Perjuangan Wanita dalam Novel Ana Crita ing Pinggire Tebon Karya Tulus Setiyadi: Kajian Feminisme

JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), Jun 2022

Perjuangan menghasilkan beberapa upaya untuk lepas dari kesengsaraan, termasuk dari kesengsaraan kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan, dan lain-lain. Penelitian ini mengangkat tentang pejuangan wanita. Tujuan penelitian ini ialah membahas tentang perjuangan wanita yang digambarkan dari salah satu tokoh yang bernama Wiyani dalam novel dengan judul Ana crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun 2021. Pertama menggambarkan wujud perjuangan wanita, kedua menjelaskan sikap masyarakat terhadap perjuangan wanita, dan ketiga menjelaskan wujud kemandirian wanita dalam novel ACPT. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yakni feminisme liberal yang dimana cocok dengan bangsa Indonesia karena menjunjung tinggi emansipasi wanita. Data penelitian berupa penggalan cerita berwujud frasa, kata, kalimat-kalimat, serta dialog yang memiliki gambaran tentang perjuangan wanita. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka yang memiliki 4 tahapan, yakni membaca, mencatat, mengumpulkan data, dan memilah. Cara menganalisis menggunakan 3 tahapan, pertama reduksi data, kedua menjelaskan data, dan terakhir kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan wujud perjuangan wanita untuk lepas dari genggaman mafia perdagangan perempuan, perjuangan mengangkat ekonomi keluarga, ketidak relaan dan menghargai perjuangan wanita dari pacar tokoh, kesedihan orang tua tokoh, sikap memberi pertolongan dari tetangga tokoh, dan kemandirian tokoh yang digambarkan melalui beberapa pekerjaan yang dilakukan tokoh Wiyani dalam novel ACPT. Kata Kunci : feminisme, perjuangan, wanita

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46843/39513

Perjuangan Wanita dalam Novel Ana Crita ing Pinggire Tebon Karya Tulus Setiyadi: Kajian Feminisme

PERJUANGAN WANITA DALAM NOVEL ANA CRITA ING PINGGIRE TEBON KARYA TULUS SETIYADI: KAJIAN FEMINISME Armanda Yusuf Setiawan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Darni Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Abstract The struggle resulted in several attempts to escape misery, including from the misery of poverty, unemployment, welfare, and others. This study is about women's struggle. The purpose of this study is to discuss the women‟s struggle as depicted by a character who called Wiyani in the novel with the title Ana crita ing Pinggire Tebon by Tulus Setiyadi which was published in 2021. First describes the interpretation of women's struggle, second explains the attitude of society towards women's struggles, and third describes the interpretation of women's independence in the ACPT novel. The analysis in this study used a qualitative descriptive method. The theory used is liberal feminism which is compatible with the Indonesian nation because it upholds the women‟s emancipation. The research data is in the form of fragments of stories in the form of phrases, words, sentences, and dialogues that have a description of the women‟s struggle. The data collection technique in this study used library techniques which had 4 stages, reading, taking notes, collecting data, and sorting. How to analyze using 3 stages, first data reduction, second explaining data, and finally conclusion. This study resulted in the form of women's struggles to escape the grip of the women's trafficking mafia, struggles to raise the family economy, unwillingness and respect for women's struggles from the character's boyfriend, the sadness of the character's parents, the attitude of giving help from the character's neighbors, and the independence of the character which is depicted through several works that carried out by the character Wiyani in the novel ACPT. Keywords: feminism, struggle, women Abstrak Perjuangan menghasilkan beberapa upaya untuk lepas dari kesengsaraan, termasuk dari kesengsaraan kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan, dan lain-lain. Penelitian ini mengangkat tentang pejuangan wanita. Tujuannya untuk membahas tentang perjuangan wanita yang digambarkan dari salah satu tokoh yang bernama Wiyani dalam novel Ana crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun 2021. Tujuan pertama menggambarkan wujud perjuangan wanita, kedua menjelaskan sikap masyarakat terhadap perjuangan wanita, dan ketiga menjelaskan wujud kemandirian wanita dalam novel ACPT. Teknik analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yakni feminisme liberal yang dimana cocok dengan bangsa Indonesia karena menjunjung tinggi emansipasi wanita. Data penelitian berupa penggalan cerita yang berwujud frasa, kata, kalimat-kalimat, serta dialog yang memiliki gambaran tentang perjuangan wanita. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka yang memiliki 4 tahapan, yakni membaca, mencatat, mengumpulkan data, dan memilah. Cara menganalisis menggunakan 3 tahapan, pertama reduksi data, kedua menjelaskan data, dan terakhir kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan gambaran tentang wujud perjuangan wanita untuk lepas dari genggaman mafia penipu calon TKI, perjuangan mengangkat ekonomi keluarga, sikap ketidakrelaan dan menghargai perjuangan wanita dari pacar tokoh, kesedihan orang tua tokoh, sikap memberi pertolongan dari tetangga tokoh, dan kemandirian tokoh yang digambarkan melalui beberapa pekerjaan yang dilakukan tokoh Wiyani dalam novel ACPT. Kata Kunci : feminisme, perjuangan, wanita PENDAHULUAN Karya sastra merupakan salah satu hasil ciptaan, kreasi, dan imajinasi yang menggambarkan kehidupan manusia melalui bahasa. Menurut A. Teeuw (2015: 20) kata „sastra‟ berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti mengarahkan, mengajari, dan memberi petunjuk. Bahasa yang digunakan dalam karya sastra bersifat estetik, etik, dan saintik. Untuk mewujudkan bahasa tersebut sangat diperlukan imajinasi. Seperti yang dijelaskan oleh Wellek&Warren (2016: 12) bahwa sastra paling tepat disebut sebagai karya imajinatif. Imajinasi yang baik juga berguna untuk menarik perhatian pembaca. Sastra Jawa modern adalah sastra Jawa yang hidup di tengah-tengah masyarakat Jawa saat ini (Darni, 2021: 3). Karya-karya sastra yang berkembang di era periodesasi sastra Jawa modern memiliki banyak sekali ragamnya seperti cerita pendek/cerkak, novel, cerita sambung, cerita wayang, puisi/geguritan, dan lain-lain. Sastra Jawa modern berkembang sekitar tahun 1932 di Surakarta (Rass: 1985). Menurut Rass dari tahun 1966 sampai saat ini sastra Jawa modern merupakan sastra yang paling berkembang yakni sering diterbitkan di majalah-majalah. Darni (2021: 2) menjelaskan bahwa karya-karya sastra Jawa modern sering diterbitkan di majalah-majalah yang biasanya memiliki masa terbit mingguan seperti majalah Jaya Baya dan Panjebar Semangat. Keduanya terbit di provinsi Jawa Timur dan memiliki daya pengaruh yang besar kepada perkembangan dari sastra jawa dan budaya jawa, khususnya di perkembangan sastra jawa modern. Salah satu wujud kesustraan Jawa modern yang paling diminati masyarakat yakni novel. Novel sebagai salah satu karya sastra yang memiliki sifat fiksi atau khayalan. Nurgiyantoro (2013: 11-13) menjelaskan bahwa novel bisa menjelaskan sesuatu dengan cara yang bebas, lebih rinci, dan lebih kompleks. Karena besarnya minat masyarakat kepada karya sastra berbentuk novel, oleh karena itu para penulis karya sastra Jawa modern khususnya novel banyak menggunakan Bahasa Jawa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Juga banyak sastrawan jawa yang mengangkat masyarakat biasa sebagai objek utama. Selaras dengan apa yang diucapkan Damono (2020: 3) bahwa sastra menyuguhkan gambaran hidup bermasyarakat. Salah satunya sastrawan Jawa yang sudah banyak membuat karya-karya sastra berbahasa Jawa yaitu Tulus Setiyadi. Selain membuat karya-karya sastra Jawa, Tulus Setiyadi juga masuk di paguyuban dan organisasi yang bergelut di dunia sastra Jawa dan kebudayaan Jawa. Buku-buku yang pernah ditulis Tulus Setiyadi yakni: Sangkrah (antologi geguritan lan cerkak), Sang Guru (antologi cerkak), Udan ing Wanci Ketiga (novel), Juminem...dodolan tempe? (novel), dan masih banyak lagi karya-karya Tulus Setiyadi lainnya. Salah satu novel yang memiliki daya pikat dan menarik perhatian adalah novel dengan judul Ana Crita ing Pinggire Tebon karya Tulus Setiyadi yang terbit pada tahun 2021. Novel ini menceritakan kisah dari seorang perempuan bernama Wiyani memiliki jiwa besar dan berkeinginan untuk mengangkat ekonomi keluarganya. Demi untuk mengangkat ekonomi keluarga ia memiliki pemikiran untuk bekerja sebagai TKI. Namun di tengah-tengah perjalanan akhirnya Wiyani gagal menjadi TKI dan rela melakukan banyak pekerjaan seperti bekerja menjadi buruh toko, menjadi tukang bersih-bersih, sampai menjadi pegawai club malam menjadi wanita penghibur. Novel ini menonjolkan sisi dari perjuangan seorang wanita yang berkeinginan un (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46843/39513
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/46843/39513

Setiawan Armanda Yusuf, Darni Darni. Perjuangan Wanita dalam Novel Ana Crita ing Pinggire Tebon Karya Tulus Setiyadi: Kajian Feminisme, JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), 2022, pp. 1296-1315,