Workload with Documentation Nursing Care in the Patient Room
Vol. 5, No. 2, Agustus 2023, pp 312-322
https://doi.org/10.36590/jika.v5i2.511
http://salnesia.id/index.php/jika
, p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883
Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
ARTIKEL PENELITIAN
Beban Kerja dengan Pendokumentasian Asuhan
Keperawatan di Ruang Rawat Inap
Workload with Documentation Nursing Care in the Patient Room
Benny Harry Leksmon Situmorang1*, Viere Allanled Siauta2,
Elin Puspitasari3, Iin Octaviana Hutagaol4
1
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
Program Studi Ners, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
3
Program Studi Kebidanan, Universitas Widya Nusantara, Palu, Indonesia
2,4
Abstract
Nursing documentation is part of a record action of accurate written evidence carried out by
nurses during nursing activities high workloads can affect complete nursing documentation.
The purpose of the research was to analyze the relationship of the workload with the
documentation of nursing care in the nursing room in RSUD Tora Belo District Sigi. This
research was a quantitative study with a cross sectional approach. The population was a
cement and ebony nurses with a total of 34 subjects. Research tools for this research were the
workload questionnaires and document observation panel. The sampling technique used is the
total sampling technique. Its free variable was a workload and its bonded variable was a data
analysis document used spearman test. Univariat result obtained heavy workload of 18 subjects
52,9 %, incomplete care record of 31 subjects 91,2 %. Two variable analysis shows that there's
a workload link with a nursing system in the hospital in RSUD Tora Belo District Sigi which
was p-value=0,035 (p-value<0,05). While correlation value of 0,36 indicated a medium
relationship with positive correlation value. The conclusion of this study is that there's a
workload link to the documentation of nursing care in the nursing room in RSUD Tora Belo
District Sigi.
Keyword: documentation, nursing care, workload
Article history:
PUBLISHED BY:
Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Address:
Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru,
Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Submitted 19 Februari 2023
Accepted 30 Agustus 2023
Published 31 Agustus 2023
Email:
,
Phone:
+62 85255155883
312
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA)
Vol. 5, No. 2, Agustus 2023
Abstrak
Kegiatan dokumentasi keperawatan merupakan kegiatan wajib yang memuat catatan tertulis
berkaitan dengan kegiatan keperawatan di ruang perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan beban kerja dengan kegiatan dokumentasi keperawatan di unit rawat inap
keperawatan RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif
dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada perawat bangsal Kashiwa dan
Ebony yang berjumlah 34 subjek. Alat yang digunakan adalah angket beban kerja dan angket
observasi dokumen. Metode pengambilan sampel adalah keseluruhan sampling, variabel bebas
adalah beban kerja dan variabel terikat adalah dokumentasi keperawatan. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan uji Spearman. Hasil pengolahan data univariat menunjukkan
bahwa beban kerja berat sebanyak 18 subjek sebanyak 52,9% dan ijazah perawat yang tidak
lengkap sebanyak 31 subjek sebanyak 91,2%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat
hubungan antara beban kerja perawat dengan dokumentasi, p-value = 0,035 < 0,05. Sedangkan
nilai korelasi sebesar 0,36 menunjukkan nilai korelasi positif. Penelitian ini menyimpulkan
terdapat hubungan antara beban kerja dengan dokumentasi keperawatan di unit rawat inap
RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi.
Kata Kunci: dokumentasi, asuhan keperawatan, beban kerja
*Penulis Korespondensi:
Benny Harry Leksmon Situmorang, email:
This is an open access article under the CC–BY license
PENDAHULUAN
Sebagai fasilitas penyedia layanan kesehatan, rumah sakit menawarkan layanan
kesehatan kepada setiap orang dalam masyarakat dengan menyediakan layanan rawat
inap, rawat darurat dan rawat jalan. Setiap rumah sakit dilengkapi dengan pelayanan
rawat inap, sarana penunjang, dan dana penitipan pasien untuk setiap rawat inap yang
akan dan telah dilakukan. Ada dua jenis sanitarium dengan isi dan pelayanan yang
berbeda yaitu sanitarium umum dan sanitarium khusus. Seseorang dapat digolongkan
memiliki kewajiban profesi apabila telah menyelesaikan pendidikan profesi yang
mempersiapkan mereka untuk kewajiban tersebut dan telah diterima oleh pemerintah
sesuai dengan hukum Indonesia secara khusus (BPK RI, 2021).
Ketika memberikan bantuan, perawat harus mempertimbangkan kesejahteraan dan
keamanan pasien. Hal ini sangat penting karena keberadaan perawat merupakan
indikator penting dari kualitas hidup pasien. Pelayanan yang diberikan oleh pemerintah
harus konsisten dengan landasan hukum yang ada, memenuhi kebutuhan dasar manusia
dan memajukan globalisasi. Memberikan bimbingan profesional dengan cara yang dapat
dipercaya, bertanggung jawab, dan ramah. Setiap tindakan yang diambil secara legal
harus didokumentasikan. Presentasi yang jelas mengenai klinik, layanan yang tersedia,
pengumpulan data oleh perawat dan informasi mengenai kebutuhan pasien disediakan
untuk membantu dokter dalam memberikan perawatan terapeutik yang tepat
(Koerniawan et al., 2020).
Dokumen yang baik harus memiliki kualitas sebagai berikut: harus akurat,
komprehensif, dapat diandalkan, terorganisasi dengan baik, tepat waktu dan mudah
dibaca. Catatan yang diberikan oleh perawat adalah badan hukum yang terkait dengan
layanan medis dan layanan lain yang diberikan dalam perawatan (Ilyas RF, 2021).
Manfaat lain dari dokumentasi adalah sebagai saluran komunikasi antara petugas
Penerbit : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883313
Situmorang1 et al.
Vol. 5, No. 2, Agustus 2023
kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Manfaat lebih lanjut dari
dokumentasi adalah identifikasi praktik-praktik berisiko dalam pemberian obat, seperti
penggunaan dosis yang tidak tepat, metode pemberian yang tidak tepat, cara pemberian
yang tidak tepat, waktu pemberian yang tidak tepat dan pemahaman yang tidak tepat
mengenai efek pemberian obat (Nursalam, 2014).
Untuk memaksimalkan retensi klien, Sejumlah faktor yang harus diperhatikan
yaitu praktik perekrutan, perilaku (sikap), tingkat motivasi karyawan. Salah satu
kesulitan dalam memberikan asuhan perawatan adalah kurangnya informasi mengenai
catatan perawat yang disebabkan oleh beratnya beban kerja perawat rumah sakit. Beban
kerja perawat dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menilai beban kerja
secara keseluruhan dan menilai bagaimana alokasi waktu saat memberikan pelayanan
kepada pasien, pasien yang menerima pengobatan, kemampuan bekerja cerdas
(Pujilestari A et al., 2021).
Bangsal Ebony memiliki 17 perawat, termasuk 1 kepala ruang, 1 ketua regu, dan
15 perawat operasional. Selain itu, terdapat 9 bangsal dengan 30 kamar tidur, 1 kamar
kepala seksi, 1 kamar (...truncated)