Perjuangan Wanita dalam Novel Ana Crita ing Pinggire Tebon Karya Tulus Setiyadi: Kajian Feminisme
PERJUANGAN WANITA DALAM NOVEL ANA CRITA ING PINGGIRE TEBON
KARYA TULUS SETIYADI: KAJIAN FEMINISME
Armanda Yusuf Setiawan
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
Darni
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
e-mail:
Abstract
The struggle resulted in several attempts to escape misery, including from the misery of
poverty, unemployment, welfare, and others. This study is about women's struggle. The
purpose of this study is to discuss the women‟s struggle as depicted by a character who
called Wiyani in the novel with the title Ana crita ing Pinggire Tebon by Tulus Setiyadi
which was published in 2021. First describes the interpretation of women's struggle,
second explains the attitude of society towards women's struggles, and third describes the
interpretation of women's independence in the ACPT novel. The analysis in this study used
a qualitative descriptive method. The theory used is liberal feminism which is compatible
with the Indonesian nation because it upholds the women‟s emancipation. The research
data is in the form of fragments of stories in the form of phrases, words, sentences, and
dialogues that have a description of the women‟s struggle. The data collection technique in
this study used library techniques which had 4 stages, reading, taking notes, collecting data,
and sorting. How to analyze using 3 stages, first data reduction, second explaining data,
and finally conclusion. This study resulted in the form of women's struggles to escape the
grip of the women's trafficking mafia, struggles to raise the family economy, unwillingness
and respect for women's struggles from the character's boyfriend, the sadness of the
character's parents, the attitude of giving help from the character's neighbors, and the
independence of the character which is depicted through several works that carried out by
the character Wiyani in the novel ACPT.
Keywords: feminism, struggle, women
Abstrak
Perjuangan menghasilkan beberapa upaya untuk lepas dari kesengsaraan, termasuk dari
kesengsaraan kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan, dan lain-lain. Penelitian ini
mengangkat tentang pejuangan wanita. Tujuannya untuk membahas tentang perjuangan
wanita yang digambarkan dari salah satu tokoh yang bernama Wiyani dalam novel Ana
crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun 2021. Tujuan
pertama menggambarkan wujud perjuangan wanita, kedua menjelaskan sikap masyarakat
terhadap perjuangan wanita, dan ketiga menjelaskan wujud kemandirian wanita dalam
novel ACPT. Teknik analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang
digunakan yakni feminisme liberal yang dimana cocok dengan bangsa Indonesia karena
menjunjung tinggi emansipasi wanita. Data penelitian berupa penggalan cerita yang
berwujud frasa, kata, kalimat-kalimat, serta dialog yang memiliki gambaran tentang
perjuangan wanita. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka yang memiliki
4 tahapan, yakni membaca, mencatat, mengumpulkan data, dan memilah. Cara
menganalisis menggunakan 3 tahapan, pertama reduksi data, kedua menjelaskan data, dan
terakhir kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan gambaran tentang wujud perjuangan
wanita untuk lepas dari genggaman mafia penipu calon TKI, perjuangan mengangkat
ekonomi keluarga, sikap ketidakrelaan dan menghargai perjuangan wanita dari pacar tokoh,
kesedihan orang tua tokoh, sikap memberi pertolongan dari tetangga tokoh, dan
kemandirian tokoh yang digambarkan melalui beberapa pekerjaan yang dilakukan tokoh
Wiyani dalam novel ACPT.
Kata Kunci
: feminisme, perjuangan, wanita
PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan salah satu hasil ciptaan, kreasi, dan imajinasi yang
menggambarkan kehidupan manusia melalui bahasa. Menurut A. Teeuw (2015: 20) kata
„sastra‟ berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti mengarahkan, mengajari, dan memberi
petunjuk. Bahasa yang digunakan dalam karya sastra bersifat estetik, etik, dan saintik.
Untuk mewujudkan bahasa tersebut sangat diperlukan imajinasi. Seperti yang dijelaskan
oleh Wellek&Warren (2016: 12) bahwa sastra paling tepat disebut sebagai karya imajinatif.
Imajinasi yang baik juga berguna untuk menarik perhatian pembaca.
Sastra Jawa modern adalah sastra Jawa yang hidup di tengah-tengah masyarakat
Jawa saat ini (Darni, 2021: 3). Karya-karya sastra yang berkembang di era periodesasi
sastra Jawa modern memiliki banyak sekali ragamnya seperti cerita pendek/cerkak, novel,
cerita sambung, cerita wayang, puisi/geguritan, dan lain-lain. Sastra Jawa modern
berkembang sekitar tahun 1932 di Surakarta (Rass: 1985). Menurut Rass dari tahun 1966
sampai saat ini sastra Jawa modern merupakan sastra yang paling berkembang yakni sering
diterbitkan di majalah-majalah. Darni (2021: 2) menjelaskan bahwa karya-karya sastra
Jawa modern sering diterbitkan di majalah-majalah yang biasanya memiliki masa terbit
mingguan seperti majalah Jaya Baya dan Panjebar Semangat. Keduanya terbit di provinsi
Jawa Timur dan memiliki daya pengaruh yang besar kepada perkembangan dari sastra
jawa dan budaya jawa, khususnya di perkembangan sastra jawa modern.
Salah satu wujud kesustraan Jawa modern yang paling diminati masyarakat yakni
novel. Novel sebagai salah satu karya sastra yang memiliki sifat fiksi atau khayalan.
Nurgiyantoro (2013: 11-13) menjelaskan bahwa novel bisa menjelaskan sesuatu dengan
cara yang bebas, lebih rinci, dan lebih kompleks. Karena besarnya minat masyarakat
kepada karya sastra berbentuk novel, oleh karena itu para penulis karya sastra Jawa
modern khususnya novel banyak menggunakan Bahasa Jawa yang mudah dimengerti oleh
masyarakat. Juga banyak sastrawan jawa yang mengangkat masyarakat biasa sebagai objek
utama. Selaras dengan apa yang diucapkan Damono (2020: 3) bahwa sastra menyuguhkan
gambaran hidup bermasyarakat.
Salah satunya sastrawan Jawa yang sudah banyak membuat karya-karya sastra
berbahasa Jawa yaitu Tulus Setiyadi. Selain membuat karya-karya sastra Jawa, Tulus
Setiyadi juga masuk di paguyuban dan organisasi yang bergelut di dunia sastra Jawa dan
kebudayaan Jawa. Buku-buku yang pernah ditulis Tulus Setiyadi yakni: Sangkrah
(antologi geguritan lan cerkak), Sang Guru (antologi cerkak), Udan ing Wanci Ketiga
(novel), Juminem...dodolan tempe? (novel), dan masih banyak lagi karya-karya Tulus
Setiyadi lainnya.
Salah satu novel yang memiliki daya pikat dan menarik perhatian adalah novel
dengan judul Ana Crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun
2021. Novel ini menceritakan kisah dari seorang perempuan bernama Wiyani memiliki
jiwa besar dan berkeinginan untuk mengangkat ekonomi keluarganya. Demi untuk
mengangkat ekonomi keluarga ia memiliki pemikiran untuk bekerja sebagai TKI. Namun
di tengah-tengah perjalanan akhirnya Wiyani gagal menjadi TKI dan rela melakukan
banyak pekerjaan seperti bekerja menjadi buruh toko, menjadi tukang bersih-bersih,
sampai menjadi pegawai club malam menjadi wanita penghibur. Novel ini menonjolkan
sisi dari perjuangan seorang wanita yang berkeinginan un (...truncated)