The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media

JOURNAL OF DEVELOPING ENGLISH AND LANGUAGE TEACHING, Jun 2019

This study aims to determine the effect of aquaponic systems with different types of plants on the water quality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) aquaculture. This research was conducted from June to August 2018 at the Ciparanje Fish Farming Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. The fish used were sangkuriang catfish seeds (Clarias gariepinus) aged 54 days with a length of 5-7 cm and a weight of 5 grams that were kept in a 1 m2 fibre container with a density of 100 individuals/fiber. Plant growth media used using gutters with an area of planting media that is 0.8 x 0.3 m. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications. Treatment A (Spinach plants), Treatment B (Pakcoy plants), Treatment C (Lettuce), and Treatment D (control). The parameters observed in this study were water quality, which included dissolved oxygen content, pH, temperature, ammonia, nitrate, and phosphate. The research data were analyzed using Variance Analysis with a level of 5% and continued with Duncan's multiple range test while the water quality data were analyzed descriptively. The results showed that the values of temperature, dissolved oxygen, and pH were 25.1-27.0oC, 6.3-7.5 mg / L, 7.0-7.8. The lowest ammonia value was found in treatment A using water spinach that is equal to 0.001 mg/L.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpk/article/download/7076/4853

The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media

Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 9 Nomor 1. Juni 2019 Halaman: 81 - 94 p - ISSN 2089 - 3469 e - ISSN 2540 - 9484 EFEKTIVITAS SISTEM AKUAPONIK DENGAN JENIS TANAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR MEDIA BUDIDAYA IKAN (The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media) 1*) Irfan Zidni, 1) Iskandar, 1) Achmad Rizal, 1) Yuli Andriani, 1) Rian Ramadan 1) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Jatinangor KM 21 Sumedang 45363 *) Korespondensi: Diterima: 30 Maret 2019 / Disetujui: 19 Mei 2019 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem akuaponik dengan jenis tanaman yang berbeda terhadap kualitas air media budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2018 bertempat di Laboratorium Kolam Percobaan Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Ikan uji yang digunakan yaitu benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) berumur 54 hari dengan panjang 5-7 cm serta bobot 5 gram yang dipelihara pada wadah fiber berukuran 1 m2 dengan kepadatan 100 ekor/fiber. Media tumbuh tanaman yang digunakan menggunakan talang air dengan luasan media tanam yaitu 0,8 x 0,3 m. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan A (Penggunaan tanaman kangkung), Perlakuan B (Penggunaan tanaman pakcoy), Perlakuan C (Penggunaan tanaman selada), dan Perlakuan D (kontrol). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas air yang meliputi kandungan oksigen terlarut, pH, suhu, amonia, nitrat, dan fosfat. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam dengan taraf 5% dan dilanjutkakn dengan uji jarak berganda Duncan sedangkan data kualitas air dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai suhu, oksigen terlarut, dan pH berturut-turut adalah 25,1-27,0oC, 6,3-7,5 mg/L, 7,0-7,8. Kualitas air selama penelitian menunjukkan kondisi yang ideal untuk mendukung pertumbuhan ikan lele. Pada perlakuan tanpa menggunakan tanaman air nilai pH, oksigen terlarut, dan suhu menunjukkan hasil yang rendah, hal ini disebabkan tidak adanya sistem filtrasi yang dilakukan oleh tanaman selama penelitian. Nilai amonia terendah terdapat pada perlakuan A dengan menggunakan kangkung yaitu sebesar 0,001 mg/L. Kata kunci : akuaponik, biofilter, kualitas air, tanaman air Efektivitas Sistem Akuaponik ….. 81 Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 9 Nomor 1 : 81 - 94. Juni 2019 ABSTRACT This study aims to determine the effect of aquaponic systems with different types of plants on the water quality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) aquaculture. This research was conducted from June to August 2018 at the Ciparanje Fish Farming Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. The fish used were sangkuriang catfish seeds (Clarias gariepinus) aged 54 days with a length of 5-7 cm and a weight of 5 grams that were kept in a 1 m2 fibre container with a density of 100 individuals/fiber. Plant growth media used using gutters with an area of planting media that is 0.8 x 0.3 m. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications. Treatment A (Spinach plants), Treatment B (Pakcoy plants), Treatment C (Lettuce), and Treatment D (control). The parameters observed in this study were water quality, which included dissolved oxygen content, pH, temperature, ammonia, nitrate, and phosphate. The research data were analyzed using Variance Analysis with a level of 5% and continued with Duncan's multiple range test while the water quality data were analyzed descriptively. The results showed that the values of temperature, dissolved oxygen, and pH were 25.1-27.0oC, 6.3-7.5 mg / L, 7.0-7.8. The lowest ammonia value was found in treatment A using water spinach that is equal to 0.001 mg/L. Keywords: aquaponics, biofiltration, water plant, water quality PENDAHULUAN Ikan lele adalah salah satu ikan konsumsi air tawar yang banyak di budidayakan di indonesia karena permintaan yang meningkat setiap tahunnya. Ikan lele banyak digemari selain rasa dagingnya yang enak juga harga yang terjangkau. Salah satu varietas ikan lele yang banyak dibudidayakan adalah lele sangkuriang (Sunarma, 2004). Pengembangan kegiatan perikanan budidaya untuk meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan air, lahan, dan polusi terhadap lingkungan. Air sebagai media pemeliharaan ikan harus selalu diperhatikan kualitasnya karena sangat berpengaruh terhadap produktifitas hewan akuatik (Dauhan et al. 2014). Budidaya ikan secara intensif menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam air serta meningkatnya limbah hasil ekskresi akibat pengaruh padat penebaran yang tinggi dan pemberian pakan yang banyak (Badiola et al. 2012), oleh karena itu dibutuhkan inovasi teknologi dalam perkembangan budidaya perikanan dalam memenuhi kebuuhan pangan (Crab et al. 2012, Henriksson et al. 2018). Ekskresi ikan berasal dari katabolisme protein pakan dan dikeluarkan dalam bentuk amonia dan urea. Selain itu dalam limbah terlarut, dua komponen utama yang menjadi perhatian adalah produk nitrogen (N) dan fosfor (P) (Boyd, Massaut, 1999). Amonia merupakan salah satu bentuk N anorganik yang berbahaya bagi ikan, karena pada konsentrasi yang tinggi akan menghambat proses ekskresi ikan. Salah satu solusi penting dalam mengelola dampak lingkungan pada budidaya perikanan adalah pengelolaan pakan (Turcios, Papenbrock, 2014). Meningkatnya produksi ikan otomatis berakibat pada penambahan area lahan budidaya dan penggunaan air. Teknologi yang sudah banyak diterapkan oleh pembudidaya untuk mengatasi 82 Zidni et al. Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 9 Nomor 1 : 81 - 94. Juni 2019 masalah keterbatasan lahan adalah melakukan budidaya dengan sistem akuaponik (Diver 2006). Prinsip utama dari teknologi akuaponik ini adalah untuk menghemat penggunaan lahan dan air, serta meningkatkan efisiensi usaha melalui pemanfaatan nutrisi dari sisa pakan dan metabolisme ikan sebagai nutrisi untuk tanaman air serta merupakan salah satu upaya sistem budidaya yang dinilai ramah lingkungan (Zidni et al. 2013). Sistem akuaponik merupakan salah satu sistem terintegrasi antara akuakultur dengan hidroponik dimana limbah budidaya ikan berupa sisa metabolisme dan sisa pakan dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman (Stathopoulo et al. 2018). Pada sistem ini tanaman berfungsi sebagai biofilter sehingga air yang kembali menuju kolam budidaya sudah dalam kondisi bersih. Hal ini sangat mendukung untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Kemampuan tumbuhan dalam menyerap amonia pada sistem akuaponik dapat menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi amonia yang ada. Akibatnya sisa pakan berprotein (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpk/article/download/7076/4853
Article home page: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpk/article/view/7076/4853

Zidni Irfan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Iskandar Iskandar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Rizal Achmad Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Andriani Yuli Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Ramadan Rian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media, JOURNAL OF DEVELOPING ENGLISH AND LANGUAGE TEACHING, 2019, pp. 81-94,