IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR PENYAKIT IKAN CUPANG

JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM MANAGEMENT (JOISM), Jan 2024

Penyakit ikan cupang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak ikan cupang dan menurunkan kualitas ikan. Ketersediaan informasi dan pakar tentang penyakit ikan masih terbatas, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan diagnosis dan solusi secara cepat. Sistem pakar dapat memberikan rekomendasi solusi atau kesimpulan untuk masalah. Pengetahuan mengenai penyakit pada ikan cupang diperoleh berdasarkan studi literatur dan wawancara dari pakar yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala yang muncul. Penentuan penyakit dalam sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining dan certainty factor. Metode forward chaining digunakan untuk memulai proses inferensi dan certainty factor digunakan untuk menentukan tingkat kepastian diagnosis yang dikombinasikan dengan keyakinan pakar terhadap penyakit yang sedang dihadapi dan keyakinan pengguna terhadap gejala yang dipilih. Basis pengetahuan yang terdapat pada sistem pakar mencakup 8 jenis penyakit dan 30 gejala. Penelitian ini berhasil dalam menerapkan metode forward chaining dan certainty factor dengan pengujian hasil blackbox sistem berfungsi sesuai yang diharapkan dan sistem memiliki akurasi diagnosa sebesar 83,3%.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.amikom.ac.id/index.php/joism/article/download/1381/494

IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR PENYAKIT IKAN CUPANG

Journal of Information System Management (JOISM) Vol. 5, No. 2 (2024) e-ISSN: 2715-3088 IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR PENYAKIT IKAN CUPANG Devandi Kurnia Restu Andika 1) , Irma Rofni Wulandari 2) 1, 2) Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta email : 1), 2) Abstraksi Penyakit ikan cupang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak ikan cupang dan menurunkan kualitas ikan. Ketersediaan informasi dan pakar tentang penyakit ikan masih terbatas, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan diagnosis dan solusi secara cepat. Sistem pakar dapat memberikan rekomendasi solusi atau kesimpulan untuk masalah. Pengetahuan mengenai penyakit pada ikan cupang diperoleh berdasarkan studi literatur dan wawancara dari pakar yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala yang muncul. Penentuan penyakit dalam sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining dan certainty factor. Metode forward chaining digunakan untuk memulai proses inferensi dan certainty factor digunakan untuk menentukan tingkat kepastian diagnosis yang dikombinasikan dengan keyakinan pakar terhadap penyakit yang sedang dihadapi dan keyakinan pengguna terhadap gejala yang dipilih. Basis pengetahuan yang terdapat pada sistem pakar mencakup 8 jenis penyakit dan 30 gejala. Penelitian ini berhasil dalam menerapkan metode forward chaining dan certainty factor dengan pengujian hasil blackbox sistem berfungsi sesuai yang diharapkan dan sistem memiliki akurasi diagnosa sebesar 83,3%. Kata Kunci : Ikan Cupang, Sistem Pakar, Forward Chaining, Certainty Factor Abstract Betta fish diseases can cause losses for Betta fish breeders and reduce the quality of the fish. The availability of information and experts about fish diseases is still limited, so a system is needed that can provide a diagnosis and solution quickly. Expert systems can provide recommended solutions or conclusions to problems. Knowledge about diseases in Betta fish is obtained based on literature studies and interviews with experts which are used to diagnose diseases based on the symptoms that appear. Determining disease in this expert system uses the forward chaining method and certainty factor. The forward chaining method is used to start the inference process and the certainty factor is used to determine the level of certainty of the diagnosis combined with the expert's belief in the disease being faced and the user's belief in the selected symptoms. The knowledge base contained in the expert system includes 8 types of disease and 30 symptoms. This research was successful in implementing the forward chaining and certainty factor methods by testing the black box results, the system functioned as expected and the system had a diagnostic accuracy of 83.3%. Keywords : Betta Fish, Expert System, Forward Chaining, Certainty Factor meningkatkan kematian. Upaya untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kesehatan ikan cupang yaitu dengan melakukan perawatan ikan cupang yang terserang penyakit secara tepat dan optimal. Perawatan ikan cupang tergolong mudah, akan tetapi banyak penggemar ikan cupang yang belum mengetahui cara dalam perawatannya. Hal ini mengakibatkan banyak keluhan dari beberapa pecinta ikan cupang ketika ikan cupang sering mengalami sakit. Keterbatasan informasi dan dokter yang sulit dijangkau, membuat penggemar ikan cupang lebih memilih untuk mengobati ikan cupangnya sendiri daripada membawanya ke dokter sehingga terjadi kematian pada ikan cupang karena lambatnya penanganan. Pemahaman dan pengetahuan yang kurang dari pembudidaya ikan cupang mengakibatkan kesulitan dalam mendiagnosis gejala-gejala yang ditimbulkan. Pendahuluan Ikan cupang merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan saat ini oleh kalangan pecinta ikan hias dan ikan adu. Banyak masyarakat Indonesia antusias dengan kehadiran ikan cupang. Ikan cupang memiliki keindahan yang khas, warna yang tidak biasa, gerakan yang memukau, dan bentuk tubuh yang unik. Ikan cupang juga memiliki nilai tersendiri karena dapat digunakan untuk keperluan pameran dan dijual dengan harga mahal. Ikan hias yang memiliki nama Betta splendens lebih agresif dibandingkan ikan hias lainnya dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya [1]. Selain memiliki sifat agresif, ikan cupang rentan terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit, jamur, dan bakteri. Penyakit pada ikan cupang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak karena dapat menurunkan kualitas dan kesehatan ikan, serta 156 Andika & Wulandari, Implementasi Metode Forward Chaining Dan Certainty Factor Pada Sistem Pakar Penyakit Ikan Cupang Sistem pakar merupakan teknologi yang dapat diterapkan untuk mendiagnosa penyakit [2]. Sistem pakar berupa sistem komputer yang meniru kemampuan dari pakar[3]. Pengetahuan dari seorang pakar akan dimasukkan kedalam komputer. Sistem pakar memiliki dua lingkungan yaitu lingkungan pengembangan dan konsultasi. Pada bagian pengembangan, tugas pembangun sistem adalah menanamkan pengetahuan para ahli ke dalam basis pengetahuan [4]. Pengambilan keputusan dapat dibantu dengan adanya sistem pakar yang seolaholah seperti pakar[5]. Sistem pakar bekerja dengan menggunakan metode analisis dan pengetahuan yang telah didefinisikan oleh seorang pakar [6][7]. Salah satu metode pada sistem pakar adalah Cartaity Factor yang dapat menggambarkan keyakinan seorang pakar dengan mendefinisikan ukuran kepastian terhadap fakta [8]. Certainty Factor memiliki kelebihan yaitu menghindari inkonsistensi pada saat pengambilan kesimpulan [9]. Forward chaining merupakan mesin inferensi sebagai pelacakan kedepan dengan menginputkan informasi kemudian menghasilkan kesimpulan dengan aturan IF-Then [10]. Certaity Factor dapat diterapkan untuk sistem pakar dalam mendiagnosis penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit dengan tingkat kepercayaan 95% [17]. Pada penelitian ini akan merancang sistem pakar dengan mengimplementasikan metode Forward Chaining Dan Certainty Factor. Metode forward chaining digunakan untuk memulai proses inferensi dan certainty factor digunakan untuk menentukan tingkat kepastian diagnosis yang dikombinasikan dengan keyakinan pakar terhadap penyakit yang sedang dihadapi dan keyakinan pengguna terhadap gejala yang dipilih sehingga diharapkan dapat memberikan diagnosa penyakit ikan cupang dan membantu peternak ikan cupang dalam mengatasi penyakit ikan cupang. Metode Penelitian Pada penelitian ini, tahapan-tahapan penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. Tinjauan Pustaka Pada penelitian terdahulu, Implementasi metode Dampster Shafer pada sistem cerdas untuk mendiagnosa penyakit ikan cupang berhasil diimplementasikan oleh penelitian [11] dengan 7 penyakit dan 23 gejala. Aplikasi tersebut dapat melakukan diagnosis awal penyakit yang diderita dan memberikan hasil diagnosa penyakit. Penelitian oleh [12] menggunakan metode Naïve Bayes untuk mendiagnosa penyakit pada ikan cupang dengan 7 penyakit dan 15 gejala, menghasilkan kesimpulan bahwa naïve bayes (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.amikom.ac.id/index.php/joism/article/download/1381/494
Article home page: https://jurnal.amikom.ac.id/index.php/joism/article/view/1381/494

Andika Devandi Kurnia Restu, Wulandari Irma Rofni. IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR PENYAKIT IKAN CUPANG, JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM MANAGEMENT (JOISM), 2024, pp. 156 - 164,