Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus)

Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Feb 2024

Depression can be caused by biological factors, psychological factors and social factors. This study aims to determine the effectiveness of Red Onion Peel Extract (Allium cepa L.)as an antidepressant in mice.The method used for the antidepressant test is TST (Tail Suspension Test) to make mice stress and FST (Forced Swim Test) to see immobility time.The test animals used male mice divided into five treatment groups given orally.The results showed that K+ (Amitriptiline25mg), K-(Na-cmc05%), KU1 (200mg/kgBw), KU2 (250mg/kgBw) and KU3 (300mg/kgBw) had an antidepressant effect by showing the occurrence of immobility time. The result of One Way ANOVA immobility time test is a value of 0.003 which states that shallot skin can affect the immobility time of mice. It can be concluded Giving variant doses of shallot skin extract (Allium cepa L.) gives the effect of immobility time on male white mice (Mus musculus) with the most effective dose as an antidepressant is a dose of 300 mg / kgBB..

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/download/8773/5454

Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus)

Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Maret 2024, 10 (6), 398-407 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.10643197 p-ISSN: 2622-8327 e-ISSN: 2089-5364 Accredited by Directorate General of Strengthening for Research and Development Available online at https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Gusti Ayu Rai Saputri1 , Annisa Primadiamanti2 , Windi Andrianti3 1,2,3 Program Studi Farmasi Universitas Malahayati Bandar Lampung Abstract Depression can be caused by biological factors, psychological factors and social factors. This study aims to determine the effectiveness of Red Onion Peel Extract (Allium cepa L.)as an antidepressant in mice.The method used for the antidepressant test is TST (Tail Suspension Test) to make mice stress and FST (Forced Swim Test) to see immobility time.The test animals used male mice divided into five treatment groups given orally.The results showed that K+ (Amitriptiline25mg), K-(Nacmc05%), KU1 (200mg/kgBw), KU2 (250mg/kgBw) and KU3 (300mg/kgBw) had an antidepressant effect by showing the occurrence of immobility time. The result of One Way ANOVA immobility time test is a value of 0.003 which states that shallot skin can affect the immobility time of mice. It can be concluded Giving variant doses of shallot skin extract (Allium cepa L.) gives the effect of immobility time on male white mice (Mus musculus) with the most effective dose as an antidepressant is a dose of 300 mg / kgBB. Keywords: Onion peel extract, TST (Tail Suspension Test), FST (Forced Swim Test), immobility time. Received: 04 Desember 2023 Revised: 08 Januari 2024 Accepted: 01 Februari 2024 (*) Corresponding Author: How to Cite: Saputri, G. A. R., Primadiamanti, A., & Andrianti, W. (2024). Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus). https://doi.org/10.5281/zenodo.10643197. PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) menyatakan gangguan mental terdiri dari berbagai masalah dan berbagai gejala yang dialami setiap individu yang menderita gangguan mental. Pada umumnya ditandai dengan beberapa gangguan abnormal pada pikiran, emosi, perilaku, dan berhubungan pada orang lain contoh penyakitnya adalah skizofren, gangguan perkembangan termasuk autisme, cacat intelektual, dan gangguan karena penyalahgunaan obat narkoba, gangguan afektif bipolar, demensia, cacat intelektual dan depresi. Depresi dapat disebabkan oleh faktor biologis, faktor psikologis dan faktor sosial lingkungan seperti Kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, setelah bencana atau situasi sehari-hari. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2020 depresi akan menempati peringkat ke-2 dalam global beban penyakit dan diperkirakan menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular. WHO memiliki angka kejadian lebih dari 800.000 orang bunuh diri setiap tahun masalah gangguan mental menurut World Health Organization (WHO) sering terjadi pada masa kanak-kanak dan awal remaja. Depresi dan kecemasan merupakan penyebab terbesar dari beban penyakit dan kecacatan yang dialami oleh remaja. Kasus depresi dan kecemasan diIndonesia meningkat. Berdasarkan survei tahun 2020 yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) kecemasan dialami oleh 63% responden dan 66% responden mengalami depresi 80% responden memiliki gejala stress pasca trauma psikologis berkaitan dengan pristiwa tidak menyenangkan terkait covid-19. Berkaitan 398 Saputri, G. A. R., Primadiamanti, A., & Andrianti, W. / Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10(6), 398-407 dengan pandemik covid-19, sekolah, kampus, dan berbagai instansi menerapkan work from home, dan berbagai macam program dari rumah yang diterapkan kemungkinan besar mempengaruhi keadaan psikologis individu maupun kelompok sosial, perasaan jenuh, cemas, stress bahkan depresi akan muncul kemungkinan besar akibat dari kegiatan yang dilakukan secara daring ini (Lempang, 2021). Data tersebut menunjukan bahwa negara Indonesia belum dapat menyelsaikan masalah gangguan mental secara tepat. Wanita dua kali lebih mungkin menderita depresi dibandingkan pria, diduga karena perbedaan hormonal, efek persalinan, dan perbedaan stressor psikososial. Depresi dapat diobati atau diobati dengan antidepresan. Hanya 9% orang yang mendapatkan pengobatan, dan 91% sisanya tidak mendapatkan pengobatan. Antidepresan adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi dengan menghalangi reabsorpsi serotonin dan norepinefrin di ujung saraf otak, yang memperpanjang ketersediaan neurotransmiter. Tingkat neurotransmiter, terutama norepinefrin dan serotonin, di otak berdampak besar pada depresi dan gangguan sistem saraf pusat. Amitriptilin atau amitriptyline adalah obat antidepresan trisiklik yang digunakan untuk mengobati masalah kejiwaan seperti perubahan suasana hati secara drastis dan depresi. Obat ini dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan dan ketegangan, membantu tidur lebih nyenyak, dan membantu tubuh lebih berenergi. Fungsi lain dari amitriptilin adalah untuk mengobati penyakit syaraf. Obat antidepresan ini dapat memperbaiki gejala yang diderita hanya saja terdapat beberapa efek samping yang dapat muncul seperti retensi urin, konstipasi, penglihatan kabur, takikardia, mulut kering, hipotensi ortostatik, mual dan muntah (Dipiro et al., 2015). Penggunaan obat antidepresan seperti selective serotonin reupatake (SSRIs), antidepresan trisiklik (TCAs) dan Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs) memiliki efek samping dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hampir 30% tidak memiliki efek memberikan respon terhadap terapi obat dan 70% pasien gagal mencapai kesembuhan total. Efek samping Penggunaan obat sintetik antidepresan yaitu ketergantungan karena obat antidepresan yang beredar dimasyarakat termasuk golongan obat psikotropika. Maka diperlukan obat antidepresan yang aman digunakan (Lisnawati, 2017). Mayoritas masyarat Indonesia menggunakan tanaman dan bahan alam sebagai bahan pengobatan dikarenakan penggunaan bahan alam dinilai lebih aman, dan mudah ditemukan disekitar masyarakat. Bawang merah mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. bawang merah mengandung jumlah yang tinggi flavonoid terutama quersetin. Memiliki beragam efek pada pencegahan penyakit kronis terkait stress oksidatif seperti penyakit jantung istemik dan diabetes. Hasil penelitian dari Sakakibara et al (2008) terhadap tikus menggunakan model tingkah laku kemurungan tikus melalui ujian paksaan berenang tikus diberikan serbuk bawang merah sebanyak 50 mg/kg berat badan selama 14 hari. Hasil penelitian tersebut mendapati pengurangan signifikan terhadap tingkah laku didalam ujian paksaan berenang tanpa mengubah ketidak fungsian motorik. Hasil ini dikaitkan dengan sebagain quersetin yang terdapat pada kulit bawang merah sebagai antidepresan/antimurung yang baik. Penelitian dari efek bawang merah kaya akan quersetin yang dapat di (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/download/8773/5454
Article home page: https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/8773/5454

Saputri Gusti Ayu Rai, Annisa Primadiamanti, Windi Andrianti. Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus), Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2024, pp. 398-407,