SISTEM DIAGNOSA PENYAKIT IKAN MENGGUNAKAN METODE CASE BASED REASONING DENGAN ALGORITMA SIMILARITAS SORGENFREI DAN K-NEAREST NEIGHBOR
Sistem Diagnosa Penyakit Ikan Menggunakan Metode Case Based Reasoning
Dengan Algoritma Similaritas Sorgenfrei dan K-Nearest Neighbor
Gilang Fadhillah Ramadhan a, Edy Winarno b
a
b
Universitas Stikubank, Jalan Trilomba Juang No.1, Kota Semarang 50241, Indonesia
Universitas Stikubank, Jalan Trilomba Juang No.1, Kota Semarang 50241, Indonesia
INFORMASI ARTIKEL
A B S T R A C T
Sejarah Artikel:
Diterima Redaksi: 21 Desember 2021
Revisi Akhir: 12 Januari 2022
Diterbitkan Online: 01 Maret 2022
The increasing interest in betta fish lately has triggered many people to
cultivate betta fish, and the prospects for the future are quite promising every
year because they always increase profits. But behind that, betta fish care is not
easy because betta fish are animals that are susceptible to disease. To improve
the quality of Betta fish and reduce mortality due to disease, experienced fishery
experts are needed. Many cultivators are still confused in dealing with betta
fish that are attacked by diseases, for that a system was created that can help
betta fish farmers recognize betta fish diseases by creating an expert system.
The method used is Case-Based Reasoning using the similarity algorithm
Sorgenfrei and coupled with K-Nearest Neighbor. This second method and
algorithm can be used to diagnose the disease from the symptoms in the
database. Based on the research that has been carried out, the results of
consultation by the user by selecting some of the symptoms experienced produce
a similarity value of 0.8695 and the system will provide a solution according to
the disease.
KATA KUNCI
Sistem Pakar
CBR
Sorgenfrei
K-NN
Penyakit Ikan Cupang
KORESPONDENSI
E-mail:
1. PENDAHULUAN
Penyakit pada ikan ialah suatu permasalahan yang kerap terjadi
di kalangan pembudidaya ikan. Ikan yang terjaring penyakit
peradangan ataupun parasite diakibatkan oleh organisme infeksi
(pemicu peradangan) semacam jamur, virus, bakteri, serta parasit
[1]. Ketidakhadiran ahli ikan cupang, tempat pelayanan pakar
yang jauh dari masyarakat serta kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang menjaga kesehatan ikan dapat menyebabkan
fase penyembuhan menjadi lebih lama dan bahkan dapat
mengakibatkan hal yang fatal bagi ikan itu sendiri.
Salah satu teknologi yang sering kali dimanfaatkan dalam
mendeteksi penyakit adalah Sistem Pakar. Sistem pakar atau
Expert System merupakan sistem berbasis komputer yang
menyerupai pengetahuan dan penalaran manusia, sehingga
mampu memecahkan permasalah seperti seorang pakar. Pakar
merupakan seseorang yang mempunyai penalaran, pengalaman
dan kemampuan khusus di bidang tertentu. Supaya hasil diagnosa
dapat akurat, system memerlukan beberapa metode dan algoritma
untuk menghasilkan nilai yang tepat dan akurat [2].
Gilang Fadhillah Ramadhan
Metode Case-Based Reasoning (CBR) merupakan metode
pengambilan keputusan. Metode ini bekerja dengan cara
memecahkan kasus baru dengan mengambil solusi dari kasuskasus sebelumnya, dan kemudian mencari tingkat kesamaan yang
paling tinggi. Dan digunakannya algoritma Similaritas Sorgenfrei
untuk mengenali nilai kemiripan antara permasalahan lama serta
permasalahan baru. Algoritma untuk mengklasifikasikan objek
bersumber pada data pendidikan yang jaraknya sangat dekat
dengan objek tersebut. Permasalahan yang memiliki nilai yang
sangat mendekati (yaitu k= 1) disebut algoritma K-Nearest
Neighbor [3].
Dari permasalahan yang seringkali dialami oleh peternak maupun
masyarakat. Dibuatlah sistem untuk memberikan informasi lebih
jelas mengenai penyakit yang menyerang pada ikan cupang.
Maka dari itu digunakan Case-Based Reasoning dengan
Similaritas Sorgenfrei sebagai proses pemecahan persoalan baru
dengan menelii permasalahan terdahulu untuk menemukan
solusi. Serta algoritma K-Nearest Neighbor yang befungsi
sebagai pembobotan pada tiap gejala.
Sistem Diagnosa Penyakit Ikan
JURNAL ILMIAH INFORMATIKA - VOL. 10 NO. 01 (2022) | ISSN (Print) 2337-8379
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pustaka Terkait
Pada sebuah penelitian mengenai sistem pakar untuk mendeteksi
penyakit kucing, dalam penelitian tersebut penulis menggunakan
metode Case-Based Reasoning untuk mencari nilai kemiripan
penyakit antara kasus yang lama dan kasus baru sedangkan
metode Certainty Factor berguna untuk menemukan nilai
kepastian penyakit dengan menghitung nilai probabilitas. Dari
hasil konsultasi penderita/ user, bisa disimpulkan jika dengan
inputan indikasi yang berbeda-beda walaupun indikasi yang
diinputkan tersebut masih dalam satu penyakit mempunyai nilai
kepastian (Certainty Factor) serta kemiripan (Similarity) yang
berbeda [4].
Penelitian serupa mengenai deteksi penyakit anjing, metode
Case-Based Reasoning sendiri dipilih untuk menentukan nilai
kemiripan antara kasus baru dengan kasus yang lama sedangkan
algoritma K-NN digunakan untuk melakukan klasifikasi terhadap
nilai terdekat. Kelebihan dari sistem ini adalah terdapatnya
fasilitas modifikasi aturan (rule) yang berfungsi untuk selalu
memperbaharui sistem oleh pakar agar dapat sesuai dengan
kebutuhan [5].
| ISSN (Online) 2615-1049
Selain mengenai kesehatan atau deteksi penyakit, Case-Based
Reasoning juga banyak digunakan untuk mengetahui kerusakan
sebuah perangkat elektronik. Sebagai contoh penelitian mengenai
kerusakan amplifier yang bertujuan untuk mengetahui kerusakan
amplifier dengan mudah. Penggunaan Case-Based Reasoning
dan dikombinasikan dengan K-NN untuk melakukan klasifikasi
berdasar data pembelajaran terdekat. Dari hasil uji coba sebuah
kasus menunjukan nilai sebesar 0.85 dan merupakan hasil yang
relatif tinggi [10].
3. METODOLOGI
3.1. Case-Based Reasoning (CBR)
Case-Based Reasoning menjadi salah saru metode yang banyak
digunakan dalam bidang sistem pakar. Dikarenakan cara kerja
dari metode tersebut yang sangat cocok untuk menentukan
membandingkan serta mencari nilai kesamaan tertinggi antar
permasalahan baru pada konsultasi pengguna dengan database
(Kasus Lama). Berikut merupakan gambaran dari alur kerja
metode CBR ditunjukan pada Gambar 1.
Penelitian mengenai diagnosa penyakit dan hama pada tanaman
mangga. Penelitian tersebut bertujuan untuk memudahkan petani
dalam mengetahui penyakit dan hama secara digital melalui
aplikasi yang telah dibuat tanpa perlu menemui seorang pakar
tumbuhan itu sendiri. Dalam sistem ini digunakan metode CaseBased Reasoning dan similarritas Sorgenfrei yang berguna untuk
menentukan nilai kemiripan antara kasus yang baru dengan kasus
lama yang telah ada, dan penggunaan algoritma K-NN yang
berguna untuk untuk melakukan klasifikas terhadap objek
berdasarkan data pembelajaran yang jaraknya paling dekat
dengan objek [6].
Gambar 1. Alur Kerja Case-Based Reasoning
Penelitian lain dengan penggunaan metode Case-Based
Reasoning dengan topik diagnosa Anoreksia Nervosa dengan
menggunakan metode CBR dan Certainty factor guna untuk
menemukan nilai kepastian. Proses pemberian bobot pada gejala
sehingga memperoleh presentasi keyakinan guna mengidenfikasi
gejala penderita anoreksia nervosa mengasilkan nilai kepastian
seb (...truncated)