PENILAIAN KINERJA TIM EVALUASI PERIJINAN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI DENGAN TEKNIK CLUSTERING K-MEANS
INTI NUSA MANDIRI
DOI: https://doi.org/10.33480/inti.v16i1.2270
VOL. 16. NO. 1 AGUSTUS 2021
P-ISSN: 0216-6933 | E-ISSN: 2685-807X
Diterbitkan Oleh: LPPM Nusa Mandiri
PENILAIAN KINERJA TIM EVALUASI PERIJINAN PEMBUKAAN
PROGRAM STUDI DENGAN TEKNIK CLUSTERING K-MEANS
Ibnu Akil
Fakultas Teknologi Informatika
Universitas Bina Sarana Informatika
www.bsi.ac.id
AbstractThe Ministry of Research, Technology and Higher Education considers the process of
evaluating study program permits to be long, in turns it will affect the development of education in
colleges. Therefore, an effective and efficient licensing assessment team is needed, so it is necessary to
classify which assessment team performs well and which does not perform well. Clustering is an
effective data mining technique for grouping. One of the clustering techniques that is quite empirically
proven is K-Means. The purpose of this research is to group the high-performing assessment team with
the average one using the K-Means clustering technique, in order to improve or speed up the evaluation
process of the study program permit proposal at the Ministry of Education and Culture.
Keyword: clustering, data mining, k-means
Abstrak Proses evaluasi perijinan program studi dianggap lama oleh Menteri Kemenristekdikti. Hal
ini dapat menyebabkan tertundanya perkembangan pendidikan di kampus-kampus. Karena itu
diperlukan tim penilai perijinan yang efektif dan efisien, maka perlu dikelompokan mana tim penilai
yang kinerjanya baik dan yang kurang baik. Clustering merupakan Teknik data mining yang efektif untuk
melakukan pengelompokkan. Salah satu Teknik clustering yang cukup terbukti secara empiris adalah KMeans. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengelompokkan tim penilai yang berkinerja tinggi
dengan yang biasa saja dengan menggunakan Teknik clustering K-Means, guna meningkatkan atau
mempercepat proses evaluasi usulan perijinan Program Studi pada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Kata kunci: pengelompokan, data mining, k-means
PENDAHULUAN
Penilaian kinerja merupakan kekuatan
dari manajemen kinerja, yang pada gilirannya
mempengaruhi kinerja organisasi (Akinbowale et
al., 2014). Mengelompokan karyawan atau staff
mana yang memiliki kinerja yang baik dengan
yang kurang baik bisa jadi hal yang krusial.
Evaluasi perijinan program studi memerlukan
kinerja tim penilai yang tinggi. Proses perijinan
pembukaan program studi memerlukan waktu
yang lama sebagaimana disampaikan oleh Menteri
Kemenristekdikti (LPM-UMI, 2019). Karena itu
diperlukan tim penilai perijinan yang efektif dan
efisien, maka perlu dikelompokan mana tim
penilai yang kinerjanya baik dan yang kurang baik.
Clustering merupakan Teknik data
mining
yang
efektif
untuk
melakukan
pengelompokkan. Clustering atau pengelompokan
telah menjadi cara yang efektif didalam artificial
intelligent untuk algoritma unsupervised learning,
dimana clustering mampu memperlihatkan
keterkaitan data dalam satu kelompok atau lebih.
Menurut Tan dan kawan-kawan dalam
(Irwansyah, 2017), clustering adalah sebuah
proses untuk mengelompokkan data ke dalam
beberapa cluster atau kelompok sehingga data
dalam satu kelompok memiliki tingkat kemiripan
yang maksimum. Dalam dunia data sains kita
dapat menggunakan analisa clustering untuk
mendapatkan suatu pencarian nilai dari data yang
kita miliki dengan melihat dataset terbagi menjadi
kelompok-kelompok apa saja (Seif, 2018).
Selain itu clustering adalah teknik yang
secara luas digunakan di dunia industri. Bahkan
sebenarnya clustering digunakan pada hampir
setiap domain mulai dari perbankan, mesin
rekomendasi, clustering dokumen sampai pada
segmentasi citra (Pulkit, n.d.). Dalam kasus ini
peneliti mencoba menerapkan teknik clustering di
dalam mengelompokkan tim penilai yang
memiliki kinerja tinggi atau rendah dari evaluasi
perijinan program studi di Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya adalah
untuk memilih tim penilai atau evaluator yang
akan secara aktif ditugaskan untuk mengevaluasi
proposal perijinan program studi.
Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional
1
VOL. 16. NO. 1 AGUSTUS 2021
P-ISSN: 0216-6933 | E-ISSN: 2685-807X
Diterbitkan Oleh: LPPM Nusa Mandiri
Teknik clustering cukup banyak, namun
pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori
utama, yaitu; partitioning dan hierarchical (Soni &
Ganatra, 2012).
Hierarchical clustering menghasilkan
urutan yang bersarang dari sebuah partisi, dengan
kelompok tunggal inklusif dibagian atas dan
kelompok-kelompok tunggal titik individu berada
dibawahnya, dimana masing-masing tingkat
menengah dianggap sebagai menggabungkan dua
kelompok dari tingkat yang lebih rendah
berikutnya atau memisahkan satu kelompok dari
yang lebih tinggi berikutnya (Grover, 2014).
Sementara Steinbach membagi hierarchical yang
disebut sebagai agglomerative hierarchical
menjadi dua yaitu; intra cluster similarity, dan
centroid similarity (Steinbach et al., 2000).
Teknik Partitioning
Partitioning clustering menempatkan
satu set titik-titik data kedalam K-cluster dengan
proses perulangan. Fungsi kriteria (J) yang telah
ditentukan menempatkan data ke dalam set K
yang ke-i. Sebagai hasilnya nilai di dalam set K
(perhitungan maksimalisasi dan minimisasi),
pengelompokkan dapat dilakukan (Kutbay, 2018).
Partitioning adalah metode clustering yang
digunakan untuk mengklasifikasikan observasiobservasi di dalam suatu data set menjadi banyak
kelompok berdasarkan kemiripan mereka.
Algoritma ini membutuhkan si penganalisa untuk
menentukan jumlah kelompok yang akan dibuat
(Kassambara, 2021). “K-means merupakan salah
satu teknik partioning
clustering
yang
memisahkan data ke K daerah bagian yang
terpisah” (Kusuma & Ellyana, 2018). Ada juga
yang membagi Teknik clustering menjadi Soft
Clustering atau Overlapping Clustering dan Hard
Clustering atau Exclusive Clustering (Bora & Gupta,
2014). Teknik-teknik berbeda yang diajukan
tentunya memiliki fitur-fitur yang berbeda serta
memiliki kelebihan dan kekurangan, tentunya
akan menjadi sulit untuk memilih mana teknik
yang tepat untuk kasus ini.
Beberapa peneliti sebelumnya telah
melakukan komparasi antara algoritma-algoritma
clustering diantaranya Neha R. Soni dari
India (Soni & Ganatra, 2012). Soni
menilai algoritma-algortima clustering tersebut
berdasarkan; kompleksitas, tipe data, besaran
data, bentuk cluster, dan input parameter. Dari
hasil
penelitian
tersebut
peneliti
mempertimbangkan pemilihan algoritma pada
kompleksitas dan besaran data saja. Maka disini
akan digunakan algoritma K-means dimana Kmeans
memiliki
kelebihan
diantaranya:
kemudahan
implementasi,
kesederhanaan,
efisiensi, dan teruji secara empiris. Sedangkan
2
INTI NUSA MANDIRI
DOI: https://doi.org/10.33480/inti.v16i1.2271
kelemahannya adalah: scalability, kelompok yang
tidak seimbang, tidak cocok untuk kelompokkelompok dari bentuk non convex, dan sensitif
terhadap noise (Soni & Ganatra, 2012).
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan dimulai
dari mengumpulkan data terkait teori K-Means,
kemudia (...truncated)