PENGARUH PENERAPAN ABSENSI FINGER PRINT TERHADAP DISIPLIN KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN TANAH BUMBU
JOURNAL
GEO EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PENGARUH PENERAPAN ABSENSI FINGER PRINT TERHADAP DISIPLIN
KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, PERDAGANGAN DAN
PERINDUSTRIAN KABUPATEN TANAH BUMBU
Marya Yully C 1, Nadi Hernadi Moorcy2
1
Prodi Manajemen STIE Pancasetia Banjarmasin, 2Prodi Manajemen Universitas Balikpapan
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Absensi
Finger Print Terhadap Disiplin Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan Dan
Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu. Metode yang digunakan adalah Penelitian
korelasional dengan pendekatan kunatitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran
yang cukup jelas mengenai Pengaruh Penerapan Absensi Finger Print Terhadap
Disiplin Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan Dan Perindustrian
Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian dilakukan terhadap 35 orang perawat isolasi covid
19 dan dilakukan selama sebulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa absensi finger print meliputi kenyamanan,
keamanan dan efektifitas waktu secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap disiplin kerja pegawai. dan absensi finger print meliputi kenyamanan,
keamanan dan efektifitas waktu secara parsial berpengaruh signifikan terhadap disiplin
kerja pegawai serta efektifitas waktu lebih dominan berpengaruh terhadap disiplin kerja
pegawai.
Kata kunci: Finger Print, Disiplin Kerja
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of applying fingerprint
attendance on the work discipline of the Cooperative, Micro Enterprise, Trade and
Industry Office of Tanah Bumbu Regency. The method used is correlational research
with a quantitative approach which aims to provide a fairly clear picture of the Effect of
Finger Print Absence Application on the Work Discipline of the Office of Cooperatives,
Micro Enterprises, Trade and Industry in Tanah Bumbu Regency. The study was
conducted on 35 Covid-19 isolation nurses and was carried out for a month.
The results showed that finger print attendance included comfort, safety and
time effectiveness simultaneously had a significant effect on employee work discipline.
and finger print attendance including comfort, safety and time effectiveness partially
have a significant effect on employee work discipline and time effectiveness has a more
dominant effect on employee work discipline.
Keywords: Finger Print, Work Discipline
84
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 14 Nomor 01 Maret 2023 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.V14i1.266
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEO EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PENDAHULUAN
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah
Bumbu menerapkan sistem absensi sidik jari (finger print scanner). Penerapan sistem
absensi sidik jari (finger print) ini sangat kecil kemungkinan terjadinya kecurangan
yang dilakukan oleh pegawai dalam memanipulasi absen kehadiran. Hal ini dikarenakan
sistem yang digunakan dalam absensi sidik jari (finger print) mengunakan aplikasi yang
transparan, secara sistematis dan dapat di akses langsung oleh pimpinan Dinas
Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian. Aplikasi Finger print
menggunakan sidik jari yang hanya dapat mengabsen satu nama dengan satu sidik
jari. Dengan demikian akan terhindar dari praktik-praktik kecurangan yang dilakukan
oleh pegawai.
Absensi finger print yang digunakan pegawai Dinas Koperasi, Usaha Mikro,
Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu tingkat keamanannya tinggi
pegawai tidak bisa saling menitip absen, nyaman digunakan hanya dengan
menempelkan ibu jari pada mesin absensi sudah tercatat. Pegawai yang terlambat dan
tidak masuk lebih mudah dilihat melalui aplikasi finger print dari pada waktu
menggunakan absensi manual tandatangan sulit untuk melihat pegawai yang terlambat.
Dilihat dari daftar kehadiran Pegawai Dinas Koperasi, Usaha Mikro,
Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu masih banyaknya pegawai
yang datang terlambat masuk kerja dan pulang lebih awal. Terlihat jelas bahwa ternyata
masing-masing bagian banyak yang melakukan pelanggaran jam kerja, Hal ini
menunjukkan tingkat kedisiplinan pegawai perlu dipertanyakan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini mencoba mengkaji
mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap disiplin kerja pegawai, dengan
mengambil variabel absensi sidik jari sebagai salah satu faktor yang dirasa memiliki
pengaruh terhadap disiplin kerja pegawai.
Penelitian ini dibatasi hanya untuk Pegawai Negri Sispil saja atau pegawai ASN
saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh absensi finger print
terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan
Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu.
KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA
Pengertian Absensi Finger Print
Absensi merupakan suatu kegiatan atau rutinitas yang dilakukan oleh pegawai
untuk membuktikan dirinya hadir atau tidak hadir dalam bekerja disuatu instansi.
Absensi berkaitan dengan penerapan disiplin yang ditentukan oleh masing-masing
instansi. Salah satu penerapan teknologi guna mencapai efektifitas kerja adalah dengan
meningkatkan kedisiplinan kerja yaitu dengan menggunakan mesin absensi sidik jari
(Finger Print).
Mesin absensi sidik jari (Finger Print) adalah salah satu penerapan teknologi
guna mencapai tujuan meningkatkan efektifitas kerja yaitu dengan meningkatkan
kedisiplinan kerja. Sidik jari tiap-tiap orang tidak ada yang sama, oleh karena itu
dengan mesin tersebut otomatis tidak akan dapat dimanipulasi, sehingga proses yang
yang dilakukan dapat menghasilkan suatu laporan dengan cepat dan tepat. Teknologi
yang digunakan pada mesin absensi elektronik (finger print) adalah teknologi
85
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 14 Nomor 01 Maret 2023 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi.V14i1.266
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEO EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
Biometrics. Biometrika atau biometrics berarti mengukur karakteristik pembeda pada
badan atau perilaku seseorang yang digunakan untuk melakukan pengenalan secara
otomatis terhadap identitas orang tersebut dengan cara membandingkannya dengan
karakteristik yang sebelumnya telah tersimpan di database. Pengertian “pengenalan
secara otomatis” pada definisi biometrika tersebut adalah penggunaan teknologi
(komputer). Pengenalan terhadap identitas seseorang dapat dilakukan secara waktu
nyata (real time), tidak membutuhkan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk proses
pengenalan ini. Ada beberapa teknologi biometrics yang digunakan yaitu sidik
jari, tangan, bentuk wajah, suara, dan retina. Namun yang paling banyak digunakan
adalah teknologi sidik jari, hal ini dikarenakan teknologi sidik jari jauh lebih murah dan
akurat dibanding teknologi lainnya. (Kurniati, 2018:10-11).
Menurut Sujana (2019:22-23) adapun tujuan dari penggunaan fing (...truncated)