Penerapan Algoritma K-Means Dalam Mengelompokkan Jumlah Penerimaan Sinyal Telepon Seluler Di Sumatera Utara
Bulletin of Artificial Intelligence
Volume 2, No 2, October 2023 Page: 137−152
ISSN 2962-3944 (media online)
https://journal.grahamitra.id/index.php/buai
Penerapan Algoritma K-Means Dalam Mengelompokkan Jumlah
Penerimaan Sinyal Telepon Seluler Di Sumatera Utara
Wati Rizky Pebrianti Sitompul1,*, Solikhun2, Widodo Saputra3, Selli Oktaviani4, Agus Perdana Windarto5
1,2,3,4 ,5
STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia
Email: , ,
3
, ,
(*)
Submitted 99-99-9999; Accepted 99-99-9999; Published 99-99-9999
Abstrak–Tujuan penelitian ini adalah untuk mengclustering jumlah penerimaan sinyal telepon seluler di sumatera utara.
Sumber data yang digunakan diperoleh dari BPS. Adapun variabel yang digunakan adalah jumlah penerimaan sinyal telepon
seluler di sumatera utara. Pada penelitian ini menggunakan Teknik Data Mining dengan algoritma K-means. Diharapkan
hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pihak Provinsi Sumatera Utara agar dapat mengetahui penerimaan
sinyal telepon seluler, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan penerimaan sinyal telepon yang ada di
Sumatera Utara. Dan data 4G/LTE diperoleh cluster tinggi ada 4 yaitu (Mandailing Natal, Simalungun, Deli Serdang, Padang
Lawas), cluster sedang ada 17 yaitu (Nias, Tapanuli Selatan, Labuan Batu, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Samosir,
Labuhan Batu, Selatan, Labuhan Batu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Sibolga, Tanjung Balai, Pematangsiantar, Tebing
Tinggi, Binjai, Padang Sidempuan, Gunung Sitoli), dan cluster rendah ada 2 yaitu (Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba,
Asahan, Dairi, Karo, Langkat, Nias Selatan, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas Utara,Medan).
Kata Kunci: Algoritma K-means; Pengelompokkan; Penerimaan Sinyal Telepon seluler; BPS; Sumatera Utara
Abstract–The purpose of this study was to cluster the number of cell phone signal reception in North Sumatra. The source of
the data used is obtained from BPS. The variable used is the number of cell phone reception signals in North Sumatra. This
research uses Data Mining Technique with K-means algorithm. It is hoped that the results of this study can provide input to
the North Sumatra Province in order to determine the reception of cellular telephone signals, so as to increase the growth
and development of telephone signal reception in North Sumatra. And 4G/LTE data obtained that there are 4 high clusters,
namely (Mandailing Natal, Simalungun, Deli Serdang, Padang Lawas), 17 medium clusters, namely (Nias, South Tapanuli,
Labuan Batu, Humbang Hasundutan, West Pakpak, Samosir, Labuhan Batu, South , Labuhan Batu Utara, North Nias, West
Nias, Sibolga, Tanjung Balai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Binjai, Padang Sidempuan, Gunung Sitoli), and there are 2
low clusters (Central Tapanuli, North Tapanuli, Toba, Asahan, Dairi, Karo , Langkat, South Nias, Serdang Bedagai, Batu
Bara, North Padang Lawas, Medan).
Keywords: Algorithm K- Means; Clustering; Cellular Phone Signal Reception; BPS; North Sumatra
1. PENDAHULUAN
Telepon menjadi salah satu kebutuhan primer bagi sebagian masyarakat sehingga sangat dibutuhkan dan tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia[1]-[3]. Telepon seluler bukan hanya menjadi alat komunikasi saja,
melainkan sudah menjadi alat bantu bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, diantaranya
kesejahteraan, karier, pendidikan, serta keuangan[4-6]. Pada tahun 2020, jumlah telepon seluler yang beredar di
Indonesia mencapai 355,6 juta buah, melebihi jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 270,2 juta jiwa
berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 Kementrian Komunikasi dan Informatika ( kominfo).
Penelitian yang dilakukan oleh [7] menggunakan metode k-means untuk mengelompokkan jumlah desa
yang memiliki sarana kesehatan menunjukkan bahwa pengelompokkan data dengan Algoritma K-means dapat
menghasilkan cluster tinggi 4 provinsi, cluster sedang 13 provinsi dan cluster rendah 17 provinsi. Penelitian
yang dilakukan oleh [8] menggunakan metode k-means untuk mengelompokkan produksi jagung menurut
provinsi menghasilkan cluster tinggi 2 provinsi, dan cluster rendah 32 provinsi.
Jaringan telah dikembangkan dan digunakan diseluruh dunia untuk menyediakan pengguna dengan
kualitas dan komunikasi yang handal[9]-[11]. Akan tetapi, penerimaan sinyal telepon yang tersedia saat ini
belum dapat menjangkau ke semua lapisan masyarakat terutama yang tinggal di pedesaan dikarenakan belum
tergabungnya jaringan telepon secara merata oleh pemerintah dan penyediaan jaringan telepon. Hal ini
diakibatkan besarnya biaya pembangunan jaringan telepon dan sulit untuk menjangkau daerah terutama
pedesaan. Dengan meningkatnya permintaan layanan data, hal ini menjadi semakin menantang untuk memenuhi
kapasitas dan kualitas sinyal yang dibutuhkan, banyak perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi yang
didukung dengan transfer informasi komunikasi yang cepat[12]-[13].
Berdasarkan permasalahan maka penulis membuat suatu penelitian untuk mengelompokkan daerah
dengan penerimaan sinyal telepon tinggi, sedang dan rendah. Data yang digunakan dalam penelitian ini data
penerimaan sinyal internet telepon seluler dari Badan Pusat Statistik melalui situs https://www.bps.go.id/.
Metode yang digunakan dalam pengelompokan adalah k-means.
Wati Rizky Pebrianti Sitompul, Copyright © 2023 | Page 137
Bulletin of Artificial Intelligence
Volume 2, No 2, October 2023 Page: 137−152
ISSN 2962-3944 (media online)
https://journal.grahamitra.id/index.php/buai
Algoritma k-means merupakan salah satu algoritma dalam teknik clustering non-hirearki yang berusaha
memartisi data yang ada kedalam bentuk satu atau lebih cluster. Algoritma ini memartisi data ke dalam cluster
sehingga data yang memiliki karakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam cluster yang lain [14]-[15]
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengangkat sebuah penelitian dengan judul penelitian
“Penerapan Algoritma K-Means Dalam Mengelompokkan Jumlah Penerimaan Sinyal Telepon Seluler Di
Sumatera Utara". Penelitian ini akan menghasilkan sebuah cluster yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk
membantu pemerintah dalam hal penerimaan sinyal telepon seluler di sumatera utara.
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Pendahuluan
Metodologi merupakan cara untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama dengan
tepat utuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan
serta menganalisis sampai menyusun laporan agar mencapai suatu tujuan[16]. Dalam menyusun penelitian ini
pengkaji menggunakan penelitian kuantitatif yang menuntun atau mengarah terhadap pengguna angka-angka.
Dimana komputasi numerik merupakan suatu pendekatan penyelesaian masalah matematika dengan
menggunakan beberapa metode numerik[17].
Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah data mentah menjadi kumpulan data yang diolah
dengan menggunakan algoritma K-Means untuk melihat Centroid Cluster dari penerimaan sinyal internet telepon
seluler. Pada tahapan ini dimulai dengan menghimp (...truncated)