PENGARUH KOMUKASI INTERPERSONAL DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAAN KERJA PEGAWAI DI BADAN PENGELOLAAN PAJAK DAERAH KOTA PALEMBANG: Komunikasi Interpersonal, Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PENGARUH KOMUKASI INTERPERSONAL DAN LINGKUNGAN
KERJA TERHADAP KEPUASAAN KERJA PEGAWAI DI BADAN
PENGELOLAAN PAJAK DAERAH KOTA PALEMBANG
M. Sateguh1, Rismansyah2, Nurkardina Novalia3,
1,2,3
Prodi Manajemen Universitas PGRI Palembang
1
2
, 3
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal
dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Pengelolaan Pajak
Daearah Kota Palembang. Populasi Penelitian Ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan Non Pegawai Negeri Sipil (Non-PNS). Teknik Pengambilan Sampel dalam
penelitian ini menggunakan rumus slovin, dan jumlah sempel hanya di batasi pada
pegawai negeri sipil sebanyak 120 Responden. Teknik analisis data penelitian
menggunakan analisis regresi linear berganda, Analisis Koefisien Korelasi, dan Analisis
Koefisien Determinasi. Hasil pembahasan dapat diketahui bahwa hasil uji hipotesis
penelitian satu membuktikan bahwa komunikasi interpersonal secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada Badan Pengelolaan Pajak Daerah
Kota Palembang, hasil hipotesis penelitian dua membuktikan bahwa lingkungan kerja
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada Badan Pengelolaan
Pajak Daerah Kota Palembang, dan hasil uji hipotesis ketiga membuktikan ahwa
komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan kerja pada Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kota
Palembang.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja
ABSTRACT
The purpose of this study was to analyse the effect of interpersonal communication and work
environment on employee job satisfaction at the Palembang City Regional Tax Management
Agency. The population of this research is Civil Servants (PNS) and Non-Civil Servants (NonPNS). The sampling technique in this study uses the Slovin formula, and the number of samples
is only limited to civil servants as many as 120 respondents. The research data analysis
technique uses multiple linear regression analysis, correlation coefficient analysis, and
determination coefficient analysis.The results of the discussion can be seen that the results of
research hypothesis test one prove that interpersonal communication partially has a significant
effect on job satisfaction at the Palembang City Regional Tax Management Agency, the results
of research hypothesis two prove that the work environment partially has a significant effect on
job satisfaction at the Palembang City Regional Tax Management Agency, and the results of the
third hypothesis test prove that interpersonal communication and work environment together
have a significant effect on job satisfaction at the Palembang City Regional Tax Management
Agency.
Keywords: Interpersonal Communication, Work Environment, Job Satisfaction
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu
perusahaan faktor yang lain seperti modal, sumber daya manusia harus di kelola dengan
115
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 14 Nomor 01 Maret 2023 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.V14i1.264
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi. Sedarmayanti (2016)
Sumber daya manusia mendapatkan peran penting dalam mewujudkan organisasi
kompetitif dalam era globalisasi yang sedang dan akan terus berlangsung.
Sebagaimana disampaikan bahwa dimensi pokok sisi sumber daya adalah kontribusinya
terhadap organisasi, sedangkan dimensi pokok manusia adalah perlakuan kontribusi
terhadapnya yang pada gilirannya akan menentukan kualitas dan kapabilitas hidupnya.
Sedarmayanti (2016) menyatakan bahwa tanpa sumber daya manusia yang memiliki
kompetensi tinggi dalam bidang pekerjaan dan tanggung jawabnya, organisasi akan
gagal untuk mewujudkan eksistensinya.
Nasution (2018) Pegawai yang memiliki kepuasan kerja cenderung akan memiliki
perasaan dan pemikiran yang positif terhadap pekerjaan yang dilakukan, begitu juga
sebaliknya jika pegawai merasa tidak puas yang ada yang dikerjakan maka akan
berpikiran negative terhadap pekerjaan yang dilakukan. Jufrizen (2016) Kepuasan kerja
pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual, karena setiap individu
memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku
pada dirinya. Kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas
perasaan sikap senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja.
Hal ini tentulah tidak mudah karena biasanya organisasi dihadapkan ke pada
merumuskan tujuan yang akan dicapai, sasaran yang ingin dituju, menetapkan berbagai
kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai sasaran, mengalokasikan sumber
dana, daya, peralatan serta tenaga manusia, memonitor hasil yang di capai, melakukan
berbagai penataan komunukasi antar pegawai dalam perusahaan dan terkoordinasi
dengan baik.
Interaksi pegawai dalam lingkungan perusahaan merupahkan merupahkan hal yang
tidak dapat dipisahkan yang akan menimbulkan tingkat kepuasan kerja individu. Situasi
lingkungan perusahaan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya antar pegawai yang
satu dengan pegawai yang lain tidak terlepas dari interaksi satu sama lainnya demi
tercapainya kelancaran dan keharmonisan di lingkungan kerja.
Busro (2017) menyatakan bahwa komunikasi antar pribadi yang dilakukuan oleh dua
orang terkadang bersifat sangat privasi, rahasia, dan hanya dua orang yang mengetahui
isi pesan yang di sampaikan. Komunikasi bertujuan untuk mempererat hubungan, baik
hubungan antara atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, atau sesama untuk
mempermudah dalam menjalankan suatu rencana, misi atau untuk memecah suatu
masalah. Komunikasi juga bertujuan untuk menyampaikan pesan agar pesan tersebut
dapat berpindah dari satu pihak (kominikator) kepada pihak lain (komunikan).
Kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat
melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Sitinjak (2018)
Menyatakan lingkungan kerja memilki pengaruh yang sangat penting bagi karyawan
dalam suatu perusahaan.lingkungan kerja yang baik sangat membantu karyawan dalam
suatu perusahaan. Lingkungan kerja yang baik sangat membantu karyawan dalam
menyelesaikan tugasnya, dalam hal ini yang dimaksud lingkungan kerja ialah yang ada
di sekitar karyawan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan setiap tugas
116
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 14 Nomor 01 Maret 2023 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.V14i1.264
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
yang diberikan kepadan. Bagi pegawai, bekerja pada lingkungan yang bersih,
penerangan yang cukup, udara yang baik, dan dengan perlengakapan kerja (...truncated)