Metode Pendidikan Tauhid di Pesantren

Journal On Teacher Education (Jote), Jun 2023

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan tauhid Syaikh Ahmad Rifa’i. untuk menganalisis metode pendidikan tauhid di pesantren Insap dan untuk merumuskan metode pendidikan tauhid di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan orientasi utama mendapatkan informasi tentang Metode pendidikan tauhid Syaikh Ahmad Rifa’i. Sumber data diperoleh dari kitab-kitab karangan Syaikh Ahmad Rifa’i. Teknik analisis data bersifat deskriptif dengan tiga langkah kegiatan, yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan Syaikh Ahmad Rifa’i adalah penerapkan metode pendidikan tauhid melalui empat tahap. Tahapan pertama disebut Mubtadi (permulaan), tahapan kedua disebut Mutawasith (pertengahan), tahapan ketiga disebut Muntaha (penghabisan) dan tahapan keempat yang disebut Amaliyah (pengamalan) dengan pembelajaran menggunakan metode nadzom.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jote/article/download/14664/11943

Metode Pendidikan Tauhid di Pesantren

JOTE Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023 Halaman 283-292 JOURNAL ON TEACHER EDUCATION Research & Learning in Faculty of Education ISSN: 2686-1895 (Printed); 2686-1798 (Online) Metode Pendidikan Tauhid di Pesantren Tuharso Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal e-mail: Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan tauhid Syaikh Ahmad Rifa’i. untuk menganalisis metode pendidikan tauhid di pesantren Insap dan untuk merumuskan metode pendidikan tauhid di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan orientasi utama mendapatkan informasi tentang Metode pendidikan tauhid Syaikh Ahmad Rifa’i. Sumber data diperoleh dari kitab-kitab karangan Syaikh Ahmad Rifa’i. Teknik analisis data bersifat deskriptif dengan tiga langkah kegiatan, yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan Syaikh Ahmad Rifa’i adalah penerapkan metode pendidikan tauhid melalui empat tahap. Tahapan pertama disebut Mubtadi (permulaan), tahapan kedua disebut Mutawasith (pertengahan), tahapan ketiga disebut Muntaha (penghabisan) dan tahapan keempat yang disebut Amaliyah (pengamalan) dengan pembelajaran menggunakan metode nadzom. Kata Kunci: Metode, Pendidikan Tauhid, Pesantren. Abstract The type of this research is library research with the main orientation being to obtain information about the Tawheed Syaikh Ahmad Rifa’i education Method. Sources of data obtained from books written by Syaikh Ahmad Rifa'i. Data analysis techniques are descriptive with three steps of activities, namely: data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the results of the study it can be concluded that the method of Syaikh Ahmad Rifa'i's education is: applying the monotheistic education method through four stages. The first stage is called mubtadi (beginning), the second stage is called mutawasith (middle), the third stage is called muntaha (the end) and the fourth stage is called amaliyah (practice) with learning using the nadzom method. Keywords: Method, Tauhid Education, Pesantren. PENDAHULUAN Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di nusantara yang eksistensinya masih tetap bertahan hingga sekarang di tengah-tengah kontestasi dengan pendidikan modern yang berkiblat pada dunia pendidikan model Barat yang di bawa oleh Pemerintah Hindia Belanda sejak abad ke-19 M dengan diberlakukannya politik etis. Keberadaan pesantren yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi yang sangat kuat saat ini, menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki nilai-nilai luhur dan bersifat membumi serta memiliki fleksibilitas tinggi seperti sopan santun, penghargaan dan penghormatan terhadap guru/kiai Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023| 283 dan keluarganya, penghargaan terhadap keilmuan seseorang, penghargaan terhadap hasil karya ulama-ulama terdahulu, yang tetap dipegang teguh oleh sebagian masyarakat kita (Darban, 2017). Pesantren sebagai salah satu sub sistem pendidikan nasional yang indigenous Indonesia, mempunyai keunggulan dan karakteristik khusus dalam pengaplikasian pendidikan karakter santri. Hal itu dikarenakan: pertama, adanya jiwa dan falsafah. Kedua, terwujudnya integralitas dalam jiwa, nilai, sistem dan standar operasional pelaksanaan. Ketiga, terciptanya tripusat pendidikan yang terpadu. Dan Keempat, totalitas pendidikan. Karakter pesantren yang demikian itu menjadikan pesantren dapat dipandang sebagai institusi yang efektif dalam pembangunan akhlak. Disinilah pesantren mengambil peran untuk menanggulangi persoalan-persoalan tersebut khususnya krisis moral yang sedang melanda, karena pendidikan pesantren merupakan pendidikan yang terkenal dengan pendidikan agama dan seharusnya mampu untuk mencetak generasi-generasi berkarakter yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pondok pesantren diharapkan mampu mencetak manusia muslim sebagai penyuluh atau pelopor pembangunan yang takwa, cakap, berbudi luhur untuk bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan dan keselamatan bangsa serta mampu menempatkan dirinya dalam mata rantai keseluruhan sistem pendidikan nasional, baik pendidikan formal maupun non formal dalam rangka membangun manusia seutuhnya. Dalam konteks kekinian, pesantren masih tetap relevan dan menjanjikan untuk menjadi garda depan dalam mengawal kelangsungan bangsa yang terancam oleh krisis moral, krisis identitas dan krisis kepribadian Dalam proses pendidikan, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk mencapai tujuan. Bahkan metode sebagai seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik dianggap lebih penting disbanding dengan materi sendiri. Sebuah kaidah mengatakan bahwa “At-Thariqatu ahammu minal maddah”, yang mengandung arti bahwa “metode itu lebih penting daripada materi”. Artinya bahwa metode pendidikan dan pengajaran memiliki pengaruh yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar daripada materi yang diajarkan. Maka seorang pendidik harus menguasai berbagai macam metode pendidikan dan pengajaran dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Karena dengan metode yang bervariasi proses belajar mengajar akan menjadi menarik dan menyenangkan dan tujuan pembelajaran pun akan tercapai. Adalah sebuah realita, bahwa cara penyampaian yang komunikatif jauh lebih efektif dan di senangi oleh peserta didik walaupun materi yang disampaikan sesungguhnya kurang menarik. Sebaliknya, materi yang cukup baik, karena disampaikan dengan cara yang kurang menarik maka materi itu sendiri menjadi kurang dapat dicerna oleh peserta didik. Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan, sementara metode yang tidak tepat akan beakibat terhadap pemakaian waktu yang tidak efesien. METODE Penelitian ini memusatkan pada penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan data kualitatif, yakni penelitian yang diajukan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023| 284 pada ucapan-ucapan dan tulisan-tulisan yang ditelusuri dari data sejarah serta buku-buku (Suharsini, 2012). Sedangkan menurut Noeng Muhadjir bahwa penelitian kepustakaan adalah penelitian yang data-datanya didapatkan dari studi pustaka atau literatur dalam hal terkait dengan permasalahan penelitian, kemudian dianalisis secara teoritis filosofis lalu diangkat relevansi kontektualitasnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pendekatan kualitatif. (Arikunto, 2015) Pendekatan kualitatif digunakan dalam memahami dan menggambarkan apa yang terjadi pada (dipahami dan digambarkan oleh) subyek penelitian. Penelitian ini bersifak deskriptif analitik, dimana masalah sekaligus merupakan fokus penelitian. Sebagaimana digambarkan Bogdan dan Biklen bahwa karakteristik pendekatan kualitatif di antaranya bahwa sumber langsung datanya adalah setting alamiah di mana peneliti merupakan instrumen kunci (key instrument) penelitian (Nasution (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jote/article/download/14664/11943
Article home page: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jote/article/view/14664/11943

Tuharso Tuharso. Metode Pendidikan Tauhid di Pesantren, Journal On Teacher Education (Jote), 2023, pp. 283-292,