Kemiskinan dalam Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan
KEMISKINAN DALAM NOVEL TUMETESE EMBUN SWARGA ING PANGKONAN
(KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Siti Aisatus Subchi
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
Darni
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
Abstrak
Sastra merupakan cerminan masyarakat yang menggambarkan kenyataan tentang
masayarakat. Novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, termasuk salah satu karya tulis
sastra yang menggambarkan kehidupan masyarakat. Novel yang ditulis oleh Tulus Setiyadi
tersebut menunjukkan keadaan kemiskinan yang disandang oleh masyarakat. Masalah yang
dibahas yaitu tentang 1) pekerjaan; dan 2) pendidikan. Teori yang digunakan untuk
menganalisis masalah tersebut yaitu teori sosiologi sastra Wellek dan Warren, salah satu teori
yang menghubungkan antara sastra dan konteks. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif kualitatif. Data diambil berasal dari novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan
dengan menggunakan teknik studi pustaka.. Hasil analisis menunjukkan kalau kemiskinan
yang terjadi dalam novel Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan ada hubungannya dengan
masalah pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan yang menyebabkan adanya kemiskinan tersebut
berupa 1) petani; 2) dukun pijat; 3) tukang bangunan; 4) penjual kue tradisional; dan 5) tukang
sapu. Sedangkan masalah lain yang juga menyebabkan adanya kemiskinan yaitu berhungan
dengan pendidikan. Pendidikan termasuk dalam salah satu akses untuk mendukung suatu
pekerjaan. Melalui pendidikan yang dilakukan setiap manusia akan mendapat pengetahuan
dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan.
Kata kunci: kemiskinan, pekerjaan, pendidikan
Abstract
Literature is a reflection of society that describes the reality of society. The novel
Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan, including one of the literary writings that describe
people's lives. The novel written by Tulus Setiyadi shows the state of poverty held by the
community. The issues discussed are about 1) work; and 2) education. The theory used to
analyze the problem is Wellek and Warren's theory of literary sociology, one of the theories
that connects literature and context. The method used is a qualitative descriptive method. The
data taken comes from the novel Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan using library study
techniques. The results of the analysis showed that the poverty that occurred in novel
Tumetese Embun Swarga Ing Pangkonan had something to do with work and education
problems. The work that causes poverty is in the form of 1) farmers; 2) massage shaman; 3)
builders; 4) traditional cake sellers; and 5) sweepers. While another problem that also causes
poverty is hanging with education. Education is included in one of the accesses to support a
job. Through education carried out every human being will get the knowledge and skills
needed in the world of work.
Keywords: proverty, work, education
PENDAHULUAN
Karya sastra yang berkembang dalam dunia sastra di jaman sekarang ini, salah satunya
yaitu karya sastra Jawa modern. Darni (2021:4) menjelaskan tenatng konsep sastra Jawa
modern, yaitu suatu karya sastra yang berkembang ditengah-tengah masyarakat jaman
sekarang. Disebut sebagai sastra Jawa modern, karena jalan cerita yang ditulis mirip dengan
sastra Indonesia modern dan cerita-cerita sastra barat. Sastra dan masyarakat tidak dapat
dipisahkan, keduanya saling memberi pengaruh. Sastra dibentuk oleh masyarakat, sebaliknya
sastra juga bisa membentuk masyarakat (Darni 2013:14). Masyarakat dalam karya sastra
sebagai objek yang digambarkan dalam cerita yang bahasanya diolah dengan mudah dipahami
oleh para pembaca. Karysa sastra Jawa modern memiliki jenis yang sama dengan karya sastra
Indonesia. Jenis karya tersebut berupa prosa (cerita pendek dan novel), puisi, dan drama
(naskah drama dan pementasan drama) (Sehandi dalam Wijayanti dan Dermawan, 2019:63).
Dalam arikel ini jenis karya sastra yang akan dibahas yaitu novel. Dalam novel membahas
cerita dengan bebas, menyuguhkan cerita dengan lebih banyak, rinci, detail dan mengandung
berbagai masalah yang terjadi dengan lebih kompleks dari pada cerpen dan cerbung
(Nurgiyantoro, 2013:25).
Salah satu pengarang yang terkenal dalam dunia sastra Jawa modern yaitu Tulus
Setiyadi. Sastrawan kelahiran tahun 1972 ini lulusan Program Studi Teknologi Pangan dan
Gizi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Widya Mataram Yogjakarta. Memang
pendidikan dan gelar sastrawan Tulus S tidak ada hubungannya sama sekali. Sejak masih
sekolah dirinya suka belajar bab budaya dan sastra, khususnya budaya Jawa. Tulus Setiyadi
atau yang sering disebut Tulus S sebagai sastrawan yang produktif, banyak menciptakan karya
sastra dengan banyak genre, seperti dongeng, esai, antologi puisi dan cerpen serta novel.
Karya yang dihasilkan oleh beliau banyak diantaranya Dongeng Kancil Kanggo Bocah ,
Puspa Tunjung Taruna (esai), Sangkrah (antologi puisi dan cerpen), Uran-Uran Katresnan
(novel), juga masih banyak lagi, termasuk yang menjadi objek dalam artikel ini yaitu novel
Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan.
Salah satu novel karangan Tulus Setiyadi yang akan dianalisis yaitu novel dengan judul
Tumetese Embun Swarga ing Pangkonan, yang banyak membahas mengenai kemiskinan.
Kemiskinan termasuk salah satu masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang ada di dunia
ini (Zuhdiyaty dan Kaluge, 2017:27). Kemiskinan dapat diartikan sebagai gambaran tentang
suatu kondisi kekurangan yang dialami oleh manusia karena kurangnya penghasilan, atau
dengan lebih rinci menggambarkan kondisi manusia yang tidak dapat mencukupi kebutuhan
dasar manusia, yaitu sandang, pangan, dan papan (Bhinadi, 2017:9). Kemiskinan juga disebut
sebagai masalah yang mendasar untuk manusia. Penjelasan tersebut sesuai dengan penjelasan
Yacoub dalam Ferezagia (2018:2). Dalam penelitiannya dijelaskan kalau kemiskinan termasuk
masalah yang mendasar, karena kemiskinan berhubungan dengan tercukupi atau tidaknya
kebutuhan dasar manusia dalam kehidupannya.
Manusia digolongkan sebagai orang miskin karena orang tersebut tidak memiliki
pekerjaan juga tingkat pendidikan serta kesehatan yang umumnya tidak tercukupi. Kemiskinan
tidak hanya berhubungan dengan keadaan ekonomi, namun juga tidak berhasilnya untuk
mencukupi kebutuhan dasar dan perbedaan perilaku untuk orang atau sekelompok orang
dalam kehidupan (Panjawa, 2020:85). Kemiskinan merupakan wujud dari salah satu gejala
sosial yang tampak dalam masyarakat. Maka dari itu, untuk menganalisis masalah kemiskinan
yang terdapat dalam novel ini akan digunakan kajian sosiologi sastra. Sosiologi sastra dapat
diartikan sebagai pendekatan sastra dengan menekankan bab kemasyarakatan. Penjelasan
tersebut sesuai dengan pendapat Soekanto (2013:14) yang mengartikan bahwa sosiologi yaitu
suatu ilmu dengan masyarakat sebagai objeknya. Sosiologi sastra menekankan masalah sastra
dalam keadaan sosial masyarakat, seperti halnya sistem politik, ekonomi dan sosial tertentu.
Kajian soiologi sastra dilakukan oleh para pengarang ada hubungannya dengan sosio (...truncated)