Uji efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan

Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, Jun 2021

Depresi merupakan suatu masalah kesehatan dalam masyarakat yang dapat dikatakan cukup serius yang merupakan salah satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri (suicide). Adapun salah satu tanaman obat yang diperkirakan dapat mengatasi depresi adalah biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antidepresan dan dosis yang paling kuat dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Metode yang digunakan dalam ekstraksi yaitu secara maserasi dengan pelarut metanol, sedangkan metode yang digunakan untuk uji antidepresan yaitu FST (Forced Swim Test) disini melihat immobility time (waktu diam) menggunakan 24 ekor mencit yang terbagi atas 4 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dosis 300 mg/kg dan 500 mg/kg BB yang diberikan secara oral. Data yang diperoleh diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa immobility time dengan pemberian ekstrak dosis 300 mg/kg BB dengan 500 mg/kg BB bila dibandingkan dengan pemberian kontrol negatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai 0,003 (<0,05) dan 0,000 (<0,05), yang berarti antara kontrol negatif dengan kedua dosis memiliki efek sebagai antidepresan. Berdasarkan rata-rata waktu diam paling panjang yaitu kontrol negatif (167,67detik) sedangkan paling pendek yaitu dosis 500 mg/kg BB (98,50 detik) membuktikan bahwa efek yang paling kuat adalah dosis tertinggi ekstrak biji kedelai sebagai antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kedelai memberikan efek antidepresan dan pada dosis 500 mg/kg BB adalah dosis yang memberikan efek antidepresan paling kuat pada mencit jantan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/jifs/article/download/jifs008/70

Uji efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan

P-ISSN : 2775-4510 Jurnal JIFS : Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, Juni 2021 (1) 1: 48-54 Uji Efek Antidepresan Ekstrak Metanol Biji Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Terhadap Mencit Putih Jantan Burdah1, Sagita Rahmadhani2, Noni Zakiah3, Amelia Sari4 1,2,3,4 Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh, Indonesia Email : Tanggal Penerimaan: 28 April 2021 ABSTRAK Depresi merupakan suatu masalah kesehatan dalam masyarakat yang dapat dikatakan cukup serius yang merupakan salah satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri (suicide). Adapun salah satu tanaman obat yang diperkirakan dapat mengatasi depresi adalah biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antidepresan dan dosis yang paling kuat dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Metode yang digunakan dalam ekstraksi yaitu secara maserasi dengan pelarut metanol, sedangkan metode yang digunakan untuk uji antidepresan yaitu FST (Forced Swim Test) disini melihat immobility time (waktu diam) menggunakan 24 ekor mencit yang terbagi atas 4 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dosis 300 mg/kg dan 500 mg/kg BB yang diberikan secara oral. Data yang diperoleh diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa immobility time dengan pemberian ekstrak dosis 300 mg/kg BB dengan 500 mg/kg BB bila dibandingkan dengan pemberian kontrol negatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai 0,003 (<0,05) dan 0,000 (<0,05), yang berarti antara kontrol negatif dengan kedua dosis memiliki efek sebagai antidepresan. Berdasarkan rata-rata waktu diam paling panjang yaitu kontrol negatif (167,67detik) sedangkan paling pendek yaitu dosis 500 mg/kg BB (98,50 detik) membuktikan bahwa efek yang paling kuat adalah dosis tertinggi ekstrak biji kedelai sebagai antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kedelai memberikan efek antidepresan dan pada dosis 500 mg/kg BB adalah dosis yang memberikan efek antidepresan paling kuat pada mencit jantan. Kata kunci: Biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.), antidepresan, amitriptilin, Immobilitytime ABSTRACT Depression is one of serious mental health problems in society, and one of major risk factors for suicide. One of medicinal plants that is believed to minimize the symptoms of depression is soybean seeds (Glycine max (L) Merr). This study aimed to investigate the effectiveness of methanol extract of soybean seeds (Glycine max (L) Merr.)as antidepressant, including its maximum dosis to develop the effect. This study applied maceration with methanol solvent as extraction method and FST (Forced Swim Test) method to evaluate antidepressant effect by using immobility time of 24 mice consist of 4 groups, such as negative control group, positive control group, 300 mg/kg dose group, and 500 mg/kg dose group which were given orally. The results found a significant difference of immobility time of mice between group of 300 mg/kg dose and 500 mg/kg dose of methanol extract of soybean seeds compare to mice in the negative control group (.003 and .000 respectively, p value <.05), meaning that both doses of methanol extract (300 mg/kg and 500 mg/kg) had antidepressant effect compare to negative control group. Moreover the rate of immobility times were varies among the groups, the longest rate of immobility time was in negative control group (167.67 seconds) and the shortest immobility time was in the group of mice with 500 mg/kg dose. In conclusion, the higher given dose of methanol extract of soybean seed, the more effective of antidepressant, and the dose of 500 kg/mg gave the most significant antidepressant effect in male mice. Keywords:Glycine max (L.) Merr.), antidepresan, amitriptilin, Immobilitytime PENDAHULUAN Depresi merupakan suatu masalah kesehatan dalam masyarakat yang dapat dikatakan cukup serius yang merupakan salah satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri (suicide). Dari 40% penderitanya memiliki ide bunuh diri dan kurang dari 15% yang sukses melakukannya.1 Seseorang yang merasa bahwa 48 hidupnya tidak berguna lagi dan merencanakan bunuh diri termasuk dalam depresi berat, sedangkan bila ia hanya memiliki perasaan sedih, kurang percaya diri dan terlepas dari ide bunuh diri atau menyakiti diri sendiri masih dikatakan depresi yang ringan.2 Berdasarkan data WHO setiap tahun lebih dari 800.000 individu yang melakukan tindakan bunuh diri.3 | JIFS, Volume 1, Nomor 1, Juni 2021 Uji Efek Antidepresan Ekstrak Metanol Biji Kedelai... Depresi dapat diatasi dengan terapi farmakologi menggunakan obat yang mampu memperbaiki mood (suasana hati) agar tidak terjadi lagi peningkatan kasus bunuh diri yang berawal dari penyakit mental (depresi) yang dialami seseorang yang disebut sebagai obat antidepresan.Antidepresan merupakan obat yang dapat menghilangkan depresi dengan jalan menghambat re-uptake serotonin dan noradrenalin di ujung-ujung saraf otak sehingga memperpanjang tersedianya neurotransmitter. Obat sintesis yang umum digunakan untuk antidepresan diantaranya amitriptilin dan imipramin. Antidepresan dapat menimbulkan banyak efek samping yang tidak diinginkan seperti penglihatan kabur, obstipasi, mulut kering, tachycardiadan retensi urin.4Hal itu membuat masyarakat ingin menggunakan obat-obatan yang efektif dalam menyembuhkan dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dari obat-obat antidepresan sintetis seperti obat tradisional.5 Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai tanaman obat untuk mengatasi masalah depresi yaitu kedelai terutama bijinya. Kedelai dapat diolahmenjadi berbagai produk, diantaranya tahu, tempe, tauco, kecap, keripik dan masih banyak lagi.6 Kedelai mengandung zat seperti isoflavon (genistein, deidzein, dan glisitein), fytosterol, protease-inhibitors, asam fytatjuga saponin. Genistein disebut juga fytoestrogen karena mampu menduduki reseptor estrogen.4Pada kedelai zat ini memiliki efek yang mirip dengan antidepresan.Estrogen sangat dibutuhkan bagi neuroprotektif dan memicu prosessinaptogenesis dalam otak sehingga terjadinya efek antidepresan.7 Saat ini belum ada penelitian, mengenai efek dari biji kedelai yang digunakan dalam mengatasi depresi seseorang.Berdasarkan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada bijikedelai tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti efek antidepresan dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycinemax (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan Mus musculus. Permasalahandalam penelitian ini adalah Apakah ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dapat memberikan efek antidepresan pada mencit putih jantan? dan JIFS, Volume 1, Nomor 1, Juni 2021 | Pada dosis berapakah ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) memberikan efek yang paling kuat sebagai antidepresan?.Adapun tujuan dari penelitian ini adalahUntuk membuktikan efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) padamencit putih jantan serta Untuk mengetahui dosis mana yang paling kuat dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) sebagai antidepresan pada mencit (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/jifs/article/download/jifs008/70
Article home page: https://journal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/jifs/article/view/jifs008/70

Ali Burdah, Sagita Rahmadhani, Noni Zakiah, sari amelia. Uji efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan, Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 2021, pp. 48-54,