
to reduce malaria incidence and public health impact in Indonesia.
Keyword: Clustering, Malaria, K-Means, Davies-Bouldin Indexs
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menghadapi permasalahan serius terkait penyakit
malaria. Berdasarkan data WHO tahun 2022, malaria masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat
perhatian. Di Indonesia, dua spesies parasit malaria, Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax,
menyebabkan penyakit malaria yang menimbulkan berbagai gejala seperti demam, sakit kepala, muntah, dan
diare (Kalua et al., 2022;Yohannes et al., 2020) . Penyebab tingginya angka kejadian malaria di Indonesia
adalah iklim tropis. Hal ini menjadikannya habitat pilihan nyamuk penyebab malaria (Karmila et al., 2017).
Pada tahun 2019, jumlah infeksi malaria mencapai 250.644 kasus(Sari & Syakurah, 2023). Malaria masih
menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
Meskipun ada upaya pemberantasan, kasus dan kematian akibat malaria masih tetap tinggi di beberapa wilayah
di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.
Clustering atau pengelompokan data merupakan suatu metode analisis data yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi pola dan hubungan pada data yang besar dan kompleks (Sindi et al., 2020). Dalam konteks
malaria, pengelompokan data dapat membantu mengidentifikasi pola sebaran penyakit, faktor risiko, dan
karakteristik populasi yang rentan terhadap penyakit ini. Penelitian mengenai wabah malaria di Indonesia
mungkin sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun masih terfokus pada beberapa provinsi saja (Bete et al.,
2023). Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada penerapan algoritma K-Means untuk
mengelompokkan data penyakit malaria di Indonesia dan memperoleh wawasan baru yang dapat digunakan
untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit ini.
Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah menggunakan algoritma K-Means untuk clustering
penyakit malaria di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan distribusi penyakit malaria
60
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia
Vol.18, No.1, Tahun 2024
berdasarkan jenis, usia, dan bulan kejadian serta mengidentifikasi cluster yang relevan untuk penyakit malaria
di berbagai provinsi Indonesia (Karmila et al., 2017)(Sroyer et al., 2022a). Beberapa studi sebelumnya
menggunakan metode K-Means untuk analisis cluster penyakit malaria, seperti penelitian yang dilakukan di
Aceh (Zohra et al., 2019) dan Papua (Sroyer et al., 2022b).
Sementara itu, penelitian ini membahas penerapan algoritma K-means dalam mengklasifikasikan kasus
malaria di Indonesia dan berbagai provinsi. Data diolah dan dianalisis menggunakan algoritma K-Means untuk
mengidentifikasi cluster yang terkait dengan malaria. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan yang lebih baik mengenai prevalensi dan pola malaria di Indonesia serta dapat digunakan untuk
mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan malaria di negara ini. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi klaster penyakit malaria terkait dan memberikan wawasan yang lebih baik mengenai
distribusi dan pola malaria di Indonesia dengan menggunakan algoritma K-Means. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan malaria di tanah air,
sehingga membantu mengurangi kejadian malaria di Indonesia.
Dalam konteks analisis data sosial dan kesehatan, penggunaan K-Means telah terbukti efektif dalam
berbagai studi, seperti dalam mengoptimalkan performa K-Means clustering dengan PCA dalam menganalisis
tingkat kemiskinan di Jawa Barat (Nurohmah et al., 2023). Dalam konteks kesehatan, terdapat penelitian yang
mengidentifikasi faktor risiko stunting pada anak dengan menggunakan metode K-Means (Ranjawali et al.,
2023). Selain itu, K-Means juga digunakan dalam optimalisasi strategi pemasaran dengan segmentasi
pelanggan pada transaksi online retail (Febrianty et al., 2023). Dari penelitian-penelitian tersebut dapat
disimpulkan bahwa penggunaan K-means dalam konteks clustering terbukti efektif dalam berbagai penelitian
yang menganalisis data sosial, kesehatan, dan budaya. Oleh karena itu, penggunaan K-means dalam konteks
pengelompokan malaria di Indonesia dapat menjadi pendekatan potensial untuk mengelompokkan data kasus
malaria dan berkontribusi pada pemahaman dan pengendalian malaria di Indonesia..
METODE
Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang
rentan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, jumlah infeksi malaria pada tahun 2015 hingga 2019 masih
sangat tinggi dan diperlukan upaya (...truncated)