DETEKSI DINI PENYAKIT BALITA MENGGUNAKAN ALGORITMA SORENSEN BERBOBOT

JURNAL ILMIAH INFORMATIKA, Nov 2021

There are still many parents who do not have sufficient understanding in terms of toddler disease. One way to provide education is the availability of a system that can be used for consultation based on the symptoms of illness experienced by toddlers and the actions needed to overcome them. The system that will be built is an expert system that can relatively provide suggestions for solutions to children's health problems using the Case Based Reasoning (CBR) method. namely an expert system that uses case-based reasoning methods, namely looking for similarities of a disease compared to a disease that has existed before. In this study, the CBR method was combined with a weighting process using the pairwise comparison method which was within the scope of the AHP (Analytic Hierarchy Process) method. In comparing consultations with old diseases that already exist in the system, and looking for similarities from the comparison results, the Sorensen similarity algorithm is used. This study resulted in weights with 3 symptom categories, namely mild symptoms with a weight of 0.09, moderate symptoms with a weight of 0.24 and severe symptoms with a weight of 0.67 and will recommend several diseases with a similarity above 0.5 and diseases with a similarity below 0.5 will be entered into the revise table to find a solution.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jif/article/download/3744/2206

DETEKSI DINI PENYAKIT BALITA MENGGUNAKAN ALGORITMA SORENSEN BERBOBOT

Deteksi Dini Penyakit Balita Menggunakan Algoritma Sorensen Berbobot Nur Kharisa Umami 1, Setyawan Wibisono2 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank, Jl. Tri Lomba Juang No.1, Semarang 50241, Indonesia Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank, Jl. Tri Lomba Juang No.1, Semarang 50241, Indonesia INFORMASI ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 20 Juni 2021 Revisi Akhir: 03 Juli 2021 Diterbitkan Online: 10 September 2021 KATA KUNCI Sistem Pakar Balita Case-Based Reasoning AHP Sorensen KORESPONDENSI A B S T R A C T There are still many parents who do not have sufficient understanding in terms of toddler disease. One way to provide education is the availability of a system that can be used for consultation based on the symptoms of illness experienced by toddlers and the actions needed to overcome them. The system that will be built is an expert system that can relatively provide suggestions for solutions to children's health problems using the Case Based Reasoning (CBR) method. namely an expert system that uses case-based reasoning methods, namely looking for similarities of a disease compared to a disease that has existed before. In this study, the CBR method was combined with a weighting process using the pairwise comparison method which was within the scope of the AHP (Analytic Hierarchy Process) method. In comparing consultations with old diseases that already exist in the system, and looking for similarities from the comparison results, the Sorensen similarity algorithm is used. This study resulted in weights with 3 symptom categories, namely mild symptoms with a weight of 0.09, moderate symptoms with a weight of 0.24 and severe symptoms with a weight of 0.67 and will recommend several diseases with a similarity above 0.5 and diseases with a similarity below 0.5 will be entered into the revise table to find a solution. E-mail: 1. PENDAHULUAN Kehadiran seorang anak adalah salah satu dambaan terbesar dalam kehidupan pernikahan. Orang tua tentu sangat memperhatikan tumbuh kembang anak sejak kelahirannya, bahkan sejak dalam kandungan. Salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah pada sisi kesehatan anak. Salah satu kebahagiaan terbesar orang tua adalah melihat anak-anaknya dalam keadaan sehat, sedangkan salah satu kesedihan terbesar orang tua adalah ketika anaknya sakit. Orang tua akan mengupayakan segala usaha serta mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, biaya dan perasaan untuk kesehatan sang anak. Kesehatan anak pada saat lahir dan tumbuh kembang anak pada masa balita adalah salah satu prioritas orang tua. Gangguan kesehatan pada anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental anak di kemudian hari. Ketika anak pada masa balita sering mengalami gangguan sakit, maka sedikit banyak akan menjadikan anak kurang berkembang secara maksimal. Dalam mengupayakan tumbuh kembang anak dengan baik, maka orang tua selalu memperhatikan asupan makanan bagi anak. Tidak sedikit orang tua yang memberikan suplemen berupa makanan tambahan dan vitamin, agar anak selalu sehat dan memiliki daya tahan yang kuat. Secara fisik dan mental, balita lebih rentan dari serangan penyakit. Secara geografis, Indonesia Nur Kharisa Umami yang berada di daerah tropis, mempunyai banyak varian mikro organisme sebagai penyebab munculnya penyakit [1]. Dengan kondisi demikian, maka peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengetahui penyakit-penyakit yang sering menyerang anak, serta mempunyai pengetahuan dasar dalam menanggulangi penyakit anak pada masa balita. Gejala penyakit yang dianggap relatif ringan dan seringkali menyerang balita di Indonesia adalah deman, suhu badan meningkat, diare, sembelit, batuk dan pilek. Kondisi penyakit pada balita seringkali dipengaruhi interaksi balita dengan orang dewasa di sekitarnya yang membawa gejala penyakit, kemudian menularkannya pada balita. Menghadapi kondisi balita yang sedang sakit, maka dibutuhkan pengetahuan dasar orang tua dalam mengantisipasi hal tersebut. Kondisi orang tua balita di Indonesia relatif beragam dalam hal pengetahuan terhadap gangguan penyakit balita. Masih banyak orang tua yang belum memiliki pemahaman yang cukup dalam hal penyakit balita. Untuk itu orang tua perlu diberikan pemahaman tentang karakteristik penyakit-penyakit yang biasanya menyerang balita. Perlu juga diberikan edukasi langkah-langkah antisipasi berdasarkan pengetahuan dari tenaga medis yang berkompeten terhadap penyakit balita. Dengan kondisi di Indonesia yang jumlah tenaga medisnya relatif kurang dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka seringkali Deteksi Dini Penyakit Balita JURNAL ILMIAH INFORMATIKA - VOL. 09 NO. 02 (2021) | ISSN (Print) 2337-8379 konsultasi medis adalah hal yang jarang dilakukan dalam mengawasi kesehatan balita. Anak balita ketika sakit langsung dibawa ke tenaga medis, karena hanya berharap anaknya segera mendapatkan pertolongan medis, padahal seringkali banyak hal yang harus dapat dilakukan oleh orang tua terhadap balita yang sedang sakit, sebelum membawa anak kepada tenaga medis. Salah satu cara untuk memberikan edukasi tentang identifikasi penyakit balita serta tindakan antisipasi adalah dengan suatu sistem yang dapat digunakan untuk konsultasi berdasarkan gejala-gejala penyakit yang dialami balita serta tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Sistem tersebut adalah sistem pakar tentang penyakit balita yang dibuat berdasarkan kepakaran seorang pakar kesehatan balita. Sistem yang akan dibangun adalah sistem pakar yang dapat relatif memberikan saran solusi terhadap permasalahan kesehatan balita. Sistem pakar adalah sistem yang menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyimpan pengetahuan seorang pakar, kemudian sistem dapat mengadopsi pengetahuan pakar tersebut. Hasil adopsi dapat digunakan sebagai salah satu dukungan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kepakarannya [2]. Sistem pakar ini akan dibangun dengan metode CBR (Case Based Reasoning) yaitu sistem pakar yang pola identifikasinya menggunakan metode penalaran berbasis kasus, yaitu mencari kemiripan suatu penyakit yang dikonsultasikan dibandingkan dengan penyakit yang telah ada sebelumnya [3]. Dalam penelitian ini metode CBR dilakukan penggabungan proses dengan pembobotan yang menggunakan metode pairwise comparison yang berada dalam lingkup metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dalam membandingkan konsultasi dengan penyakit lama yang telah ada pada sistem, serta mencari kemiripan dari hasil perbandingan maka digunakan algoritma similaritas Sorensen. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka | ISSN (Online) 2615-1049 Implementasi CBR juga dapat digunakan dalam melakukan deteksi dini kondisi gizi seorang anak. Kondisi gizi dapat diketahui dari kondisi-kondisi atribut yang dimiliki seorang anak, kemudian dibandingkan dengan tingkatan status gizi yang menjadi standar dalam penentuan kondisi gizi secara umum. Akurasi diagnosa memperoleh nilai lebih dari 90% [7]. Terapi yang diperlukan pada tindakan lanjutan setelah diagnosa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jif/article/download/3744/2206
Article home page: https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jif/article/view/3744/2206

Umami Nur Kharisa, Wibisono Setyawan. DETEKSI DINI PENYAKIT BALITA MENGGUNAKAN ALGORITMA SORENSEN BERBOBOT, JURNAL ILMIAH INFORMATIKA, 2021, pp. 60-67,