Perancangan Solar Charge Controler Menggunakan Control Proportional Integral Derivative (PID) Pada Prototype Traffic Light
Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE)
Perancangan Solar Charge Controler Menggunakan
Control Proportional Integral Derivative (PID) Pada
Prototype Traffic Light
Ahmad Nurul Huda
Ilmi Rizki Imaduddin
Hilman Saravian Iskawanto
Program Studi Teknik Elektro
Universitas Nurul Jadid
Probolinggo, Indonesia
Program Studi Teknik Elektro
Universitas Nurul Jadid
Probolinggo, Indonesia
Program Studi Teknik Elektro
Universitas Nurul Jadid
Probolinggo, Indonesia
Rakhmad Gusta Putra
Program Studi Teknik Komputer Kontrol
Politeknik Negeri Madiun
Madiun, Indonesia
Abstrak— Photovoltaic adalah teknologi untuk mengubah atau
mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik. Sistem kontrol
Proportional Integral Derivative (PID) merupakan sistem kontrol
yang di gunakan secara luas. Solar charge controller mengatur
kelebihan pengisian dari panel surya ke baterai sebab baterai sudah
terisi penuh (over charging) dan juga mengatur kelebihan tegangan
(voltase). kelebihan tegangan dan pengisian pada baterai akan
mengurangi umur baterai. Buck converter merupakan salah satu
converter DC-DC yang berfungsi menurunkan tegangan DC (arus
searah). Buck converter mempunyai tegangan output yang lebih
rendah dari pada tegangan input.Dari hasil perancangan, pengujian,
dan analisa, telah berhasil dibuat topologi buck converter
menggunakan control Proportional Integral Derivative (PID) pada
solar charger control prototype traffic light yang dapat
mempertahankan nilai tegangan charger battery yang juga tegangan
perangkat system traffic light. Berdasarkan karakteristik solar cell
yang digunakan, dan pemilihan battery di 12V, buck converter ini
cocok di gunakan pada jam 09.00-16.00.
Kata kunci— Photovoltaic; Control Proportional Integral
Derivative (PID); Solar charge controller; Buck converter.
I. PENDAHULUAN
Sumber energi listrik tentu sangat di perlukan, mengingat
banyaknya dari peralatan saat ini yang membutuhkan sumber
energi listrik. Sebagai konsumsi rumah penduduk, gedung
sekolah, apartemen dan maupun sebagai lampu lalu lintas
jalan. Traffic light merupakan sarana lalu lintas yang berfungsi
sebagai pengatur arah dan lajur kendaraan saat di
persimpangan, dari maraknya kendaraan wara wiri di kota
besar mengakibatkan kemacetan sulit untuk di hindari. Oleh
sebab itu traffic light memliki peran penting dalam pengaturan
lajur arus lalu lintas kendaraan di persimpangan jalan namun
kemacetan seringkali terjadi pada persimpangan jalan tersebut.
Pada dasarnya lampu lalu lintas di harapkan bisa mengatur
lajur arus lalu lintas agar dapat mencegah kemacetan di
persimpangan, Ini terjadi karena kurangnya pembagian jatah
lampu hijau di persimpangan tersebut, saat ini pembagian
waktu untuk lampu hijau dipersimpangan di samakan di setiap
jalur persimpangan tanpa pertimbangan kepadatan kendaraan
di setiap jalurnya. Kenyataan yang terjadi, kepadatan yang
berbeda di setiap sisi jalurnya. Dengan adanya perbedaan
tingkat kepadatan di persimpangan jalan maka di perlukan
suatu pengaturan siklus waktu lampu lalu lintas yang pandai,
yang bisa mengatur waktu siklusnya secara otomatis. Oleh
sebab itu pentingnya lampu lalu lintas bertujuan sebagai
keselamatan pengendara di jalan, mengurangi biaya yang saat
ini masih menggunakan sumber listrik PLN [1].
Sumber energi listrik alternatif sangat di perlukan untuk
memenuhi kebutuhan listrik saat ini dan salah satunya yaitu
menggunakan energi matahari. Solar cell merupakan teknologi
yang berguna sebagai pengkonversi dari radiasi matahari
menjadi energi listrik. Photovoltaic biasanya di kemas dalam
sebuah unit yang di sebut modul. Dalam modul surya terdiri
dari banyak sel surya yang bisa di susun secara seri maupun
pararel. Solar cell mulai populer saat ini, energi yang di
hasilkan juga sangat anberguna d tentunya relatif murah sebab
sumber energi surya sangatlah melimpah bisa diperoleh secara
Cuma-cuma. Akhir-akhir ini sudah marak yang memakai solar
cell sebagai sumber listrik yang disimpan pada baterai [2].
Baterai merupakan alat penyimpanan tenaga listrik DC
(arus searah). Baterai berguna sebagai tempat penyimpanan
energi, namun baterai tidak bisa mengisi energi secara
konstan. di karenakan daya yang di hasilkan baterai terbatas.
Pengisian baterai yang terlalu lama dapat menyebabkan
baterai cepat rusak maka di butuhkan suatu sistem yang
berguna sebagai pengontrol. Sehingga bisa mengontrol
pengisian baterai dengan semaksimal mungkin, di perlukan
suatu pengisian yang terkontrol bisa mengetahui tingkat arus
dan tegangan yang mengalir ke baterai, jika charge controller
9
JEECAE Vol.5, No.2, November 2020
Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE)
sudah mengetahui tingkat tegangan pada saat baterai terisi full
maka pengisian akan terputus secara otomatis. bertujuan yaitu
sebagai pelindung baterai dari kelebihan pengisian[3].
Penelitian ini “Perancangan solar charge controller
menggunakan control proportional integral derivative (PID)
pada prototype traffic light system”, bertujuan agar dapat
mengontrol pengisian baterai dengan baik, perlu menentukan
kehandalan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) dalam
pasokan daya yang di hasilkan oleh solar cell. melainkan
berguna untuk sistem proteksi pada over charging dan over
voltage (kelebihan tegangan) harus dapat menstabilkan
tegangan keluarannya. Di karenakan radiasi matahari yang
tidak stabil akan memperoleh tegangan yang tidak tetap. Solar
charger control yang bisa menstabilkan tegangan yang
bermanfaat pada saat radiasi matahari sering mengalami
perubahan.
A. Traffic light
Traffic light adalah suatu piranti pemberi isyarat pada lalu
lintas jalan, lampu yang mengendalikan lajur arus lalu lintas
yang terpasangan pada setiap pertigaan jalan, ada juga pada
tempat melintasnya pejalan kaki. Lampu lalu lintas adalah alat
yang menandakan kendaraan kapan harus berjalan dan kapan
di haruskan berhenti secara bergantian dari berbagai arah, di
atur di setiap persimpangan di maksud agar setiap kendaraan
pada masing-masing jalur persimpangan dapat bergerak secara
bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar jalur arus
lalu lintas yang ada. Lampu lalu lintas sudah di digunakan
disemua kota. lampu lalu lintas jalan ini menggunakan warna
yang di akui secara global, untuk menandakan berhenti warna
merah, warna kuning yang menandakan hati- hati dan warna
hijau menandakan dapat berjalan [4].
relatif gampang sebab sumber energi matahari bisa di
dapatkan dengan mudah[2].
Gambar 2. Skema solar cell
C. Kontrol PID (proportional integral derivative)
Sistem kontrol PID di gunakan secara luas dalam sebuah
industri karena hanya dengan desainnya yang sederhana dan
dengan kemampuan yang optimal. kontrol PID merupakan
proses perhitungan aksi kontrol atau perbedaan antara set
point dengan keluaran sistem yang kemudian di masukkan ke
dalam masukan kontrol sistem. Sistem kontrol PID dapat di
gunakan dalam berbagai sistem seperti sistem kontrol close
loop, sistem kontrol opened loop (...truncated)