DAMPAK PELARANGAN MUDIK AKIBAT PANDEMI COVID19 TERHADAP BISNIS ANGKUTAN UDARA DI INDONESIA
Journal of Civil Engineering and Planning
Vol. 1, No. 2 | 2020
DAMPAK PELARANGAN MUDIK AKIBAT PANDEMI COVID19
TERHADAP BISNIS ANGKUTAN UDARA DI INDONESIA
Dian Andaka*1
1
Teknik Sipil Universitas Mercubuana
Abstract
President Joko Widodo has issued a ban on all people to go home on Eid al-Fitr 1441 Hijri to suppress the
spread of the covid19 virus. The purpose of this paper is to find out what the impact of the prohibition of going
home due to the co-pandemic19 on the air transport business in Indonesia. One of the sectors affected by the
prohibition of going home is the tourism sector. Another sector affected by air transport is the aviation itself.
Various sectors, both formal and informal, experienced a very significant decrease in sales and impacted on rising
unemployment in Indonesia. Also affects unemployment. Data collection techniques are using secondary data that
is data obtained from previous researchers to be processed based on the author's personal thoughts. The results
obtained from this study are a decrease in the number of passengers per February 2020 domestic flights by
10.06%, while international flights decreased by 31.25%. This certainly has the potential to go down further after
the prohibition of going home. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk's total revenue. In Q1 2020, it decreased by
33%. In addition to the high season period, namely the Eid Mubarak, school holidays, and Hajj and Umrah this
year, it is estimated that there will be no increase in the number of passengers. In March 2020 there was a decrease
in hotel room occupancy by 20.64% of YoY. This decline figure is interpreted to continue to decline due to the
prohibition of going home due to an increase in hotel occupancy rates in Lebaran and school holidays which in
previous years could increase by up to 10%. Unemployment in DIY rose 0.52% to 3.38 % from the previous 2.86%.
The potential increase in unemployment nationally can occur between 4.25 million people to 9.35 million people.
The positive impact of the existence of this homecoming ban makes people not reduce the substance of going home
during Eid al-Fitr that is mutual forgiveness via online to practice adaptation.
Keywords : covid19, prohibition on return to hometown, air freight business
Abstrak
Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan larangan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan mudik
pada Idul Fitri 1441 Hijriah untuk menekan penyebaran virus covid19. Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah
untuk mengetahui apa saja dampak pelarangan mudik akibat pandemik covid19 terhadap bisnis angkutan udara di
Indonesia. Salah satu sektor yang terkena dampak dari pelarangan mudik adalah sektor pariwisata. Sektor lain
yang terkena dampak pada angkutan udara yaitu penerbangan itu sendiri. Berbagai sektor baik formal maupun
informal mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan dan berimbas terhadap meningkatnya
pengangguran di Indonesia dan berdampak juga terhadap pengangguran. Teknik pengumpulan data adalah dengan
menggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari peneliti sebelumnya untuk diolah berdasarkan
pemikiran pribadi penulis. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terjadinya penurunan jumlah penumpang
per Febuari 2020 penerbangan domestik sebesar 10.06%, sedangkan penerbangan internasional penurunan
31.25%. Hal ini tentu masih berpotensi turun terus mendalam setelah adanya pelarangan mudik. Total pendapatan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pada Q1 2020 mengalami penurunan sebesar 33%.. Ditambah pada periode
high season yaitu mudik lebaran, libur sekolah, dan haji serta umroh tahun ini diperkirakan tidak ada kenaikan
jumlah penumpang. Pada Maret 2020 terjadi penurunan penghunian kamar hotel sebesar 20,64% terhadap YoY.
Angka penurunan ini ditafsir akan terus mengalami penurunan karena akibat pelarangan mudik karena peningkatan
angka penghunian hotel terjadi pada mudik lebaran dan liburan sekolah yang pada tahun-tahun sebelumnya dapat
terjadi kenaikan hingga 10%.. Pengangguran di DIY naik 0,52% menjadi 3,38% dari yang sebelumnya 2,86%.
Potensi penambahan pengangguran secara nasional dapat terjadi antara 4,25 juta orang sampai dengan 9,35 juta
orang. Dampak positif dari adanya larangan mudik ini menjadikan manusia tidak mengurangi substansi mudik saat
Idul Fitri yaitu berkomunikasi via daring.
Kata kunci : covid19, larangan mudik, bisnis angkutan udara
123
Journal of Civil Engineering and Planning
Vol. 1, No. 2 | 2020
1. Pendahuluan
Seiring dengan menyebarnya wabah Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) ke hampir
lebih dari 210 negara di dunia hingga 27 April 2020 lebih dari 3.000.000 kasus dan
mengakibatkan lebih dari 200.000 orang meninggal dunia dan 878.000 pasien telah sembuh
Wabah Covid-19 pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019
dan ditetapkan sebagai Pandemi Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11
maret 2020. Covid-19 diduga menyebar melalui orang yang telah terkontaminasi virus corona.
Dan virus corona ini akan mudah menyebar melalui percikan pernafasan atau tetesan kecil dari
hidung dan mulut yang dihasilkan pada saat batuk atau bersin.
Selain itu penyebaran terjadi melalui permukaan benda yang telah terkontaminasi dan
menyentuh wajah, mata atau indra lainnya. Gejala umum diantaranya demam, batuk kering,
hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas serta kelelahan. Namun beberapa
pasien yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak merasa sakit.
Pandemi virus corona bagi banyak Negara di dunia masih merupakan masalah krisis kesehatan
dan sebagian kawasan lainnya masih menunjukkan peningkatan yang signifikan. peningkatan
angka kasus baru yang cepat melanda Amerika Serikat yang merupakan negara maju telah
mencapai satu juta kasus positif corona atau tertinggi di dunia dan angka pasien baru belum
menunjukkan tanda penurunan.
Setelah Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan pasien baru juga diikuti negara
Inggris, Rusia, Jerman, Spanyol, Italia dan negara-negara lainnya termasuk Indonesia.
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta tak terelakkan menjadi negara yang
terpapar virus Corona. Pertama kali ditemukan pada dua warga Depok, Jawa Barat awal Maret
lalu. berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Indonesia hingga tanggal 28
April 2020 jumlah warga yang dinyatakan positif virus corona mencapai 9.771 orang, 1.391
sembuh dan 784 meninggal.
Indonesia memiliki tantangan yang besar dengan pandemik covid-19 ini karena memiliki
populasi yang sangat besar dan tersebar luas dan secara fakta memiliki jumlah penduduk ketiga
terbesar di dunia. Banyak cara dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam
penanggulangan pandemik ini dimana pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan
sebagai langkah awal yang responsif untuk meminimalisir lebih luasnya penyebaran virus ini.
Selain kebijakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mengeluarkan larangan k (...truncated)