PENGARUH INDIKATOR MAKROEKONOMI DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Jurnal GeoEkonomi, Sep 2022

Pengaruh Indikator Makroekonomi Dan Kinerja Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Current ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Return On Assets secara parsial terhadap Financial Distress. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 69 perusahaan, dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang ditetapkan penulis. Data yang digunakan adalah sumber yang telah ada baik data internal maupun data eksternal dan data dapat diakses melalui internet dan publikasi informasi. Data yang digunakan yaitu Bank Indonesia dan laporan keuangan perusahaan sektor pertambangan pada tahun 2011-2020 di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil Analisis menunjukkan bahwa variabel Inflasi, Suku Bunga, dan Rasio Leverage (Debt To Equity Ratio) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Nilai Tukar, Rasio Likuiditas (Current Ratio), Rasio Aktivitas (Total Asset Turnover), dan Rasio Pofitabilitas (Return On Assets) berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/207/112

PENGARUH INDIKATOR MAKROEKONOMI DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN P ENGARUH INDIKATO R M AKRO EKO NOM I DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Yudhi Hendrawan1, Nadi Hernadi Moorcy2, Agustina Wulandari Santoso3, Sukimin4 1 Prodi Manajemen Universitas Balikpapan | 2 3 | 4 ABSTRAK Pengaruh Indikator Makroekonomi Dan Kinerja Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Current ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Return On Assets secara parsial terhadap Financial Distress. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 69 perusahaan, dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang ditetapkan penulis. Data yang digunakan adalah sumber yang telah ada baik data internal maupun data eksternal dan data dapat diakses melalui internet dan publikasi informasi. Data yang digunakan yaitu Bank Indonesia dan laporan keuangan perusahaan sektor pertambangan pada tahun 20112020 di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil Analisis menunjukkan bahwa variabel Inflasi, Suku Bunga, dan Rasio Leverage (Debt To Equity Ratio) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Nilai Tukar, Rasio Likuiditas (Current Ratio), Rasio Aktivitas (Total Asset Turnover), dan Rasio Pofitabilitas (Return On Assets) berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Kata Kunci : Makroekonomi; Rasio Keuangan; dan Financial Distress. ABSTRACT The Influence of Macroeconomic Indicators and Financial Performance on Financial Distress in Mining Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. The purpose of this study is to determine the effect of Inflation, Interest Rates, Exchange Rates, Current Ratios, Debt To Equity Ratios, Total Assets Turnover, and Return On Assets partially on Financial Distress. The population used in this study were 69 companies, using a purposive sampling technique with the criteria set by the author. The data used are sources that already exist, both internal data and external data, and the data can be accessed via the internet and information publications. The data used are Bank Indonesia and the financial statements of mining sector companies in 20112020 on the Indonesia Stock Exchange. The data analysis method used multiple linear regression. The results of the analysis show that the variables of Inflation, Interest Rate, and Leverage Ratio (Debt To Equity Ratio) have no significant effect on Financial Distress. Exchange Rate, Liquidity Ratio (Current Ratio), Activity Ratio (Total Asset 195 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117 Volume 13 Nomor 02 September 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.v13i2.207 http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN Turnover), and Profitability Ratio (Return On Assets) have a significant effect on Financial Distress. Keyword: Macroeconomics; Financial Ratios; and Financial Distress. PENDAHULUAN Perkembangan perekonomian di dunia yang dinamis menuntut sektor industri yang ada di Indonesia agar selalu berupaya untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerjanya sebagai antisipasi dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satunya sektor industri pertambangan dimana sektor ini sangat membantu dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Sektor pertambangan sangat banyak diminati oleh para investor baik dalam negeri maupun luar negeri, meskipun begitu sektor petambangan berbeda dengan sektor industri lainnya dimana sektor pertambangan membutuhkan biaya investasi yang sangat besar, modal yang berjangka panjang, syarat risiko, dan adanya ketidakpastian yang tinggi terhadap pendanaan pada pertambangan (Maulana, 2017). Sehingga banyaknya sektor pertambangan yang memasuki pasar modal untuk menunjang permodalan yang dibutuhkan oleh sektor pertambangan dalam menyerap biaya investasi dan memperkuat posisi keuangannya dalam persaingannya. Pasar modal dapat dikatakan sebagai sarana kegiatan berinvestasi bagi perusahaan atau pemerintah dalam hal pendanaan dengan cara menjual saham ataupun surat-surat berharga lainnya dengan memanfaatkan jasa perantara dalam kegiatannya (Saputri et al., 2019). Sektor pertambangan di pasar modal sangat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan cara menarik inverstor dipasar modal untuk memberikan investasinya dengan memberikan laporan keuangan untuk melihat kinerja perusahaan tersebut. Namun sepanjang tahun 2011 sampai tahun 2020 tercacat di Bursa Efek Indonesia IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada sektor industri pertambangan mengalami kenaikan dan penurunan harga saham dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar 1.1 Grafik Perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sektor Pertambangan tahun 2011-2020. 50 0 2011 -50 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Grafik 1.1 Perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Perusahaan Sektor Pertambangan Periode Tahun 2011-2020 Sumber: www.idx.co.id dan Data Diolah (2021) Kenaikan maupun penurunan yang terjadi tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhi di dalamnya yang tidak hanya masalah kinerja keuangan di dalam perusahaan tetapi ada faktor lain yang menjadi masalah dalam sektor pertambangan 196 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117 Volume 13 Nomor 02 September 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.v13i2.207 http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN yaitu faktor eksternal berupa makro ekonomi dalam suatu negara seperti inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar yang mana menjadi perbincangan beberapa tahun terakhir dan jika dibiarkan akan mengakibatkan kondisi keuangan menjadi tidak stabil serta mungkinnya terjadi financial distress pada sektor pertambangan (Rohiman & Damayanti, 2019). Financial distress merupakan kesulitan masalah keuangan dalam suatu perusahaan dimana financial distress menggambarkan kondisi suatu perusahaan yang mengalami masalah keuangan tetapi tidak sampai terjadi kebangkrutan (Nurhidayah & Rizqiyah, 2018). Financial distress dalam suatu perusahaan dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan. Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat (Kurniawati, 2020). Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu perusahaan (PSAK No 1, 2017). Sehingga baik dan buruknya kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dalam laporan keuangan perusahaan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/207/112
Article home page: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/view/207/112

Yudhi Hendrawan, Moorcy Nadi Hernadi, Agustina Wulandari Santoso, Sukimin Sukimin. PENGARUH INDIKATOR MAKROEKONOMI DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, Jurnal GeoEkonomi, 2022, pp. 195-210,