Ahmad Rizki Harahap 1,Tri Martial2 , Ade Firmansyah Tanjung 3,
M Endang Asmara 4
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
ANALISIS TINGKAT INFLASI TERHADAP INVESTASI DALAM
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
DI SUMATERA UTARA
Ahmad Rizki Harahap1,Tri Martial2, Ade Firmansyah Tanjung3, M Endang Asmara4
Universitas Deli Sumatera, Universitas Medan Area2, Universitas Malikussaleh3,
Universitas Deli Sumatera4
Pos-el:
[email protected], .id2
ABSTRAK
Penelitian ini dengan tujuan mengetahui pengaruh tingkat inflasi dan investasi terhadap
pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara pada periode 2001-2021. Jenis data yang
diperlukan yaitu jenis data sekunder yang dimaksud ialah data yang sudah jadi atau dipubikasi
diambil dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara dan penelitian ini diolah
menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square ) yang terdapat dalam analisis regresi
berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara sedangkan investasi berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu jika inflasi tinggi dapat berpengaruh negatif
terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara begitu juga dengan investasi jika mengalami
kenaikan maka akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Keywords: Inflasi, Investasi, Pertumbuhan Ekonomi dan OLS
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of inflation and investment rates on economic
growth in North Sumatra province in the period 2001-2021. The type of data required is the type
of secondary data which means that the data has been finished or published taken from BPS data
(Central Bureau of Statistics) North Sumatra and this research is processed using the OLS
(Ordinary Least Square) method contained in multiple regression analysis. The results of the
study explain that inflation has a negative and significant effect on economic growth in North
Sumatra province while investment has a positive effect on economic growth. Therefore, if high
inflation can negatively affect economic growth in North Sumatra as well as investment if it
increases it will have a positive impact on economic growth.
Keywords: Inflation, Invest. Growth Economic and OLS
1. PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi merupakan
proses kenaikan dari nilai serta jumlah
produksi barang maupun jasa pada kurun
waktu tertentu (Nanga 2005).
Pertumbuhan ekonomi pada
memiliki keterkaitan dengan tingkat
kesejahteraan rakyat, serta menjadi
faktor utama dalam mempengaruhi
pembangunan
serta
pertumbuhan
ekonomi pada sebuah Negara yaitu
Jurnal Edueco Volume 6 Nomor 1 Juni 2023
sumber daya manusia (SDM), sumber
daya alam (SDA), modal, sosial budaya
dan perkembangan teknologi (Sukirno
2016).
Menurut (Mankiw 2008) ada
beberapa indikator yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi seperti modal
fisik, modal manusia, sumber daya alam,
pengetahuan teknologi. Perubahan
dalam tingkat pertumbuhan dari
ekonomi, pengurangan kesenjangan
68
Ahmad Rizki Harahap 1,Tri Martial2 , Ade Firmansyah Tanjung 3,
M Endang Asmara 4
pendapatan dan mengurangi kemiskinan
merupakan unsur dari pembangunan
ekonomi.
Pembangunan
ekonomi
merupakan
usaha-usaha
dalam
melakukan peningkatan taraf hidup
suatu bangsa yang diukur dari tinggi
rendahnya pendapatan riil perkapita
(Suparmoko 2002). Menurut data (BPS
2021) Sumatera Utara saat kuartal ketiga
untuk sektor yang paling banyak
ditopang oleh sektor pertanian, yakni
sebesar 22,23 %. Sektor dari industri
pengolahan memberikan kontribusi
sebesar 19,38 %. Untuk perdagangan
besar, eceran dan reparasi mobil serta
motor memberikan kontribusi sebesar
19,14 %. Untuk pengeluaran dari rumah
tangga memberikan kontribusi 50,29 %.
Kontribusi yang diberikan dari
pembentukan modal tetap bruto (PMTB)
bagi PDRB provinsi Sumatera Utara
memberikan dampak kontribusi sebesar
30,4 %. Sementara untuk kontribusi
yang diberikan barang dan jasa yang
sudah dikurangi dengan impor memiliki
nilai sebesar 9,9 %. Sedangkan
kontribusi
yang
diberikan
dari
pengeluaran konsumsi sebesar 0,86 %.
Menurut
(Sukirno
2011),
investasi
merupakan
pengeluaran
maupun penanam dari modal serta
perusahaan untuk melakukan pembelian
barang-barang
modal
serta
perlengkapan-perlengkapan
proses
produksi untuk bisa menambah
kemampuan dari melaksanakan produksi
barang dan jasa yang tersedia di
perekonomian. Investasi masuk ke
daerah secara langsung dapat menambah
kapital di suatu daerah serta kegiatan
ekonomi. Apabila investasi tersebut
dapat berlangsung secara terus menerus
serta dalam jangka yang panjang dan
dibarengi daya saing ekonomi yang
tinggi, maka investai akan memberikan
dampak pada penawaran melalui
meningkatnya stok kapital yang ada.
Perkembangan
investasi
regional
Jurnal Edueco Volume 6 Nomor 1 Juni 2023
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
diharapkan lebih banyak dipenuhi oleh
sektor swasta, Dengan semakin majunya
perekonomian dari suatu negara, maka
akan semakin kecil pula proporsi dari
anggaran
pemerintah
pada
pembangunan ekonomi (Sjafii 2009), dia
menjelaskan bahwa investasi adalah
pilar dari pertumbuhan ekonomi.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan
oleh (Tenaga, Provinsi, and Purba 2020)
menunjukkan bahwa investasi PMDA
dan PMA ada pengaruh yang positif dan
signifikan
terhadap
pertumbuhan
ekonomi, namun investasi juga bisa
tidak berpengaruh bagi pertumbuhan
ekonomi, karena kurang maksimalnya
dalam
mendorong
nilai
Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB).
Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Hellen dan dkk (Hellen, Mintarti, and
Fitriadi 2018), menunjukkan bahwa
investasi memiliki pengaruh yang tidak
signifikan bagi pertumbuhan ekonomi,
dari kondisi ini menjelaskan bahwa
investasi belum dapat mendorong
ataupun meningkatkan pertumbuhan
ekonomi dengan maksimal, dikarenakan
investasi terfokus pada beberapa sektor
saja (pertanian dan pertambangan),
belum merata pada berbagai sektor.
Kenaikan dari harga barangbarang yang secara umum berlaku terusmenerus merupakan proses timbulnya
inflasi, akan tetapi bukan berarti harga
berbagai macam barang itu mengalami
kenaikan dengan persentase yang sama.
Namun dapat terjadi kenaikan harga
barang secara terus-menerus selama
periode tertentu. Kenaikan yang hanya
sekali walaupun dengan persentase yang
cukup besar, belum bisa dikatakan
inflasi. (Nopirin 2003) selain dari
kenaikan harga inflasi juga dapat di
katakana Ketika terjadi kelebihan dari
permintaan bagi barang-barang dalam
perekonomiaan secara keseluruhan
(Gunawan 2003). Inflasi dapat terjadi di
negara dengan pertumbuhan ekonomi
yang sedang berkembang. Inflasi dapat
terjadi
di
karenakan
tingginya
69
Ahmad Rizki Harahap 1,Tri Martial2 , Ade Firmansyah Tanjung 3,
M Endang Asmara 4
permintaan terhadap barang dan jasa,
meningkatnya biaya produksi yang
terjadi terus menerus, jumlah uang
beredar dan bertambah sehingga
menyebabkan harga akan menjadi
mahal, akibat perilaku masyarakat di
mana masyarakat berpikir kondisi
ekonomi pada masa mendatang menjadi
lebih baik dari sebelumnya, struktural
ek (...truncated)