Uji efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan
P-ISSN : 2775-4510
Jurnal JIFS : Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, Juni 2021 (1) 1: 48-54
Uji Efek Antidepresan Ekstrak Metanol Biji Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.)
Terhadap Mencit Putih Jantan
Burdah1, Sagita Rahmadhani2, Noni Zakiah3, Amelia Sari4
1,2,3,4
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh, Indonesia
Email :
Tanggal Penerimaan: 28 April 2021
ABSTRAK
Depresi merupakan suatu masalah kesehatan dalam masyarakat yang dapat dikatakan cukup serius yang merupakan salah
satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri (suicide). Adapun salah satu tanaman obat yang diperkirakan dapat
mengatasi depresi adalah biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek
antidepresan dan dosis yang paling kuat dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Metode yang
digunakan dalam ekstraksi yaitu secara maserasi dengan pelarut metanol, sedangkan metode yang digunakan untuk uji
antidepresan yaitu FST (Forced Swim Test) disini melihat immobility time (waktu diam) menggunakan 24 ekor mencit
yang terbagi atas 4 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dosis 300 mg/kg dan 500 mg/kg BB yang diberikan
secara oral. Data yang diperoleh diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa immobility time dengan pemberian
ekstrak dosis 300 mg/kg BB dengan 500 mg/kg BB bila dibandingkan dengan pemberian kontrol negatif menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai 0,003 (<0,05) dan 0,000 (<0,05), yang berarti antara kontrol negatif
dengan kedua dosis memiliki efek sebagai antidepresan. Berdasarkan rata-rata waktu diam paling panjang yaitu kontrol
negatif (167,67detik) sedangkan paling pendek yaitu dosis 500 mg/kg BB (98,50 detik) membuktikan bahwa efek yang
paling kuat adalah dosis tertinggi ekstrak biji kedelai sebagai antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kedelai
memberikan efek antidepresan dan pada dosis 500 mg/kg BB adalah dosis yang memberikan efek antidepresan paling
kuat pada mencit jantan.
Kata kunci: Biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.), antidepresan, amitriptilin, Immobilitytime
ABSTRACT
Depression is one of serious mental health problems in society, and one of major risk factors for suicide. One of
medicinal plants that is believed to minimize the symptoms of depression is soybean seeds (Glycine max (L) Merr). This
study aimed to investigate the effectiveness of methanol extract of soybean seeds (Glycine max (L) Merr.)as
antidepressant, including its maximum dosis to develop the effect. This study applied maceration with methanol solvent
as extraction method and FST (Forced Swim Test) method to evaluate antidepressant effect by using immobility time of
24 mice consist of 4 groups, such as negative control group, positive control group, 300 mg/kg dose group, and 500
mg/kg dose group which were given orally. The results found a significant difference of immobility time of mice
between group of 300 mg/kg dose and 500 mg/kg dose of methanol extract of soybean seeds compare to mice in the
negative control group (.003 and .000 respectively, p value <.05), meaning that both doses of methanol extract (300
mg/kg and 500 mg/kg) had antidepressant effect compare to negative control group. Moreover the rate of immobility
times were varies among the groups, the longest rate of immobility time was in negative control group (167.67 seconds)
and the shortest immobility time was in the group of mice with 500 mg/kg dose. In conclusion, the higher given dose of
methanol extract of soybean seed, the more effective of antidepressant, and the dose of 500 kg/mg gave the most
significant antidepressant effect in male mice.
Keywords:Glycine max (L.) Merr.), antidepresan, amitriptilin, Immobilitytime
PENDAHULUAN
Depresi merupakan suatu masalah
kesehatan dalam masyarakat yang dapat
dikatakan cukup serius yang merupakan salah
satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri
(suicide). Dari 40% penderitanya memiliki ide
bunuh diri dan kurang dari 15% yang sukses
melakukannya.1 Seseorang yang merasa bahwa
48
hidupnya tidak berguna lagi dan merencanakan
bunuh diri termasuk dalam depresi berat,
sedangkan bila ia hanya memiliki perasaan
sedih, kurang percaya diri dan terlepas dari ide
bunuh diri atau menyakiti diri sendiri masih
dikatakan depresi yang ringan.2 Berdasarkan
data WHO setiap tahun lebih dari 800.000
individu yang melakukan tindakan bunuh diri.3
| JIFS, Volume 1, Nomor 1, Juni 2021
Uji Efek Antidepresan Ekstrak Metanol Biji Kedelai...
Depresi dapat diatasi dengan terapi
farmakologi menggunakan obat yang mampu
memperbaiki mood (suasana hati) agar tidak
terjadi lagi peningkatan kasus bunuh diri yang
berawal dari penyakit mental (depresi) yang
dialami seseorang yang disebut sebagai obat
antidepresan.Antidepresan merupakan obat
yang dapat menghilangkan depresi dengan jalan
menghambat
re-uptake
serotonin
dan
noradrenalin di ujung-ujung saraf otak
sehingga
memperpanjang
tersedianya
neurotransmitter. Obat sintesis yang umum
digunakan untuk antidepresan diantaranya
amitriptilin dan imipramin. Antidepresan dapat
menimbulkan banyak efek samping yang tidak
diinginkan seperti penglihatan kabur, obstipasi,
mulut kering, tachycardiadan retensi urin.4Hal
itu membuat masyarakat ingin menggunakan
obat-obatan yang efektif dalam menyembuhkan
dan memiliki efek samping yang lebih sedikit
dari obat-obat antidepresan sintetis seperti obat
tradisional.5
Salah satu tumbuhan yang dapat
dijadikan sebagai tanaman obat untuk
mengatasi masalah depresi yaitu kedelai
terutama bijinya. Kedelai dapat diolahmenjadi
berbagai produk, diantaranya tahu, tempe,
tauco, kecap, keripik dan masih banyak lagi.6
Kedelai mengandung zat seperti
isoflavon (genistein, deidzein, dan glisitein),
fytosterol, protease-inhibitors, asam fytatjuga
saponin. Genistein disebut juga fytoestrogen
karena
mampu
menduduki
reseptor
estrogen.4Pada kedelai zat ini memiliki efek
yang mirip dengan antidepresan.Estrogen
sangat dibutuhkan bagi neuroprotektif dan
memicu prosessinaptogenesis dalam otak
sehingga terjadinya efek antidepresan.7 Saat ini
belum ada penelitian, mengenai efek dari biji
kedelai yang digunakan dalam mengatasi
depresi seseorang.Berdasarkan kandungan
senyawa kimia yang terdapat pada bijikedelai
tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti
efek antidepresan dari ekstrak metanol biji
kedelai (Glycinemax (L.) Merr.) terhadap
mencit putih jantan Mus musculus.
Permasalahandalam penelitian ini adalah
Apakah ekstrak metanol biji kedelai (Glycine
max (L.) Merr.) dapat memberikan efek
antidepresan pada mencit putih jantan? dan
JIFS, Volume 1, Nomor 1, Juni 2021 |
Pada dosis berapakah ekstrak metanol biji
kedelai (Glycine max (L.) Merr.) memberikan
efek
yang
paling
kuat
sebagai
antidepresan?.Adapun tujuan dari penelitian ini
adalahUntuk membuktikan efek antidepresan
ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.)
Merr.) padamencit putih jantan serta Untuk
mengetahui dosis mana yang paling kuat dari
ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.)
Merr.) sebagai antidepresan pada mencit (...truncated)