Analisis Pendekatan Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, Dec 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII Smp Negeri 43 Medan dengan pendekatan pembelajaran matematika realistic yang diinovasikan dengan etnomatematika. Penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif dan Populasinya adalah seluruh kelas VII, dimana untuk kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan untuk kelas VII-2 sebagai kelas control yang masing- masing sampel terdiri dari 25 orang. Dari hasil analisis data pre test kelas eksperimen masih tergolong rendah dengan memiliki nilai rata-rata sebesar 52, 8 dan untuk kelas control memiliki nilai rata-rata sebesar 34,4. Hasil analisis data post test untuk kelas eksperimen memiliki peningkatan yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 81,6 dan untuk kelas post test memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,2. Serta memperoleh nilai = 3,864 dan = 5,991. Maka, dapat dikatakan bahwa semua kelompok sampel berasal dari populasi yang homogen. Dari hasil penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan pembelajaran matematika realistic bernuansa etnomatematika.Kata Kunci: Pendekatan Matematika Realistik, Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/836/pdf

Analisis Pendekatan Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-10 ISSN: 2808-0866 Analisis Pendekatan Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Priya Dasini 1 Program Studi Pendidikan Matematika, 2Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII Smp Negeri 43 Medan dengan pendekatan pembelajaran matematika realistic yang diinovasikan dengan etnomatematika. Penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif dan Populasinya adalah seluruh kelas VII, dimana untuk kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan untuk kelas VII-2 sebagai kelas control yang masingmasing sampel terdiri dari 25 orang. Dari hasil analisis data pre test kelas eksperimen masih tergolong rendah dengan memiliki nilai rata-rata sebesar 52, 8 dan untuk kelas control memiliki nilai rata-rata sebesar 34,4. Hasil analisis data post test untuk kelas eksperimen memiliki peningkatan yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 81,6 dan untuk kelas post test memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,2. Serta memperoleh nilai π‘₯ 2 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” = 3,864 dan π‘₯ 2 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 5,991. Maka, dapat dikatakan bahwa semua kelompok sampel berasal dari populasi yang homogen. Dari hasil penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan pembelajaran matematika realistic bernuansa etnomatematika. Kata Kunci: Pendekatan Matematika Realistik, Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa 1 Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-10 ISSN: 2808-0866 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya dalam mewujudkan taraf hidup untuk lebih maju yang dilakukan karena kesadaran dan sistematis. Dapat disingkat, bahwa defenisi Pendidikan ialah proses dalam pembelajaran untuk para peserta didik agar dapat dimengerti, dipahami, dan akan memjadikan manusia kebih tanggap dalam berpikir. Pendidikan merupakan sebuah cara dalam mengubah perilaku individu maupun responden banyak sebagai pendewasaan dengan pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Pendidikan dapat disimpulkan ialah segalanya. Pendidikan di Indonesia sangat berguna untuk membuat sumber daya manusia yang berkedudukan. Menerapkan pendidikan yang berkedudukan maka akan mewujudkan SDM yang berkedudukan pula. Pendidikan akan mengalami pergeseran jika diamati dari cara pencapaian tujuan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berkembang. Ini akan memberikan nilai positif dalam pendidikan berkualitas dan terintegritas dengan era yang berkembang. Pendidikan dapat mendukung penyusunan di masa depan. Pada Undangundang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bab I pasal 1 menyatakan bahwa : Pendidikan ialah usaha sadar dan terencana guna mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik aktif dalam pengembangan potensi guna memiliki kekuasaan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut undang-undang tersebut, ada hal yang wajib untuk pembaharuan pada ranah pendidikan seperti dikatakan oleh tenaga pengajar. Tenaga pendidik harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mengimplentasikan pengetahuannya. Dalam mencapai tujuan tersebut maka tenaga pengajar harus mampu membuat perencanaan dalam mengelola pendidikan yang baik. Matematika ialah bidang studi sangat krusial tetapi sangat dibenci oleh murid, tetapi juga ada beberapa siswa yang menggemari mata pelajaran ini. Susah dan sulit adalah anggapan seseresponden dalam memahami matematika. Secara luas, matematika diartikan sebagai ilmu dalam mempelajari dan memahami pola dari struktur, perubahan dan ruang. Matematika disebut ilmu bilangan dan angka kalau kita melihat defenisinya secara informal. Pendapat lain menyatakan matematika bekal awal dalam memahami ilmu lainnya. Menurut James (dalam Sariningsih dan Purwasih, 2017) matematika ialah ilmu dasar mengenai logika yang terbagi dalam 3 (tiga) bidang yaitu : aljabar, analisis, dan geometri. Matematika pelajaran wajib dinilai memiliki peran dalam mewujudkan kualitas murid, dengan mempelajari matematika maka siswa dituntut berpikir dan menelaah secara logis, sistematis dalam memecahkan masalah. Tentunya ini membutuhkan kemampuan komunikasi dalam mewujudkan tujuan tersebut. Kemampuan siswa dalam berkomunikasi merupakan keharusan yang dimiliki setiap siswa. Tanpa adanya komunikasi, maka proes pembelajaran akan terhambat. Karena tujuan utama dalam pembelajaran matematika ialah kemampuan komunikasi dan menjadi kemampuan dasar pada saat proses belajar matematika. Kemampuan komunikasi ialah kemampuan individu dalam penyampaian atau mengirim pesan yang dapat dipahami oleh penerima pesan. Masih banyak kita jumpai di kalangan siswa bahwa kemampuan komunikasinya itu tidak baik atau rendah yang artinya mereka takut untuk menyampaikan ideide yang akan dikemukakan di depan teman-teman lainnya. 2 Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-10 ISSN: 2808-0866 Adapun penyebab- penyebab terjadinya kemampuan komunikasi yang rendah diantaranya adalah : (1)Materi yang diberikan tidak di terangkan langsung oleh guru. Apalagi pada saat situasi pandemi sekarang hampir rata- rata siswa mengalami kelemahan dalam hal kemampuan komunikasi. (2)Rata- rata kemampuan cara berpikir anak berbeda- beda . jadi, sebagai tenaga pengajar harus mampu menguasai kemampuan siswa-siswa nya , agar tidak terjadi kesalahan dalam menilai. (3)Rasa ketidakpedulian dengan apa yang disampaikan oleh guru atau biasa sering kita bilang dengan sebutan pemalas.. Ini yang sangat sulit untuk diberikan solusi. Karena didalam hati mereka itu hanya ada kata β€œGAME dan GAME β€œ tidak ada kata β€œ BElAJAR” dalam hati mereka. Hampir kita ketahui, bahwa ada sebagian siswa yang belum paham bagaimana cara memecahkan suatu masalah dengan menggunakan bahasa matematik yang benar dan tepat. Bahkan mereka juga belum mempunyai keahlian dalam berkomunikasi, contohnnya : cara penggunaan istilah-istilah matematika, simbol-simbol dalam matematika, atau tanda-tanda matematika dalam menjelaskan konsep-konsep, operasi dan proses. Selain itu, juga cara sistematika penulisannya kurang tepat. Siswa juga kurang pemahaman terhadap mengaitkan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata, kesulitan dalam pemanfaatan data atau menginformasi pada soal yang diberikan sehingga membuat mereka kesulitan untuk menuju ke langkah yang selanjutnya dan akan terhambat untuk materi yang akan diberikan selanjutnya. Dalam memahami konsep matematika, tenaga pengajar harus mendorong siswanya dalam menjawab pertanyaan dengan menyertakan alasan relevan untuk memberikan argument (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/836/pdf
Article home page: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/view/836/pdf

Priya Dasini. Analisis Pendekatan Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2021,