Kemiskinan dalam Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan

JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), Jun 2022

Sastra merupakan cerminan masyarakat yang menggambarkan kenyataan tentang masayarakat. Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, termasuk salah satu karya tulis sastra yang menggambarkan kehidupan masyarakat. Novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi tersebut menunjukkan keadaan kemiskinan yang disandang oleh masyarakat. Masalah yang dibahas yaitu tentang 1) pekerjaan; dan 2) pendidikan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut yaitu teori sosiologi sastra Wellek dan Warren, salah satu teori yang menghubungkan antara sastra dan konteks. Hasil analisis menunjukkan kalau kemiskinan yang terjadi dalam novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan ada hubungannya dengan masalah pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan yang menyebabkan adanya kemiskinan tersebut berupa 1) petani; 2) dukun pijat; 3) tukang bangunan; 4) penjual kue tradisional; dan 5) tukang sapu. Sedangkan masalah lain yang juga menyebabkan adanya kemiskinan yaitu berhungan dengan pendidikan. Pendidikan termasuk dalam salah satu akses untuk mendukung suatu pekerjaan. Melalui pendidikan yang dilakukan setiap manusia akan mendapat pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Kata kunci: kemiskinan, pekerjaan, pendidikan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46747/39517

Kemiskinan dalam Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan

KEMISKINAN DALAM NOVEL TUMETESE EMBUN SWARGA ING PANGKONAN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Siti Aisatus Subchi Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Darni Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Abstrak Sastra merupakan cerminan masyarakat yang menggambarkan kenyataan tentang masayarakat. Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, termasuk salah satu karya tulis sastra yang menggambarkan kehidupan masyarakat. Novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi tersebut menunjukkan keadaan kemiskinan yang disandang oleh masyarakat. Masalah yang dibahas yaitu tentang 1) pekerjaan; dan 2) pendidikan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut yaitu teori sosiologi sastra Wellek dan Warren, salah satu teori yang menghubungkan antara sastra dan konteks. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil berasal dari novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan dengan menggunakan teknik studi pustaka.. Hasil analisis menunjukkan kalau kemiskinan yang terjadi dalam novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan ada hubungannya dengan masalah pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan yang menyebabkan adanya kemiskinan tersebut berupa 1) petani; 2) dukun pijat; 3) tukang bangunan; 4) penjual kue tradisional; dan 5) tukang sapu. Sedangkan masalah lain yang juga menyebabkan adanya kemiskinan yaitu berhungan dengan pendidikan. Pendidikan termasuk dalam salah satu akses untuk mendukung suatu pekerjaan. Melalui pendidikan yang dilakukan setiap manusia akan mendapat pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Kata kunci: kemiskinan, pekerjaan, pendidikan Abstract Literature is a reflection of society that describes the reality of society. The novel Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan, including one of the literary writings that describe people's lives. The novel written by Tulus Setiyadi shows the state of poverty held by the community. The issues discussed are about 1) work; and 2) education. The theory used to analyze the problem is Wellek and Warren's theory of literary sociology, one of the theories that connects literature and context. The method used is a qualitative descriptive method. The data taken comes from the novel Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan using library study techniques. The results of the analysis showed that the poverty that occurred in novel Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan had something to do with work and education problems. The work that causes poverty is in the form of 1) farmers; 2) massage shaman; 3) builders; 4) traditional cake sellers; and 5) sweepers. While another problem that also causes poverty is hanging with education. Education is included in one of the accesses to support a job. Through education carried out every human being will get the knowledge and skills needed in the world of work. Keywords: proverty, work, education PENDAHULUAN Karya sastra yang berkembang dalam dunia sastra di jaman sekarang ini, salah satunya yaitu karya sastra Jawa modern. Darni (2021:4) menjelaskan tenatng konsep sastra Jawa modern, yaitu suatu karya sastra yang berkembang ditengah-tengah masyarakat jaman sekarang. Disebut sebagai sastra Jawa modern, karena jalan cerita yang ditulis mirip dengan sastra Indonesia modern dan cerita-cerita sastra barat. Sastra dan masyarakat tidak dapat dipisahkan, keduanya saling memberi pengaruh. Sastra dibentuk oleh masyarakat, sebaliknya sastra juga bisa membentuk masyarakat (Darni 2013:14). Masyarakat dalam karya sastra sebagai objek yang digambarkan dalam cerita yang bahasanya diolah dengan mudah dipahami oleh para pembaca. Karysa sastra Jawa modern memiliki jenis yang sama dengan karya sastra Indonesia. Jenis karya tersebut berupa prosa (cerita pendek dan novel), puisi, dan drama (naskah drama dan pementasan drama) (Sehandi dalam Wijayanti dan Dermawan, 2019:63). Dalam arikel ini jenis karya sastra yang akan dibahas yaitu novel. Dalam novel membahas cerita dengan bebas, menyuguhkan cerita dengan lebih banyak, rinci, detail dan mengandung berbagai masalah yang terjadi dengan lebih kompleks dari pada cerpen dan cerbung (Nurgiyantoro, 2013:25). Salah satu pengarang yang terkenal dalam dunia sastra Jawa modern yaitu Tulus Setiyadi. Sastrawan kelahiran tahun 1972 ini lulusan Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Widya Mataram Yogjakarta. Memang pendidikan dan gelar sastrawan Tulus S tidak ada hubungannya sama sekali. Sejak masih sekolah dirinya suka belajar bab budaya dan sastra, khususnya budaya Jawa. Tulus Setiyadi atau yang sering disebut Tulus S sebagai sastrawan yang produktif, banyak menciptakan karya sastra dengan banyak genre, seperti dongeng, esai, antologi puisi dan cerpen serta novel. Karya yang dihasilkan oleh beliau banyak diantaranya Dongeng Kancil Kanggo Bocah , Puspa Tunjung Taruna (esai), Sangkrah (antologi puisi dan cerpen), Uran-Uran Katresnan (novel), juga masih banyak lagi, termasuk yang menjadi objek dalam artikel ini yaitu novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan. Salah satu novel karangan Tulus Setiyadi yang akan dianalisis yaitu novel dengan judul Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, yang banyak membahas mengenai kemiskinan. Kemiskinan termasuk salah satu masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang ada di dunia ini (Zuhdiyaty dan Kaluge, 2017:27). Kemiskinan dapat diartikan sebagai gambaran tentang suatu kondisi kekurangan yang dialami oleh manusia karena kurangnya penghasilan, atau dengan lebih rinci menggambarkan kondisi manusia yang tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang, pangan, dan papan (Bhinadi, 2017:9). Kemiskinan juga disebut sebagai masalah yang mendasar untuk manusia. Penjelasan tersebut sesuai dengan penjelasan Yacoub dalam Ferezagia (2018:2). Dalam penelitiannya dijelaskan kalau kemiskinan termasuk masalah yang mendasar, karena kemiskinan berhubungan dengan tercukupi atau tidaknya kebutuhan dasar manusia dalam kehidupannya. Manusia digolongkan sebagai orang miskin karena orang tersebut tidak memiliki pekerjaan juga tingkat pendidikan serta kesehatan yang umumnya tidak tercukupi. Kemiskinan tidak hanya berhubungan dengan keadaan ekonomi, namun juga tidak berhasilnya untuk mencukupi kebutuhan dasar dan perbedaan perilaku untuk orang atau sekelompok orang dalam kehidupan (Panjawa, 2020:85). Kemiskinan merupakan wujud dari salah satu gejala sosial yang tampak dalam masyarakat. Maka dari itu, untuk menganalisis masalah kemiskinan yang terdapat dalam novel ini akan digunakan kajian sosiologi sastra. Sosiologi sastra dapat diartikan sebagai pendekatan sastra dengan menekankan bab kemasyarakatan. Penjelasan tersebut sesuai dengan pendapat Soekanto (2013:14) yang mengartikan bahwa sosiologi yaitu suatu ilmu dengan masyarakat sebagai objeknya. Sosiologi sastra menekankan masalah sastra dalam keadaan sosial masyarakat, seperti halnya sistem politik, ekonomi dan sosial tertentu. Kajian soiologi sastra dilakukan oleh para pengarang ada hubungannya dengan sosio (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46747/39517
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/46747/39517

Subchi Siti Aisatus, darni Darni. Kemiskinan dalam Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), 2022, pp. 728-747,