AKOMODASI PONDOK PESANTREN TERHADAP KURIKULUM NASIONAL

Jurnal Edueco, Feb 2022

Penelitiian ini mengkaji tentang akomodasi pondok pesantren terhadap kurikulum Nasional di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu proses penelitian dengan melakukan pengkajian terhadap fenomena, serta kejadian, dalam kehidupan santri. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pondok pesantren mengakomodasi kurikulum nasional dalam proses pendidikan. Penelitian dilakukan dengan mengambil tempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan instrumen berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menujukkan bahwa pondok pesantren mengakomodasi kurikulum nasional dengan mengelompokkan tiga jenis mata pelajaran yaitu kelompok A berisi tentang pengetahuan yang bersumber dari DPP Hidayatullah dengan tetap mengacu pada kurikulum Nasional, Kelompok B materi kurikulum tetap dari pusat yang dilengkapi dengan muatan lokal, kelompok C yaitu ilmu kepesantrenan. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan di tiga tempat yaitu Asrama mengajarkan tentang Life skill, di Madrasah pengetahuan umum dan agama, dan di Masjid ilmu diniyah, sehingga biasa di sebut Pembelajaran integral. Pelaksanaan akomodasi kurikulum menghadapi beberapa kendala yaitu dari (1) keterbatasan pembinaan dari pemerintah terkait penerapan kurikulum karena perubahan regulasi, (2) kurangnya modalitas guru untuk mengikuti adanya perubahan kurikulum, (3) keterbatasan pendampingan dari orangtua santri yang menyerahkan sepenuhnya urusan anaknya ke pondok.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/100/82

AKOMODASI PONDOK PESANTREN TERHADAP KURIKULUM NASIONAL

Firman 1, Prita Indriawati2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan AKOMODASI PONDOK PESANTREN TERHADAP KURIKULUM NASIONAL Firman1, Prita Indriawati2 Universitas Balikpapan1, Universitas Balikpapan2 pos-el: .id1, .id2 ABSTRAK Penelitiian ini mengkaji tentang akomodasi pondok pesantren terhadap kurikulum Nasional di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu proses penelitian dengan melakukan pengkajian terhadap fenomena, serta kejadian, dalam kehidupan santri. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pondok pesantren mengakomodasi kurikulum nasional dalam proses pendidikan. Penelitian dilakukan dengan mengambil tempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan instrumen berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menujukkan bahwa pondok pesantren mengakomodasi kurikulum nasional dengan mengelompokkan tiga jenis mata pelajaran yaitu kelompok A berisi tentang pengetahuan yang bersumber dari DPP Hidayatullah dengan tetap mengacu pada kurikulum Nasional, Kelompok B materi kurikulum tetap dari pusat yang dilengkapi dengan muatan lokal, kelompok C yaitu ilmu kepesantrenan. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan di tiga tempat yaitu Asrama mengajarkan tentang Life skill, di Madrasah pengetahuan umum dan agama, dan di Masjid ilmu diniyah, sehingga biasa di sebut Pembelajaran integral. Pelaksanaan akomodasi kurikulum menghadapi beberapa kendala yaitu dari (1) keterbatasan pembinaan dari pemerintah terkait penerapan kurikulum karena perubahan regulasi, (2) kurangnya modalitas guru untuk mengikuti adanya perubahan kurikulum, (3) keterbatasan pendampingan dari orangtua santri yang menyerahkan sepenuhnya urusan anaknya ke pondok. Kata kunci: Akomodasi, Pesantren, Kurikulum Nasional. ABSTRACT This study examines the accommodation of National Curriculum at Hidayatullah Islamic Boarding School in Balikpapan. This research used descriptive qualitative, by conducting an assessment of phenomena, as well as events, in the lives of students. The main problem in this study is how Islamic boarding schools accommodate the National Curriculum in the educational process.. The data collection used observation techniques, interviews, and documentation. Researchers used instruments in the form of observation guidelines and interview guidelines. The results of the study show that Islamic boarding schools accommodate the national curriculum by grouping three types of subjects, group A contains knowledge sourced from DPP Hidayatullah while still referring to the National curriculum, group B fixed curriculum materials from the center equipped with local content, group C contains science boarding school. The process of implementing learning is carried out in three places, namely Dormitories to learn about life skills, in adrasah of general and religious knowledge, and in mosques of diniyah science, so it is commonly called integral learning. The implementation of curriculum accommodation faces several obstacles, namely (1) limited support from the government regarding changing curruculum, (2) lack of teacher modalities to follow curriculum changes, (3) limited assistance from parents of students who completely surrender their children's affairs to the boarding school. Keywords: Accomodation, Boarding School, National Curriculum. Jurnal Edueco Vol 4 No 2 Desember 2021 116 Firman 1, Prita Indriawati2 1. PENDAHULUAN Kurikulum merupakan inti pendidikan sehingga muatan kurikulum harus sesuai kebutuhan masyarakat pengguna. Muatan kurikulum diberikan kepada peserta didik yang didukung kemampuan sumber daya manusia handal mampu mentransfer isi kurikulum yaitu seorang guru. Guru dalam menyampaikan isi kurikulum kepada peserta didik menguasai kompetensi, baik kompetensi pedagogik, sosial, dan kompetensi individu. Penguasaan kompetensi guru meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga bukan hanya kurikulum yang baik, tetapi dukungan dari guru sebagai transformator pengetahuan. Pandangan tentang kurikulum menimbulkan diskursus apakah kurikulum itu hanya bermakna Course Out Line atau GBPP, atau mencakup seluruh pengalaman yang diberikan kepada anak dalam proses pendidikan oleh guru. Jadi kurikulum menjadi pedoman proses pembelajaran mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Kemudian dari pengetahuan tersebut lahir pengalaman bagi siswa yang disebut pengalaman belajar. Jadi pangkal awal kurikulum untuk menawarkan rancangan tentang rencana yang diberikan pengetahuan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan stakeholder pengguna luaran pendidikan, sehingga keterlibatan berbagai pihak proses penyusunan kurikulum. Keterlibatan semua komponen menjadi sebuah keharusan agar lahir kurikulum ideal. Dengan begitu, dapat memberikan tanggung jawab, bimbingan terhadap pendidikan bukan hanya guru melainkan sekolah di dalamnya ada kepala sekolah, karyawan, dan termasuk instansi lain di luar sekolah. Walaupun guru menjadi garda terdepan, tetapi untuk mencapai tujuan pendidikan Jurnal Edueco Vol 4 No 2 Desember 2021 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan melibatkan semua pihak yang terkait kelangsungan pendidikan. Sehubungan dengan pondok pesantren, maka pondok pesantren melakukan penyesuaian dengan kurikulum yang bersumber dari pemerintah. Sumber kurikulum dari pemerintah dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Untuk mengimbangi ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum, maka pondok pesantren berusaha mengakomodasi kurikulum dari pemerintah yang dipadukan dengan kurikulum pondok. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghendaki pondok pesantren harus berbenah diri dengan memadukan kurikulum sehingga santri memperoleh pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Hasil penelitian (A. Sulaiman, 2017) secara filosofis integrasi kurikulum madrasah ke dalam kurikulum pesantren didorong oleh pemikiran pengasuh yang memandang pendidikan harus mencakup semua aspek kehidupan dan nondikotomik sedangkan secara sosiologis adalah integrasi kurikulum madrasah ke dalam kurikulum pesantren merupakan hasil dari dialektika-dinamis dan dinamikadialektis pesantren dengan zaman Islam bukan hanya berbicara doktrin, teologi, dan ritual belaka, melainkan Islam adalah ilmu pengetahuan sehingga ditemukan ayat-ayat al-Qur’an maupun hadis berbicara tentang ilmu pengetahuan. Agar terjadi kolerlasi nilai keagamaan dan ilmu pengetahuan, maka dilakukan integrasi kurikulum yaitu kurikulum pondok dan kurikulum nasional yang berisi pengetahuan umum dan teknologi. Selanjutnya (Burga et al., 2019) dalam penelitian menyebutkan bahwa pondok pesantren DDI Mangkoso melaksanakan pendidikan secara klasikal membuka pendidikan mulai dari tingkat MI sampai perguruan tinggi. Atas 117 Firman 1, Prita Indriawati2 kebijakan pondok membuat santri antusias mengembangkan kajian bukan hanya materi keislaman tetapi mengembangkan t (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/100/82
Article home page: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/view/100/82

Firman Firman, Prita Indriawati. AKOMODASI PONDOK PESANTREN TERHADAP KURIKULUM NASIONAL, Jurnal Edueco, 2022, pp. 116-122,