ANALISIS PENGUKURAN NUMERIK PADA OPTIMALISASI CLUSTER OBAT DI APOTEK X MENGGUNAKAN DAVIES BOULDIN INDEX
JOISIE Journal Of Information System And Informatics Engineering
Vol. 5, No.1 Juni 2021, Hlm 60-66
p- ISSN: 2503-5304
e- ISSN: 2527-3116
ANALISIS PENGUKURAN NUMERIK PADA OPTIMALISASI CLUSTER OBAT
DI APOTEK X MENGGUNAKAN DAVIES BOULDIN INDEX
Gusrianty1, Muhammad Siddik2
Fakultas Ilmu Komputer, Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 78-88
Pekanbaru, Riau
email: ,
1,2
Abstract
The use of different measuring techniques in grouping results in different grouping results. Testing
the data on a number of k tests makes the placement of drug cluster members not the same in each
measurement so that cluster optimization is then needed. This can raise doubts for data users who
want to obtain accurate information. The study was conducted to examine the comparison of drug
cluster optimization results using category, type and drug unit variables grouped by numerical
measurements namely Manhattan Distance, Canberra Distance and Dynamic Time Warping
Distance (DTWD) using the Davises Bouldin Index (DBI) cluster evaluation technique. The test
results obtained through the RapidMiner application show that the optimal cluster of the three
measurements is at k=2, k=3 and k=2 with DBI values of 0.752, 0.873, and 0.868. Manhattan was
chosen as the better numerical measurement technique. than the other two techniques because it has
the lowest DBI value tested at k 2.
Keywords: K test, cluster optimalization, numerical measurements, DBI
Abstrak
Penggunaan teknik ukur yang berbeda dalam pengelompokkan mengakibatkan hasil
pengelompokkan yang berbeda pula. Pengujian data terhadap sejumlah k uji menjadikan
penempatan anggota cluster obat tidak sama pada setiap pengukuran sehingga kemudian
diperlukan optimalisasi cluster. Hal ini dapat menimbulkan keraguan bagi para pengguna data
yang ingin memperoleh informasi yang akurat. Penelitian dilakukan untuk mengkaji perbandingan
hasil optimalisasi cluster obat dengan menggunakan variabel ketegori, jenis dan satuan obat yang
dikelompokkan dengan pengukuran numerik yakni Manhattan Distance, Canberra Distance dan
Dynamic Time Warping Distance (DTWD) menggunakan teknik evaluasi cluster Davises Bouldin
Index (DBI). Hasil pengujian yang diproleh melalui aplikasi RapidMiner menujukkan bahwa cluster
optimal dari ketiga pengukuran tersebut terdapat pada k=2, k=3 dan k=2 dengan nilai DBI adalah
0,752, 0,873, dan 0, 868. Manhattan terpilih sebagai teknik ukur numerik yang lebih baik dari pada
dua teknik lainnya karena memiliki nilai DBI terendah yang di uji pada k 2.
Keywords: K uji, Optimalisasi, Cluster, Pengukuran numerik, DBI
1. PENDAHULUAN
Hasil pengelompokkan (cluster) terbaik
merupakan tujuan melakukan optimalisasi
cluster. Cluster membentuk kumpulan data
berdasarkan karakteristik alaminya (Prasetyo,
2014) namun tidak memerlukan target luaran
(Nishom & Fathoni, 2018) sehingga
pengelompokkan yang terjadi menimbulkan
keraguan.
Pengelompokan dapat dilakukan dengan
berbagai teknik pengukuran numerik. Proses
yang berbeda pada setiap pengukuran
menghasilkan analisis yang berbeda. Saat
dilakukan optimalisasi terhadap cluster obat,
besar kemungkinan cluster optimal berada
pada k yang berbeda. Pengguna data selalu
dihadapkan pada permasalahan menentukan
teknik pengukuran numerik yang sesuai
dengan data. Penelitian ini bertujuan untuk
memberikan informasi tentang variabel data
uji seperti ketegori, jenis dan satuan obat.
61 | Jurnal JOISIE, Volume 5, Nomor 1 Juni 2021
Pengukuran numerik, menggunakan metode
Manhattan Distance, Canberra Distance dan
Dynamic Time Warping Distance dalam
membentuk cluster obat yang optimal
menggunakan teknik evaluasi cluster Davies
Bouldin Index (DBI). Dalam penelitian ini
tidak melakukan clusterisasi pemasaran obat
yang laris terjual melainkan menetukan nilai
numerik terendah dari ketiga variabel yang di
uji.
Berbagai penelitian terkait ketiga teknik
pengukuran
telah
banyak
dilakukan.
Penelitian (Gautama et al., 2015) menujukkan
kemampuan Manhattan dalam menganalisis
penyimpangan
(anomaly)
trafik
saat
mengakses
internet.
Manhattan
juga
digunakan untuk mencari kesamaan bentuk
kesalahan yang terjadi pada peralatan mesin
(Jiang et al., 2019) dan menentukan posisi
karyawan (Miftahuddin et al., 2020). Pada
penelitian (Pulungan et al., 2019),
pengukuran Canberra dapat meningkatkan
kinerja algoritma KNN dengan akurasi
mencapai 94,70%. Studi yang dilakukan oleh
(Putra & Harjoko, 2018), menggunakan
Canberra untuk pengambilan fitur dari citra
wajah dan pengelompokkan jumlah instar
pada lalat Simuliidae berdasarkan empat
kriteria (Yang et al., 2018). Sedangkan untuk
teknik pengukuran Dynamic Time Warping
Distance
(DTWD),
dapat
mengenali
kesamaan lisensi nomor kendaraan (Sudarma
& Ariyani, 2014) dan pesan twitter (Jendoubi
et al., 2015).
Ketiga teknik pengukuran yang dijelaskan
menggunakan algoritma K-Mean untuk
menemukan kesamaan antar data. Sejumlah k
diujikan sehingga optimalisasi cluster
diperlukan demi mendapatkan kesimpulan
terbaik. Studi ini menerapkan teknik Davies
Bouldin Index (DBI).
Pada buku (Jollyta et al., 2021) dijelaskan
bahwa kinerja DBI berdasarkan nilai kohesi
dan
separasi,
dimana
dalam
suatu
pengelompokan, kohesi didefinisikan sebagai
jumlah dari kedekatan data terhadap titik
pusat cluster dari cluster yang diikuti,
sedangkan separasi didasarkan pada jarak
antar titik pusat cluster dari cluster. Cluster
uji dengan nilai DBI terendah merupakan
cluster optimal.
Sejumlah penelitian membuktikan DBI
mampu mendapatkan cluster optimal,
menggunakan berbagai data seperti data
Covid-19 (Gie & Jollyta, 2020) dan data
kecamatan yang dikelompokkan berdasarkan
indikator pendidikan (Irhamni et al., 2014).
DBI juga berhasil mendapatkan cluster
optimal melalui
tiga macam data set
(Sitompul et al., 2019).
Berdasarkan penelitian optimalisasi cluster
dengan berbagai teknik pengukuran numerik,
dilakukan penelitian ini dengan menggunakan
data yang sama yakni data obat dari sebuah
Apotek
X
di
Pekanbaru.
Adanya
perbandingan
kinerja
ketiga
teknik
pengukuran dalam menghasilkan cluster
optimal
menggunakan
DBI,
dapat
mengarahkan
pengguna
pada
teknik
pengukuran yang tepat sesuai dengan data
yang digunakan.
2. METODE PENELITIAN
Untuk memperoleh perbandingan kinerja
ketiga teknik pengukuran numerik, disusun
tahapan penelitian sebagai berikut:
Mulai
Studi Literatur (Cluster, Teknik
Pengukuran Numerik, DBI)
Persiapan Data Uji
Tentukan Jumlah K Uji
Pembentukan Cluster Menggunakan
Manhattan, Canberra dan DTWD)
Optimalisasi Cluster
Menggunakan DBI
Analisis Hasil Cluster Optimal
Selesai
Gambar 1. Tahapan penelitian
Pada Gambar 1, tahapan penelitian diawali
dengan studi literatur tentang ketiga
pengukuran numerik dan teknik evaluasi
cluster DBI. Penjelasan untuk ketiga
pengukuran numerik adalah sebagai berikut:
Gusrianty, Analisis Pengukuran Numerik Pada Optimalisasi Cluster Obat Di Apotek X Menggunakan Davies
Bouldin Index, 60-66| 62
1. Manhattan Distance
Manhattan Distance adalah pengukuran
yang dihasilkan berda (...truncated)