Sistem Monitoring Kualitas Air Pada Sistem Akuaponik Berbasis IoT
Sistem Monitoring Kualitas Air pada Sistem Akuaponik Berbasis IoT
SISTEM MONITORING KUALITAS AIR PADA SISTEM AKUAPONIK BERBASIS IOT
Risma Alfia
S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email:
Arif Widodo, Nurhayati, Nur Kholis
S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email: , ,
Abstrak
Sistem akuaponik bertujuan untuk menghemat lahan tanam sekaligus membentuk pengairan
yang terhubung secara langsung sehingga membentuk kehidupan dalam simbiosis mutualisme
antara tanaman dan ekosistem air. Oleh karena itu, kualitas air pada sistem akuaponik harus
terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memonitor kualitas air yang ada pada sistem
akuaponik yang meliputi empat parameter, antara lain suhu air, pH air, Total Padatan Terlarut
(TDS), dan tingkat kekeruhan air untuk dapat ditampilkan pada Web Server dan aplikasi
Telegram. Melalui teknologi IoT, maka monitoring akan lebih mudah dilakukan karena
pengamatan tidak perlu dilakukan secara langsung. Parameter tersebut akan ditampilkan pada
Web Server dan aplikasi Telegram yang telah terhubung oleh sistem IoT pada prototipe sistem
monitoring akuaponik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif
dengan instrumen pengumpulan data yang diperoleh dari dari software VNC Viewer dan
mikrokontroler Raspberry 3 Model B. Komponen lain yang digunakan untuk mengukur
parameter yang diperlukan antara lain, DS18B20, PH-4502C, SEN0244, SEN0189, dan Arduino
Pro Mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe mampu mengukur parameter pada
kualitas air dan dapat mengirimkan data ke Web Server maupun aplikasi Telegram dengan nilai
akurasi pada suhu air sebesar 98,63%; pH air sebesar 98,36%; dan Total Padatan Terlarut (TDS)
sebesar 99,70%. Untuk tingkat kekeruhan air tidak memiliki nilai akurasi disebabkan oleh tidak
adanya alat pembanding pada penelitian ini.
Kata Kunci: Akuaponik, Web Server, IoT, Telegram, VNC Viewer.
Abstract
The aquaponics system aims to conserve planting land while forming a water that is directly
connected so as to shape life in the symbiosis of mutualism between plants and water
ecosystems. Therefore, the water quality of the aquaponic system must be mainta ined. The
purpose of this study is to monitor the water quality in the aquaponic system which includes
four parameters, including water temperature, water pH, Total Dissolved Solids (TDS), and
water turbidity level showed on Web Server and Telegram. Through IoT technology, monitoring
will be easier to do because observations do not need to be done directly. These parameters will
be displayed on Web Servers and Telegram applications that have been connected by the IoT
system on a prototype of an aquaponic monitoring system. The research method used is a
quantitative approach method with data collection instruments obtained from VNC Viewer
software and raspberry 3 model B microcontroller. Other components used to measure the
necessary parameters include, DS18B20, PH-4502C, SEN0244, SEN0189, and Arduino Pro
Mini. The results showed that the prototype was able to measure parameters on water quality
and could transmit data to Web servers and Telegram applications with an accuracy value at
water temperature of 98.63%; water pH of 98.36%; and Total Dissolved Solids (TDS) of
99.70%. For the level of turbidity of water has no accuracy value due to the absence of
comparison tools in this study.
Keywords: Aquaponic, Web Server, IoT, Telegram, VNC Viewer.
2018). Secara umum, konsep pembuatan sistem
akuaponik adalah dengan memanfaatkan kolam
ikan maupun akuarium sebagai sumber air
sekaligus pupuk alami dari kotoran ikan (Rahmanto
dkk., 2020). Akuarium akan diberikan saluran
khusus yang akan mengairi lahan tanam. Siklus ini
akan terus mengalir sehingga memudahkan
PENDAHULUAN
Sistem akuaponik adalah konsep pengembangan
sistem pertanian yang dipadukan dengan
pemanfaatan produksi tanaman dan hewan
(Haryanto dkk., 2019). Tujuan dari memadukan dua
media tersebut adalah untuk meringkas lahan tanam
tanpa memerlukan tanah yang subur (Pasha dkk.,
707
Jurnal Teknik Elektro. Volume 10. No 3, Tahun 2021, Halaman 707-714
pekerjaan dalam masalah perawatan, mulai dari
konsumsi air, pemupukan, pembuangan limbah
ikan, dan pertumbuhan tanaman lebih cepat
(Supriadi dkk., 2019).
Dalam perancangan sistem akuaponik, perlu
diperhatikan beberapa faktor kualitas air dari
akuarium yang mempengaruhi sirkulasi sistem.
Faktor-faktor tersebut terdiri dari 4 parameter,
antara lain pH air, suhu air, dan tingkat kekeruhan,
dan kebutuhan mineral dalam tanaman. Hal tersebut
sangat penting karena akan berpengaruh pada
kelangsungan hidup ikan di dalam akuarium
(Pratomo dkk., 2020). Oleh karena itu, diperlukan
sistem filterisasi yang baik agar ekosistem tetap
berlangsung.
Untuk mengamati setiap perubahan faktorfaktor dalam air, maka diperlukan sistem yang
mampu memantau akuaponik secara otomatis
dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu,
Internet of Things (IoT) akan sangat membantu
keperluan monitoring sistem akuaponik tanpa harus
mengecek akuarium secara langsung serta dapat
memantau dalam jarak jauh (Pasha dkk., 2018).
Melalui sistem akuaponik berbasis IoT akan
memungkinkan untuk mengoneksikan smartphone
dengan sistem akuaponik yang telah terintegrasi
dengan komponen-komponen yang mendukung
(Efendi, 2020). Mikrokontroler yang digunakan
pada prototipe ini adalah Raspberry 3 model B dan
Arduino Mini. Dengan bentuk fisik yang relatif
kecil, maka prototipe akan lebih ringkas dan mudah
untuk digunakan dalam lokasi lahan akuaponik
yang sempit (Khairunisa dkk., 2021).
Pemantauan status parameter pada kualitas air
dikirimkan melalui Web Server dan aplikasi
Telegram. Interface pada Telegram memanfaatkan
Bot chat yang dikirimkan secara personal. Akun
Telegram Bot tidak memerlukan nomor telepon
pada pembuatannya sehingga lebih mudah
menjalankan kode di server untuk mengirimkan
pesan (Mailoa dkk., 2020). Pesan kondisi air tersebut
akan dikirimkan setiap kali pengguna meminta
status parameter secara real time. Hal tersebut juga
terdapat pada Web Server yang sudah dihubungkan
dengan program IoT pada sistem akuaponik.
Melalui 2 Interface tersebut, maka pemantauan
sistem akuaponik akan lebih mudah selama
smartphone terkoneksi internet dan memiliki
aplikasi Telegram.
Penelitian yang sama mengenai monitoring
sistem akuaponik dilakukan oleh Haryanto dkk.
(2019) dalam artikelnya berjudul “Smart Aquaponic
System Based Internet of Things (IoT)”. Penelitian
ini bertujuan untuk memantau tingkat keasaman
atau pH air, ketinggian air menggunakan sensor
Ultrasonik, suhu air, dan pakan ikan yang
terintegrasi dengan aplikasi mobile berbasis
internet. Haryanto, dkk. menggunakan server
Ubuntu IoT Cloud untuk mengirimkan data yang
diperoleh dari sensor untuk diakses melalui
smartphone.
Kemudian,
penelitian
lainnya
dilakukan oleh Mailoa dkk. (2020) yang berjudul
“Sistem Kontrol dan Monitoring Kadar pH Air pada
Sistem Akuaponik Berbasis NodeMCU ESP8266
Menggunakan Tele (...truncated)