Factors Influencing the Implementation of SIMRS at Mardi Waluyo Hospital
Vol. 5, No. 2, Desember 2023, pp 405-413
https://doi.org/10.36590/jika.v5i2.356
http://salnesia.id/index.php/jika
, p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883
Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
ARTIKEL PENELITIAN
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan
SIMRS di RSUD Mardi Waluyo
Factors Influencing the Implementation of SIMRS
at Mardi Waluyo Hospital
Tutus Fibri Ajimas Budi1, Nurwijayanti2, Agus Khoirul Anam3,
Andi Hayyun Abiddin4*
1
RSUD Mardi Waluyo, Blitar, Indonesia
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas FAKAR, Institut Ilmu Kesehatan
Strada, Kediri, Indonesia
3,4
Program Studi Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Malang, Indonesia
2
Abstract
Information System of Hospital Management (SIMRS) as a system that supports complexity of
health services. This technology support is able to improve services of health which have an
impact on the quality of a hospital. Many factors affect the use of SIMRS. The objectived of this
study to identify the factors that influence the implementation of SIMRS in Mardi Waluyo
Hospital, Blitar City. The research design was a cross sectional study, with a population of 291
nurses and midwives at Mardi Waluyo Regional Hospital, Blitar City. The sampling technique
used Disproportionate Stratified Random Sampling to obtain a sample size of 168 subjects who
met the inclusion criteria, namely working for more than 3 months, and the exclusion criteria:
not willing to sign an informed consent. Data collection used Googleform media was undertake
from January to February 2021. The research used simple linear regression analysis. The
research results showed a relationship between leadership, organizational commitment and
resistance to change towards optimizing the implementation of SIMRS with OR values (0,44;
0,14; and 0,21) respectively. Training on the use of SIMRS is very necessary, so that human
resources (users of SIMRS) can improve their abilities optimally in using SIMRS. In addition,
hospital management is expected to cooperate with SIMRS developers who are able to develop
a SIMRS that is easy to operate so that the service quality to the community is increasing.
Keywords: information, management, hospital
Article history:
PUBLISHED BY:
Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Address:
Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru,
Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Submitted 16 Agustus 2022
Accepted 27 Desember 2023
Published 31 Desember 2023
Email:
,
Phone:
+62 85255155883
405
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA)
Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Abstrak
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sebagai sistem yang menunjang
kompleksitas pelayanan kesehatan. Dukungan teknologi ini mampu meningkatkan pelayanan
kesehatan yang berdampak pada kualitas suatu rumah sakit. Banyak faktor yang mempengaruhi
penggunaan SIMRS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
penerapan SIMRS di RS Mardi Waluyo Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan desain studi
cross sectional, dengan populasi 291 perawat dan bidan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Teknik pengambilan sampel menggunakan Disproportionate Stratified Random Sampling
sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 168 subjek yang memenuhi kriteria inklusi yaitu
bekerja lebih dari 3 bulan, dan kriteria eksklusi: tidak bersedia menandatangani informed
consent. Pengumpulan data menggunakan media Googleform dilakukan pada bulan Januari
sampai Februari 2021. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil
penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kepemimpinan, komitmen organisasi dan
resistensi terhadap perubahan terhadap optimalisasi penerapan SIMRS dengan nilai OR masingmasing (0,44; 0,14; dan 0,21). Pelatihan penggunaan SIMRS sangat diperlukan, agar sumber
daya manusia (pengguna SIMRS) dapat meningkatkan kemampuannya secara optimal dalam
menggunakan SIMRS. Selain itu, pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat bekerjasama
dengan pengembang SIMRS yang mampu memodifikasi SIMRS yang mudah dioperasikan
sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Kata Kunci: informasi, manajemen, rumah sakit
*Penulis Korespondensi:
Andi Hayyun Abiddin, email:
This is an open access article under the CC–BY license
PENDAHULUAN
Institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar dan padat modal salah
satunya adalah rumah sakit (Mandia, 2021). Adanya kompleksitas berarti bahwa
layanan rumah sakit mencakup beragam fungsi layanan, pengajaran dan penelitian serta
mencakup berbagai tindakan dan jenis tindakan disiplin ilmu, dan memungkinkan
rumah sakit untuk melakukan fungsi-fungsi khusus baik di bidang teknis medis maupun
manajemen kesehatan (Sabela Hasibuan dan W Siburian, 2019). Untuk
mempertahankan dan meningkatkan kualitas, rumah sakit harus mengambil langkahlangkah untuk memastikan peningkatan kualitas di semua tingkatan (Mandia, 2021).
Kompleksitas pelayanan kesehatan mencakup kompleksitas pelayanan kesehatan
secara medis, situasional, dan sistemik. Hal ini saling terkait dengan layanan kesehatan
lainnya dalam bentuk kebijakan, pendanaan, perbedaan organisasi, dan penyedia
layanan kesehatan yang tidak konsisten, sehingga menjadikan sistem kesehatan menjadi
lebih kompleks (Fadilla et al., 2021). Penggunaan teknologi yang optimal sangat
mendukung dalam mengurangi kompleksitas pelayanan medis, memungkinkan
pemberian layanan medis lebih efisien (Fadilla dan Setyonugroho, 2021). Sistem
informasi rumah sakit mempunyai potensi untuk meningkatkan status kesehatan
individu dan kualitas kinerja pemberi layanan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan
kualitas rumah sakit (Hidayat, 2022). Sistem informasi rumah sakit dirancang agar
proses bisnis rumah sakit yang responsif, efisien, dan efektif (Fadilla et al., 2021).
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem
terkomputerisasi yang menyediakan informasi bagi mereka yang membutuhkannya
Penerbit : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883 406
Budi1 et al.
Vol. 5, No. 2, Desember 2023
(Nastiti dan Santoso, 2022). SIMRS mendukung manajer perawatan, manajer ruangan,
perawat, dan siapa pun yang mengambil keputusan dalam suatu organisasi (Amalia et
al., 2018). Data dalam jumlah besar dan pengambilan keputusan jangka pendek
mengharuskan setiap orang dalam suatu organisasi untuk memanfaatkan sumber daya
sistem informasi (Nastiti dan Santoso, 2022). Namun terdapat beberapa kendala dan
tantangan dalam penerapan SIMRS di rumah sakit, sehingga proses penerapannya perlu
dievaluasi. Karena sistem informasi rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan
kualitas layanan dan mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat, evaluasi ini sangat
penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses implementasi (Erwin et
al., 2018). Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan implementasi
adalah faktor pengguna, disusul faktor teknis dan organisasi (Septiawan, 2018). Dalam
pengembangan sistem informasi untuk mencapai kualit (...truncated)