The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media
Jurnal Perikanan dan Kelautan
Volume 9 Nomor 1. Juni 2019
Halaman: 81 - 94
p - ISSN 2089 - 3469
e - ISSN 2540 - 9484
EFEKTIVITAS SISTEM AKUAPONIK DENGAN JENIS TANAMAN
YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR
MEDIA BUDIDAYA IKAN
(The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants
on the Water Quality of Fish Culture Media)
1*)
Irfan Zidni, 1) Iskandar, 1) Achmad Rizal, 1) Yuli Andriani, 1) Rian Ramadan
1)
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran,
Jln. Raya Jatinangor KM 21 Sumedang 45363
*)
Korespondensi:
Diterima: 30 Maret 2019 / Disetujui: 19 Mei 2019
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem akuaponik
dengan jenis tanaman yang berbeda terhadap kualitas air media budidaya ikan lele
sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni
sampai Agustus tahun 2018 bertempat di Laboratorium Kolam Percobaan
Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Ikan uji
yang digunakan yaitu benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) berumur
54 hari dengan panjang 5-7 cm serta bobot 5 gram yang dipelihara pada wadah
fiber berukuran 1 m2 dengan kepadatan 100 ekor/fiber. Media tumbuh tanaman
yang digunakan menggunakan talang air dengan luasan media tanam yaitu 0,8 x
0,3 m. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali
ulangan. Perlakuan A (Penggunaan tanaman kangkung), Perlakuan B
(Penggunaan tanaman pakcoy), Perlakuan C (Penggunaan tanaman selada), dan
Perlakuan D (kontrol). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah
kualitas air yang meliputi kandungan oksigen terlarut, pH, suhu, amonia, nitrat,
dan fosfat. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam dengan
taraf 5% dan dilanjutkakn dengan uji jarak berganda Duncan sedangkan data
kualitas air dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
suhu, oksigen terlarut, dan pH berturut-turut adalah 25,1-27,0oC, 6,3-7,5 mg/L,
7,0-7,8. Kualitas air selama penelitian menunjukkan kondisi yang ideal untuk
mendukung pertumbuhan ikan lele. Pada perlakuan tanpa menggunakan tanaman
air nilai pH, oksigen terlarut, dan suhu menunjukkan hasil yang rendah, hal ini
disebabkan tidak adanya sistem filtrasi yang dilakukan oleh tanaman selama
penelitian. Nilai amonia terendah terdapat pada perlakuan A dengan
menggunakan kangkung yaitu sebesar 0,001 mg/L.
Kata kunci : akuaponik, biofilter, kualitas air, tanaman air
Efektivitas Sistem Akuaponik …..
81
Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 9 Nomor 1 : 81 - 94. Juni 2019
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of aquaponic systems with different
types of plants on the water quality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus)
aquaculture. This research was conducted from June to August 2018 at the
Ciparanje Fish Farming Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences,
Universitas Padjadjaran. The fish used were sangkuriang catfish seeds (Clarias
gariepinus) aged 54 days with a length of 5-7 cm and a weight of 5 grams that
were kept in a 1 m2 fibre container with a density of 100 individuals/fiber. Plant
growth media used using gutters with an area of planting media that is 0.8 x 0.3
m. The method used in this study is an experimental method using a Completely
Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications. Treatment
A (Spinach plants), Treatment B (Pakcoy plants), Treatment C (Lettuce), and
Treatment D (control). The parameters observed in this study were water quality,
which included dissolved oxygen content, pH, temperature, ammonia, nitrate, and
phosphate. The research data were analyzed using Variance Analysis with a level
of 5% and continued with Duncan's multiple range test while the water quality
data were analyzed descriptively. The results showed that the values of
temperature, dissolved oxygen, and pH were 25.1-27.0oC, 6.3-7.5 mg / L, 7.0-7.8.
The lowest ammonia value was found in treatment A using water spinach that is
equal to 0.001 mg/L.
Keywords: aquaponics, biofiltration, water plant, water quality
PENDAHULUAN
Ikan lele adalah salah satu ikan konsumsi air tawar yang banyak di
budidayakan di indonesia karena permintaan yang meningkat setiap tahunnya.
Ikan lele banyak digemari selain rasa dagingnya yang enak juga harga yang
terjangkau. Salah satu varietas ikan lele yang banyak dibudidayakan adalah lele
sangkuriang (Sunarma, 2004). Pengembangan kegiatan perikanan budidaya untuk
meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah
keterbatasan air, lahan, dan polusi terhadap lingkungan. Air sebagai media
pemeliharaan ikan harus selalu diperhatikan kualitasnya karena sangat
berpengaruh terhadap produktifitas hewan akuatik (Dauhan et al. 2014). Budidaya
ikan secara intensif menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam air serta
meningkatnya limbah hasil ekskresi akibat pengaruh padat penebaran yang tinggi
dan pemberian pakan yang banyak (Badiola et al. 2012), oleh karena itu
dibutuhkan inovasi teknologi dalam perkembangan budidaya perikanan dalam
memenuhi kebuuhan pangan (Crab et al. 2012, Henriksson et al. 2018). Ekskresi
ikan berasal dari katabolisme protein pakan dan dikeluarkan dalam bentuk amonia
dan urea. Selain itu dalam limbah terlarut, dua komponen utama yang menjadi
perhatian adalah produk nitrogen (N) dan fosfor (P) (Boyd, Massaut, 1999).
Amonia merupakan salah satu bentuk N anorganik yang berbahaya bagi ikan,
karena pada konsentrasi yang tinggi akan menghambat proses ekskresi ikan. Salah
satu solusi penting dalam mengelola dampak lingkungan pada budidaya perikanan
adalah pengelolaan pakan (Turcios, Papenbrock, 2014). Meningkatnya produksi
ikan otomatis berakibat pada penambahan area lahan budidaya dan penggunaan
air. Teknologi yang sudah banyak diterapkan oleh pembudidaya untuk mengatasi
82
Zidni et al.
Jurnal Perikanan dan Kelautan Volume 9 Nomor 1 : 81 - 94. Juni 2019
masalah keterbatasan lahan adalah melakukan budidaya dengan sistem akuaponik
(Diver 2006). Prinsip utama dari teknologi akuaponik ini adalah untuk
menghemat penggunaan lahan dan air, serta meningkatkan efisiensi usaha melalui
pemanfaatan nutrisi dari sisa pakan dan metabolisme ikan sebagai nutrisi untuk
tanaman air serta merupakan salah satu upaya sistem budidaya yang dinilai ramah
lingkungan (Zidni et al. 2013).
Sistem akuaponik merupakan salah satu sistem terintegrasi antara
akuakultur dengan hidroponik dimana limbah budidaya ikan berupa sisa
metabolisme dan sisa pakan dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman (Stathopoulo
et al. 2018). Pada sistem ini tanaman berfungsi sebagai biofilter sehingga air yang
kembali menuju kolam budidaya sudah dalam kondisi bersih. Hal ini sangat
mendukung untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang
dibudidayakan. Kemampuan tumbuhan dalam menyerap amonia pada sistem
akuaponik dapat menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi amonia yang
ada. Akibatnya sisa pakan berprotein (...truncated)